Bijak Dalam Menua
9 Januari.
Tanpa kue tanpa lilin. Beranjak juga usia gue. Bertambah dan berkurang dalam waktu yang bersamaan. Bertambah satu tahun umur gue dan berkurang pula kesempatan gue bernafas di dunia. Tak apa itulah keseimbangan.
Terkadang lucu juga gue udah setua ini. Masih belum banyak yang bisa gue kasih buat orang lain. Meskipun gue selalu berusaha menjadi yang terbaik buat diri gue sendiri dan orang-orang sekeliling gue.
Baru kali ini gue ulang tahun gak banyak yang ngucapin dan entah kenapa gue malah bahagia. Entah kenapa.
Di umur gue sekarang yang gue mau bukan lagi perayaan ramai ataupun makan-makan besar. Yang gue mau lakuin cuma komunikasi dengan-Nya.
Pemilik gue, Pencipta gue, yang selalu melihat gue. Gue cuma mau berterima kasih sama Dia. Atas nafas yang setiap hari nemenin gue. Atas kesehatan orang tua gue, temen-temen terdekat gue. Buat gue itu udah cukup.
Cukup atas kehangatan yang sudah Ia berikan dan curahkan ke gue selama 31 tahun gue hidup. Terima kasih Tuhan. Biar gue belajar kebijaksanaan yang sudah gue mulai. Bimbing gue kalau kalau jalan gue salah. Kadang salah itu perlu untuk akhirnya menemukan jalan yang kembali baik. Sekali lagi terima kasih.










