Sudah berapa lama kau menguatkan dirimu, padahal bukan itu yang dibutuhkannya?
Sudah berapa lama kau memaksanya untuk terus-terusan tidak bersedih, ketika hanya itu yang bisa ia rasakan?
RMH
official daine visual archive

Game Changer & Make Some Noise

roma★

pixel skylines
KIROKAZE
occasionally subtle

Product Placement
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

blake kathryn
art blog(derogatory)
I'd rather be in outer space 🛸
🩵 avery cochrane 🩵
h
todays bird

Andulka
No title available
No title available
tumblr dot com
Xuebing Du
seen from United States

seen from South Africa
seen from Türkiye
seen from Pakistan
seen from United States

seen from United States
seen from Ecuador
seen from Algeria
seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from Venezuela

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Argentina
seen from United Kingdom

seen from Spain
seen from France
seen from Argentina
@fadhilahulfah
Sudah berapa lama kau menguatkan dirimu, padahal bukan itu yang dibutuhkannya?
Sudah berapa lama kau memaksanya untuk terus-terusan tidak bersedih, ketika hanya itu yang bisa ia rasakan?
Masih berharap lagu "bertubi-tubi" jadi nyata.
وإن سألوك عن سبب عزلتك فقل لهم أخيط جراحاً لا ترونها
"Jika mereka bertanya tentang kesendirianmu maka katakanlah aku menjahit luka-luka tanpa mengeluhkannya."
Bila Takdir Menyayangimu Lewat Cara yang Tak Kamu Pahami
Tak semua kehilangan itu benar-benar kehilangan. Dan tak semua yang ditunda adalah penolakan. Kadang, yang tenggelam bukan untuk dihancurkan — tapi untuk diselamatkan dari arah yang salah. Allah menenggelamkan kapal bukan karena ingin melihatmu terombang-ambing.
Tapi karena Dia tahu: Kapal itu, jika berlayar terlalu jauh, akan membawamu ke pelabuhan yang justru mencelakakanmu. Maka Dia tenggelamkan — bukan untuk menyakitimu, tapi agar kau kembali memeluk daratan-Nya.
Kadang, cara Allah melindungimu adalah dengan mematahkan keinginanmu. Kadang, cara-Nya menyelamatkanmu adalah dengan memisahkanmu dari sesuatu yang terus kamu perjuangkan.
Bahkan ketika kamu merasa, "Aku sudah cukup berdoa, sudah cukup baik, kenapa tetap tidak diberikan?" Maka jawabannya adalah: Karena Allah mencintaimu — dengan cinta yang tahu persis kapan waktu terbaik untuk memberi. Dan kadang… cinta itu datang dalam bentuk penolakan.
Semua yang Allah tetapkan — meski menyakitkan — tetaplah yang terbaik. Karena pilihan Allah untukmu, selalu lebih tahu, selalu lebih tepat, selalu lebih menyelamatkan, dibandingkan semua pilihanmu sendiri.
Selamat bercerita dengan doa, gapapa, semua akan baik-baik saja
@jndmmsyhd
Kita sering merasa perlu menjelaskan diri, membela posisi, atau memastikan orang lain mengerti. Padahal, beberapa hal lebih baik dibiarkan berlalu. Tidak semua hal butuh respons. Tidak semua orang layak mendapat jawaban. Dan diam, juga adalah bentuk keberanian untuk tidak ikut bermain dalam dinamika yang melelahkan. Pilah mana yang penting, mana yang hanya sekadar bising.
Kesedihanmu, tidak perlu semua orang harus tahu. Perih dan letihnya hari-hari yang kamu jalani, juga tidak perlu terpublish agar semua orang melihatnya. Sebab keduanya adalah bagian dari sabar.
Ingat saja, ujian dan cobaan itu semakin diumbar maka akan semakin besar, sebab akan ada banyak angin yang meniup dan membesarkannya. Tenangkanlah gemuruhnya.
@jndmmsyhd
Bu, Pak ... Setiap membuka sosial media, sepertinya semua orang hidupnya bahagia. Kenapa sepertinya cuma aku yang hidupnya begini-begini saja? Sehari-hari melakukan hal kecil yang tidak berarti apa-apa.
---
Nak ...
Kalau yang kamu maksud 'semua orang' itu adalah teman-temanmu, kamu beruntung karena punya teman-teman yang bahagia.
Tetapi, Nak... Setahu kami, orang-orang memang cenderung menggunakan sosial media untuk berbagi kebahagiaan.
Luka, kesedihan, kemalangan, biasanya disimpan sendiri. Atau diceritakan ke sahabat terdekat.
Kamu pun begitu, kan?
Memang tidak semua perasaan perlu diumumkan. Tidak semua kejadian layak dipublikasikan.
Dan benar, mungkin di antara temanmu ada yang terlihat keren karena melakukan hal besar. Bersyukurlah, kamu bisa terinspirasi dan belajar dari mereka.
Kamu enggak perlu berkecil hati. Karena Tuhan menyuruh kita berjuang sesuai kesanggupan.
Nak ...
Kalau kamu belum bisa melakukan hal besar, tidak apa-apa. Kamu tetap bisa melakukan hal kecil dengan kesungguhan yang besar.
Anak yang cengeng adalah anak yang memiliki bibit empati, tapi belum memiliki skill regulasi emosi. Anak yang sulit diberi tahu adalah anak yang berpendirian kuat, namun belum memiliki skill negosiasi. Anak yang peragu adalah anak yang mampu mempertimbangkan resiko, tapi belum memiliki skill problem solving. Anak yang berbicara nada tinggi adalah anak yang berani berpendapat, namun belum memiliki skill komunikasi.
Parents, jangan hilangkan bibit baiknya, tapi bangun skill yang tepat untuk mengasahnya.
-dr. Rina A. Sumantri
Pengen punya pasangan yang bisa jadi someone to talk, yang soft spoken, yang bijak dan juga humoris, yang ketika melihatnya aku menjadi tenang, nyaman, dan aman. Rasanya ingin dicintai, disayangi, dan diperhatikan dengan baik oleh sosok laki-laki itu. Bisa-bisanya aku tiba-tiba butuh pendamping gini:( enggak enak banget punya perasaan ini, merasa sendiri dan kesepian. Namun, di sisi lain belum bisa membuka hati buat orang lain pun kadang masih meragukan diri, apakah ada yang mau bersamaku. Mungkin sekarang sedang diuji perasaanku sama Allah. Diminta buat lebih sabar lagi dan lagi. Pun mungkin diminta buat intropeksi diri :(
● 8 September 2024
Kadang pertolongan itu datang, justru di saat kita sudah berhenti meminta.
Akan ada waktunya, kamu akan bersyukur terlahir sebagai kamu.
Semoga kamu mencintai peran yang sedang kamu jalani saat ini. Kalaupun belum cinta, semoga kamu selalu dikelilingi hal-hal baik saat menjalani peranmu. Kalaupun belum ditemukan kebaikan itu, semoga kamu bisa mensyukurinya.
Ini doa baik sebelum tidur. Selamat istirahat semuanya. Terima kasih sudah berjuang dalam berperan hari ini dan seterusnya. :)
Allah-ku, meskipun aku tidak bisa berlari secepat mereka, berikanlah aku kekuatan untuk tetap berdiri dan berjalan perlahan, meski keadaan sangat sulit sekali.
Ada masa dimana kau saat ingin ditemani, di dengar, dan dimengerti. Tapi yang kau lakukan malah membuat semua orang tak ingin mendekapmu.
Ada hari dimana kamu merasa sangat kelelahan, bahkan untuk sekadar menjawab "kenapa".
Kadang.
Kadang kita tuh cuma belum paham, akan sesuatu yang pada akhirnya bisa menjadi baik atau buruk buat kita.
Sebagaimana Ibu yang melarang anaknya yang masih kecil bermain pisau, anaknya nangis karena merasa kebebasannya direnggut. Padahal anak itu hanya tidak paham bahwa pisau bisa berbahaya untuknya.
Begitu pun Allaah. Allaah mengatur semua hamba-Nya dengan seksama. Bisa jadi Allaah melarang, mencegah, atau menghindarkan kita dari sesuatu yang nyatanya tidak baik untuk kita, bahaya untuk kita. Dan Allaah mendekatkan pada sesuatu yang lebih baik untuk kita (yang barangkali dimata kita, kadang kita tidak suka).
(Di kutip dari ceramah Ustadz Nuzul Dzikri Hafizahullahu ta'ala.)
It's been 55 days and 75 years
Sepele yang mematikan.