Bogor, bagiku..
Kota dimana keberkahan datang tak berkesudahan,
kota dimana hujan tak pernah absen dalam tanggalan,
kota dimana pohon trembesi tumbuh rindang menyejukkan,
meski kadangkala ranting patahnya menghalangi jalanan,
kota dimana rusa-rusa asik bermainan di pelataran istana kepresidenan,
kota dimana talas-talas rapi dijajarkan dipinggiran jalan,
kota dimana kujang ditinggikan di atas sebuah tugu yang menjulang.
Bogor, bagiku..
Kota dimana angkutan perkotaan tumpang-tindih menelan bahu-bahu jalan,
kota dimana kemacetan layaknya sebuah rutinitas keseharian,
tak pernah absen barang sehari dalam sepekan,
kota dimana pengamen aman bergelantungan dari pintu ke pintu tiap angkutan,
kota dimana segudang permasalahan muncul-tenggelam,
menyesakkan-memuakkan-melelahkan-menuntut untuk segera diselesaikan.
Bogor, bagiku..
Kota dimana pondasi bangunan itu dicakarkan,
kota dimana ribuan pemuda-pemudi bangsa tiap tahunnya berdatangan,
untuk menukar waktu dengan pelajaran dan pengalaman,
kota yang namanya tersematkan dalam nama institut yang sangat membanggakan,
institut (rajanya) pertanian.
Bogor, bagiku..
Kota yang menjadi latar tempat dari episode kehidupan selama empat tahun kebelakang,
kota yang merekam setiap adegan perjuangan selama masa perkuliahan,
mulai dari adaptasi kerinduan terhadap keluarga yang sebelumnya selalu tinggal bersamaan,
hingga kecemasan dan keresahan taktala menanti persetujuan ketika bimbingan,
atas tulisan yang diajukan untuk diseminarkan, disidangkan, ataupun yang akan dipublikasikan.
Bogor, bagiku..
Kota yang menjadi saksi bagaimana seorang Syabina belajar terdewasakan,
jauh dari rumah yang nyaman dan mendamaikan,
terpisah dari keluarga yang selalu dirindukan,
kota yang mengajarkan untuk terus berusaha menjemput kepingan-kepingan pengalaman,
kota yang menjadi latar pertemuanku dengan orang-orang yang mengagumkan,
yang menjadi jalan tumbuhnya keinginan untuk meraih dan menebar kebaikan,
juga menjadi jalan hadirnya inspirasi dan harapan,
dalam menata kehidupan di masa yang akan datang.
Bogor, bagiku..
Kota yang kini menyimpan jutaan kenangan dan persaan,
yang terdiri dari ribuan kebahagiaan, ratusan kebanggaan,
beberapa kekaguman, serentetan harapan, sebaris penyesalan, seikat kesedihan,
setangkai kekecewaan, dan sejumput kekesalan.
Bogor, bagiku..
Berat sekali rasanya mengucap salam perpisahan,
karena sejatinya terlalu banyak yang kutinggalkan dalam kotamu yang akan selalu kurindukan,
meski alasanku untuk tetap tinggal lebih dari ratusan,
namun langkahku untuk mencari peraduan di belahan bumi yang lain adalah pilihan yang enggan kucampakkan.
Bogor, bagiku..
Sampai jumpa di hari baik lainnya,
semoga masih ada kesempatan yang dituliskan untukku,
untuk bisa menemui remahan-remahan ingatan tentang episode empat tahun bersamamu.
Sampai jumpa :)
Ditulis ketika melewati hari-hari terakhir di Bogor, 31 Oktober 2016.
Diposting terlebih dahulu di instagram sebagai caption foto pascawisuda.
Diposing kembali di tumblr, dan didekasikan untuk teman-teman, sahabat, sahabat-yang-sudah-dianggap-saudara, yang akan, sedang, sudah, ataupun berencana meninggalkan Bogor. Selamat merasakan kerinduan akan kota hujan :)