Sederhana saja.
Jika kita menunda kewajiban hari ini, hendak dikemanakan kewajiban esok hari?
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Janaina Medeiros
Monterey Bay Aquarium
h

Kaledo Art
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
NASA
No title available
No title available
Sade Olutola
Peter Solarz

titsay

JVL
Cosmic Funnies
$LAYYYTER

#extradirty
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.

❣ Chile in a Photography ❣

seen from New Zealand
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Spain

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Thailand

seen from Jordan

seen from United States

seen from South Korea

seen from United Kingdom

seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@fazri91
Sederhana saja.
Jika kita menunda kewajiban hari ini, hendak dikemanakan kewajiban esok hari?
Satu tahun yang panjang, menuju lembar halaman terakhirnya. Ia kan segera tutup buku, bersama dekade yang ikut serta berganti. Melelahkan? Iya. Namun juga penuh pembelajaran. Adakala menemui jalan buntu, namun bukan berarti tidak ada jalan baru. Karena hidup itu memang demikian, setiap persoalan sudah sepaket dengan jawaban. Pun tiap kesulitan, bersamanya ada kemudahan. Tugas kita hanya dua, tetap berusaha dan senantiasa berdoa. Pun tahun ini, masih dihadapkan beberapa persoalan dan pertanyaan yang sama sejak beberapa tahun lalu. Ah semoga tahun depan, ia kan menjadi jawaban. Apapun yang terjadi, bersyukur itu patut kita lakukan tiada henti. Persoalan yang melanda, tidak pernah lebih banyak dari nikmat dan karunia yang kita terima. Pun ujian, selalu lebih singkat dari masa belajar bukan? Selamat menutup tahun, selamat menutup dekade. Setidaknya, bisa menjumpai kembali keindahan di penghujung 2019, adalah salah satu hal yang semakin bisa membuatku menutup tahun dengan senyuman. Mari bermuhasabah, ayo lebih baik! (di Mambruk Hotel Anyer) https://www.instagram.com/p/B6u8xhhhrGE/?igshid=67p3w45ed96y
"Tapi jalan kebenaran tak akan selamanya sunyi. Ada ujian yang datang melanda, ada perangkap menunggu mangsa." Sepenggal lirik dari Saujana yang mengingatkan jalan perjuangan memang tak akan pernah sunyi dari godaan. Banyak hal yang mengajak kita untuk menepi, berhenti, atau malah keluar dan berbalik arah. Tak sedikit diantara kita, yang jatuh saat badai melanda atau terlena saat angin sepoi menyapa. "Akan kuatkah kaki yang melangkah, bila disapa duri yang menanti. Akan kaburkah mata yang meratap, pada debu yang pastikan hinggap." #ntms (di Jalan Asia Afrika Bandung)
إجلس بنا نؤمن ساعة Mari kita duduk sejenak, agar tiada tergesa kita dalam kehidupan fana. Mari kita duduk sejenak, sekadar mengisi tenaga untuk ruh yang lelah oleh hingar bingar dunia. Mari kita duduk sejenak, sekejap melihat jejak memastikan langkah tak salah arah. #ntms (di Keraton Ratu Boko, Yogyakarta)
1/365 Halo 2017, sejatinya engkau tak lebih dari sekadar angka yang memudahkan ku menyadari semakin sedikitnya waktu tersisa di dunia. Membantu mengingatkan, tiap waktu bertambahlah usia. Membantu menasehatkan, warisan dan jejak kebaikan apa yang sudah siap kau tinggalkan? Agar diri kita tak hanya habis dalam tiga baris kata; Fulan Lahir tanggal sekian sekian Wafat tanggal sekian sekian. #latepost (di Prime Park Hotel Bandung)
366/366. Imbas dari sudah memisahkan konten perjalanan ke akun @hotelopedia, maka 'best nine' kali ini nyaris tak ada bau perjalanannya. Didominasi oleh foto-foto bersama kawan jaman di asrama, yang temanya pun dominan pernikahan. Diselingi foto saat menjadi santri, foto Berbagi Unvix, foto sendirian diapit pasangan saat bukber @kansnfbs, foto bersama gurunda K.H. Arifin Ilham, dan (satu-satunya foto berbau perjalanan) foto kabin ekonomi terbaru dari @keretaapikita. Besok tahun berganti, sejatinya sama sebagaimana hari-hari lainnya. Hanya saja boleh menjadi tolak ukur serta indikator, sebarapa kita bertambah baik atau (semoga tidak) malah bertambah buruk. Selamat menikmati akhir pekan yang juga akhir tahun. Bagi yang berlibur, semoga dianugerahi ketabahan kala hadapi kemacetan. Dan semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun depan, lebih bermanfaat, serta lebih mendekatkan pada Dzat yang ridhoNya senantiasa kita harap.
Allah tentu memberikan kita kebebasan untuk memilih jalan dan rute mana yang hendak kita tempuh. Tapi perlu kita pahami pula, setiap jalan dan rute pasti ada konsekuensinya. Rute bus ke Jakarta, tentulah kita tak bisa berharap ia kan mampir ke Semarang atau Yogyakarta. Demikian pula dalam jalan hidup. Ketika kita sudah baligh, maka setiap pilihan yang kita ambil sejatinya ditanggungjawabkan pada diri kita. Siap atau tidak siap, mau atau tidak mau. (di Terminal Leuwipanjang)
Betapa perlu kita tetap menyalakan akal dan nurani, walau segelap apapun sekitar menyelimuti. Menjaga agar tetap waras dan terjaga, ketika zaman semakin menggila. (at Yello Harmoni)
Nikmatnya bernafas normal
Catatan diary #1
Pagi ini terasa berbeda seperti biasanya. Sudah hampir 5 bulan terbaring dan terhisap dalam roda roda kehidupan bahwa aku yakin bisa survive dan sembuh dari penyakit ini. Penyakit ini terus menggerogoti badan yg dulunya bisa disebut atletis kini tinggal kulit dan tulang. Badan ini terasa ringan, seperti yakin bisa lari sekencang mungkin tapi apa daya untuk berdiri aja butuh usaha yg luar biasa. Sudah gak terhitung lagi ini day ke 150- sekian aku masih bisa tersenyum dan mengucap syukur masih diberikan kehidupan setiap paginya.
Terbesit dalam lamunan, mencoba untuk update dan menulis sedikit coretan yg terinspirasi dari buku chicken soup untuk menumpahkan uneg2 agar menjadi bahan instrospeksi bahwa kamu masih disayang dan sedang diperhatiin oleh Allah. Aku mendapat tumor paru2 di sebelah kanan, kata dokternya aku menderita penyakit timoma. Aku dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta untuk dirawat di rumah. Bunda takut di Jakarta. Macet dan bingung mau kemana mana, maklum keluarga kami dari desa dan tidak pernah sakit. Ini pengalaman pertama bagi keluarga saya divonis penyakit yg “agak” berat. Paham kami orang miskin dilarang sakit. Karena biaya dokter dan rumah sakit amatlah mahal bagi kami waktu itu. Apapun yg terjadi kami harus tetap sehat.
Masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki berapa kemoterapi, sinar, rontgen, CT scan, infus, obat obatan, opname dan semua efek sampingnya yg alhamdulillah masih bisa bertahan. Yg jadi problem adalah yg diserang adalah paru paru. Tempat kita bernafas. Coba kalo gak bisa bernafas rasanya gimana. Tahan nafas aja 5 menit, kita akan cepet cepet bwt kembali menghirup udara segar. Saya udah membuktikan kalo ceramahnya ustad ustad tentang nikmat bersyukur masih bisa bernafas dan kita tidak disuruh membayar oksigen untuk hidup itu benar adanya. Oksigen harganya lumayan mahal gaes, apalagi kita setiap hari bernafas. Gak bisa dibayangin berapa tabung oksigen yg harus kita punya. Dan kalimat ini selalu benar, nikmat Tuhan manakah yg kau dustakan ?
Jika kita terus mengeluh yg ada kita malah jadi lebih sakit, bahkan mau berteriak kalo itu sakit juga tidak menimbulkan kesembuhan. Apa dengan berteriak sekeras kerasnya dan semua orang tau kalo itu sakit banget membuat kita merasa perlu dikasihani bahwa kita ini lemah dan tidak berdaya ? Hal ini saya jumpai waktu saya opname kemo yg ke 4, ada pasien kanker prostat yg teriak teriak mengeluh kesakitan dan hampir tiap malam menjerit, kemudian dia mendengkur amat keras yg membuat saya tidak bisa beristirahat. Beliau dulu adalah mantan kepala sekolah yg gagah. Dan dengan sakit kita ditunjukkan alangkah tidak berdayanya manusia di kala sakit. Yang kita yakini sebenernya memang kodratnya kita ini sebagai manusia makhluk yg lemah dan tidak berdaya. Sudah diam saja dan perbanyak istigfar. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Banyak sekali hikmah yg bisa dipetik, sampe saya harus punya oksigen sendiri di rumah. Tabung gas ukuran sedang jadi saksi dan penolong dikala sesak nafas. Manusia itu bener bener tidak berdaya di kala sakit. Mau badannya besar, pernah mendaki gunung, menyeberangi sungai, berenang di lautan, berprestasi baik di bidang akademik maupun karir, jika semua itu diambil subhanallah. Apa lagi yg bisa dan mau disombongkan ? Bener bener sampe gak bisa nafas. Rasanya kalo jiwa ini diambil pahala apa yg bisa dihisap. Kebaikan apa yg bisa jadi penolong. Amalan amalan apa yg membantu untuk meringankan pertanyaan pertanyaan alam kubur yg selalu diterangkan guru agama saat sekolah. Gak kebayang apapun yg ada aku cuma mikir hari ini hari jumat bukan ya. Kalo misalnya hari ini hari jumat alhamdulillah, kalo bukan ya astagfirullah. Pikiran yg kedua yg muncul adalah aku udah shalat belum ya. Waktu itu kejadian jam 2 pagi. Langsung tanpa pikir panjang di tengah sesak nafas yg melanda yg keinget adalah shalat isya. Langsung bayangin shalat isya sambil salam. Terbesit dalam lamunan ya Allah mohon ampun, mohon ampun sambil memejamkan mata. Teringat dalam kajian Islam, Rasulullah saw yg dijamin masuk surga aja setiap harinya mohon ampun, mengucap istigfar 100x. Aku yg gak dijamin aja, ah sudahlah. Gak tau berapa kali. Yg jelas aku jadi lebih tenang, nafasku kembali normal. Malam itu menjadi malam yg panjang. Ibuk dan adek sudah bersiaga di tempat tidurku. Yg ada mereka keras keras membaca doa memegang kaki dan tanganku. Takut kalo aku sampe tidak sadarkan diri. Bibir ini yg ada hanya mohon ampun dan mohon ampun.
Waktu pun terus bergulir jam 3 pagi kemudian jam 4 sampai akhirnya adzan subuh berkumandang hati ini mengucap syukur masih diberi kesempatan untuk kembali menemui pagi. Biasanya kalo sehat, aktivitas bangun pagi menjadi hal yg biasa. Bangun, badan terasa Segar, atau masih pegel pegel, mager terus tidur lagi. Bagi orang sakit bertemu pagi adalah bertemunya harapan hidup. Masih diberikan kesempatan di dunia untuk menemui matahari pagi.
Dibalik sakit yg diderita ternyata Allah berikan nikmat yg luar biasa. Nikmat itu berupa ( Bersambung…. )
Selamat jalan, bung Pandu.
Melihat ibu bersama bayi yang sedang digendong dan disuapi olehnya menjadi teringat masa kecil dulu. Ketika kita tak punya daya apa-apa, ibu mencurahkan segalanya untuk kita. Meluangkan waktunya, bahkan sampai mengabaikan kesehatan dirinya. Kala kita beranjak dewasa, saat sang ibunda mulai kehilangan daya, setulus apakah kita menemani dan meluangkan waktu untuknya? Sering kita berkata sibuk, belum bisa pulang. Atau berkata, maaf bu masih ada agenda. Atau beralasan hal lain seterusnya. Padahal boleh jadi pinta ibu sederhana. Bukan ingin harta benda, atau materi nan berharga. Bisa jadi ibu hanya ingin berjumpa dan berbicara lama dengan anaknya. Sebagaimana yang dulu senantiasa ibu kita lakukan, sedari saat kita masih tak mampu berbuat apa-apa. #ntms #nasehatjumat #bestwesternindonesia #favoritespotatbestwestern (di Best Western Premier The Hive)
Keberpihakan
Di saat Nabi Ibrahim (a.s.) dibakar oleh Raja Namrud, seekor semut membawakan setetes air. Melihat hal itu, seekor burung kemudian bertanya, “Untuk apa kamu membawa air itu?”
“Ini air untuk memadamkan api yang sedang membakar kekasih Tuhan, Ibrahim (a.s.),” jawab semut.
“Hahaha… Tak akan berguna air yang kamu bawa,” kata burung.
“Aku tahu. Tetapi dengan ini aku menegaskan di pihak manakah aku berada,” tegas semut.
Ini kisah sederhana untuk siapapun yang masih ragu untuk berpihak ke siapa dan bisa melakukan apa. Terkadang atas nama “tidak enak”, kita menegasikan kebenaran. Ada orang yang merokok di tempat publik, tidak berani menegur. Ada isu LGBT, tidak berani bersuara untuk mencegahnya. Ada kezaliman, tapi tidak mau memberitakannya.
Kutipan kisah tersebut saya ambil dari pengajian Ust. Dr. Muslih Abdul Karim, LC. Ada versi lebih panjang membahas LGBT, tentang dua jenis tarikan negatif yaitu hawa nafsu dan syahwat. Ini memunculkan respon dan azab yang berbeda dari Allah SWT. Kalau ada yang mau lengkap, bisa message ya.
Belakangan kita kembali diuji ada di pihak mana kita berdiri. Tulisan pendek ini kembali mengingatkan saya, sekecil apapun kontribusi kita, itu bisa jadi bukti sikap kita. Sebuah penegasan keberpihakan. Semoga menjadi pengingat untuk kita semua.
Daftar Nama GF Dari Masa ke Masa
Nah, kalo ini daftar nama GF dari masa ke masa!:D
Fauzan
Miftahul Ulum
Tazkiyatun Nafs
Furqon
Fis
Ashkaf
Ashnaff
Saff
Shofa
Asysyafa
Farobi
Alif
Fatah
Hanif
Fithroh
Tahfidz
Wafa
Fathonah
Salafi
Firdaus
Kahfi
Fadlan
Intifadhah
Fatahillah
ShaffOne
Farizi
Arafah
Fillah
Hafidz
Faiz
Daafa
Faaza
Kaaffah
Falaah
Khalifah
Fikar
Miftah
Faruq
Nafis
Faqih
Muflih
Fadhil
Kuffah
Fatih
Apa nama GF Selanjutnya?
*Waaaaa. Satu lagi catatan yang saya perbaharui, tiap semester pula. Okesip*.
telat banget updatenya. gapapa lah ya. :p
45. Arfi
46. Farid
47. Ahqaf
48… (insya Allah dilantik bulan ini, bocoran dari tim PCP)
48. Fawwaz
49. Mufiid
50. Fath
Jika suatu saat hatimu goyah karena apa kata orang, lekaslah berlari menuju apa kata Tuhan.
Bukankah memang setiap pembelajaran tentang kebaikkan selalu ada godaannya? (via jalansaja)
Remember, with great power comes great responsibility. Diantara seluruh makhluk, manusia termasuk yang dicipta dengan sangat spesial dan sempurna. Ia ditakdirkan memiliki kemampuan yang bisa melebihi makhluk lainnya, yakni berupa akal. Maka sejatinya keberadaan manusia bukan sekadar untuk memperhatikan spesiesnya saja, ia seyogyanya turut menjadi "pemimpin" bagi makhluk lainnya. Karena itulah konsekuensi dari kemampuan yang Allah lebihkan dari makhluk lainnya. Ya, sebagaimana pesan Paman Ben, "Remember, with great power comes great responsibility." (di Kemang Sari 4 Jati Bening Baru)
Senyaman apapun perjalanan, tak ada yang lebih nyaman dari hangatnya keluarga di rumah. Karenanya selama apapun kita berkelana, rindu tuk pulang kan selalu ada. (at KA Taksaka Malam Yogyakarta-Gambir|Eksekutif 6/3A,3B,3C)
Karena dalam setiap perjalanan, pasti selalu ada alasan untuk kembali pulang. Minimal karena sudah kehabisan ongkos dan harus menabung kembali. #bukanquote #yuknabung #jalanjalan #sky #traveler #welcomehome #indonesia #malaysia #airasia
Semegah apapun rumahmu. Sekaya apapun dirimu. Seindah apapun fisikmu. Bagi langit kan terlihat tak lebih dari butiran debu. Duhai manusia, masih pantaskah bersombong diri? Sibuk berbangga akan duniawi, tapi abai kepada Ilahi.