Morning ayu, iloveyu
YOU ARE THE REASON
Sade Olutola
macklin celebrini has autism
cherry valley forever
ojovivo
Jules of Nature
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her
Sweet Seals For You, Always
todays bird

JVL

Janaina Medeiros
h
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily

titsay
art blog(derogatory)

izzy's playlists!

Origami Around
Fai_Ryy
seen from Brazil
seen from Russia
seen from Russia
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Algeria

seen from Malaysia
seen from India
seen from Croatia

seen from Senegal
seen from Australia

seen from Morocco
seen from United States
seen from Singapore
seen from Tunisia
seen from Spain
@febryanfd
Morning ayu, iloveyu
Tolong bedakan antara kepo dan peduli, bedakan antara kepo dan khawatir.
(via kujagabulanbersinaruntukmu)
Asalkan kau jadikan tempat aku pulang.
Menulislah meski tidak menarik, berusahalah tidak menjadi plagiator, jangan sampai bosan, jangan berhenti meski tak seorangpun menyukai tulisanmu. Setidaknya, kita memiliki kisah yang mampu diabadikan lewat tulisan.
(via tehjeruk)
Kamu tahu, kamu orang yang selalu ingin aku temui. Iya, melihat senyum mu dan memandang indah tatapan mu.
(via rvinakurniap)
Bagaimana jika kamu tidak lagi di sisiku? Bagaimana jika kamu berhenti mencintaiku dan bersama dengan yang lain?
(via rvinakurniap)
Menjalani
Aku merindukan waktu dimana mendaki itu bukan untuk mencapai puncak, tapi menikmati perjalanan
Aku menanti waktu dimana mendaki itu bukan untuk menikmati kesendirian, tapi kebersamaan
Aku merindukan waktu dimana mendaki itu bukan untuk melepas penat, tapi menikmati kebahagiaan
Suatu saat perjalanan itu akan dibuat dan pasti, pendakian yang menikmati perjalanan bersama dan berbahagia.
Aku tunggu kamu di sini.
©kurniawangunadi
Halo…
Kamu. Aku suka caramu, cara memandang apapun sesuatu itu. sudut optimis, slalu saja kau tunjukan. Oiya tak lupa dengan senyum malumu. Ahaha aku suka!
Aku? Selalu saja ingin nyapa dan slalu saja tak bisa.
Oiya ada lagi akupun rindu percakapan-percakapan yang jarang kita lakukan. Ehe bahagia itu sederhana bukan?
Tetaplah bahagia dan ceria!
Tulisanku msih tentang-mu. Nona
Untuk setiap cerita yang kau anggap ketidakpentingan, aku tak mengapa menjadi pendengar yang diam mengamati caramu bercerita. Ceritakanlah hingga tuntas, biarkan aku terdampar pada duniamu.
(via jalansaja)
Dakuncen (Tidak Herus “Move On”)
Saya percaya, pada suatu masa saya akan dipertemukan dengan seseorang yang dengan mengenalinya tiada kekhawatiran bagi saya untuk segera mengunjungi orangtuanya. Bagi saya, itulah sebenar-benarnya cinta. Saya tidak ingin menutup diri pada siapa pun, saya mau berkawan dengan siapa saja. Karena bisa jadi pasangan saya adalah teman saya sendiri. Tapi yang namanya kehidupan, kita tidak bisa mengontrol mana teman yang pandai memposisikan diri sebagai teman, dan mana yang cenderung terlalu mudah membawa perasaan.
Ada saat dimana hati berbisik, “Barangkali dia Nona masa depan saya. Dia yang tepat.” Tapi dengan kesadaran yang terus berupaya saya ikat, saya selalu belajar untuk menahan diri. “Belum saatnya untuk diutarakan.” Karena bagaimanapun, mengutarakan sesuatu yang kita sendiri belum benar siap mempertanggungjawabkannya akan menetaskan keruetan-keruetan baru.
Tapi Tuhan sungguh tak pernah terduga hendak memberikan pembelajaran macam apa. Ada saat dimana sesuatu yang kita idamkan diam-diam, yang coba kita upayakan, Tuhan menariknya dari jangkauan kita. Kecewa, iya. Sedih, sedikit. Menyesal, tidak sama sekali.
Saya selalu mencoba memahami alur kehidupan. Ketika saya mulai menggenggam harapan, saya pun turut serta membawa kesadaran sebagai pembatasnya. Maka ketika tanpa terduga harapan itu jatuh ke dalam jurang, masih ada kemungkinan bahwa saya akan nyangkut di pembatas yang saya buat, dan tentu saja saya tak perlu terlalu repot memanjat tebing jurang untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Jika yang dimaksud banyak orang move on itu melupakan. Saya tidak butuh sama sekali. Tujuan saya masih tetap sama “Nona masa depan saya”. Entah siapa pun dia pada akhirnya–orang dari masa lalu atau orang baru–bagi saya tidak masalah. Saya tidak hobi membuat keharusan-keharusan yang menyusahkan diri saya sendiri, melupakan kenangan misalnya. Karena saya percaya, yang namanya melupakan hanya bisa terjadi tanpa disengaja. Lalu buat apa saya susah payah berteriak, “Saya harus melupakannya, saya akan melupakannya”, kalau pada kenyataannya melupakan tak pernah bisa dilakukan dengan sengaja.
Lagi-lagi, saya akan kembali percaya pada tujuan saya. Saya hanya butuh terus berjalan, saya hanya butuh terus belajar. Hingga akhirnya Tuhan benar-benar membukakan mata saya pada yang benar bagian saya. Ketika saat itu tiba, saya akan yakin–bahkan ketika masih ada yang saya rasa belum siap, Tuhan akan berbisik pada hati saya; “ini sudah waktunya”.
Saya tidak perlu move on (melupakan) dari siapa pun, karena tujuan saya masih tetap kamu. Iya kamu, Nona masa depan saya yang masih Tuhan jaga dari ketidakmampuan saya untuk mempertanggungjawabkannya sekarang.
Saya tidak butuh menyengaja melupakan, saya juga tidak butuh menyengaja mengikhlaskan. Saya hanya butuh untuk terus berjalan, butuh terus berlatih berbuat baik, dan saya butuh untuk terus menggali pembelajaran. Itu yang saya butuhkan, cukup itu.
****
Be(lum) Move ON dari gowithepict Bawah atap kamar kost, 16 Mei 2015 16:42 WIB Image source : flickr.com
S a m p o e r n a ,begitu sempur-na #photography #photograpic #smoke #vscocam #vsco #instagraminhand #kekinian
Selamat malam nona.
Maaf sekedar mencintaimu dengan diam-diam.
Maaf sekedar mencintaimu secara diam-diam.
Seketika langit tak bersahabat, ku dapatkan senjamu. Dan selamat malam nona. #photography #vscocam #vsco #visitindonesia #mendung #senja #indonesia #indonesiadestiny #exploremakassar (di Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar)
Selamat pagi nona, Terbarkan senyumanmu