mari izinkan diri kita untuk bertemu dengan lebih banyak orang baik, sehingga kita tak perlu merasa dunia kita seketika berakhir hanya karena kepergian segelintir orang.
we were fine before them, so we'll find after them.
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

❣ Chile in a Photography ❣
DEAR READER
almost home
dirt enthusiast

Love Begins

roma★
Peter Solarz
Acquired Stardust

oozey mess
TVSTRANGERTHINGS
Claire Keane

Product Placement
Jules of Nature
Show & Tell
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kiana Khansmith

JBB: An Artblog!
NASA
seen from Singapore

seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from India

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Maldives
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Italy
@fadiladeen
mari izinkan diri kita untuk bertemu dengan lebih banyak orang baik, sehingga kita tak perlu merasa dunia kita seketika berakhir hanya karena kepergian segelintir orang.
we were fine before them, so we'll find after them.
”When you are alone in the dark And the nafs invites you to sin Then feel shame that Allaah is watching and tell the nafs That the one who created the dark is watching”
Kalau satau hari berjalan dengan tidak ideal, rencana yang sudah kamu susun rapih berantakan, cemooh atau makian kamu dapati, lalu kamu memilih untuk menangis, benar-benar tidak apa kok.
Kamu juga tidak perlu menuntut diri agar lekas memahami apa yang terjadi. Hari baik atau hari buruk, semua normal. Perasaan yang kamu alami, sedihmu, amarahmu rasa sesalmu itu juga normal.
Kita bukan manusia sempurna yang harus terus tampil dengan versi terbaik setiap hari. Kadang kamu berbuat hal baik, kadang juga sebaliknya. Kita ini hanya manusia yang terus bertumbuh, dengan seluruh rasa dan peristiwa yang kita alami.
Kalau hari ini terasa buruk, atas semua hal yang kamu hadapi seharian ini, dan yang bisa kamu lakukan hanya menangis, maka menangislah. Tidak apa. Setidaknya itu bisa melegakan isi hatimu. Walau sesaat.
Intinya, 'hari buruk' hanyalah 'hari buruk', bukan keseluruhan hari yang akan kamu jalani. Harus tetap optimis bahwa Insyaallah, Allah pasti memberi kabar baik atas jerih payah yang kamu alami, setidaknya dirimu yang semakin kuat dari hari ke hari.🌻
Bismillah... Tahun ini aku putuskan untuk resign dari kantor setelah satu tahun merasakan begitu banyak cobaan, tangis, dan lelah membagi waktu sebagai istri, pekerja kantor, dan belum lagi dengan impian-impianku yang berjibun. Aku sayang banget tempat ini, tapi aku juga gak bisa membiarkan mentalku terus terguncang. Seperti kejadian dua bulan lalu, teman kantorku yang baru menikah beberapa bulan langsung hamil sedangkan aku masih belum-belum, aku sih bersyukur tapi entah kenapa hati rasanya sakit. Lalu, dengan tekanan atasan dan perkataan-perkataan teman-teman kantor yang kadang bikin aku tersinggung. Aku tahu mereka gak bermaksud seperti itu, tapi entah hatiku juga rasanya sakit. Pulang pergi sendiri pake motor, tiap hari ngebut ke kantor karena takut telat sungguh bikin aku nangis terus. Aku gak bisa lama-lama simpan semua beban ini, aku butuh move. Kasihan juga suami yang kerjaannya cuma setengah hari, dia udah lebih dulu di rumah, gak ada apa-apa dan siapa-siapa. Aku benar-benar gak enak dan ngerasa jadi istri yang gak berguna. Meskipun rasanya berat banget untuk resign apalagi harus berhadapan dengan atasan yang sudah banyak bantu aku sejak awal, aku harus benar-benar berani agar mentalku tetap aman. Aku berdoa, semoga ini adalah pilihan terbaik untukku dan Allah sangat ridho. Dan semoga jadi awal aku bisa meraih segala mimpi-mimpiku yang tertunda. Aamiin
#resign #7Feb
Di penghujung tahun ini, ya Allah... Mudahkanlah kami untuk bisa memilikinya, merasakannya, sehingga menjadikan kami lebih baik dan dewasa. Mudahkanlah ya Allah... Bukan karena status, bukan karena pencapaian, bukan juga karena pelarian, kami ingin menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua, menjadi ladang pahala kami setelah mengerjakan amal soleh yang kini terasa semakin berkurang. Ya Allah, aku tak ingin menjadi orang yang dzolim. Aku ingin jujur pada diri sendiri. Aku ingin memberi jeda pada diriku agar lebih dekat denganMu... Izinkanlah ya Allah, kami merasakan keajaiban itu di waktu terbaik dan dalam kondisi terbaik. Aamiin...
Seberapa pantas…?
Pertanyaan itu sering bergema dalam hati setiap kali doa belum sampai, setiap kali harapan terasa menjauh, setiap kali sesuatu yang kita inginkan tak kunjung Allah titipkan.
Padahal sejatinya, segala yang Allah amanahkan kepada hamba-Nya selalu sebanding dengan kepantasan yang Ia lihat. Bukan dari apa yang tampak, tapi dari apa yang tersembunyi di dalam hati.
Dan ketika kita sudah berikhtiar, sudah berdoa, sudah mengulur tenaga, sudah menumpahkan harap—namun tetap saja belum Allah titipkan, itu bukan selalu berarti kita belum pantas.
Kadang… yang kita kejar dengan sekuat tenaga justru sesuatu yang tidak baik untuk kita.
Kadang… yang kita yakini sebagai kebutuhan ternyata hanya keinginan yang mendesak rasa, bukan yang menenangkan jiwa.
Dan sering kali, Allah hanya sedang menunda karena Ia tengah menyiapkan yang lebih baik, lebih layak, lebih tepat, dan lebih Indah dari apa yang bisa kita bayangkan.
Kesabaran itu bukan menunggu tanpa suara—ia adalah kemampuan untuk percaya bahwa Rabb yang mengatur waktu tidak pernah terlambat.
Maka jangan menyalahkan diri. Jangan merasa rendah. Jangan merasa tidak layak.
Bisa jadi, engkau bukan sedang diuji dalam kepantasan, tapi sedang dijaga dari sesuatu yang tidak layak bagimu.
Dan kelak, ketika apa yang Allah pilihkan itu datang—dengan cara yang tak pernah engkau rencanakan—barulah engkau paham: Allah tidak pernah mengurangi, Ia hanya mengganti dengan sesuatu yang lebih bijak dari segala pinta hamba.
@clichemistry
Bukti terbatasnya kita sebagai hamba, adalah seringnya kita melihat hanya dari satu sisi saja.
Kita mudah menilai, padahal tak sepenuhnya memahami.
Kita cepat menyimpulkan, padahal belum tentu tahu seluruh kisah di baliknya.
Kita hanya melihat hujan, tanpa tahu doa siapa yang dijawab di balik turunnya.
Kita hanya melihat kehilangan, tanpa tahu rahmat apa yang sedang disiapkan setelahnya.
Betapa sempit pandangan kita, dan betapa luas kasih Allah yang sering kita salah mengerti.
Maka, ketika sesuatu tampak tak sesuai harapan, belajarlah diam sejenak, karena mungkin Allah sedang menunjukkan sisi lain yang belum kita pahami, bukan untuk menyakiti, tapi untuk mendewasakan hati.
Sesungguhnya, melihat dari satu sisi itu mudah, tapi memahami dari banyak sisi adalah tanda hati yang mulai bijaksana.
Dan hanya dengan tawakal, pandangan yang sempit bisa menjadi luas, karena di balik setiap takdir, selalu ada makna yang disusun oleh cinta-Nya.
@clichemistry
"Allah ingin kita berdoa di Baitullah. Allah ingin kita berdoa langsung di sana." ucapnya pelan seraya menyeka air mataku yang jatuh begitu saja.
Aku tidak sedih. Tapi tidak juga bahagia. Perasaan campur aduk ketika haid datang lagi di bulan ini tidak bisa dipungkiri adanya. Maka aku tak memaksa diriku kuat. Aku biarkan perasaanku mengalir melalui air mata yang tak mampu kubendung.
Mungkin kecewa. Mungkin sedih juga. Tapi aku tidak boleh berlarut dalam kesedihan. Aku beruntung karena sosok lelaki di sampingku tak pernah lelah menemani setiap kecamuk perasaanku.
Diusapnya kepalaku.
Ditenangkannya hatiku dengan nasihat dan sentuhan fisik yang membuatku mampu menenangkan perasaanku.
Ya Rabb.. maaf jika aku masih bersedih dalam menerima ketetapan-Mu yang tak sesuai dengan keinginanku. Maaf jika dalam prosesku memperjuangkan hadirnya aku masih menyertakan nafsuku. Padahal anak bukan semata pencapaian. Melainkan anak adalah amanah besar yang kelak akan dipertanggung jawabkan. Yaa.. Rabb. Jika menurut-Mu saat ini bukan waktu yang terbaik, tak mengapa yaa Allah. Tapi pantaskan kami menuju waktu terbaik itu yaa Allah dengan ilmu, iman, kesehatan dan kecukupan dalam segala hal untuk menyambut kehadirannya. Yaa Rabb.. Kuatkan dan sabarkan kami menerima segala rupa cerita ataupun pertanyaan manusia kepada kami. Yakinkan kami bahwa rencana-Mu pasti yang terbaik. Adapun penilaian manusia bukanlah hal perlu kami pikirkan. Yaa Allahu Rabbi.. kami tidak pernah kecewa berdoa kepada-Mu yaa Allah...
Palembang, 02 Desember 2025 || menuju 2 tahun dalam ibadah terpanjang seumur hidup sekaligus menjadi pejuang amanah terbaik-Nya
Ya Rabb… Aku ingin hidup sebagaimana hidup yang Engkau ridhai. Hidup yang tidak sekadar bergerak, tapi berjalan di arah yang benar.
Aku ingin hari-hariku Engkau berkahi, meski sederhana, namun tenang. Meski langkahku kecil, namun menuju kebaikan. Meski jalanku tidak cepat, namun tetap Engkau bersamai.
Aku ingin setiap niatku Engkau luruskan, setiap kata Engkau jaga, setiap pilihan Engkau terangi.
Aku lemah tanpa-Mu, ya Rabb… dan hanya dengan ridha-Mu aku bisa berdiri tegak, menjadi manusia yang Engkau pandang dengan kasih, bukan dengan murka.
Aku ingin hidup yang tidak menjauhkan aku dari-Mu, tidak melalaikan hati, tidak mengeraskan jiwa. Hidup yang membuatku ingat untuk kembali, walau sering aku tersesat oleh dunia.
Ya Allah, jika langkahku salah maka bimbinglah. Jika hatiku keras, lembutkanlah. Jika aku jauh, maka tariklah aku pulang.
Karena aku tahu, ridha-Mu adalah satu-satunya tempat hidup ini menemukan arti. Dan aku tak ingin berjalan tanpa cahaya-Mu.
Ya Allah, izinkan aku hidup sebagaimana hidup yang Engkau ridhai.
Cirebon, 23 Jumadil Ula 1447 H.
"가지 마"
Maka, ketika seseorang memutuskan untuk beristirahat, itu bukan pelarian, melainkan bentuk kesadaran diri tertinggi.
Kesadaran bahwa keseimbangan lebih penting daripada kecepatan, dan kehadiran lebih berharga daripada performa. Karena sejatinya, manusia tidak diciptakan untuk terus bergerak tanpa jeda..
Kita diciptakan untuk hidup dengan ritme, yang memberi ruang bagi diam, rasa, dan makna. Please be kind to yourself.
Stay blessed
Bersabarlah sedikit lagi...
assalamu'alaikum kak nisa :)
kak nisaa terimakasih banyak atas nasehat nya bbrp hari yang lalu.. selama itu juga aku merenungkan banyak hal kak.. bertanya pada diriku sendiri sebenernya apa yang kutuju? mengejar ridho Allaah kah? atau jangan" aku malah mengejar makhluk Nya? lantas kenapa aku sampai selemah ini hanya krna umur yang sudah hampir kepala 3, hanya krna bertemu dan diperlakukan seolah spesial sama laki" yg belum tau arah ya kenapa aku malah lemah sekali.. knp aku hampir" meruntuhkan tekadku untuk menjaga diri mendapatkan pasangan dgn cara yg baik, aku bersyukur Allaah masih ingin menegurku melalui kak nisa .. jazakillah khayr kak.. mohon doanya agar Allaah kuatkan hatiku, kuatkan niatku untuk tetap lurus.. aamiin.. doakan ya kak semoga aku termasuk orang" yg bersabar seperti halnya kak nisa :")
doa terbaik dariku untuk kak nisa.. kak nisa semoga Allaah mudahkan semua harapan" baik kak nisa.. aamiin..
Jika engkau pandai menjaga kehormatan dirimu. Maka akan Allah hadirkan seseorang yang tidak pernah sama sekali berbuat hal-hal yang haram atas dirinya
Lalu tiba-tiba teringat dengan nasihat ustadz Nuzul Dzikri hafidzhahullah ta'ala dalam kajian beliau, kurang lebih begini,
Saudah radhiyallahu 'anha menikah di usia 50-an tahun, lalu dengan siapa beliau disandingkan? dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam. Jadi istri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.
lalu apa yang musti kita khawatirkan? angka usia bukanlah penghalang untuk terus berdo'a, berikhtiar untuk menjemput jodoh yang terbaik. terus perbaiki diri karena Allaah. karena menikah bukanlah perlombaan siapa yang tercepat. jadikan ini sebagai ibadah yang menuntun ke surga Allaah Ta'ala.
ahh, kamu mah enak ngomong begini karena sudah menikah, Nis.
Alhamdulillah, memang, hal yang paling aku syukuri salah satunya adalah menikah, tapi percayalah akupun tidak menikah muda. dalam menunggu tersebut ada banyak jatuh bangun dan air mata didalamnya. serta rasa harap dan doa yang melangit kepada Allaah yang tidak pernah aku tinggalkan. aku percaya, ini bagian dari takdir Allaah dan setiap takdir Allaah adalah baik.
dalam masa penjagaan diri terkadang iman naik turun seperti air laut yang pasang surut. namun dari situlah perasaan kita seringkali berada di persimpangan jalan.
ah, gpp mungkin ya coba pacaran aja, kalau gak pacaran gimana mau nikahnya, gimana mau bisa saling mengenal.
ah, gpp kali ya genit genit dikit godain, biar ke notice. dan hal lainnya dan hal lainnya.
perasaan abu-abu itu seringkali muncul dan membuat kita membuka celah pintu maksiat selanjutnya. bahkan ketika menjaga diri dengan baik akan selalu ada komentar yang akan kita dengar,
jangan terlalu kaku kayak kanebo kering jadi perempuan itu, jangan terlalu serius jadi orang, jangan terlalu berprinsip jadi cewek ntar susah jodohnya. dan hal lainnya dan hal lainnya.
kala disaat demikian, maka ingatlah, bahwasanya janji Allaah itu pasti. janji Allaah pasti ditunaikan. bahwasanya perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik begitupun sebaliknya. dan menjemput seseorang yang baik perlu diupayakan dengan cara yang baik pula.
ikhtiar menunggu jodoh harus diupayakan dengan baik, dalam menjalani setelahnyapun tetap harus diupayakan dengan baik.
barangkali kita pernah. menjadi satu diantara pilihannya, menjadi tujuan perjalananya. meski pada akhirnya ketetapan Allaah yang jadi pemenang.
barangkali kita pernah. melepas seseorang yang baik itu, menabahkan diri atas keputusan yang kita pilih. sebab memaksa berjalan pada tujuan yang sama tidak menemukan titik temunya.
barangkali kita pernah. dibuat takjub atas perjalan yang Allaah kehendaki. sesuatu yang kita tangisi dengan begitu, justru memberi lebih banyak arti atas serangkaian hidup yang kita jalani.
maka dear, kamu tidak boleh merasa tertinggal hanya karena kamu belum menikah.
kamu tidak boleh merasa rendah dan berkecil hati dalam sebuah peran besar kebaikan hanya karena kamu belum menikah. Kalau kamu sudah meyakini setiap takdir Allaah adalah yang terbaik, maka kamu tidak boleh merasa rendah atas hal itu. Kini, mulai kembali langkahmu. Sambil melangitkan pinta yang baik-baik. Allaah tidak tidur sayang, setiap pintamu sungguh sangat Dia dengar..
terimakasih sudah menuliskan perasaanmu disini. semoga Allaah menjagamu dalam kebaikan ya dan menguatkan setiap langkahmu dalam penjagaan diri saat ini..:"))
ruang tunggu || 20.45
Pahami otak lelaki supaya tidak baper terus:
HIPO TALAMUS
1. Suami ingin dilihat pahlawan oleh istri
2. Nada telfon/bicara/menyambut suami yang ceria
3. Minta uang meski punya uang sendiri
4. Wajah suami lebih rata atau kaku dibanding istri yang mudah ekspresif. Ketika masuk rumah mungkin butuh 10 menit untuk senyum dan bicara. Fenomenanya kadang istri maunya suami pulang ya langsung ngobrol tanya², tapi saat sebelum 10 menit itu suami belum waktunya bicara, lantas istri cemberut. Baru 10 menit suami sudah bisa bicara, istri yang ngga ada. Maka pentingnya memahami suami
5. Kursi/alat makan dikhususin
6. Perbanyak senyum untuk suami
7. Kebanyakan love language tidak dikatakan tapi lainnya
8. Selalu minta izin kalau mau tanya petunjuk jalan ke orang lain
9. Ketika ada rumah yang rusak jangan panggil ke tukang, karena laki² akan merasa tersinggung
10. Kalau di jalan suami refleks berhenti ketika ada penghalang di depan, jangan "sabar" "mungkin dia baru bangun tidur". Malah tambah marah. Tapi kita istighfar aja, "makasih ya udah melindungi kita tadi rem mendadak"
11. Hipo talamus laki², suami senang dianggap pahlawan oleh istri
12. Suami punya hipo talamus lebih lebar sehingga jiwanya melindungi istri
13. Hipotalamus pusat makan dan minum. Kalo ngga pinter masak tapi pastikan ketika suami buka tudung saji ada makanan. Selalu siapin camilan
14. Pantang nasihati anak laki² ketika lapar. Nasihati ketika ia di tengah makan dan pantang nasihati di depan umum. Anak laki² kalau lapar segera kasih, jangan bikin syarat harus ngerjain pr dulu
15. Hipo talamus laki² lebih lebar : pusat tidur. Istri lagi cerita lalu suami tiba² tidur. Dia penat mikir ekonomi salah satunya
16. Otak laki² lebih kuat liat benda daripada wajah. Karena putih² mata perempuan lebih lebar daripada laki². "Aku cantik ga?" "Iya cantik" lalu liat hp/benda kesukaannya. Kita perempuan jangan mudah tersinggung/baper. Strategi : kirim foto kita ke suami, maka akan lebih lama liat tuh (haha) bahkan di zoom²
17. Tentang tidur, istri 90% listrik otak nyala, suami sebaliknya. Allah ciptakan untuk mendengar sekeliling. Makanya anak nangis dikit bangun, suami engga, maka jangan marah karena memang fitrahnya
18. Karena suami suka gampang tidur maka buat tempat tidur bersih, rapi, wangi
19. Glowingkan diri untuk suami, selalu wangi. Hipo talamus adalah pusat syahwat birahi. Mungkin tengah malam dia bangun, untuk minta ibadah sama istrinya
*pahami otak suami supaya tidak ada pelakor punya celah di bagian itu, karena kita sebagai istri ngga bisa paham suami. naudzbulillah.
Ya Allah mudahkan.
Ilmu itu diulang², semoga praktiknya mampukan ya Allah.
Alhamdulillah dapet ilmu ini di awal🥺 gimana coba kalau udah dikasih pasangan sama Allah tapi isinya salah paham terus, dengan tanpa (masih) secuil ilmu ini. Setidaknya ini jadi bekal. Lalu belajar lagi selanjutnya.🦢
Sebuah Tanda
Semalam suami merasa sedih, ia mengingatkanku untuk bersyukur dengan segala nikmat kecil dari Allah meskipun Allah belum berikan mahluk kecil itu dalam hidup kami. Penantian selama 8 bulan pernikahan kami, tampaknya membuat suami merasa bersalah karena penyakit ia miliki. Namun aku tetap berusaha tersenyum dan aku yakin tak lama lagi Allah anugerahkan rezeki berupa lahirnya mujahid/mujahidah terbaik dalam keluarga kecil kami. Semoga benar ya Allah tanda tanda ini... Mudahkanlah kami bisa memiliki keturunan, Sekaligus berikanlah hamba waktu untuk beristarahat, kembali fokus menjadi hamba terbaikMu dan menjadi istri yang taat untuk suami hamba... Bismillahitawakaltualallah...
Entah sampai kapan aku tetap bertahan disini ya Rabb... Mudahkanlaah penantian kami untuk memiliki buah hati agar hamba bisa fokus menjadi istri dan ibu yang baik. Ya Rabb, Engkau yang paling tau apa yang terbaik untuk hamba. Semoga Engkau mudahkan hamba bisa terus bersabar disini... Hamba berjanji akan lebih baik setelah keluar dari sini ya Rabb...
Ya Allah... Semakin hari, semakin sesak rasanya mendengar nasehat-nasehat yang menyakitkan itu. Apakah memberi nasehat di depan umum itu baik? Menyebutkan nama yang langsung mengcap seseorang itu wajar? Apakah mereka tidak tahu seindah dan sebahagia apa aku menjalani hidup rumah tangga lalu diusik hanya karena sekali waktu aku pernah menyampaikan keluh kesahku tentang durasi pekerjaan yang begitu padat dibandingkan dengan waktu yang kuluangkan untuk suamiku., Ya Rabb, sungguh aku hanya ingin hatiku tenang menjalani hidup. Aku sangat mencintai pekerjaan dan sahabat-sahabatku, namun omongan-omongan seseorang yang ditinggikan justru yang paling menghujam hati. Entah sampai kapan Engkau menjawab doaku ya Rabb... Lapangkanlah hatiku untuk menjalani semua ini, pertemukan hamba dengan orang-orang baik yang hati dan tujuannya murni untukMu, yang sangat paham bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik.
Izinkanlah ya Rabb hamba untuk beristrahat sejenak dari riuhnya dunia yang kegeluti ini. Hamba tau ini tempat yang baik untuk hamba, namun mungkin orang-orang didalamnya justru membuat mental hamba semakin tak karuan. Semoga suatu saat impian-impian hamba bisa diwujudkan, ditempat terbaik dan bersama orang-orang terbaik. Bantulah hamba ya Rabb menjadi istri yang selalu ada untuk pasangannya, yang selalu setia mendampinginya dalam suka maupun duka. Aamiin Bismillah 2026, Go and Get New Life!
Sebagai manusia.
Sesekali kita salah, sesekali kita benar.
Sesekali kita kalah, sesekali kita menang.
Sesekali kita gagal, sesekali kita berhasil.
Tetapi, kadang-kadang kita tahu bahwa kita salah, bahkan "sering" terjatuh di kesalahan yang sama. Tapi terus mengulangi pola kekeliruan itu. Hingga pada akhirnya....setelah sering merasa terjatuh di tempat yang sama, rasa sakit itu tumpuk menumpuk lalu menjerit nyeri di alam bawah sadar. Barulah kita sadar diri untuk mengambil pelajarannya—berbenah dan beranjak meninggalkan kesalahan itu. Hmm
Pun saat tahu bahwa kita salah, harusnya mudah untuk meminta maaf pada diri sendiri semudah mengakui dan minta maaf kepada orang lain, tetapi ada beberapa keadaan tertentu yang seringkali membuat kita enggan mengakui kita salah, lalu membuang maaf karena ego sedang tidak mau kalah. Padahal maaf itu sangat dibutuhkan oleh sisi lain diri kita, tapi kita sering melupakan dan tidak menganggap itu penting.
Saat ada penyesalan yang rasanya ingin kita perbaiki namun tidak bisa, ah sekuat tenaga kita membenci diri kita sendiri.
Tapi anehnya, saat ada orang yang berlaku jahat atau buruk pada kita, kita malah sering memberi mereka pemakluman.
"Mungkin dia tidak sengaja berbuat demikian, mungkin besok dia berubah".
Hmm. Kenapa sih kita tanpa sadar sejahat itu sama diri kita sendiri?
Harusnya maaf paling banyak adalah untuk diri sendiri.
Harusnya semangat, kekuatan dan afirmasi positif yang paling banyak kita beri adalah untuk diri sendiri.
Harusnya kita mendengarkan suara hati kita, bukan terus mengabaikannya. Seolah semuanya baik-baik saja dan baik-baik terus. Sebab hidup tidak seideal dan selurus itu setiap harinya.
Ada momen-momen kita salah, akuilah.
Ada momen-momen kita kalah, terima dan perbaikilah.
Ada momen-momen segalanya terasa riuh, ambilah jeda.
Ada momen-momen dimana kita merasa lelah, maka istirahatlah sejenak.
Menikmati hidup yang penuh dinamika dan menjadi manusia yang tidak sempurna nan rumit diantara seluruhnya memang tidak mudah. Kita tidak harus berlari seolah akan tertinggal. Kita tidak harus merasa dikejar sebab kita tidak sedang berlomba dengan siapapun. Kita manusia, yang seringkali bersemangat lalu dilain waktu kelelahan. Kita manusia, yang ada kalanya senang hingga seakan ingin terbang, lalu dilain waktu merasa sedih seakan ingin tenggelam. Tapi kita semua juga manusia yang diciptakan Tuhan dengan desain yang hebat dan luar biasa. Banyak-banyak bersyukur dan jangan menyerah ya.
Harusnya kita menyayangi diri kita, sebagaimana kita pun juga menyayangi orang-orang yang kita cintai. Bukan sebaliknya, kita memberikan terlalu banyak cinta yang berhamburan kepada orang lain, tapi untuk mencintai diri sendiri kita tertatih-tatih, kesulitan dan tidak apa adanya.
Harusnya kita menerima diri kita seutuhnya, seluruh utuh dan rumpangnya. Setelah selesai dengan itu semua, kita pasti akan merasa cukup. Tanpa harus bergantung penuh pada kasih sayang dan puja-puji manusia lain yang mungkin sesungguhnya tidak semanis yang terlihat oleh mata dan tidak sejujur yang terdengar oleh telinga kita.
Siang terik, 15 Mei 2024 12.32 wita
shadow work
hal yang paling melegakan dari rutin menulis jurnal dan konseling adalah mendapatkan bantuan untuk melakukan shadow work. dengan begitu, kamu dapat mengetahui dan memahami alasan kamu melakukan atau tidak melakukan sesuatu, memiliki atau tidak memiliki suatu sifat, menunjukkan atau tidak menunjukkan suatu sikap. kamu mengenal dirimu dengan lebih baik.
rutin menulis jurnal membawa dirimu melihat gambar yang lebih besar, mengamati dirimu sendiri dari sudut-sudut pandang di luar dirimu. kamu akan menemukan betapa susahnya dirimu berjuang, tetapi juga betapa payah dan culunnya dirimu. mungkin juga, betapa menyebalkannya dirimu.
pelan-pelan kamu mengetahui hal-hal yang perlu kamu tahan, kamu kurangi, atau kamu hilangkan sama sekali. meskipun kamu belum sanggup, setidaknya kamu sudah tahu. semoga saja kamu menjadi mau, lalu menjadi mampu.
kamu bisa meletakkan batasan dengan lebih sehat. kamu mengutamakan dirimu tetapi mempertimbangkan orang lain. kamu menyayangi dirimu tanpa syarat, menerimanya. lalu, menemaninya untuk menjadi lebih baik.
pelan-pelan pula, hidupmu akan penuh dengan pemakluman. melihat ada orang lain yang berbuat di luar nalar, kamu maklum. itu tidak berarti kamu membenarkan perbuatannya. hanya saja, kamu bisa memahami alasannya berbuat demikian. "oh dia sedang terluka."
semangat ya. rajin-rajinlah menulis jurnal. rajin-rajinlah mempelajari dirimu sendiri. kalau perlu, cari bantuan profesional. selamat menempuh perjalanan terjauh dan terlama dalam hidup: perjalanan menuju hati.