"And my children, Ya Allah, let them love Islam"
Monterey Bay Aquarium
Cosmic Funnies
KIROKAZE
we're not kids anymore.

#extradirty
Lint Roller? I Barely Know Her
ojovivo

Kiana Khansmith
Today's Document
sheepfilms
Sweet Seals For You, Always
noise dept.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

shark vs the universe

roma★

oozey mess
Peter Solarz
h

No title available
No title available

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from France
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Lithuania

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Peru

seen from Germany
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United States

seen from Indonesia
@devagiputrii
"And my children, Ya Allah, let them love Islam"
dear myself, ingatlah bahwa...
Takdirmu, yang menurutmu kurang menyenangkan bagimu, datangnya bukan dari musuh yang ingin mencelakaimu...
Namun dari sang kekasih, Dzat Maha Pengasih yang menginginkan kebaikan untukmu :)
Percayalah, kesulitan itu kelak akan mengantarkan pada kebaikan untukmu.. di dunia dan atau di akhirat..
Sekarang, tugas mu hanyalah menjalaninya dan terus berhusnudzon :) yakinlah bahwa rencana Allah jauh lebih indah dari prediksimu..
Sabarlah di ruang tunggu hingga Allah datangkan pertolongan-Nya..
Yogyakarta, 11 Oktober 2021
dear m,
ketika ujian datang, bersabarlah di ruang tunggu, hingga Allah turunkan pertolongan-Nya.. karena sejatinya, Allah tidak pernah menyelisihi janji-Nya.
Jogja, 8 Oktober 2021
“Peace be upon you for what you patiently endured. And excellent is the final home.”
[Surah Ar-Ra’d, verse 24]
Terserah Engkau Ya Allah, mau dibawa kemana saja, aku ikut, aku manut. Mau diberi apa saja, aku terima. Aku ini hamba-Mu. Sudah sepatutnya aku tunduk dan patuh terhadap apapun kehendak-Mu padaku.
Namun satu hal yang ku pinta, tolong temani sepahit apapun episode yang harus hamba jalani, tolong temani seburuk apapun keadaan yang nanti akan hamba hadapi.
dari hamba-Mu yang lemah dan hanya bisa mengharap pertolongan dari-Mu.
Yogyakarta, 4 Oktober 2021
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Kudapati mereka yang penuh hikmah adalah mereka yang hatinya senantiasa terhubung dengan Rabb nya. Maka Yaa Allah, perkenankan takdirku untuk beririsan dengan mereka, perjumpakan kami agar aku bisa belajar mengenali-Mu.
Yogyakarta, 13 September 2021
Your life is nothing more than a love story between you and God. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent on your path, for one reason and one reason only: To bring you back to Him.
Ustadha Yasmin Mogahed
Terkadang tidak nyaman tatkala memohon petunjuk di tengah dosa yang terus menumpuk.
Bukan ragu, hanya sangat malu.
When Allah tests you it is never to destroy you. When He removes something in your possession it is only in order to empty your hands for an even greater gift.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah (via kafilahdarilangit)
Syaikh Ali Ath Thantawy ditanya tentang bacaan terbagus yang pernah dibaca beliau sepanjang hidupnya. Maka Beliau berkata, "Aku telah membaca banyak buku selama 70 tahun ini, namun aku tidak menemukan hikmah paling indah selain kalimat yang disebutkan Ibnu Jauzi rahimahullah dalam 'Shaidul Khatir' yang berbunyi,
"Sungguh lelahnya taat akan berlalu, namun pahalanya kekal. Dan sungguh lezatnya maksiat akan berlalu, namun akibatnya kekal."
Kebanyakan kita terjebak dalam rasa takut yang belum terjadi, meracuni hati dan pikiran lalu menjadikannya sakit, padahal semua penyakit berawal dari hati dan pikiran yang rumit dan berkabut. Sebab keyakinan kita yang kurang penuh pada Allah, sebab patokan kita masih tertuju pada tangan manusia, dan sebab doa yang tidak diyakini sepenuh hati.
Siapa yang tidak takut pada petir dan badai langit ? Bukankah kita semuanya ingin berteduh dan berlindung dari hujan yang deras ? Sayangnya kita salah memilih tempat berteduh, kita salah memilih tempat kembali. Sebaik-baik tempat berteduh adalah keyakinan pada pertolongan Allah akan selalu ada, sebaik-baik tempat kembali adalah doa-doa yang selalu kita langitkan, pada setiap sujud dan tangisan airmata.
Jangan pernah takut untuk memulai, jangan malu untuk memperbaiki, dan cobalah untuk tetap berdiri dan bertahan, karena setiap kesusahan pasti akan ada kemudahan, dan pada setiap hujan pasti ada reda.
Merayakan Keikhlasan
Pada jarak yang dekat maupun jauh, pada sendirinya pikiran dan ramainya orang-orang. Bisa jadi ia tiba-tiba datang memenuhi pikiran dan hatimu, memaksamu untuk sejenak memikirkannya. Perihal siapa dan bagaimana. Pada saat itu hatimu meminta hak yang belum terpenuhi olehmu, antara melanjutkan atau berhenti, karena hati tidak akan pernah tenang sampai kamu selesai dengan keputusanmu.
Sesiap kamu memilih keputusan, sesiap itu pula kamu harus menanggung resikonya. Meski terkadang hati tidak siap jika harus jatuh kembali atau salah pilih lagi. Sebab rasa sesak di dada pasti akan berbuah pada air mata.
Selalu siapkan ruang kecewa pada setiap keputusan yang diambil, selalu siapkan ruang rela dan ikhlas untuk hasil akhir yang buruk. Sebab kita selalu mempunyai pilihan dan cara mendapatkan, tapi kehendak tuhan adalah sebuah kepastian, hati kita saja yang harus selalu siap dan merasa ikhlas di penghujung jalan.
Jangan lupa doa meminta keikhlasan, dari awal memulai sampai akhir.
@jndmmsyhd
Menjawab Pertanyaan Sederhana; Siapa yang Membangun Al Aqsha?
@edgarhamas
Ada beberapa broadcast beredar yang menyatakan bahwa, kira-kira seperti ini, “kita perlu membela Al Aqsha, walaupun dia bukan masjid yang dibangun oleh seorang Nabi dan baru dibangun oleh Dinasti Ummayah. Karena Al Aqsha adalah masjid milik umat Islam.”
Baiklah, beberapa pernyataan adalah benar, namun ketika sampai pada kalimat “walaupun dia bukan masjid yang dibangun oleh seorang Nabi”, itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat perlu untuk kita koreksi bersama.
Maka muncul kemudian satu pertanyaan; Memangnya siapa yang membangun Al Aqsha? Apakah masjid Al Aqsha dibangun hanya untuk mengenang peristiwa Isra’ dan Mi'raj Rasulullah?
Jawabannya bukan hanya akan mematahkan argumen broadcast di atas, namun akan menunjukkan pada kita bahwa klaim Yahudi akan patah begitu kita tahu siapa sebenarnya yang membangun Masjid Al Aqsha.
Izinkan hadits shahih ini menjawabnya dengan terang benderang,
عن أبي ذر الغفاري، رضي الله تعالى عنه، قال: قلت يا رسول الله أي مسجد وضع في الأرض أول؟ قال:” المسجد الحرام” ، قال: قلت ثم أي؟ قال:” المسجد الأقصى”، قلت: كم كان بينهما؟ قال:”أربعون سنة، ثم أينما أدركتك الصلاة فصله، فان الفضل فيه.”(رواه البخاري)
Dari Abu Dzar Al Ghifari Radhiyallahu Anhu berkata; “Aku bertanya: Wahai Rasulullah ﷺ، masjid apakah yang pertamakali dibangun di muka bumi?”. Rasulullah ﷺ menjawab, “Masjidil Haram. "Lalu apa?”, Rasulullah ﷺ menjawab, “Masjid Al Aqsha”. “Berapa jarak pembangunan antara keduanya?”, Rasulullah ﷺ menjawab, “40 tahun. Jika engkau disana dan tiba waktu shalat, shalatlah di dalamnya, sebab ada keutamaan.” (HR Bukhari)
Para Ulama telah bersepakat bahwa manusia pertama yang membangun pondasi Ka'bah adalah Nabiyullah Adam. Pun, Adam jugalah yang membangun Al Aqsha untuk pertama kalinya.
Kemudian pembangunan masjid ini disempurnakan zaman demi zaman. Masjid Al Aqsha telah mengalami pemugaran dan pembangunan kembali berkali-kali -diantaranya oleh Nabi Ibrahim, Ishaq, Yakub, Daud dan Sulaiman- sehingga bentuknya tidak sama sebagaimana pertama. Namun intinya, ia tetap berdiri di tanah tempat Nabi Adam alaihissalam membangunnya.
Nah, kawan-kawan semuanya, dengan hadits ini telah sangat cukup fakta yang kita ketahui, bahwa Masjid Al Aqsha bukan dibangun pertama kali oleh para Khalifah Umayyah (56 tahun setelah wafatnya Rasulullah ﷺ) melainkan oleh Nabi Adam. Hal ini kemudian menunjukkan bahwa; klaim Yahudi bahwasanya di bawah Al Aqsha terdapat Haikal Sulaiman (Solomon Temple) adalah sebuah kedustaan yang nyata.
Semoga menambah keyakinan kita bahwa Al Aqsha dan Palestina adalah milik Umat Islam sedunia. Makin bertambah ilmu, moga makin kita bisa mencintai dan membela Al Aqsha sepenuh jiwa.
Share jika bermanfaat 😀
People who worry that nuclear weaponry will one day fall in the hands of the Arabs, fail to realize that the Islamic bomb has been dropped already, it fell the day prophet Muhammad (pbuh) was born.
Joseph Adam Pearson
Al Quds, Palestina, dan Sudut Pandang yang Perlu Dibeningkan
@edgarhamas | edgarhamas.tumblr.com
(disampaikan dalam Agenda Diskusi Online yang diadakan oleh FSLDK Surabaya Raya | Selasa, 12 Desember 2017)
Baitul Maqdis, atau Al Quds, atau Elia Capitolina ketika berada di bawah kekuasaan Romawi, bukanlah sekadar sebuah kota. Lebih dari itu, dia adalah ruang dimana banyak peradaban bertemu, banyak ide-ide dan gagasan beradu, dan bersinggungan di atasnya banyak sekali kekuatan. Tidak salah jika seorang ilmuwan muslim, DR Muslih Abdul Karim mengutip perkataan Ulama, bahwa palestina yang di dalamnya ada Al Quds adalah “Ummul Ma’arik”, Mother of Battles, Induk peperangan.
Nah, pada kesempatan kali ini, izinkan saya membagi pembahasan menjadi tiga titik besar. Pertama; adalah perlunya kita untuk membeningkan sudut pandang kita dalam melihat Palestina. Kedua; sebagaimana tema berbicara, kita akan membahas situasi terkini Al Quds secara khusus, palestina, dan dunia Arab secara umum yang menjadi latar konflik. Dan ketiga; kita perlu untuk melihat akan berbagai kemungkinan yang akan terjadi setelah Trump mengumumkan dukungannya tehadap Israel untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota.
Pembahasan Pertama; Membeningkan Sudut Pandang
Apa itu Al Quds? Itu pertanyaannya. Jangan pernah membahas jauh-jau tentang satu masalah yang padahal kita tak mengerti apa hakikat permasalahan itu.
Teman-teman sekalian, Al Quds memiliki banyak sekali nama. Orang Yahudi dan Nasrani menyebutnya sebagai Jerusalem, dan umat Islam menyebutnya sebagai Baitul Maqdis atau Al Quds. Semua nama sangat berarti, dan kesemuanya sepakat bahwa kota ini adalah merkusuar penting bagi tiga agama langit. Dalam perspektif Yahudi, disinilah Nabi Sulaiman membangun Haikal (kuil). Bagi Nasrani, disitulah tempat Yesus Kristus disalib. Bagi Umat Islam, disanalah Nabi Muhammad ﷺ berangkat menuju langit ke tujuh dalam agenda agung berjudul Isra’ Mi’raj.
Al Quds tidak untuk muslim saja, tidak pula untuk nasrani saja, atau yahudi. Ia adalah hak semua pemeluk agama langit. Namun yang jadi titik penting dalam pembahasan kita adalah; dalam sejarah, kedamaian pemeluk 3 agama ini tidak pernah terwujud kecuali ketika di bawah kekuasaan Muslim. Ini bukan sebuah klaim. Ini adalah fakta sejarah. Saya mengatakan ini bukan karena saya muslim, melainkan karena sepanjang referensi baik Barat maupun Timur, semuanya bersaksi bahwa Palestina secara umum, dan Al Quds secara khusus hidup dalam harmoni di bawah pemerintahan islami.
“A people without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots”
(Masyarakat tanpa pengetahuan tentang sejarah, asal dan kultur mereka, ibarat pohon yang tidak berakar), kata Marcus Harvey.
Apa yang membuat Al Quds penting?
Pertama, karena disanalah sentral pertemuan dari 3 benua. Asia, Afrika dan Eropa
Kedua, letaknya yang strategis membuat para penguasa ingin sekali menguasainya. Itulah mengapa sudah sangat terkenal kaidah geopolitik yang berbunyi, “siapa yang menguasai palestina, maka ia akan menguasai dunia.”
Ketiga, dan ini yang paling penting, tempat ini menjadi “pusat” tiga agama langit. Dan ini sangat berhubungan dengan iman. Bukan masalah politik atau militer. Keimananlah yang menjadikan kota ini benar-benar bermakna. Bahkan sampai-sampai tokoh zionis Yahudi, Benyamin Disraeli berkata, “The view of Jerusalem is the history of th world; it’s more, it is the history of earth an heaven.”
Bayangkan saja, logikanya, bagaimana mungkin tanah kecil yang tak sebesar Jawa Barat (Palestina seluas 26.990 km², dan Jawa Barat seluas 37.174 km²) bisa menjadi titik penting yang selalu penuh dengan pergulatan kekuatan dunia? Sebab yang dicari bukanlah luasnya, bukanlah kekayaannya, namun karena kedudukan dan pengaruhnya.
Itulah mengapa, dari sini kita perlu memahami, bahwa permasalahan Al Quds bukan semata-mata masalah politik. Dia adalah masalah peradaban yang sangat-sangat kompleks. Tidak akan bisa saya menyebut seluruh hakikat tentang Al Quds dan palestina hanya dengan pertemuan online 2 jam-an ini. Maka akan saya sampaikan saya garis besarnya.
“Sebab Al Quds, adalah masa lalu, masa kini dan masa depan kita”, kata salah seorang pemimpin perjuangan Rakyat Palestina di jalur Gaza.
Pandangan Masing-masing Agama Secara Ringkas :
YAHUDI : memandang bahwa Al-Quds adalah ibukota mereka, tidak ada yang berserikat dengan mereka walau satupun, sebagaimana pendiri Zionis, Mandell Slair berkata, “kalian menanyakan padaku apa keinginanku, maka Aku menjawab, bahwa keinginanku adalah Yerusalem. Kalian bertanya padaku, maka aku menjawab; Haikal, dan ia adalah sesuatu yang hilang dari kita. Apa yang kita anggap benar, adalah apa yang akan kita perjuangkan untuk meraihnya. Ialah negeri kita yang indah, keyakinan kita yang disucikan!”
NASRANI : Kaum Kristiani memandang Palestina sebagai ikatan keyakinan, yang membuat mereka berkumpul dari saentero negeri untuk menziarahi Baitul Lahm (Bethlehem) di selatan Baitul Maqdis , dikatakan bahwa tempat tersebut merupakan maskot Yesus Kristus, sebagaimana diceritakan dalam Injil Matius halaman 4, dan dinamakan dalam Kitab Suci mereka sebagai “Rumah Daud”
ISLAM : Kaum Muslimin memandang bahwa Palestina, terutama Baitul Maqdis, adalah negeri yang diberkahi, disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an dan dimuliakan dengan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW.
Allah berfirman, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra ayat 1)
Masjid Al-Aqsha memiliki keberkahan, begitupula tanah tempat ia kokoh berdiri. Di Palestina lah, terutama di Al-Quds, Nabi Adam alaihissalam membangun pondasi Masjid ini, 40 tahun setelah membangun Ka’bah di Makkah.
Fakta Penting :
Dalam permasalahan Al Quds, kaum muslimin dan kristen banyak sekali bersatu pada dan memiliki keyakinan yang sama, bahwa kota ini untuk seluruh pemeluk agama langit. Namun yahudi tidak. Dalam doktrin mereka yang tertulis di kitab talmud; Palestina adalah ibukota abadi mereka dan hanya untuk mereka, yang lain hanyalah binatang dan bangsa di bawah kendali mereka.
Saat itulah konflik menjadi-jadi.
Pembahasan Kedua :
Situasi Terkini di Al Quds
6 Desember lalu, dunia dikejutkan dengan pernyataan Trump mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel. Tentu dunia geger dengan sikapnya yang sangat kontroversial ini. Apa alasannya ketika ditanya, “mengapa anda melakukan ini semua?’, jawabannya adalah; karena demokrasi. Sebab mayoritas kongres AS mendukung ini. Faktanya memang, anggota kongres didominasi oleh mereka yang mendukung kepentingan yahudi. Bahkan bisa dibilang, sebagian besar anggota kongres AS telah dibeli suaranya oleh yahudi.
Awal petaka itu bermula ketika tahun 1995, kongres menyepakati untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv menuju Al Quds dan di saat yang sama juga mengakuinya sebagai ibukota Israel. Keputusan kongres tidak dijalani oleh para presiden hingga 20 tahun lamanya, sebab mereka meyakini bahwa kebijakan itu akan merusakn perdamaian duna.
Makanya, Trump mengatakan bahwa para presiden AS sebelumnya adalah pengecut. Ia lanjutkan, Trump malah mengatakan bahwa pemindahan ibukota ke Al Quds adalah hak Israel, untuk kemaslahatan AS dan demi perdamaian. Itulah semuanya, asumsi fana dan perhitungan Trump yang salah fatal. Tak lama setelah itu, banyak sekali telepon dari pemimpin negara di dunia yang mengecam Trump.
Mengapa pemindahan ibukota dari Tel Aviv ke Al Quds adalah ide yang sangat buruk?
Setidaknya ada beberapa jawaban. Pertama, Amerika berati telah merestui israel untuk menjajah teritori yang bukan haknya, sebab Yerusalem/Al Quds adalah tanah yang dilindungi badan Internasional. Kedua, amerika dengan sengaja ingn menyalakan kembali bara api konflik di atas tanah Palestina untuk mencegah palestina merdeka seutuhnya. Ketiga, AS berarti telah mengatakan pada dunia, bahwa ia menjadi rekan israel dalam membantai manusia. Keempat, AS telah memberi lampu hijau bagi Israel untuk mencaplok tanah Palestina. Kelima, memperkeruh sitausi antara dua negara (israel dan palestina). Dan keenam, mengancam kedudukan kota suci bagi tiga agama langit.
Sejauh ini, setelah pidato kontroversial trump, telah gugur 4 orang warga Palestina oleh agresi zionis israel. Ada juga 15 orang yang luka-luka parah karena serangan mendadak israel. Khusus di daerah Gaza, sudah ada 4 orang gugur dan 170 orang luka-luka. (sumber : @PalinfoAr)
Langkah Trump mengakui Al Quds sebagai ibukota israel adalah kebijakan yang aneh. Ini bisa menjadi blunder baginya, bahkan ini ahistoris (tidak sesuai dengan arah sejarah yang terjadi di muka bumi ini). Mungkin ada yang bertanya, mengapa Trump melakukan kebijakan gila ini? Ustadz Anis Matta mengatakan bahwa Trump berusaha mengalihkan isu karena tekanan politik dalam negerinya. Sudah lama Amerika merusak negara lain untuk kepentingan domestik mereka sendiri. Ini tidak adil dan tidak beradab. Di dalam negeri, Trump kehilangan kepercayaannya, maka ia melakukan ‘caper’ untuk menegaskan bahwa dia ada dan kuat.
APA YANG AKAN TERJADI SETELAH INI?
-Keputusan Donald Trump ini akan menjadikan Palestina makin terbakar dengan konflik, sebagaimana saat ini dunia memiliki dua titik merah konflik di Korea dan Ukraina.
-Timur Tengah sudah sangat panas, ada banyak sekali permasalahan yang dibentangkan oleh yahudi dan sekutunya untuk mencegah kebangkitan Islam di tanah Arab. Dengan adalah konflik pemindahan ibukota ke Al Quds, trump telah membuat Timur Tengah menjadi kawasan konfliik paling panas di muka bumi.
-sebenarnya, Trump telah membelah dunia kemudian menjadi dua blok baru; pro-israel atau kontra-israel. Dan akan banyak sekali kepentingan yang bermain untuk memanfaatkan situasi ini guna memukul amerika. Diantaranya, Rusia dan Cina yang kini cenderung berseberangan dengan AS
-di dalam dimensi lain, Trump secara gegabah telah membangunkan singa tidur. Bernama umat Islam. Dan dia akan tahu bahwa umat Islam jika telah bangun dari tidur panjangnya, akan sangat bisa untuk menjadi kekuatan baru dunia yang mengalahkan dominasi AS-Eropa.
APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK MEMBANTU TERSELESAIKANNYA KONFLIK DI PALESTINA?
Terdidik, mendidik, itu yang utama. Pembahasan ini tidak cukup sekadar 2 jam. Ini adalah problem yang bisa dikatakan abadi sampai hari kiamat datang. Sebab, silahkan dicek di pengetahuan agama-agama langit, baik Islam, Nasrani, dan Yahudi, meyakini bahwa akhir zaman akan sangat lekat dengan problema Palestina.
Bagi muslim contohnya. Palestina adalah; tempat kejadian akhir zaman akan berada di sana, ibukota negeri Islam akan berada di sana ketika akhir zaman, Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa di pintu Ludd, yakni di sebuah daerah di Palestina. Ya’juj dan Ma’juj akan datang menyerbu bumi dan akan dimatikan di Palestina. Perang akhir zaman akan terjadi di Palestina.
Akhir Kata,
Ada banyak alasan untuk membela Al Quds dan Palestina. Namun yang paling tinggi di atas semuanya, yakni keimanan. Keimanan lah yang membuat orang Palestina rela bertahan berpuluh tahun lamanya, berbekal kerikil dan pisau dapur, melawan tank Merkava israel dan pesawat siluman F-35 mereka. Keimanan lah yang membuat pemuda Palestina bisa bertahan belajar di reruntuhan puing sekolahnya yang dihancurkan Apache isral.
Tahukah kamu mengapa Nabi-nabi namanya abadi sedangkan nama raja mudah menghilang? Karena di zaman apapun, di periode apapun, agama selalu mengisi pemikiran manusia dan memadukannya dengan ide-idenya, ruang hidupnya, dan usianya.
Membela Palestina bagi umat muslim terutama, adalah “juz’ min aqidah”, bagian penting dari akidah kita. Kamu tahu 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui? Apa yang kamu rasakan ketika saya bilang, 19 dari 25 nabi dan Rasul itu diutus di Palestina!
Itulah segores pemaknaan yang seharusnya membuat kita berdiri tangguh membelanya. Bukan temporal dan bukan reaksioner, namun pembelaan yang diiringi dengan pemahaman dan ilmu. Klaim Yahudi tentang Palestina, semuanya dusta. Akan perlu banyak waku untuk menjabarkannya. Namun satu hal; Yahudi tidak pernah benar-benar ingin kembali ke palestina. Sebab telah termaktub di taurat mereka; bahwa ketika seluruh yahudi berkumpul di Palestina, maka itulah saat-saat menuju kehancuran mereka. Semua ini adalah agenda zionisme. Pangkalnya adalah zionisme, yang puncaknya nanti adalah; hadirnya Dajjal untuk memimpin mereka.
Ini bukan teori konspirasi, sahabat. Ini adalah dunia kita yang penuh dengan intrik dan rahasia. Ini adalah dunia kita tempat kebenaran dan kebatilan bertempur sampai matahari terbit dari barat. Sebab itulah, sejatinya rasa nyaman bukanlah saat yang tepat. Kini kita harus sadar bahwa kita telah ada di ujung tanduk peradaban manusia.
Dan palestina akan jadi latarnya.
My 2nd Interior Project (real project for sure).
Interior Villa kavling B5a, Dago Village, Bandung.
Concept : Minimalist Scandinavian - Semi Industrial.
Color theme : Blue ! (as requested by my client).
Huge thanks to Pak Dokter who gave his trust and deposited confidence to me to do this project.
I'm really happy yeayyyyy !! Can’t wait for the next challenges.