Apa yang akan terjadi dengan alam ini esok,apa yang bakal terjadi dengan dunia ini nanti? Keadaan kini berubah,satu sisi memang kita berada di era teknologi serba canggih,serba ada dan tersedia,tinggal klik apa yang kita inginkan dalam pemenuhan kebutuhan kita tak harus menunggu dalam waktu yang lama,gojeg,gocar dll bisa mengirimkan apapun yang kita pesan via online,laper tengah malam,tak sempat kepasar,tak sempat ke Mal,tak sempat masak dll,kita bisa tunggu sambil duduk manis dirumah dengan tak harus keluar rumah,segalanya bisa kita pesan tanpa harus susah payah,tetapi apakah semua itu bisa juga dirasakan oleh mereka yang tak punya penghasilam pasti,yang dapat uang sore hari besok paginya sudah tidak ada siaa lagi,bagaiamana dengan mereka yang hidup dalam garis kemiskinan,ekonomi lemah,bagaimana mereka bisa bertahan hidup menghadapi kenyataan dunia yang secara kemampuan mereka jelas tak sebanding dengan mereka,saya tak bisa melihat mana orang miskin mana orang kaya saat ini,saya juga sulit membedakan mana orang berduit dan mana yang bukan,mana pengangguran yang ongkang-ongkang mana yang pekerja keras,gaya hidup dan kebutuhan hidup mereka sama toh!????,lihat saja ponsel mereka dengan merk yang sama walau mungkin dalam kapsitas yang berbeda,tapib 3G,4G,hingga 5G toh bisa dinikmati oleh siapa saja dan dari kalangan apa saja,tanpa membedakan salary,jabatan,pengangguran,simiskin ataupun sitajir melintir,tapi bagi mereka yang berduit,apapun perkembangan dunia akan mereka kejar dan ikuti tanpa harus memikirkan hal-hal yang dianggap receh sementara bagi mereka pemilik ekonomi lemah dan pas-pasan apalagi pengangguran,akan merasakan betapa sulitnya mencari uang untuk pemenuhan kebutuhan hari-hari mereka,sementara kebutuhan pokok saat ini bukan hanya sebatas sandang pangan dan papan,melainkan penerangan ( listrik,lampu)kendaraan roda dua,roda empat sudah menjadi kaki bagi semua orang,selangkahpun kita semua langsung tancap gas motor,mobil dll,hampir semua manusia berkendara saat ini,sementar,pulsa dan kuota yang harus juga dibeli,layaknya beras dan lauk,bensin yang harus terus diisi sementara tantangan dan persaingan dunia kerja dan usaha semakin ketat.
Okelah,cukup sampai disitu saja mata saya melihat kondisi saat ini dari orang-orang yang pernah saya lihat,rumit dan rudet banget kalau harus difikirkan,faktanya kita semua saat ini sudah lebur dalam kemalasan,hutan dibabat habis,mereka tak punya lagi pohon durian,tak ada lagi musim tunggu durian dikebun,pete,jengkol,melinjo dan pohon-pohon bernilai penting itu sudah tak bersisa,semuanya sudah tak lagi berminat pergi kekebun dan kehutan,gaya hidup kita sudah diubah oleh pola fikir kita sendiri,hidup menjadi susah dan sulit karena kita sudah tak lagi berhasrat untuk kekebun maka semua yang ada dikebun ditebang dan dijual pohonnya. Miris sekali,kita yang hidup didesa tapi gaya hidup kita dikota,serba beli serba instan,semua menjadi konsumen,pembeli dan penikmat.
Zaman sudah berubah,fasilitas hidup juga ikut berubah tapi pola fikir kita tidak boleh berubah ( menjadi malas dan hanya jadi konsumen),hanya jadi penonton sukses nya para pekerja keras,saya sadar betapa sulitnya untuk bangkit saat ini ekonomi dunia,dihantam covid bertahun-tahun,imbashya hingga saat ini,para pengusaha mulai malas memulai kembali,mereka dibayangi rasa was-was dan kawatir untuk berinvestasi,banyak usaha bangkrut dan tutup,walau mungkin negara kita masih mampu memproduksi tapi saat nilai ekspor menjadi menurun akibat permintaan pasar yang mulai turun bahkan Nol tanpa belanja,lalu bagaimana nasib negara-negara semacam indonesia ini kedepannya,ketika kita dilanda krisis global dll,apakah kita sudah siap menghadapiny???
Sadar akan hal itu,mengapa tak kita mencob untuk memulai kembali pada kehidupan kita tdmpo dulu yaitu bercocok tanam seperti kakek nenek kita,mungkin dengan memulainya dari hal mudah dan ringan,menanam cabe,tomat,sayuran dll yang bisa kita tanam dipekarangan rumah kita,dibelakang rumah kita,kita bisa menanam terong,sayuran dll hanya dengan wadah atau pot,karung,pelastik dll,diarea yang tidak memerlukan tempat dan tanah yang luas,saya yakin,ini dapat meminimalisir keadaan yang hampir mulai sulit,dengan begitu,seenggaknya,kita masih bisa makan sayur tanpa harus beli,kita masih bisa bikin sambel dll tanpa harus beli,ada kebutuhan pokok kita yang teratasi,setidaknya untuk dikonsumsi oleh diri kita sendiri.
Andai saja kita bergerak serentak dari sekarang,memulai dengan aksi nyata dengan berkebun kecil ditanah milik kita,dipekarangan rumah kita,saya yakin kesusahan dan kesulitan tadi seminimal mungkin bisa teratasi,walau mungkin kebutuhan kita saat ini memang tidak hanya sebatas urusan dapur tapi ini adalah upaya agar kita tak hidup susah dan sengsara dengan kondisi ekonomi saat ini.
Bagi kalian dan saya yang punya pengahasilan tetap dan pasti,mungkin tak terlalu risau,toh tiap bulan gajian,tapi bayañgkan bagi mereka yang pendapatannya tidak pasti,misalnya jualan,dagang kuli bangunan dll atau bahkan bagi mereka yang sebelumnyapun hidup dalam garis kemiskinan,jika mereka tak putar otak,mereka dan kita semua akan menghadapi sebuah kesulitan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok,maka dari itu saya mengajak diri saya dan semua untuk mulai bangkit,buang rasa malas,ambil cangkul,ambil ember,isi tanah dan pupuk,semai tanaman,sirami dan rawat dengan tangan kita sendiri,luangkan waktu untuk bisa fokus pada niat ini,insyaallah jika kita niatkan dengan iklas dan penh kesungguhan,hal yang kalian anggap receh ini akan berguna dua atau tiga bulan kedepan. Mari kita coba dan mulai,semoga Allah swt senantiasa memudahkan segala apapun yang menjadi urusan kita didunia ! Aamiin.
Buat kalian yang punya pendapatan dan penghasilan pasti,baik itu besar ataupun kecil,jangan lupa sisihkan untuk menabung dan berinvestasi,berapapun nilainya,kelak itu akan kita butuhkan.
Jangan lupa pula,menanam jagung,umbi-umbian dibelakang rumah dll,kita harus tetap mengkonsumsi karbohidrat agar tetap kuat,ketika kita punya jagung dan umbi-umbian,maka itu bisa menjadi pengganti nasi