Pada akhirnya setiap manusia akan berbahagia. Bahagia dengan masing - masing kadar rasa yang berbeda.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
almost home

祝日 / Permanent Vacation
Show & Tell

#extradirty
Sade Olutola
occasionally subtle
todays bird

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
dirt enthusiast
Stranger Things
Three Goblin Art
Claire Keane
Not today Justin
RMH
hello vonnie
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

titsay
Mike Driver

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Australia
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Spain

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@dmssatria
Pada akhirnya setiap manusia akan berbahagia. Bahagia dengan masing - masing kadar rasa yang berbeda.
Terima kasih untuk pesan ini. Terima kasih telah mengembalikan hati yg selama ini berpisah dengan diri. Terima kasih telah memberikan nafas pada pikiran yg kini menjadikannya bebas. Terima kasih telah memberikan detak pada tiap jari yg sekian lama lari dari apa yg dia kehendaki. Terima kasih banyak, telah membuatnya semua kembali. ~ (Klo yg ga tau maksudnya. Intinya tuh gara2 pesan itu jadi pengin nulis-nulis lagi pak, udah. wkwk)
rayu.
“sejujurnya, aku tak suka wajah tua mu!! cenderung pahit, menurutku. Tetapi tidak apa, aku suka sebagai mana kepada kopi, meskipun tidak teramat sangat”.
“Begitukah? aku kira pecinta berat”
“Iya, kepada mu” tersenyum geli. “Tetapi tidak pada kopi yang kuseduh bersamamu”.
“Rayu”
“Lalu kenapa kamu selalu mengajak ku untuk meminum kopi yang kamu sendiri tidak teramat suka?” lanjutnya
“Ih wajar kan? Bukannya orang yang gila buku dan penulis sepertimu untuk mencari wahyu selalu membutuhkan kopi atau rokok?”
“Atau perempuan?” Tambahnya canda
“Ah, iya. Perempuan mana yang kamu suka?”
“Tidak semunya”
“Kalau gitu apa yang membuatmu candu?”
“Kamu”
“Isi kepala mu itu lho. Ngobrol dengan mu dan pikiran mu seperti kode enigma bagiku, tidak seperti perempuan kebanyakan”
“Jangan gitu, kamu tahu kan, Tuhan gak suka kamu melebih-lebihkan aku diatas yang lain”
“Nah itu salah satu contohnya!, jiwaku suka”
“Gombal amat bawa-bawa jiwa. Apa lagi yg buat mu candu?”
“Kita”
“Kenapa dengan kita?”
“bahwa momen dan perasaan ini mungkin tak akan berlangsung selamanya, juga benakku yang makin sering berpuisi pada langi - langit kamar perihal kamu dan kita. atau tentang bagaimana hidup mengirim guru dalam wujud mu, dalam riang mu. Itu semua candu bagiku.
“hmm sendu...” katanya pelan
“kenapa?”
“kata kata mu itu menyandu sendu, kayak nuansa musim hujan”.
“pada hujan, kamu sukakah?”
“Suka dengan teramat sangat”.
Lama udah ga buka akun ini ternyata ada yang diam - diam memperhatikan hehe Terima kasih, senang juga bisa menginspirasi.
Aku sudah terlanjur sayang kepadamu. Berkali-kali kamu melakukan hal bodoh di luar sana, berkali-kali juga hatiku berperang melawan logika sendiri mendukung kamu agar tidak pernah dipandang negatif sedikitpun oleh logikaku sendiri.
Ikhsan (Jomblo Jatuh Tempo, part 4)
Aku suka melihat kamu tersenyum. Tapi kamu lebih suka tersenyum tanpa aku.
Zarry (via mbeeer)
Rasa sayang tak sepantasnya memberikan pedih. Bila menyayangimu melukaiku, mungkin belajar menyayangi diri sendiri dulu lebih baik
Monoton
Terlalu naif jika aku mengartkan kepahlawan itu apa? Aku bukanlah seorang pidato bangsawan yang cakap berbicara nasionalisme. Apa itu perjungaan, kemerdekaan, bahkan kepahlawanan. Dan aku hanya seorang pemuda biasa yang hidup tidak lebih dari 17 tahun, kebanyakan hanya baru mengenal kisah romansa, bukan bangsa.
Hari - hari besar pada negeri ini selalu diawali dengan hal monoton seperti biasa ( upacara ). Dan entah kenapa? apakah sekadar nyanyian hymne sanggup mengenang perjuangannya? Ataukah cukup dengan Indonesia Raya kita sudah menggantikan semangatnya? Mungkinkah yang kita lakukan sepadan dengan apa yang meraka lakukan? "Tidak sama sekali" menurutku. Mungkin tidak ada yang bisa memberi penghargaan sepadan bagaimana perjuangan meraka kala itu, kecuali adat sederhana ini ( upacara ).
Karena mereka adalah manusia ( pahlawan ) yang tidak ingin disembah puja, melainkan hanya ingin indonesia ini merdeka. namun sayang, kali ini indonesia masih tertidur bagai tanpa jiwa.
" Bangun, bangun dan berdirilah Indonesia !!" Itu yang kami minta.
Dari, pemuda yang bangga akan negaranya. (walaupun masih tertidur)
Beruntung. Memang beruntung, kata paling pas. Kerangka penyokong tubuhku sekarang, salah satunya adalah Eiger Corps. Semestinya, tidak terbaca berlebihan. Rasanya itu “rumah”, destinasi selanjutnya setelah pergi. Ada sesuatu yang dia beri berlebih, dan itulah aku. Aku yang bisa bicara, “aku punya dua tangan, dua kaki dan satu kepala”. Sebagai jawaban semua pertanyaan modal apa untuk pencapaian tujuan.
Satu lagi, si Eiger ini memperlihatkan keajaiban itu diciptakan. Rangkumannya mungkin seperti ini, “mental membentuk fisik”. Dan benar, bukan beratnya medan, tapi daya juang melaluinya. Titik akhir adalah kematian.
Terlalu menakutkan memang memikirkan kematian. Tapi bukankah sewaktu-waktu kita bisa mati. Kita ada memang untuk survive. Mati tua itu menyedihkan. Bermimpi memiliki skema kematian yang heroik dan elegan, tidak ada kata uji coba.
Terimakasih, dan selamat 25 untuk 8 jiwa.
Bagaimana kiranya rasanya menjalani hidup di tempat orang lain, menjalani hidup seperti seseorang yang kita kagumi, memiliki bakat seperti yang dimiliki orang lain, menjalani kuliah di almamater terbaik di negeri ini. Rasa penasaran itu sering muncul dalam hari-hari kita. Setiap mata kita...
meminta untuk didengar...
Hingga tiba saatnya untuk kembali merasakan...
Sejarah adalah segumpalan embun bagiku, dia buyar seketika disentuh walau perlahan. Sudah lama diri ini lari dari sejarah, bisu terpaku membeku bingung apa yang sedang dirayu. Dan sudahlah, itu hanya masa lalu yang tak perlu.
Kini ku kembali merasakan.
Aku tau pertanyaanmu " Bagaimana jika aku ternyata jatuh pada orang yang salah ?"
Perasaan ini menjawab " Tidak ada yang salah non !!. Teruslah jatuh cinta, teruslah memaknai semua yang terjadi dalam hidupmu : yang kau rasa, pikir, lihat dan dengar. Karena akupun begitu".
" Bukan karena aku angkuh, tapi karena salah yang membuatku tidak rapuh" lanjutku.
" Apakah aku harus sepertimu ?" Tanyanya.
" Bukan non!!! Aku tidak memaksa kamu untuk sepertiku, tapi kamu harus mengerti untuk tidak takut memilih salah terhadap rasa" Jawabku.
" Apa yang membuatmu begitu baik memandang perasaan ?" Tanyanya penasaran.
" Iyaa, karena aku selalu percaya kepadanya" (tersenyum).
-------------------------------------------------------------------------------------------
Aku ingin kau tau, kali ini aku tidak sekedar menulis dengan jemari yang mudah merangkai kata indah, melainkan sebuah perasaan bersyukur yang lebih dari sekedar anugrah.
Iya, kehadiranmu....
jurusankuliah.tumblr.com
yuk ikutan submit cerita kita untuk adik-adik kelas kita yang masih putih-abu, agar mereka memilihi pemahaman yang lebih luas dan mungkin agar mereka tidak menjadi seperti kita :p
JIWA
Berjuang sendiri dalam hidup adalah suatu anugrah bila manusia bisa menghadapinya, sesuatu yang fana juga bila orang menganggap dirinya sukses karna keseluruhan usahanya sendiri. Kita memang dikodratkan untuk menjadi makhluk yang saling mengeja dan berkomunikasi, banyak manusia yang hidup dengan segala pujian ataupun dengan segala gunjingan, begitulah dengan sifat manusia.
Sepertiku, hidup dengan ketidak jelasan yang habis didominasi dengan jalan - jalan dan selalu ditemani dengan angka rendah di akhir semester. Banyak orang kira angka itu adalah segalanya dalam hidup mereka, atau apalah yang mereka anggap itu sebuah kunci masa depan bahagia.
"Mau jadi apa sih nih anak dengan hidup seperti itu ?" yang kudengar dari orang - orang yang menganggap hidupnya lebih menyenangkan dariku. (tanya orang banyak dalam batin mereka sebenarnya)
"hahaha, persetan hal itu (jawab diri)" Tersenyum diri ini dengan itu semua, mereka berharap hal itu dapat mengubah jiwaku meratap menjadi sedih bersalah. ternyata tidak "Jiwaku yakin hidup ini indah karena begini adanya"
untuk tuhan
Ku akui, hal yang paling susah diterima dalam hidup ini adalah tentang waktu yang tak bisa henti dan kembali. Kenapa dia selalu datang dan pergi secepat ini? Ataukah manusialah yang tidak bisa menyadari. Hidupku dimasa keceriaan ini sudah berada diujung jari, yang tersisa hanya seurai harapan masa depan yang dinanti. Iya. antara manusia yang berguna atau manusia yang tak berarti. Kegalauan melanda jiwa dan diri, haruskah aku larut dalam perayaan bahagia ataukah aku meratapi apa yang akan aku lakukan setahun nanti? Dan tuhan, aku ingin menjadi temanmu satu tahun ini, aku ingin lebih dekat denganmu agar engkau tau apa yang aku inginkan kepadamu suatu hari. Terimalah aku ? Dari: Manusia yang ingin menjadi temanmu.
Kelak, sajak rindu untuk pujaan hati.
Awan menutupi senja
Teduh seperti hujan dimimpi
Hangatlah diri bagai dalam dekapan
--
Tubuh ini selalu berdiri bersama kesunyian,
Menanti jawaban dari sebuah angan.
Merasakan angin malam yang berirama,
Membawa diri mengelilingi semesta.
Terik surya terkadang membawa kedustaan,
Namun kini sadar hadir dengan seurai harapan.
Seperti hujan yang tak selalu dinanti,
Tapi percayalah, hadirnya mampu melepas kerinduan hati.
--
Cukup dengan penggambaran alam raya ini, kasih. Tangan tak sanggup menjelaskan lagi. Dengan alam raya inilah kau ku artikan, karena engkau adalah kata - kata paling romantis yang sangat sulit untuk dapat aku tulis.
Pujaan hati suatu saat nanti ?
"Aku dan Alam Raya selalu menantimu dengan penuh kerinduan."
Kesebut, Kontemplasi Senja
17.30, langit jingga adalah jawabanku. Benar, ternyata sudah ada yang menanti sejak lama. Dia hanya bisa berdiam dan menunggu. Kulihat, dia mengulur tangannya dan berharap aku dalam peluknya. iya, tenang lah diri saat merebahkan senderan padanya.
Surya mulai dilahap kegelapan, pikiran binal yang ada kala itu. Kali ini otakku merenung, aku sadar terlahir pada gender yang bodoh. aku akui, yang ada dalam bahasan kami hanyalah dada wanita, sex, dan olahraga. Hal itu tidak mungkin terlepas dalam keseharian spesies ini. Wanita mana yang tidak pernah kita liputi untuk dibincangkan? Tubuh wanita mana yang tidak pernah kita gunjingkan? haha. Entah, siapa lagi yang akan kita bahas, bodoh memang. Tapi tidak dipungkiri juga masih ada beberapa diantara kami berfikir masa depan. Bagi orang sebaliknya, semua itu hanyalah fatamorgana. Iya, sebatas mimpi dan angan saja. Tidak mungkin bisa menyalahkan takdir ini,yang bisa kusalahkan adalah diri sendiri yang di perbudak nafsu dan pikiran.
Tetapi. Aku tidak tau bagaimana kehidupan mereka, makhluk yang sering dibilang sebagai makhluk tuhan paling suci. Yang aku amati, mereka tidak beda dengan bangkai yang dibingkai dengan kiasan puitis indah diluarnya. Busuk, tapi terlindung kata suci yang melekat pada diri mereka. Seperti itulah.
Tenang!!! Ini semua hanya pandanganku :) haha, semua itu dapat aku simpulkan setelah melihat banyak kejadian disekitar. Miris memang, tapi semua tidak bisa disalahkan.
Terbangunlah diri ini.
seorang penyair, " Manusia yang paling beruntung adalah manusia yang tidak dilahirkan di alam semesta ini". Iya, itulah yang paling bijaksana untuk menjelaskan semuanya.
Kini surya telah terkalahkan, waktunya pengusa malam lah yang menegakkan.
Dan saatnya untuk pergi, berharap lamunan ini tak akan kembali.