Semoga kehadiranmu bukan lah sekedar titipan bagi seseorang. Melainkan hanya untuk ku seorang.
- @nuki
S // fhd.
Not today Justin
Keni
Lint Roller? I Barely Know Her

Discoholic 🪩
Stranger Things

JBB: An Artblog!

❣ Chile in a Photography ❣
AnasAbdin

Origami Around
noise dept.

PR's Tumblrdome
art blog(derogatory)
hello vonnie

Janaina Medeiros

No title available

JVL
DEAR READER

祝日 / Permanent Vacation

@theartofmadeline

if i look back, i am lost
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Finland
seen from Germany

seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Jordan

seen from Malaysia
seen from Jordan
seen from Philippines
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@fromhertzdrow-blog
Semoga kehadiranmu bukan lah sekedar titipan bagi seseorang. Melainkan hanya untuk ku seorang.
- @nuki
S // fhd.
Roses are red Violets are blue He’s for me not for you if by a chance you take my place I will take my fist And smash it in your fucking face …
(via aloves)
Guess what honey? He’s mine. You cannot have him. Please allow this to sink in to your brain. Think about it, learn it, enforce it. Got it? Good. Thank you.
Perjuangkanlah, jika aku pantas diperjuangkan. Jika tidak, segera hentikan langkah. Sejauh ini, aku hampir saja menyerah, tapi untuk mu, aku mampu kembalikan hati yang sudah patah.
Terima kasih untuk bisa singgah dirumah yang sempat hancur ini. Kau membuat rumah ini terasa nyaman meski pernah tebengkalai
Takut
Kamu tau perasaan yang sulit dimengerti ini? Saat kepergian mu menjadi alasan ku takut untuk mencoba bahagia lagi, saat smua luka yang tak pernah terlewat ini mengingatkan ku pada sebuah kepergian.
Karena kamu
Aku takut untuk merasakan bahagia yang memang seharusnya aku dapatkan. Aku takut melukai seseorang karena sebuah kepergian bersama mu.
Aku merasa bahwa dunia menyalahkan ku atas sebuah kepergian.
Aku merasa sangat melukai mu, sedangkan aku tak menghiraukan hati yang masih hancur berserakan.
Aku takut orang yang aku cintai sekarang merasakan luka yang akan ku buat.
aku takut dipojokan atas sebuah hubungan yang telah ku jaga dengan sebuah kasih.
S // fhd ,,, saat kau telat membaca ini. Aku ingin kamu tau bahwa aku pernah meragukan diriku sendiri karena sebuah perasaan yang tak rela menyakiti.
Kamu tau apa yang lucu? Kita berdiri di satu tempat. Mengitari sudut ruangan yang sama. Tapi kita tidak dipertemukan untuk bersama. Kenapa? Karena Tuhan tau kita adalah sepasang luka yang tidak perlu bertegur sapa.
Kamu tau nuki?
Semesta merencanakan sesuatu yang indah.
Kehadiran mu bukan hanya untuk sekedar sapa.
Melainkan untuk saling berbagi rasa.
Ku biarkan kamu berlalu, agar kamu menyadari siapa yang mencintaimu dengan terlalu.
Memilih bungkam untuk perdebatan yang tak jua redam,menenangkan perasaan karena sungguh takut kehilangan.
–@yusufpict
Semesta, ajarkan aku untuk tidak merutuki seseorang yang meninggalkan ku.
Tapi, ajarkan aku bagaimana bisa mengerti sebuah keadaan mengapa mereka memilih pergi.
The Truth about Someone Who Left
Part 2
A. W.
Jakarta, Juli 2017.
Mereka bilang, “Enak ya jadi pihak yang mutusin, gampang, gak perlu mohon-mohon buat mempertahanin hubungan.”
Aku bisa bilang kalau apa yang mereka katakan itu salah. Menjadi pihak yang memutuskan untuk pergi itu tidak enak. Sama sekali.
Jika ada yang bertanya, lalu mengapa dilakukan? Aku akan menjawab karena aku tidak ingin menyakitinya lebih lama lagi.
Lalu aku mendengar banyak orang yang menyesal karena mereka yang diputuskan duluan, mengeluh kenapa bukan mereka yang memutuskan lebih dulu. Aku benar-benar ingin berteriak kepada mereka bahwa sungguh, tidak enak memutuskan duluan.
Mereka tidak mengerti kalau meninggalkan itu lebih susah daripada ditinggalkan. Sama saja sakitnya dengan ditinggalkan. Tapi tidak ada yang bertanya apakah aku baik-baik saja, karena orang yang memutuskan pergi harusnya tidak kenapa-kenapa, bukan?
Mereka tidak tahu bahwa sulit sekali berpura-pura bahwa aku sudah tidak peduli saat aku mematahkan hati dan menghancurkan mimpi-mimpinya.
Mereka tidak tahu betapa seringnya otakku bertanya-tanya apakah aku melakukan kesalahan dengan memutuskan dia. Apakah aku melewatkan kesempatanku dengan melakukan hal yang bodoh seperti ini? Apakah aku menghancurkan hidupnya dan dia tidak akan bisa bahagia? Namun aku tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut karena orang yang memutuskan tidak berhak bertanya-tanya, bukan? Jika orang seperti aku bertanya-tanya, maka akan dimaki-maki dengan perkataan, “Kalau ragu begitu, jangan mutusin!”
Meninggalkan itu lebih susah daripada ditinggalkan. Saat kamu ditinggalkan maka kamu jatuh, menangisi kepergiannya, mencoba move on, gagal move on, menangis lagi dan pada akhirnya kamu bisa bangkit dan berdiri lagi. Tapi kalau meninggalkan, itu butuh keberanian. Keberanian untuk pergi tanpa kesempatan untuk bertanya-tanya ataupun penyesalan.
Tuhan jika memang dia milik ku, maka dekatkan lah aku dengannya. Jika bukan, maka jauhkan aku dengannya.
Terima saja. Dalam dunia ini memang selalu ada sosok yang hanya dipertemukan tapi tidak untuk ditakdirkan.
(via fillyshertia)
ra.sa
pertemuan yang bahagia ini menutup sebuah luka disebuah jiwa, menutup betapa sakitnya rindu ini bersemayam. tatapan kita yang saling menebar rindu sekaligus pilu yang menyakitkan.
aku sakit karena kehilangan mu, aku sakit karena saat aku bertemu mu, aku masih menginginkan kenangan itu terjadi.
aku adalah sebuah bekas luka yang kau tinggalkan, aku adalah seseorang yang pernah singgah di semua rasa mu.
dan aku adalah luka mu saat pertemuan singkat ini berubah menjadi perpisahan hangat yang menyakitkan.
Ketahuilah, aku banyak bicara ketika di sini saja. Suatu saat bila denganmu nanti, bertemu, menukar senyum dari jauh, giliran air mataku yang akan kaudengar bergetar.
(via kotak-nasi)