Aku melepasmu bukan karena tanganku lelah menggenggam, tapi karena aku tahu sayapmu terlalu megah untuk sekadar berteduh di bawah atapku. Pergilah, temukan langit yang lebih luas, yang bisa bikin kamu terbang lebih tinggi.

Jimmy Eat World
Monterey Bay Aquarium
No title available

Kiana Khansmith
Keni

Origami Around
ojovivo
Sweet Seals For You, Always
Show & Tell
tumblr dot com
RMH
Fieri Frames
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Game of Thrones Daily

blake kathryn
Noah Kahan
Sade Olutola
I'd rather be in outer space 🛸
Cosimo Galluzzi
The Stonewall Inn
seen from Norway

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Argentina
seen from TĂĽrkiye
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from Brazil
seen from Norway
seen from Ukraine

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Ecuador
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from TĂĽrkiye
@fitriakarina
Aku melepasmu bukan karena tanganku lelah menggenggam, tapi karena aku tahu sayapmu terlalu megah untuk sekadar berteduh di bawah atapku. Pergilah, temukan langit yang lebih luas, yang bisa bikin kamu terbang lebih tinggi.
Sialnya, caraku merindukanmu adalah dengan menjauh selangkah demi selangkah. Seolah dengan pergi, sesak di dada ini bisa sedikit berkurang.
‌Tak perlu ada tanya. Biarkan jarak tetap menjadi jarak. Aku hanya sedang mendidik hatiku bahwa melihatmu dari kejauhan—lewat ingatan—adalah satu-satunya cara memilikimu tanpa rasa sakit.
Rindu ini terlalu megah jika hanya diringkas dalam sepatah kata 'apa kabar'. Biarlah ia abadi dalam tatapan kosongku ke arah cakrawala.
maaf, kali ini aku gagal lagi. aku merindukanmu.
Kita ini seperti dua frekuensi yang saling mencari, tapi cuma nemu statis dan suara bising di tengahnya. Mencintaimu ternyata bukan soal seberapa keras aku berteriak, tapi tentang menyadari kalau sekat di antara kita memang terlalu tebal untuk ditembus kata-kata.
​Aku lelah mencoba menerjemahkan diammu, pun kamu yang tak pernah paham maksud riuhku. Jadi, biarlah hening ini jadi cara paling jujur untuk kita saling melepaskan, sebab memaksa bicara dalam bahasa yang berbeda hanya akan membuat kita saling melukai lebih lama.
Bagiku, mencintaimu kini hanya tinggal sunyi yang kupeluk sendiri. Aku sudah tak punya lagi tenaga untuk menahanmu tetap di sini.
​Pergilah, kejar ia yang bisa membuatmu bahagia. Perihal lukaku, biar aku yang mengurusnya.
Mencintaimu di sini itu seperti duduk di ruang tunggu yang jadwal keberangkatannya tidak pernah diumumkan. aku tidak keberatan menghabiskan waktu, asal aku masih bisa melihatmu lewat di antara kerumunan, meskipun tujuanku dan tujuanmu tidak akan pernah berada di jalur yang sama.
Aku mencintaimu dengan cara yang paling rahasia; seperti doa yang melesat ke langit tanpa perlu kau dengar derunya. aku lebih memilih menjadi hening yang menjagamu dari jauh, daripada menjadi suara yang justru mengusik langkahmu yang sudah mantap tanpaku.
Menahan diri untuk tidak mencarimu itu ternyata jauh lebih melelahkan daripada mencintaimu sendirian. Aku sibuk berdebat dengan kepalaku sendiri, meyakinkan hati bahwa namaku memang sudah tidak ada lagi di dalam daftar orang yang kamu tunggu kabarnya.
​Aku sengaja menjauh, melipat rindu rapat-rapat, dan pura-pura sibuk dengan duniaku yang sebenarnya terasa kosong. Karena aku tahu, satu sapaan dariku hanya akan mengganggu tenangmu, dan aku lebih memilih sesak sendirian daripada harus melihatmu merasa terbebani oleh kehadiranku.
​Jadi, biarkan di sini aku tetap diam. Menonton harimu dari jarak yang paling aman, tanpa perlu kamu tahu betapa berisiknya jempolku yang berkali-kali batal mengirimkan kata rindu.
Ternyata mencintaimu sedalam ini adalah tentang belajar menjadi penonton yang paling tulus. Tidak apa-apa jika bukan aku yang menjadi alasan di balik tawamu, asal binar di matamu itu benar-benar nyata.
​Biar aku yang simpan bagian patahnya, biar aku yang sibuk menenangkan diri setiap kali namamu mendadak lewat di kepala. Kamu jangan tahu, kamu cukup bahagia saja dengan duniamu yang sekarang.
​Sebab pada akhirnya, aku sadar; melihatmu baik-baik saja sudah cukup untuk melunaskan semua doa-doa yang selama ini aku langitkan diam-diam. Mencintaimu memang tidak harus memilikimu, kan?
Mendengarkan lagu Threesixty bukan lagi soal musiknya, tapi soal caraku mengenangmu tanpa perlu bersuara.
​"Mungkin memang benar, ada beberapa orang yang cuma diciptakan untuk jadi sekadar nama di dalam doa, bukan untuk jadi teman di dunia nyata."
​Ternyata ada jenis rindu yang paling tenang; yang tidak lagi memintamu untuk datang, tapi hanya memastikan bahwa kau masih bernapas dengan baik di sana. aku mencintaimu dalam absen yang paling panjang, tanpa pernah perlu mengusik harimu hanya untuk bilang kalau aku masih mengingatmu.
"Ada kenyamanan yang lebih luas saat aku berhenti menuntut kita untuk bersama. Aku sudah selesai dengan keinginan untuk memiliki; bagiku, melihatmu tetap utuh sebagai dirimu—meski dari kejauhan—adalah cara terbaikku untuk tetap menyayangimu."
"Dunia ini adalah kumpulan teka-teki yang tidak pernah aku temukan jawabannya, sampai aku menatap matamu dan menyadari bahwa aku tidak butuh jawaban lain selain kehadiranmu."
Hanya karena melihat aku senyum bukan berarti aku baik-baik aja.