…
Kamu seperti mimpi, yang belum sempat aku peluk di dalam tidurku, mimpi itu jauh terbang tak terlihat lagi.
…

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from China

seen from France
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Vietnam
seen from China
…
Kamu seperti mimpi, yang belum sempat aku peluk di dalam tidurku, mimpi itu jauh terbang tak terlihat lagi.
…
mencari lelap
kadang lelap menjadi sulit ditemukan. mungkin karena tertutup penat lalu pikiran menerawang.
kadang lelap menjadi sulit ditemukan. mungkin karena terdesak sesak lalu perih menusuk.
kadang lelap menjadi sulit ditemukan. mungkin karena tertahan harapan lalu tidak terwujud.
kemudian lelap digantikan oleh isak. kasihan.
Ber(isi)k
Tidurku terusik
Dengan suaramu yang berisik
Bulir-bulir mimpiku pecah begitu saja
Jangan ganggu tidurku yang cantik, kataku...
Mata ini masih memerah
Rindu dengan lelap yang menjanjikan ketenangan.
Ah, berisik kau!!!
Jangan ganggu hidupku!
Hidupku masih ingin berlanjut esok di bawah pena
Rupiah memang gemar mencampuri hidup orang lain.
-----------------
19 Juni 2020
*Senja2803
Nyamuk
Kau berdiri tersipu di liang mataku, menunda kantuk yang teklak-tekluk. Kau rampas lelapku kau tunda mimpiku. Enyahlah, aku sedang tak ingin sebasa-basi itu.
Ris sutanto
SURGA
Rumah kini menjadi yang paling surga
kau ada, dan seakan milikku selamanya
juga kata-kata itu, saling berbalas
entah kau terpaksa atau tidak
malam ini biarkan aku tak peduli.
Dan lelapku enggan datang
senyummu masih berapi-api
di mataku yang masih terbelalak.
Di sebelah kau sudah tidur belum?
Aku ingin berkunjung,
bersama dekap yang paling pengap,
juga cium yang paling harum.
— Purwakarta, A.
Membangunkan Debar yang Tidur di Dadamu
Kau getaran pada membran yang menolak untuk berhenti barang sesaat. Menyanyikan bunyi dan meniadakan sunyi diantara kita.
Kau pelukan yang menolak untuk melepaskan. Seperti hutang jutaan rindu yang akhirnya lunas dibayar dengan sebuah temu.
Kau kenangan yang menolak untuk dilupakan. Menghantui setiap jengkal pikiran dengan bayang masa lalu yang menghanyutkan. Aku : sunyi yang kau bunyikan : temu yang enggan kau lepaskan : pikiran yang kau hanyutkan : dada yang kau debarkan— yang kemudian mencoba membangunkan debaran yang lelap di dadamu.
Pontianak, 24 Oktober 2017
Sang penikmat malam
Rembulan pada angkasa yang hampa Semesta bernyanyi lewat angin yang menyesap pada pori kulitku Dan aku tetap pada lelapku Berkisah lewat cerita dengan bunga tidurku Terpejam saat cahaya bintang terlihat paling terang Hingga nanti kejora tampak disudut mataku
Bila kau tak bisa terlelap segera, ya sudah biarlah kuwakilkan saja.
Ris sutanto