[4/4] Usaha tidak akan mengkhianati hasil, sama sekali tidak bekerja untuk hubungan aku dan Ningrum. Sejak penolakan terbesar itu, kami sepakat untuk menyudahi semua. Perlahan Ayah menceritakan apa yang terjadi di hari itu pada Bunda. Bunda yang terlanjur menyayangi Ningrum seperti anaknya sendiri, perlahan mengerti. Kata Ayah, terkadang apa yang kita rasa baik untuk kita belum tentu baik menurut-Nya. Ayah tidak menuntutku untuk cepat-cepat mengikhlas, nikmati saja rasa sakitnya, aku akan mendewasa seiring dengan usahaku untuk kembali pulih dari sebuah patah. Kata Bunda, akan selalu ada masa dimana kita sudah berusaha sebegitu besarnya, berjuang sebegitu lelahnya, bertahan sebegitu kuatnya, namun ternyata sebegitu tegasnya Tuhan berkehendak bahwa itu bukan untuk kita. Tak mengapa, tandanya sesuatu yang baik tengah diperjalanan menuju kita. Kata Ningrum terakhir kali kita bertemu, menikah itu tak hanya mempersatukan dua hati, dua orang, dua perasaan saja, namun juga dua keluarga. Jika salah satunya sama sekali tidak mau menyatu, kita bisa apa lagi? Pada akhirnya ridho Tuhan kita ada pada ridho kedua orangtua. Aku mengiyakan semua ucapan orang-orang yang kusayangi. Sanubariku berkali-kali membesarkanku, bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Orang yang tepat, waktu yang tepat katanya adalah kombinasi paling akurat, namun ternyata tidak. Ada banyak sekali faktor perancu untuk keduanya, restu orangtua salah satunya. #aksarannyta @30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30hbc2011 https://www.instagram.com/p/B7LCEb4AqYW/?igshid=ru1hwm0kdwth




















