Saya yakin semua itu ada masanya. Kesedihan, kebahagiaan, kebersamaan, kesendirian, keberhasilan, keputusasaan, semangat, menyerah, orang-orang terdekat, mereka yang asing, bertahan, kehilangan, kedatangan, kepergian, rasa sayang, rasa benci, semua hal yang kita jalani dengan senang hati atau terpaksa harus kita jalani meski terbayang di dalam mimpi saja tidak pernah sama sekali. Semua ada masanya, ada waktunya. Jika sudah tidak lagi ada untuk saya, ya memang masanya sudah habis. Namun bila masih saya rasakan, ya barangkali memang masih ada waktu untuk saya nikmati. 2019 mengajari saya untuk mengerti ini. Begitu pula dengan rezeki, kehidupan sehari-hari, dan masih banyak lagi. Sampai dengan awal bulan ke delapan di tahun 2019, waktu saya masih banyak dipakai untuk bersantai, menonton drama-drama korea kesukaan, jalan-jalan di tanggal merah. Mendadak itu semua harus saya tanggalkan, saya seketika sibuk bergelut dengan adonan-adonan setiap siang hari, malam hari menjaga kedai kecil-kecilan yang saya rintis bersama suamik. Jam tidur yang tadinya cukup lama juga harus saya tanggalkan, tidur sebelum jamnya pergantian hari hanya ada dalam khayalan. Saya pun menanggalkan menjelajah Jogja setiap suamik memiliki hari libur. Bagi saya kini, bangun tidur siang, bermalas-malasan di tanggal merah adalah liburan. Saya merutuki pilihan saya untuk berwirausaha seperti ini? Tidak, saya pikir ya memang ini masanya untuk berjuang membesarkan usaha kami. #aksarannyta @30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30hbc2016 https://www.instagram.com/p/B7YmC-0g4b6/?igshid=10qh4vdh7yy5n















