(Bukan) Mereka yang Pergi
Kadang kita ngerasa sepi di tengah keramaian. Orang-orang yang dulu akrab mulai terasa asing. Grup chat sepi, kabar jarang datang, dan tiba-tiba aja semuanya kayak menjauh tanpa alasan. Aku juga pernah ngerasa gitu—kayak ditinggalkan, padahal nggak tahu salah di mana. Rasanya nyesek, kayak berdiri sendirian di stasiun sementara kereta udah pergi.
Tapi setelah lama diam dan belajar memahami, aku mulai sadar: mungkin bukan mereka yang pergi. Mungkin justru aku yang pelan-pelan mundur tanpa sadar. Dalam psikologi, ada istilah withdrawal—saat seseorang menarik diri perlahan dari hubungan yang dulu terasa hangat. Kadang bukan karena marah, cuma capek menjaga ritme yang udah nggak sama.
Aku inget kutipan dari Totto-chan, “Setiap anak punya pintu masuknya sendiri untuk memahami dunia.” Dan kayaknya setiap orang juga punya pintu keluarnya sendiri dari sebuah hubungan. Dulu kita bisa jalan bareng, tapi waktu dan cara berpikir yang tumbuh beda bikin langkah itu mulai nggak seirama lagi.
Sekarang aku nggak buru-buru nyalahin siapa pun. Kadang yang menjauh nggak butuh dipanggil balik—cukup dihargai jaraknya. Dan di titik ini, aku malah ngerasa tenang.
Nggak semua kehilangan butuh dikejar, right?Ada yang cukup disenyumin aja sambil bilang dalam hati, “Makasih ya, udah pernah bareng sejauh ini.” :)

















