Tuhan, dada kami sesak.
Tolong, tenangkan.
Tolong, lapangkan.
Ditulis pada subuh memukul 04.54, tubuhnya berteriak tapi tak bersuara.
Tangerang, 24 Desember 2020.

oozey mess

shark vs the universe

blake kathryn

JBB: An Artblog!
No title available
🪼
$LAYYYTER
ojovivo
Show & Tell
todays bird

Product Placement
Peter Solarz
cherry valley forever

#extradirty

@theartofmadeline
Cosimo Galluzzi
we're not kids anymore.
Lint Roller? I Barely Know Her

pixel skylines

Janaina Medeiros

seen from United States
seen from China

seen from Japan
seen from United States
seen from Germany
seen from Italy

seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Philippines
seen from Lithuania

seen from Canada

seen from South Korea
seen from United States
seen from United States
seen from Norway
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
@desrinarahmi
Tuhan, dada kami sesak.
Tolong, tenangkan.
Tolong, lapangkan.
Ditulis pada subuh memukul 04.54, tubuhnya berteriak tapi tak bersuara.
Tangerang, 24 Desember 2020.
Menemukan tulisan saya yang terkenang delapan tahun lalu.
Dalam tulisan ini, ternyata saya si gadis yang memiliki banyak mimpi dan ego, bertanya pada dia yang kala itu selalu disamping saya.
"Apa mimpimu?"
"Kamu". Jawabnya.
____________________
2020, kami menemukan mimpi lainnya masing-masing. tak bersama, bukan berarti tak bahagia. :)
Al-Fatihah..
untuk segala gemuruh di dada,
beserta hujan di air mata.
Pernah Tulus
Beberapa dari kita pernah tahu rasanya menyayangi. Merasakan bagaimana bisa begitu sayang terhadap orang lain, dengan perasaan yang takkan pernah bisa terlukiskan. Menyayangi penuh dengan ketulusan. Meski ia tidak peduli, kita tetap tulus. Bahkan kapanpun ia butuh, kita berusaha tetap selalu ada untuknya. Meski ia lebih memilih yang lain, kita masih saja tetap tulus menyayanginya.
Tampak begitu sederhana, namun terasa begitu berat. Mereka yang sekadar melihat bisa saja mengatakan bodoh. Malah boleh jadi suatu hari nanti kita sendiri yang merasa begitu bodoh pada masa itu.
Meski begitu, pada akhirnya perlahan kita pasti mulai paham, bahwa mencintai seseorang dengan tulus belum tentu bisa mengetuk hatinya, apalagi membuatnya jatuh kembali pada kita. Sebab kita pernah merasakannya, maka jangan pernah sekalipun kita kehilangan ketulusan itu pada orang lain.
Dari persoalan yang tampak sepele itu, kita pernah tahu bahwa sebuah ketulusan itu mahal sekali harganya, dari sana kita bisa belajar melihat orang-orang yang menyayangi kita, serta tidak perlu terlalu buta untuk melihat siapa yang sungguh menyayangi.
Paling tidak, jangan pernah sekalipun kita kehilangan ketulusan itu pada siapapun mereka yang nanti hadir. Jangan sampai.
Jakarta Pusat, 15 Januari 2020 | Pino G Bastian
jangan sampai namaku kehilangan di surga, lalu malaikat menemukannya pada lembaran-lembaran buku neraka. Astaghfirullah.
desrinarahmi
Apa yang ada sekarang, barangkali jauh sekali dari apa yang kita harapkan. Apa yang ada sekarang, barangkali sama sekali tidak sesuai dengan keinginan. Apa yang ada sekarang, barangkali tidak sebanding dengan usaha kita sepanjang perjalanan. Dan apa yang ada sekarang, barangkali tidak terlihat yang terbaik bagi kehidupan kita mendatang. Tentu menurut kita, bukan menurutNya yang Maha Mengerti segalanya. Tapi bukankah, memang kita ini hanya perlu menerima dengan penuh kerelaan? Menerima apa yang telah diberi. Apa yang telah dihadirkan di hadapan kita ini. Sesuatu atau seseorang, tentu kita punya harapan sendiri. Kita punya impian sendiri. Yang pada akhirnya, semua kembali bergantung pada kehendakNya.
Sedangkan kita, tidak sama sekali punya kuasa apa-apa kecuali menerimanya. Dengan percaya bahwa pemberianNya selalu jadi yang terbaik bagi kita. Tentu dengan hati yang terus berusaha berbaik sangka.
Selamat siang,
Selamat hari Jumat. :)
Karya: Istiananaa
Pecahan awan, pantulan cahya yang membelah lautan, serta angin laut senja, yang seakan mengelabuhi ingatan. . . Hentakan tubuh, nyatanya tak membuat rekaman-rekaman kepala, jatuh ke tanah. Kamu salah, nona. #sajakjumat
YAKIN. Jangan berhenti percaya. 🙇♀️
Tenanglah, Allah akan selalu tersenyum melihat kesabaran kita. Dia tidak akan beranjak dari sisi kita. Pun tidak pula membiarkan kita berjalan sendirian tanpa bantuan.
disadur dari buku La Takhaf, hal 97 :)
Firasat.
Pantas saja. Sedari subuh tadi saya sudah ingin menulis. Saya simpan dalam ingatan. Rangkaian kata yang mewakili. Begini..
Kalaulah waktumu sedikit, Nona. Pada mereka yang kamu sayangi namun belum sempat kau sampaikan.
Percayalah. Tanyakan pada DIA ketika hari pengakuan itu tiba. Namamu yang ku rindu, kusebut dalam sujud. Perihal kebaikan. Saya sayang kalian karena Allah.
Karena menyayangi kalian merupakan ibadah. Atau, harapan untuk menjadi indikator ibadah.
Tuhan, genggam hati saya.
Kalau masih ada kekhawatiran, tandanya kamu masih memiliki jalan lain. Hanya saja kamu belum melihatnya. Kamu belum menemukan yang kamu cari, bisa jadi karena memang belum waktunya, atau memang kamu belum cukup layak untuk menerimanya saat ini. Yakinkan Dia, bahwa kamu layak. Tunjukan kepada orang-orang terdekatmu bahwa kamu sudah cukup bertanggungjawab untuk mengambil keputusan, menentukan pilihan.
Eastern Ghouta Kembali Berduka!
Sejak 18 Februari 2018, bombardir di Timur Ghouta, Suriah, telah menewaskan lebih dari 400 orang dan sekitar 150 orang di antaranya adalah anak-anak. Serangan bom bertubi-tubi ini juga melukai tidak kurang dari 2000 warga. Keluarga dan anak-anak di sana bersembunyi berhari-hari dalam lorong bunker tanpa makanan. Timur Ghouta lagi-lagi berduka. Ayo bantu mereka!
💰 _Kirimkan donasi Anda melalui kami. Bantuan akan disalurkan langsung kepada korban serangan bom di Timur Ghouta, Suriah._
🏦 No. Rek.: BSM 7-5050-2323-9 a.n. Lembaga Ide Berbagi
☎ Konfirmasi: +62852-1106-4118
🛎 Setelah donasi, wajib konfirmasi klik: s.id/KonfirmasiDonasi
Follow dan like FP Ide Berbagi: https://m.facebook.com/ideberbagi/
Syair Indah "Aku Datang dengan Dosa" by Syaikh Manshur As-Salimy. 💙 @m.alsalmy1
Kamu yang membuat lubang pemukiman di kepala. Dan senja yang ingin kupeluk lebih lama. . Ketika waktu bersekongkol pada asa-asa manusia dan ketukan paluNya. Kamu bisa apa? (at Pantai Anyer Carita)
Jika kamu adalah orang yang kehilangan, ditinggalkan, atau telah menyia-nyiakan kesempatan atas sebongkah hati manusia, sekalipun susah, bersyukurlah saja. Bersyukur karena kamu hanya kehilangan manusia, bukan kehilangan Allah. Bersyukur karena kamu hanya ditinggalkan manusia, bukan ditinggalkan Allah. Bersyukur karena Allah tak pernah berpaling dan selalu memberi kesempatan yang sangat luas sekalipun kamu terlalu sering menyia-nyiakan-Nya.
— Taufik Aulia
Allah mengubah takdir dengan Do'a.
Ustadz Hanan Attaki.
---------
Nona, kamu tidak akan pernah putus harapan dalam berdo'a. Yakin.
Selamat berdo'a selepas Ashar di waktu senja.
Cukuplah kisah Adam dan Hawa yang mengajarkan tentang perpisahan yang berujung pertemuan kembali, dengan keadaan yang lebih baik.
@.jndmmsyhd
Karena Do'a adalah senjata. Sampai bertemu kembali di tahun ini. Kamu yang tertulis di Lauh Mahfuzh, Biidznillah.
Tangerang, hari ke 26 di bulan Januari tahun 2018, Jumuah Mubarok, pukul 18:27 wib.