selalu ingin menghapus jejak hubungan saat ini dan memulai yang baru
dengan harapan, pola yang sama tak lagi terulang
merasa semua yang dijalani sampai detik ini adalah sebuah kesalahan
d e v o n
almost home
RMH

#extradirty

Andulka
Cosimo Galluzzi
dirt enthusiast
Sade Olutola

Origami Around

No title available
Not today Justin
h
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver
$LAYYYTER
KIROKAZE
occasionally subtle
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

@theartofmadeline

seen from Brazil
seen from Poland
seen from South Korea

seen from United States
seen from South Korea

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from Mexico
seen from Bolivia

seen from Czechia

seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@firdamafir
selalu ingin menghapus jejak hubungan saat ini dan memulai yang baru
dengan harapan, pola yang sama tak lagi terulang
merasa semua yang dijalani sampai detik ini adalah sebuah kesalahan
bukan terjaga karena sengaja merusak
melainkan sengaja agar kelak terlelap
menyibukkan diri di malam hari
menjauhkan diri dari ramai
menyembunyikan penat yang dirasa
semua disengaja
- bocoran tema tulisan baru di linimasa esok hari
Random Thought #2
Tak jarang kita lihat ada orang yang berteman dengan orang yang itu-itu saja. Berbincang, tertawa, menangis, dilakukan dengan orang yang sama. Seolah enggan berpisah dan sangat enggan menjalin hubungan dengan orang baru.ย
Tolong jangan bilangย โbertemanlah dengan siapa sajaโ,ย โsemakin banyak teman semakin baikโ. HEY, maaf tapi sayangnya tidak semudah itu. Kalian yang menganggap ini berlebihan mungkin tak pernah memikirkan apa yang kami pikirkan. Ya, maaf karena pikiran kami terlalu rumit, entah kalian akan paham atau tidak. Silakan berasumsi tapi tolong jangan sampai menyakiti.
Maaf karena berpikir bahwa hanya berhubungan dengan sedikit orang itu sudah cukup. Karena kelak kami takut tak akan sanggup berpisah dengan banyak orang. Membayangkan akan berpisah dengan satu orang saja tak sanggup apalagi jika harus berpisah dengan banyak orang?ย
Untuk sampai di titik ini dan bertahan saja sudah keajaiban. Berkali-kali ditinggalkan tapi masih haus akan rasa penasaran. Penasaran apakah hubungan baru kali ini akan tetap berakhir sebagai sebuah perpisahan atau memiliki bagian lanjutan. Berharap eratnya hubungan bukanlah permainan waktu dimana semua akan mulai renggang di tengah perjalanan.
Jangan tanya sekuat apa kami berusaha untuk tetap menjalin hubungan meski berat dan penuh tekanan. Entah berapa kali kami mengucapkan kata โtakutโ sembari memejamkan mata dan tangan kaki yang gemetar. Entah berapa kali kami menyusun rencana pertahanan diri kalau kalau di tengah perjalanan akan muncul sinyal perpisahan.ย
Memang seperti ini hidup yang kami jalani. Penuh ketakutan dan pikiran-pikiran menyebalkan. Dihujam penilaian mentah dari lingkungan seolah kami pelaku kejahatan. Maaf karena kami hidup dengan penuh rencana pertahanan hanya untuk dapat merasakan aman. Dan juga terima kasih atas penilaian yang membuat kami semakin tenggelam. Sungguh kami akan berterima kasih jika kelak kalian mengulurkan tangan dan menolong kami sebelum benar-benar tenggelam.
Random Thought #1
Kalau dipikir-pikir lucu ya, tapi juga memberatkan tentunya.ย
Ketika kita overthinking terhadap suatu hal yang padahal sudah jelas jawabannya, tapi kita masih saja berkutat dengan jutaan asumsi yang seolah menyangkalย โkejelasanโ jawaban yang ada. Apasih yang mau diperdebatkan?
Coba tanya diri sendiriย โhey diriku, apakah aku punya jawaban sendiri sehingga aku begitu bebal dan menentang kejelasan yang ada?โ Sepertinya jawabannyaย โtidakโ, bukan begitu? Lantas kenapa? Kenapa masih saja asik menyibukkan diri untuk menyusun dan memperdebatkan asumsi yang kita buat sendiri? Sedang lari dari apa sampai-sampai begitu senang berada dalam keadaan yangย โmenyibukkanโ?
Atau mungkin kita sudah punya jawaban tunggal untuk apa yang diperdebatkan, hanya saja kita ragu untuk memberitahukannya? Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan astaga, bertahun-tahun? Sampai selama itu kita diam dan memikirkan hal-hal yang kita tahu jawabannya namun karena ragu semua jadi sia sia? Hey, apasih yang mau dikejar? Kenapa juga sampai ragu? Apa karena takut jawaban kita ditolak?
Kabar Hari Ini
Hai, apakabar? Iya kabarmu
Kabarku? Aku sedang tidak baik, sangat tidak baik
Katakanlah Aku sedang jatuh, meski Aku tidak tahu apakah ini yang dinamakan jatuh
Dan apakah "jatuh" adalah penggambaran yang tepat? Entah
Untuk bangkit, aku tidak tahu caranya
Selama ini aku diminta tetap tegap berdiri
Untuk beristirahat, aku juga tidak tahu caranya
Selama ini aku dituntut untuk selalu bekerja
Bahkan perintah istirahat dari sang penuntut pun,
terdengar seperti perintah bekerja
Aku bodoh tidak bisa membedakannya
Maaf karena selalu marah
Selama ini aku tidak tahu kapan harus ramah
Aku dibentuk untuk menjadi seorang kompetitor
Melawan, berjuang, mengalahkan orang lain
Aku benci jika harus kalah
Karena menang pun tidak dihargai
Jika kalah khawatir dicaci
Tak perlu dimengerti
Tulisan ini berat, bahkan untukku sendiri
Semangat untukku yang menulis ini, dan juga kalian yang membacanya
Semoga esok hari masih berniat untuk bangun lagi
Meski sudah hilang harapan untuk meneruskan hari
Aku harap esok hari tidak seberat hari ini
.
.
.
Firda Damayantiย
Bandung, 12 Februari 2021
๐๐๐ฅ๐ข ๐๐ง๐ข
Lelah dengan semua yang berkecamuk di kepala
Seolah tidak ada habisnyaย
Muak dengan apa yang berdesing di telinga
Serumit itu sampai satu kata yang didengar bahkan bisa membuat sesak
Usaha yang dilakukan terlalu berat bahkan hanya untuk bernafas
Menangis tanpa tahu apa sebabnya
Marah tanpa tahu untuk siapaย
Diam karena tidak tahu harus berbuat apa
Terlelap di malam hari tanpa niat untuk bangun lagi
Tidak punya tempat untuk berbagi
Oh bukan, tempat mungkin punya
Hanya saja diri menolak berbagi
Terjebak dalam stigma bahwa tidak ada yang peduli
Karena stigma itu terasa seperti fakta bahkan untuk ketiga kalinya
Kali pertama terasa seperti cambuk namun membuat candu
Kali kedua rasanya perih, bekas cambukkan belum sembuh namun ditimpa lagi
Kali ketiga seolah nyawa ada di ujung nadi
Untuk saat ini hanya diam yang bisa dilakukan
Banyak pilihan namun enggan mencoba yang lain
Takut menyesal dan terjebak lagi
Menyimpan semua sampai keadaan aman
Meski tidak tahu sampai kapan
Tolong jangan meledak di tengah perjalanan
Sekali ini saja, sampai akhir ingin aku simpan
Maaf karena harus kembali bertahanย
Untuk kali iniย
Mungkin lebih lama lagi
.
.
.
Firda Damayanti
Bandung, 9 Februari 2021
๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ฝ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐๐ฎ๐ธ
Untuk beberapa alasan
Aku ingin tidur lelap
Membebaskan diri dari sesak
Berdamai dengan semesta
Terlalu banyak rumah yang ku bakar
Bukan, bukan untuk menghancurkan
Hanya demi menanam egois
Dan kini semakin tumbuh
Jangan salah sangka
Bukan rumah mereka yang kubakar
Tapi rumahku
Hanya saja, mereka pernah tinggal
Dinding yang awalnya kokoh
Aku lubangi untuk bernafas
Pintu yang awalnya aman
Aku rusak untuk melenggang
Rumahku tak lagi nyaman
Membuat yang tinggal tak lagi tinggal
Rumahku kembali hening
Bahkan serangga pun enggan tinggal
Atap rumahku sudah muak dengan hujan
Membuat tidurku tak lagi lelap
Hujan tak pernah menghangatkan
Hujan tak mampu padamkan nyala api
Semua berangsur hangus
Dadaku sesak oleh asap
Tolong, Aku hanya ingin terlelap
Jangan bangunkan Aku, bila perlu
๐ท๐๐๐๐๐ข, ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ ๐โ ๐ก๐๐๐๐๐๐
๐น๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ฆ๐๐๐ก๐
104126072020
๐๐ฎ๐ป๐ฑ๐ถ๐ ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ถ๐๐ฎ
Semua sibuk bertahan
Hanya beberapa yang mempertahankan
Citra masing-masing dipertaruhkan
Siapa yang peduli?
Tak ada (dari mereka) yang peduli
Mereka sibuk tertawa
Menikmati semua (sendirian)
Tanpa teman, tanpa kesadaran
Yang lainnya hanya hiasan : Tak berguna
Maaf, tapi lagak(nya) sudah keterlaluan
Bagian (dari-ku) terbakar, berlomba
Mereka memutus pita finishnya
Berusaha, berlari sembari tertatih
Pikiranku tak sampai, baru setengah jalan
Tangis, peluh, darah (milikku dan para pejuang)
Bandit!
Tak sudi Aku berhenti
Apa saja yang mereka kerjakan?
Tak bisakah mereka memutus pita finish milik sendiri?
Hina! Tak sudi pita (milikku) putus sebelum (Aku) mencapainya sendiri
Aku benci mengatakannya
BAYAR! terucap keras dan bisu
Larilah kalian para bandit lebih jauh,
Satu langkah (kecil) saja akan menambah biaya yang harus dibayar
Akan berlaku kelipatan (langkah dan bayaran)
Tak sudi bandit berkeliaran bebas: tertawa dan menari dengan pita
Jangan lupa akan bagian (milikku) yang hangus
Hingga saat ini masih berdetak berpacu dengan waktu dan amarah yang hampir sampai (ke-puncak)
Bandit akan mencium asapnya (milikku), harum dan menyesakkan: membuat bandit gelisah
Kelak giliran mereka hangus, busuk
Buah pahit dari hasil curian
Jariku benci berurusan dengan api
Kelak mereka sendiri yang menekan (pelatuknya)
Bandit akan melawan
Namun semesta sudah menentukan finish (untuk mereka)
Tanpa pita
Pasti
๐ท๐๐๐๐๐ข, ๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐
๐น๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ฆ๐๐๐ก๐
002007072020
Sadar
Dulu kita bertemu
Bertegur sapa
Hanya sebatas itu
Kini? Semua gaduh
Bosan katanya
Tak dapat bertemu
Keluar rumah saja tak bisa
Lalu, kemana saja dulu?
Saat kita mampu melakukan semua
Tak sekadar bertegur sapa
Dulu kita mampu bercanda
Bermain bersama
Menari, bernyanyi, dan menulis
Sebenarnya dulu bisa
Tapi?
Kenapa baru sadar sekarang
Kenapa tidak dilakukan dari dulu?
Jangan sebut ini tamparan
Kemana saja kalian?
Mungkin memang benar
Sesuatu yang pernah ada,
Tak akan pernah disadari
Sampai akhirnya yang ada itu hilang
Kalian rindu?
Tak apa, silakan saja
Meski semua itu percuma
Karena yang hilang,
Tak mungkin kembali
Kalaupun kembali,
Mungkinkah akan kalian sadari?
Bandung, 4 April 2020
Firda Damayanti
Day-sekian quarantine ๐ช๐ช
Cool mental illness things:
Smiling at people then feeling your face fall when nobody is looking
Lying every time someone asks how you're doing
Watching yourself go thru the motions because you can't feel anything but don't want to disappoint people
Hating yourself for every decision you make even if you did your best
Forgetting to eat but it's ok because you dont want to eat anyway
Escaping reality thru substances but not really
No energy for things you enjoy but it's ok because you don't enjoy anything anymore anyway
Feeling worthless even tho people care
Feeling like a fake liar because you just want to die but have to pretend you dont
Wanting to give up but you can still do stuff on autopilot kinda so it's ok
Do I have a cold or am I just empty emotionally and have low blood sugar
Sucking at work because no energy
One thing about depression is the discomfort you feel all the time. Not sure if its physical, emotional or both. But you just feel like somethings wrong all the damn time and its scary how you end up getting used to it.
Do we really have to spend our life times this sad ?
fightingborderline (via fightingborderline)
๐๐ Happy graduation! Ucapan yang kini sedang hangat-hangatnya diberikan kepada kita, V'19. Sulit dipercaya, namun ini nyata, kita lulus kawan! Melalui suka duka bersama selama 3 tahun lamanya. Kita berhasil! Tahun 2016 kita dipertemukan di tempat yang sama, SMAN 5 Bandung. Tempat yang ditakdirkan Tuhan sebagai wadah kita memulai cerita. Bukan hal mudah untuk memulai hal baru, tapi kita berhasil. Kita berkenalan satu sama lain, mulai memahami, dan akhirnya saling menyayangi. Kita berhasil berjuang bersama. Mengukir cerita yang penuh suka, duka, canda, bahkan cinta. Mengerti betul bahwa hidup bukanlah sebatas kata dalam cerita, dimana akhir dan kelanjutannya ditentukan oleh sebuah tanda baca. Kita berhasil kawan! Berhasil menjadi penulis andal dari cerita kita sendiri. Merangkai kata menyusun cerita demi akhir bahagia. Mungkin kelak, kita akan sulit bertemu karena banyak hal. Namun seorang penulis tak akan pernah melupakan karyanya. Kita tak kan pernah melupakan cerita ini. Cerita yang kita buat. Kita mungkin senang, sedih, marah, kecewa atau bahkan benci dengan sebagian kecil dari cerita itu. Namun itulah keindahannya, perasaan yang bercampur menjadi satu justru kelak akan selalu membekas. Membuat siapapun yang merasakannya enggan untuk lupa. Entah apa yang harus kukatakan pada kalian sebagai tanda terimakasih. Pertemanan kita itu ibarat mengompol dalam celana. Semua orang dapat dengan jelas melihatnya. Namun hanya kita yang dapat merasakan kehangatannya. Thank u, for being the pees in my pants ๐ . . . . Dan teruntuk Pak @kurnia.agus terimakasih telah menjadi walikelas, guru, orang tua, sekaligus teman yang luar biasa. Terlalu banyak yang sudah Bapak berikan sampai mungkin tak cukup 1 buku tebal untuk menuliskan semuanya. Terimakasih telah memberikan yang terbaik untuk kita ๐ See u on top ๐ https://www.instagram.com/p/BzTLhASpKK6/?igshid=1u50qzx9x5d6a
underwater girlโs hair artwork
Itโs been a long time since my last post. Ok, now this is my new post.
Mural painting competition!!! Gotcha!! Finaly became the 2nd winner. I hope it can be the 1st winner, but itโs ok :) Stop racism!!
Fourteen Jurnalistik event with special writer, Adi Rustandi :) thanks for yesterday guys.. hope you like the event :)