Untukmu, Si Penyuka Coklat.
Malam ini aku benar-benar tak bisa memejamkan mata. Sebab aku teringat akan engkau, si penyuka coklat. Setiap kita berada di supermarket atau di pusat perbelanjaan. Coklat kesukaanmu tak luput dari matamu. Tanganmu, jemarimu pasti meraih coklat itu. Dan kau, dalam sekejap mampu menghabiskan coklat itu. Hey.. rasanya aku ingin tertawa melihatmu. Seperti orang yang tak pernah memakan coklat!
Hey, kau si penyuka coklat. Aku suka melihatmu ketika tengah diam, tengah serius mengerjakan sesuatu. Rasanya aku ingin mendatangimu. Menerkammu dari belakang tubuhmu sambil bergelayut manja padamu. Meski kau nanti menolak, meski kau nanti merasa geli, meski kau nanti merasa risih. Aku tak peduli lagi. Dan, satu yang harus kau pahami aku tak mungkin melakukannya. Sebab aku tahu. Bahkan sangat tahu. Aku bukan sesiapa bagimu. Aku hanya orang baru. Tak mungkin matamu tertuju lama padaku. Tak mungkin hatimu kau gantungkan padaku. Meski aku punya harapan begitu.
Saat kita tengah bersama, seperti ada sepotong surga dalam hatiku. Yang di dalamnya tumbuh bunga cantik, mekar dan indah di pandang mata. Meski tak sedikit bunga yang gagal mekar karena cubitan-cubitan kecil darimu.
Tak apa aku menunggu. Asal orang yang kutunggu itu engkau. Tak apa aku menunggu, asal kau nantinya tetap melangkah bersamaku. Berbagi kisah senang dan sedih. Kita lalui masa-masa sulit. Kita tertawa, kita menangis. Aku berharap kita mampu melewati itu dalam genggaman tangan, dalam gandengan tangan, dalam senyum yang merekah, dan dalam tangis yang pecah.
Maafkan aku, yang masih tidak bisa memahamimu. Maafkan aku, yang belum mampu membahagiakanmu. Yang selalu membuat mata teduhmu memerah. Yang selalu membuatmu naik darah. Sungguh, aku tak bermaksud demikian. Maafkanlah keterbatasanku. Maafkanlah ketidaksempurnaanku. Jika ada lidahku salah berucap hingga menggores hatimu. Maafkan aku.
Aku punya harapan. Meskipun aku tahu harapan tetaplah menjadi harapan jika Tuhan tidak mengizinkan. Satu pintaku, tetaplah membersamai, tetaplah saling berbagi, dalam waktu yang tak pasti.