Kau tau? Aku adalah orang yang suka dengan Sejarah, terutama sejarah dimana kau pernah tersenyum karenaku.

tannertan36
d e v o n
taylor price
wallacepolsom
art blog(derogatory)
YOU ARE THE REASON

shark vs the universe

roma★
todays bird
AnasAbdin
$LAYYYTER
Cosimo Galluzzi
Claire Keane

JVL
Lint Roller? I Barely Know Her

oozey mess

★
styofa doing anything

JBB: An Artblog!

Janaina Medeiros
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
@diazalvrs
Kau tau? Aku adalah orang yang suka dengan Sejarah, terutama sejarah dimana kau pernah tersenyum karenaku.
kau tema dari semua cerita buku ini, dan aku sang pembaca yang tak kunjung menemukan tanda titik dari sejak awal mengamati.
-Diaz Alvirass 2:49
Saling.
Maka untuk mu kan kuberikan setangkai senja. Tak perlu terimakasih, cukup berikan ku sebatang ganja, maka niscaya kau akan melihat senyum sempurna tak kalah indah dengan setangkai senja yang kuberikan kepadamu cuma - cuma.
04:54 29Jan19
Jangan lakukan.
Kau tau? Apa yang sangat membuatku sakit hati?.
Sederhana.
Menangis lah.
Maka kau telah berhasil menjatuhkanku sejatuh-jatuhnya.
0:50
Selamat bersemayam.
Malam ini rentan bayangmu datang, tolong sekali saja peluk aku dalam-dalam, agar aku bisa tertidur dalam dekap dinginmu sayang, hingga aku merasa mentari tak perlu lagi datang.
Meja Kerja.
Disini ratusan sajak di kuliti, dipilah satu demi satu agar tercipta bait perbait puisi. Disini berbagai macam huruf disusun rapih, diurut sedemikian rupa agar mewakili hati. Disini tempat dimana wajahmu kurubah menjadi satu lembar puisi, sengaja ku ceritakan kepada kau tentang meja kerja ini, agar kau tau disini dan tempat ini yang berjasa menopang tulisan-tulisanku hingga menjadi puisi.
9Jan19 05:30
“Menulislah… Walau kau sudah lupa jingganya senja. Walau kau sudah lupa teduhnya mata seseorang yang selalu kautunggu kepulangannya.”
— jelagaasa
Tersenyumlah... Walau kau masih ingat warna duka. Walau kau masih ingat manisnya senyum seseorang yang selalu kautunggu kedatangannya.
Kita tumbuh dan tertutupi.
Kita adalah sepasang hati,
Yang berdiam diri tanpa sepengetahuan matahari,
Yang selalu tertutup hingga rembulan berganti pagi.
Kita tak pernah terbangun saat matahari menghiasi.
Kita tak pernah tertidur saat rembulan mengasihi.
Kita tertutupi,
Dan enggan untuk pergi,
Hanya karena tak ada yang ingin mengetahui, jika terjadi aku tak tau harus menampung dimana air mata ini.
Semoga kalian mengerti dan kalian pahami bahwa ada kita disini tanpa kalian sadari.
• Di ketik
7Mei18 20:20
"Untuk mu yang sudah tersenyum dipangkuan seseorang, berbahagia lah, tapi jangan lupa kita pernah tertawa bersama. Di dedikasi kan untuk Vini Utari."
• Di sebar luaskan
06Jan19 23:36
Sajak sebelum hujan.
Pagi ini kabut tak turun,
Membuat sang bunga merindu.
Pagi ini matahari tak tampak,
Membuat pakaian tak kering.
Pagi ini awan mendung menyelimuti,
Membuat kulit terasa nyeri.
Mungkin sore nanti akan hujan,
Dan senja ku mungkin akan hilang.
Tapi katanya akan ada pelangi yang datang,
Lalu pergi di ganti oleh rembulan.
Aku benci malam bukan rembulan.
Di kegelapan kadang datang seiringan,
Benih-benih kecil rindu ingin pulang.
Sampai larut malam,
Dan pagi mejelang.
Lalu terulang,
Hingga ajal menjelang.
7Juni18 06:14
Traffic.
Menangis lah di lampu merah,
Jika tidak kuat silakan putar balik.
Jika ingin melawan,
Terobos lampu merah tersebut,
Tapi harus siap di tangkap.
Jika kau tak takut di tangkap,
Terobos lampu merah tersebut,
Lalu masuk ke jalur berlawanan.
Jika kau butuh bantuan,
Silakan ambil kiri.
Jika kau takut dengan itu semua,
Menangis lah kau di bawa lampu merah tersebut.
Penantian.
Aku menantimu di ketinggian,
Berharap kau menyusul ku lalu kau peluk aku dari belakang.
Aku menantimu jauh diatas samudra awan,
Berharap kau datang lalu melarang ku menghisap rokok batang perbatang.
Aku menantimu di dalam kegelapan,
Berharap kau hadir memberi terang.
Aku menantimu dibawah bintang dan rembulan,
Berharap kau menyadarkan ku bahwa kita hanya sebatas teman.
Rutinitas.
Batang perbatang
Cangkir percangkir
Kertas parkertas
Malam permalam
Terbit lah puisi untukmu puan.
DIMANA
MAHA-
SISWA???
Jalanan
Yang serius cuma mati.
Lalu setelah itu kau mau apa?
Bahagia bersama nya?
Tidak, kau akan mati.
Atau dia dulu yang mati.
Jangan terlalu bergurau karena cinta.
Jangan larut dalam hal itu.
Sejatinya kita hidup hanya untuk mati, bukan untuk dia yang kau cintai, tapi untuk Tuhan yang kau belakangi.
Harap dari harap.
Sayang, pagi ini didekap dingin dan kabut tipis yang mulai memudar. Aku ingin Memelukmu bersama bintang-bintang, menyeduh beberapa gelas sepi beraroma kopi berasap jingga wajahmu. Aku terharu saat kudengar nyanyian kesunyian tentang kita, tak apa kau miliku pagi ini, detik ini, esok hari, dan lusa nanti. Embun-embun mulai masuk membasahi relung hati dan tenda tenda para pendaki, aku tak takut kedinginan aku hanya takut kesepian, tapi beruntunglah aku masih bisa membayangkan dirimu, senyummu, tawamu. Mekarlah bunga abadi, jangan ikuti hati ini yang selalu layu dan tak pernah mau mekar seperti seharusnya. Dan pagi ini kandang badak menjadi saksi, aku mencintaimu dari puncak-puncak tinggi dan lembah-lembah sepi.
Kandang Badak
23Des18 02:32