Lorong Waktu
Aku memanggilmu dalam memoar yang ku simpan rapi di masa lalu
Tentang rasa, tawa, dan air mata
Akankah kau ingat kita berbincang dalam balutan metari senja
Duduk semeja
Dengan menu yang sama tanpa sengaja
Kala detak jantung kita yang masih seirama
Kita menabung harap dalam lorong-lorong waktu
Kini kita berjalan ke arah yang berbeda
Berkata dalam suara yang tak lagi senada
Menatap dua cakrawala
Menyiram ego yang tumbuh subur dalam logika
Kita yang kini tak lagi menyapa
Seakan melupa masa itu
Bahwa kau dan aku
Tak kan melepas erat jemari
Berjanji untuk tidak pernah pergi















