Fase penerimaan takdir yang terjadi pada kita adalah fase kunci bagaimana kita akan menjalani takdir kita di waktu kemudian
Takdir harus diterima untuk tetap menjajakan kaki di bumi
Takdir yang membuat bibir tersimpul membuka, terimalah dengan bahagia.
Dan jangan lupa saatnya mengucap syukur pada yang Maha Kuasa
Takdir yang menjatuhkan air mata, terimalah dengan lapang dada
Dan ini saatnya untuk lebih membuka mata, merenungkan rencana terbaik oleh Sang Pencipta
Ya, bersyukur tidak selalu mudah, bersabar apa lagi.
Untuk yang merasakannya anak tangga saja seolah gunung rinjani yang harus dijajaki
Menuju puncak adalah satu satunya jalan selamat dari tenggelam dalam air bah keterpurukan
Untuk yang menjalankannya, sebuah kubangan dijalan serasa kawah besar di Arizona
Menyeberanginya adalah satu satunya jalan untuk terhindar dari angin kebimbangan
Mudah bagi kita yang hanya bisa menyaksikan
Bagaimanapun, tenggang rasa kita tak akan membuahkan rasa yang sama
Izinkan aku tetap mengulurkan tangan dan memberi kata-kata penghiburan
Meski yang terlihat uluran tangan itu sama sekali tidak sampai kepada dirinya di kaki gunung sana
Meski yang terdengar, kata-kataku takkan pernah terdengar di seberang kawah sana
Tapi bagiku, berdiam diri sebagai saksi bukanlah hal yang menenangkan juga
Atau bukankah lebih menakutkan jika uluran tangan terlalu panjang sampai hati mendorongmu ke belakang
Atau bukankah lebih menyebalkan jika kata-kataku terlalu kencang memekikkan gendang telinga kalian
Tidak mudah menjadi manusia si makhluk sosial
Tapi aku percaya lebih tidak mudah menjadi adam dan hawa yang menjadi khalifah satu-satunya di bumi yang purba
Dan kalian terpilih karena kalian yang paling kuat untuk menjalankan.
Bersedihlah ketika memang ini menyedihkan
Hanya satu tempat mengaduh yang tidak pernah mengecewakan,
Diiringi dengan penuh kepercayaan
Untuk mama rinjani yang paling kuat
Insya Allah Rinjani akan mengulurkan tangannya untuk mama-papa yang sudah merawatnya dan merencanakan yang terbaik untuknya selama ini 🤍🤍🤍