Merendahkan yang lain agar terlihat lebih tinggi? Ini murahan.
(via melisalalalaa)
Bukankah justru menjadi tinggi itu karena tak merendahkan yang rendah, kan?
(via perindupetrichor-ririnsetya)

roma★
YOU ARE THE REASON
Mike Driver
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni
Cosmic Funnies

pixel skylines
One Nice Bug Per Day

Janaina Medeiros
hello vonnie

shark vs the universe
No title available

Kaledo Art
Jules of Nature
No title available

★
Sade Olutola

if i look back, i am lost
he wasn't even looking at me and he found me

izzy's playlists!
seen from Germany
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@rohim25
Merendahkan yang lain agar terlihat lebih tinggi? Ini murahan.
(via melisalalalaa)
Bukankah justru menjadi tinggi itu karena tak merendahkan yang rendah, kan?
(via perindupetrichor-ririnsetya)
Hidup bosan bila hati tak kenal tuhan, sunyi bila tak ingat ilahi.
Tiada istilah bosan bila masa kosong kita isi bersama tuhan.
Mata memang bisa melirik. Tapi, bukan berarti hati mampu tertarik.
(via fillyshertia)
Kolabo(nimbrung)rasi; Kita, Dua yang Seperti Apa?
Kita hanya dua yang menerka-nerka; apa kita memiliki rasa yang sama? Atau bahkan kita ini apa? Memiliki tidak, merasa kehilangan iya.
Kita ini hanya sebatas ingin, yang tidak pernah benar-benar saling mewujudkan.
Kita hanya dua yang masih menduga; cinta sudah hadir di antara kita atau hanya kagum semata.
Kita adalah dua yang ingin memiliki, tapi terlalu mentuhankan gengsi. Hingga untuk mengucapkan cinta sunguh susah sekali.
Atau barangkali kita dua yang diam-diam mendamba; kau untukku saja, aku untukmu sukarela.
Atau kita ini adalah sepasang bodoh, yang dengan sombong mengaku tanguh, tapi nyatanya kita kalah dan dengan sukarela memutuskan pisah.
Bahkan berpisah sebelum semua jelas mengikat, ah kita memang benar-benar sepasang dungu; terjerat pilu kehilangan yang membisu.
Atau kita ini adalah sepasang yang sok pintar, yang seolah sudah saling memiliki padahal kata saling cinta saja belum kita dengar.
Juga dua yang berlagak paling benar, menakar rasa satu dan lainnya seolah perasaan kita adalah sama. Sementara pasti belum kita sepakati.
Sementara bisa saja kita hanya sepasang yang sedang saling penasaran, tidak benar-benar saling tertarik apa lagi ingin saling terikat.
Juga bisa jadi kita adalah dua yang saling menimang; mencipta nyaman di antara kita, niat berteman tak ada lebihnya.
Bisa saja kita hanyalah sepasang bosan, yang sedang mencari pelarian, dan tidak benar-benar saling menginginkan.
Bagaimana dengan dua kesepian yang sedang mencari keramaian di setangkup perhatian-perhatian dan kekhawatiran-khawatiran? Bisa saja bukan?
Bisa saja kita hanya si sialan, yang hanya ingin mempermainkan, lalu meninggalkan tanpa beban.
Kau terlalu kejam, kurasa.
Di balik semua definisi kita, satu yang selalu kusemogakan; kita dua yang saling mencari dan menemukan, dua yang diperuntukkan.
Aku tidak kejam, hanya saja aku takut tengelam pada semua harapan yang bisa membuat patah hati dengan dalam.
Ketakutanmu beralasan, selama masih ada teori ‘di mana ada pertemuan di situ ada perpisahan.’ Tetapi, untuk kita beda cerita, aku ingin selamanya saja.
Selamanya apa masih ada, sedangkan rasa cinta antara kita saja belum tentu ada.
Kucinta kau.
Kini sudah ada.
Bagaimana denganmu? Kuharap jawaban serupa
Jangan buru-buru, yang terlalu suka menipu, pun soal cintamu itu, bisa saja itu palsu.
Persetan dengan terburu-buru ataupun terlalu cepat. Padamu, aku mulai terjatuh. Izinkan kurengkuh kasihmu, Kekasih.
Padamu aku juga ingin jatuh, tapi aku hanya akan memberikan hatiku separuh, apa kau masih mau?
Tak mengapa kini separuh, barangkali sore nanti bisa kudapat seluruh.
Selamat menanti waktu berbuka Nona, semoga setelahnya hatimu juga ikut terbuka
Kolabo(nimbrung)rasi entah yang ke berapa berasama pintuajaibkemanasaja. Ditimbrungi deseu melulu, belum kutemui jenuh. Entah besok. Entah berjam setelah ini. Semoga tidak, bersautan dengannya cukup mengasyikkan. Ngabuburit yang menyenangkan lainnya; menjelajahi isi kepala sendiri untuk membalas kata yang deseu lontarkan.
Dan, satu saja catatan yang harus kamu tahu. Barangkali kamu membaca postinganku; timbrung-menimbrung denganmu aku masih menanti. Kapan kita akan?
Suatu saat segala sakit hati ini akan mengajarkan kita di akhir cerita, bahwa untuk bahagia, pertama-tama kita harus bisa menertawakan luka.
(via mbeeer)
Jika puisi-puisiku adalah doa. Mungkin Tuhan sudah bosan membacanya. Karena kau adalah satu-satunya cerita dalam setiap aksara.
@saraahauliaa (via pena-kecil)
Aku terlalu dan selalu banyak tanya. Seolah lupa kalau kamu bukan narasumber sebuah berita. Maafkan, karena aku merasa, berita di luar sana tidak terlalu menarik dibanding kamu yang sedang apa.
(via kotak-nasi)
“Selalu ada hal yang lebih bijak dari mengenang: membuat cerita baru yang lebih indah.”
(via perempuanpecintalangit)
Menilai, menghisab, memberi label pendosa sama sekali bukan hak kita. Apa yang membuatmu merasa begitu berhak?
(via melisalalala)
Masih saja setia memahkotai kenangan, lalu berharap tentang masa depan? Sehat?
(via melisalalala)
Hanya tinggal kita mau mengeluh karena mawar itu berduri, atau kita bersyukur karena duri itu ditumbuhi mawar. Semua tergantung bagaimana sudut pandang kita menghadapi sesuatu.
(via kujagabulanbersinaruntukmu)
Sekali lagi aku harus membiasakan diri untuk kehilangan rutinitas-rutinitas yang dulu sempat aku lakukan bersamamu.
http://dwitasarii.blogspot.com/2015/05/enam-belas-hari-setelah-perpisahan-kita.html (via dwitasaridwita)
Ingat lagi, ketika kau mengecilkan seseorang yg berlaku banyak hal baik padamu, Tuhan lah yang akan membesarkannya, dengan banyak cara yang tak kau duga. Hati-hati.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Cara mencintai yang paling baik adalah dengan tidak membuat orang yang kamu cinta terbebani dengan cintamu.
(via fityanisyahrir)
hai, bulan. bagaimana kabarmu di atas sana? masih sendiri? tenang saja, ada beribu bintang memperebutkan posisi di sisimu.
26-6-14 20:49 (via estehmanistanpagula)
Seseorang pergi, bukan berarti kalian tak baik. Namun, dia paham; ada kebahagiaan yang tak bisa dipaksakan.
@cindyjoviand (via kunamaibintangitunamamu)