You took my life and somehow never stopped.
-Rzl

Origami Around

Product Placement
Cosimo Galluzzi
Monterey Bay Aquarium

Andulka
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
cherry valley forever
Today's Document
hello vonnie
trying on a metaphor
🪼
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
h
Mike Driver
sheepfilms

shark vs the universe
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
DEAR READER
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Tunisia
seen from Brazil

seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@fahrizalafif
You took my life and somehow never stopped.
-Rzl
Pada Setiap Pulang
pada setiap pulang
aku berjalan tanpa tergesa
langit sudah tahu warnanya, jalan juga tak lagi bertanya
aku pun berhenti berharap dijemput oleh apa pun
ada sesuatu yang menunggu atau mungkin hanya ruang yang cukup diam, untuk menerima tubuhku apa adanya
aku meletakkan hari
di sudut yang sama
menggantungkan lelah
jika pulang adalah rumah
ia tak pernah meminta alamat
jika pulang adalah seseorang
ia pula tak menanyakan nama
pada setiap pulang
beberapa hal tak harus sampai
Lamun
Kau berdiri di tengah hamparan luas padang rumput di tempat tinggi. Rumputnya berwarna keemasan, bergerak lembut mengikuti arah angin. Udara terasa bersih, segar dan setiap hembusan membawa aroma tanah yang hangat dan menenangkan.
Di kejauhan, dunia terasa sangat luas. Langit di atasmu adalah biru paling jernih yang pernah kau lihat, biru yang membuatmu merasa lega. Beberapa awan putih berarak perlahan, bentuknya berubah-ubah, seperti pikiran yang akhirnya tenang.
Di tengah hamparan itu ada satu pohon rindang. Daunnya bergemerisik pelan, seolah menyapa kau yang datang. Kau berjalan mendekat, dan setiap langkah terasa ringan, karena tak ada yang perlu kau buktikan di sini. Tak ada suara selain angin, daun, dan mungkin burung kecil yang menembus langit.
Kau berbaring di bawahnya. Rumputnya lembut di bawah tubuhmu, dingin memelukmu. Sinar matahari menembus sela dedaunan, jatuh di kulitmu seperti sentuhan paling lembut di dunia. Kau menarik napas pelan dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kau tidak ingin ke mana-mana.
Di sini, kau tak harus kuat.
Tak harus gembira.
Tak harus menjelaskan apa pun.
Kau hanya perlu ada.
Dan ketika angin berhembus lagi, ia seperti membawa pesan kecil bahwa mungkin dunia tidak selalu ramah, tapi selalu menyisakan tempat di mana kau dapat untuk sekejap merebahkan lelah.
Tempat ini; ilalang, langit, dan pohon rindang — adalah milikmu.
Kapan pun kau merasa lelah, kau bisa menutup mata, menarik napas, dan kembali ke sini.
Tulisan ini adalah apa yang tertinggal dan berhenti dari semua yang pernah berjalan di ingatanmu
Hanya wujudnya yang usai.
Maknanya? ia menetap, abadi.
Hukum Newton
kau adalah gravitasi
aku adalah serpihan kecil
jatuh selalu mengitarimu
kau adalah gravitasi
begitu luas,
tak terlihat,
tak berbunyi,
namun segalanya condong menujumu
hawa, aku masih ular yang setia mencintaimu sepanjang usia tuhan.
- M Aan Mansyur
Untuk senjahujanrindu
terkadang aku melihatmu
dalam potongan cerita yang kau bagikan
foto lama, tawa yang pernah ada
nama-nama yang kini hanya terdengar dari ingatan
kau masih menyebut masa lalu
seperti rumah yang belum selesai ditinggali
seperti jendela yang lupa kau tutup saat hujan
padahal waktu terus berlalu,
dan hari ini pun sedang menunggumu
aku tidak pernah benar-benar tahu,
apa yang kau simpan di sana
rindu?
penyesalan?
atau hanya kenyamanan yang tak ingin kau lepaskan?
tapi ingat dunia ini luas,
lebih luas dari teras kenangan yang kau tinggali
dan hatimu pun layak menemukan
tempat baru untuk tumbuh,
seseorang baru untuk menggenggammu,
bukan karena dia menggantikan yang lalu
tapi karena dia hadir untuk esok yang belum kamu susun
aku tidak ingin memaksamu lupa
hanya ingin melihatmu berjalan
pelan tak apa,
asal ke depan
karena kau pantas bahagia
lebih dari sekadar mengenang
aku ingin kau terus hidup dan bertumbuh
untuk hal-hal kecil: langit biru, permen kapas, bahkan idol favoritmu
maka
beranjaklah
Seperti Kata
Terpaku diam, lama mengamati Rambut poni diikat lebih tinggi
-The kick
Babak belur kau dihajar kenyataan
-The Jeblogs
Walkie Talkie
aku selalu berdiri menunggu di depan teras ingatanmu
kau heran dan bertanya mengapa aku tak segera beranjak?
Aku diam, karena tak dapat menjawab dengan terdesak.
#memoir #repertoir #theend #poem
Jalan
Dua kota adalah kita
kau adalah barat, aku menetap di timur
menjaga jeda
yang perlahan menjadi dinding.
Catatannya perjalanan #1 Arjuno
"fix ane ikut!" Ucap ku kepada kawan yang telah mengajakku memulai perjalanan pertamaku berkelana ke gunung. Gunung pertama tersebut adalah Arjuno, entah ada angin apa tiba tiba aku meng'iya'kan ajakan kawanku itu.
Sebenarnya ini kali kedua ku mencoba menapaki alam bebas dengan berjalan kaki dan memanggul tas yg lumayan berat. Kali pertama adalah perjalanan ke ranu kumbolo bersama teman teman kantor pada pertengahan bulan juli tahun 2016 lalu. Sejak itu entah ada perasaan kapok dan penasaran campur aduk jadi satu untuk menjajaki alam bebas. Dan dengan perasaan itu pula aku memantapkan tekad untuk mencoba menjajaki kaki ke gunung arjuno yg terkenal akan ke-mistis-anya itu, juga gunung ini memang berat untuk pemula sepertiku.
Kawanku bernama Deka merencanakan akan berangkat ke arjuno pada pertengahan november, dan aku dengan segala keterbatasan alat dan mental mulai menyiapkan semua yang diperlukan. Awalnya kami berencana mendaki via jalur cangar namun kemudian diurungkan karenakami hanya berdua dan belum pernah lewat jalur itu. Akhirnya kami mencoba mencari teman via medsos, syahdan kami dapat teman mendaki dari rombongan UM yg berjumlah 4 org dan sepakat memilih jalur Purwosari, Oke sip. Tanggal 11-12 november rencana kami akan berangkat, h-1 atau tanggal 10 tepatnya aku masih berkutat dengan urusan kantor dan baru bisa pergi selepas maghrib menuju tempat Deka, tentunya dengan sudah membawa keril agar besoknya bisa langsung meluncur ke basecamp Purwosari. Kami berangkat jam 5 pagi dengan perjalanan memakan waktu -+ 1.5 jam menggunakan motor dari malang menuju basecamp purwosari. Sekitar jam 7.30 kami berdua tiba di basecamp dan sudah ditunggu oleh beberapa kawan yg sudah janjian sebelumnya untuk mendaki bareng-bareng. Mereka adalah adit, catur, heri dan sani, oke seusai sarapan perjalanan kita mulai, cabuts!
Basecamp - pos 1 gua ontoboego
Dari bc menuju pos 1 jalur cukup lebar dan jelas juga masih banyak bonus dengan kanan kiri hutan pinus. Dari mulai perjalanan ini puncak sudah kelihatan dan ini yg bikin gemes karena kelihatanya dekat tpi waktu berjalan malah semakin menjauh terus puncaknya 😂. Perjalan -+ 50 menit untuk mencapai pos 1, disini ada gua dan campground yg muat untuk banyak tenda. Setelah istirahat sejanak perjalanan dilanjutkan menuju ke pos 2.
Pos 2 Tampuono
Jalur menuju pos 2 masih jelas dengan mengikuti jalur setapak dengan sebelah kiri ada jalur pipa air sepanjang jalan, dan masih banyak bonus juga yg harus kita nikmati sebelum "dihajar" jalur di pos pos selanjutnya. 80 menit kami berjalan akhirnya tiba di pos 2. Disini ada warung kecil yg menjual minuman dan makanan ringan. Oh iya disini juga ada sendang dewi kunthi yg biasa disinggahi peziarah yg mencari ketenangan batin.
Pos 3 Eyang Sakri
Dari pos 2 menuju pos 3 dibutuhkan waktu hanya sekitar 10-15 menit karen jaraknya tidak terlalu jauh. 1 yg mnjadi permasalahan kami semua adalah : Nyamuk, iya di pos 3 ini nyamuk nya banyak banget. Lanjut->
Pos 4 Eyang Semar
Nah, dari sini tanjakan mulai menghampiri kami, jarak antara pos 3-4 lumayan jauh dengan estimasi waktu -+ 1 jam 45 menit. Jalur mulai menanjak dan terbuka dengan kontur bebatuan yg kurang rapi sehingga agak menguras tenaga. Di tengah tengah jalur sebelum pos 4 ada sebuah gubuk ditengah hutan dengan pelataran yg luas dan gerbang menuju gubuk ditandai dengan tulisan jawa kuno yg bertuliskan 'rahayu' entah apa artinya, yg jelas aku tidak betah berlama lama berada ditempat ini karena hawa mistis dan kesan wingit sangat terasa. Setelah melewati gubuk tersebut temanku yg bernama heri mengalami kram, sehingga kami memutuskan untuk beristirahat sampai dia pulih.
Tulisan ini masih belum selesai
Hatimu adalah ladang ingatan dengan kenangan yang tak dapat ku panen
FA
Tak ada sore, Dan udara menjadi segar. -Yogyakarta, 16 Nov 16 #ratuboko #sore #menujusenja #vsco (di Ratu Boko)
In the distance is forever Where there is so much sky #sky #bluesky #somuchsky #tempertrap #biru
Singgah
Ada bekas bibir tertinggal pada ujung cangkir di atas meja yang kini tersisa hanya separuh. Aku menatapmu dengan segala kemungkinan yang telah aku rangkum sebelumnya dengan tatapan getar, namun kau menatap cangkir itu dengan getir. Tak ada yang dapat menolak sunyi yang mengetuk pintu ruangan ini dengan pelan. Kemudian ia melekat begitu saja di ruangan ini di tengah tengah kau dan aku. Aroma kopi itu nyaris tak dapat kita sesapi lagi karena dingin yang memelukmu hingga hitamnya tak lagi pekat. Aku menunggu, kau selalu saja bisu dan meragu. Aku tak dapat membaca arah pikiranmu kini. Bahkan lamunanmu menyelam terlampau dalam sampai waktu tak dapat membawamu ke permukaan. Kini didepanmu aku hanya asing bagimu. Kita pernah saling bersilang jalan dan kini kita dihadapkan kembali di ujung persimpangan yang kulalui dulu. Kau terpaku aku membisu, telah ribuan kosa yang ku susun namun getirmu merebahkan semua kata yang hendak meloncat dari ujung mulutku. Ini lucu memang, tapi ketika kau tahu bahwa aku telah menunggu di depan teras ingatanmu. Mungkin kau bertanya-tanya mengapa aku tak segera beranjak? Aku diam karena aku tak bisa menjawab dengan terdesak. Kuharap kau mengenalku sebagai rumah dan bukan sebagai tempat singgah, karena pergi mu adalah usaha kembalimu untuk berkata baik-baik saja. Maukah kau menatapaku sejenak seperti tatapan pertama kita yang canggung namun lekat? Maukah kau, pulang? (Kediri, 2015)
Dan lalu langkahku tak lagi jauh kini, memudar biruku - Float #float #sunset #blue #sky (di Ratu Boko Temple)