Mencari Waktu
Do you ever feeling like everyone is one step ahead from you? feels left behind from everyone?
Merasa bahwa orang sudah melakukan hal yang lebih, lalu kita? Masih terdiam, melihat teman-teman yang sudah maju dengan perasaan campur aduk. Sedih? Iya, karena diri merasa tertinggal. Bingung? Pasti, kenapa ketinggalan banget rasanya. Marah? Tak jarang beberapa orang merasa seperti ini. Lalu, apa yang kita lakukan? Kadang kami pasrah, merasa ingin menyerah. Ada yang berusaha tidak mau kalah, dan lainnya.
Untuk teman-teman yang sudah merasa "lebih maju" dari semuanya, tidak. Kami bukannya tidak bisa, kami hanya butuh waktu sedikit lebih panjang dibandingkan kalian. Tak jarang dari kami sebenarnya tersesat tapi kami paksakan saja, "Ah, sudah tersesat mah tancap terus weh..", tak jarang kami terkesan berdiam saja, padahal sebenarnya tidak.
untuk teman-teman yang merasa tertinggal, tidak. Kamu tidak sendirian. Tak perlu malu, semua orang punya waktu yang tepat sesuai dengan kesiapan masing-masing.
Semua orang memiliki waktu yang tepat, sesuai dengan ketentuan Tuhan. Kapan kita lulus, kapan kita menikah, kapan kita dapet kerja, kapan kita bisa punya mobil sendiri, bahkan sampai kapan kita memiliki ide yang cemerlang pun, semua sudah ditetapkan waktunya oleh Tuhan.
Teringat akan cerita ibu saya, lulus kuliah Jurusan Perekonomian ditahun 1995, dan baru bisa bekerja pada tahun 2009. Sepupu saya lulus dari kedokteran pada tahun 2008, menjadi dokter spesialis pada tahun 2015. Saya mencari ide untuk storyline sudah hampir 1 minggu , baru dapat disaat hari bimbingan ((The power of kepepet dan curcol😂)). Semua sudah ada pada waktunya, tak perlu risau apalagi memaksa. Tak masalah merasa paling belakang, terus mencari dan berjalan, sampai memang berdiri di zona waktu yang pas. Tetap terus berdoa, dan jangan patah semangat.
Selamat Mencari waktu yang tepat,
Nadia.







