We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us.
sheepfilms

祝日 / Permanent Vacation

Origami Around

Janaina Medeiros
🪼

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
Sweet Seals For You, Always
Monterey Bay Aquarium

Love Begins

Kaledo Art

PR's Tumblrdome
No title available
tumblr dot com
Lint Roller? I Barely Know Her
NASA

roma★
Alisa U Zemlji Chuda
will byers stan first human second
dirt enthusiast
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Nepal

seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Honduras
seen from Venezuela
seen from Jamaica
seen from Uzbekistan
@dnlvana
We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us.
9 6 6 9 :<13
FAKE FRIEND
SO ANNOYING SO FUCK
Holiday come to end
My college has entered the 7th semester of my college hopefully smoothly, amen
Watching The Nice Guys
– View on Path.
Third kit 2016/2017
Morning ☀️
My Favorite Tv Series
My Big Fam 😇
so hard to be focus
new suit AC MILAN 2016/2017
strokes
Do what you love , love what you do
Unknown
Emansipasi Basi
Bulan April menurut gue adalah bulan mengelabui, yang pertama tanggal 1 April yang diperingati sebagai April Mop atau April Fools, dimana orang-orang seperti sah mengeluarkan sisi kebandelan dan keisengan mereka, seperti aji mumpung, mumpung lagi dibolehin, yang berikutnya adalah hari ulang tahun gue, di sini gue berusaha untuk mengelabui jumlah angka umur dalam KTP, yang berikutnya adalah hari Kartini, harinya para perempuan, harinya mereka berteriak EMANSIPASI, berusaha mengelabui gendernya sendiri. Oke, kenapa gue bisa bilang mengelabui gendernya sendiri? Mari gue obrolin satu persatu.
Sekarang kalau gue tanya siapa tokoh emansipasi di Indonesia, pasti lo semua pada jawab Kartini, dong? Seorang perempuan yang suka baca Max Havelaar yang kebetulan anak orang kaya yang kebetulan juga dijadikan istri ke-3 oleh bupati Rembang yang kebetulan juga diizinkan mendirikan sekolah khusus perempuan sama suaminya, oh wait, ini semua bukan kebetulan, Kartini emang gigih dalam memperjuangkan itu semua dan didukung oleh materi yang mumpuni, terdengar realistis, enggak? Knowledge dan uang, kombinasi yang bagus. Anak orang kaya yang bukan spoiled brat. Bagus, bagus.
Tapi, ya, gue waktu masih duduk di bangku SMP pernah bertanya (sekarang masih, sih), kenapa pahlawan Kristina Martha Tiahahu enggak ada hari nasionalnya kaya Kartini, gitu? Kan Kristina Martha Tiahahu keren, bayangin aja, cewek, masih remaja udah pernah ngerasain jadi kapten perang, bertempur di Pulau Saparua, berhasil ngebunuh komandan Belanda, Richement, pernah backup pasukan Patimura juga, ditangkep berkali-kali, pernah dijadikan budak, lepas lagi, enggak kapok, perang lagi. Kurang keren apa coba?! Nah, kalau Kartini sendiri perjuangannya surat menyurat sama teman korespondennya di Belanda, rajin baca buku, udah gitu yang bikin buku Habis Gelap Terbitlah Terang bukan beliau, tapi J.H Abendanon. Gimana, tuh? Ya sama aja, sih, perjuangan juga, mungkin bisa diibaratkan kaya dua manusia, yang satu seorang selebtwit yang rajin ngetwit cibiran terhadap pemerintah, yang satu lagi berani turun ke jalan. Gitu kali, ya?
Nah, ngomongin soal perjuangan Kartini yang memperjuangkan kaum perempuan, biasnya terasa sekali dan semakin kuat pada jaman sekarang ini, bahkan cenderung kehilangan arah. Gue mau cerita sedikit pengalaman gue ketika nge-MC, yang udah-udah kalau gue nge-MC dan melakukan sebuah jokes dewasa yang melibatkan perempuan, pasti diteriakin, dicemooh, tapi kalau jokes dewasa tersebut melibatkan laki-laki, mereka pada ketawa. Jokes gender soal cewek sama dengan seksis, jokes gender soal cowok sama dengan lucu. Seperti jokes dengan menggunakan logat cina, dibilang rasis, tapi kalau jokes menggunakan logat tegal, lucu.
Kata emansipasi sudah kehilangan arah, sebagian keinginan bukan untuk setara, tapi ingin gendernya lebih unggul. Terlena sama yang namanya diperlakukan istimewa, dengan jargon Ladies First yang menjadi boomerang yang berarti bahwa perempuan adalah kaum yang lemah, peraturan Ladies Parking yang seakan mengisyaratkan bahwa perempuan enggak punya semangat dan kekuatan yang sama dalam berjalan kaki menuju pintuk masuk mall, etika tidak memberikan tempat duduk di bis kepada perempuan yang pada akhirnya sang lelaki mendapat predikat “Enggak Gentleman” atau seorang cowok yang blak-blakan ngajak bobo cewek dibilang buaya darat, tapi sebaliknya, kalo cewek yang ngajak malah dibilang budaya barat. Mendahulukan seseorang untuk mendapatkan keistimewaan bukan gender yang menjadi tolak ukur, melainkan orang-orang seperti ibu hamil, penyandang disabilitas atau lansia, jadi sekali lagi bukan gender.
Memberhalakan sesuatu, apalagi sampai mensakralkan suatu gender tertentu, itu sama sekali enggak baik, hidup jadi enggak asik, terlalu dibawa serius, butuh yang namanya piknik bareng. Mari kita setara, mari kita mencinta, tanpa adanya jeda, layaknya Romi dan Yuli, Sid dan Nancy, Bonnie dan Clyde, Nanda dan Amet, Ariel dan erm.. cewek(-cewek)nya.
Karena kultus adalah bodoh.
Gofar Hilman
stressor yoms
Fisioterapi menurut kongres WCPT / World Confederation Physical Therapy, Yokohama, 1999 seperti dalam kutipan ini :
Physical Therapy is providing services to people and populations to develop, maintain and restore maximum movement and functional ability throughout the lifespan. Physical therapy includes the provision of services in circumstances where movement and function are threatened by the process of ageing or that of injury or disease. Full and functional movement are at the heart of what it means to be healthy. Physical therapy is concerned with identifying and maximizing movement potential, within the spheres of promotion, prevention, treatment and rehabilitation.
Kutipan di atas mengandung arti bahwa pelayanan fisioterapi ditujukan kepada perorangan dan masyarakat dengan lingkup pelayanannya adalah mengembangkan, memelihara, dan memulihkan maksimalisasi gerak dan kemampuan fungsi. Sedangkan sehat yang dimaksud oleh fisioterapi adalah keadaan gerak penuh dan fungsional. Fisioterapi berperan pada urusan mengenali dan memaksimalkan masalah potensi gerak yang berhubungan dengan lingkup peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif).