Hello everyone, just call me Glen. Welcome to my online sharing platform. Through this blog I share all of my interest in travel, prose, food, handmade design, and adventure. The one who never hesitate that inspirations come from every single thing around me. My college life is the time I learned to be mature. I started to divorce that my passion is not only for challenging myself into the new adventure but also sharing what I experienced. Nothing could make me happier than knowing that my thought has helped other people. I hope this blog can inspire and bring positive. You can reach me through [email protected] :)
Ini kali kedua gue ke Indonesia Timur, setelah dari Lombok untuk Social Project tahun 2016 dan April ini balik lagi masih dengan kisah Volunteering. Such a great feeling! Awalnya tau info ini udah dari lama. Sayangnya dewa hectic berkata lain hingga akhirnya kelewat seminggu dari batas terakhir daftarnya. Sedih banget. Singkat cerita akhinya gue bisa daftar lagi dengan bantuan temen gue dan ikutan batch selanjutnya. Network works!
So, ngapain ajasih? Mandiri Volunteer adalah salah satu project dari Bank Mandiri dengan tagline “Spirit Memakmurkan Negeri” yang menerjunkan para banker ke wilayah 3T (tertinggal, terpencil, terluar) untuk memberikan edukasi finansial sekaligus penyaluran bantuan sosial. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di seluruh Indonesia. Dari hasil kepo, ternyata program ini masih terhitung baru, di mulai pada Agustus 2017 dan merupakan kegiatan untuk mendukung program Kementerian Sosial RI dalam menyalurkan dana bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) ke seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kalo kata Om Ronan Keating “If tomorrow never comes”, dan gue mengamininya dengan travelling sambil volunteering sebanyak-banyaknya. Setiap orang punya caranya sendiri untuk memaknai hidup, dan gue memilih melakukannya dengan cara paling spesial. Bagian ter-surprise nya adalah ikutan Mandiri Volunteer ini para peserta sebelumnya ga dikasih tau dulu daerah tujuannya, haha jadi sesiapnya aja, pokoknya selama seminggu. Sesungguhnya bagian tersulit adalah minta izin sama atasan loh!
Jadilah dua hari sebelum berangkat kita dikasih tau akan ke Saumlaki, Maluku Tenggara Barat! Waw jauh banget, so excited! Bagi yang belum tau, Saumlaki adalah ibukota kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang mencakup seluruh Kepulauan Tanimbar yang menurut peta, pulau ini lebih dekat ke Kota Darwin, Australia dibandingkan ke Kota Ambon. Rute flight nya Jakarta-Makassar-Ambon selama 3,5 jam dan dilanjutkan rute Ambon-Saumlaki selama 1,5 jam. Untuk penerbangan ke Saumlaki harus transit di Ambon untuk naik pesawat ATR berkapasitas 70 penumpang ke Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki. Oh iya, flight ke Saumlaki Cuma ada 2x dalam sehari, jadi jangan sampai ketinggalan pesawat yaah!
Cantik banget yah! Flight dari Ambon ke Saumlaki sejauh ini jadi yang terfavorit buat gue, sebelumnya Jakarta-Surabaya (window-right) yang bisa kelihatan Gunung Bromo, cakep! Oke, sesampainya di Saumlaki, kita dijemput dan diajak ke Bank Mandiri Sumlaki bertemu sama Papa Othies (Branch Manager) dan kaka-kaka lainnya. Oiya, Papa Othies yang paling kanan dan pakai batik. Hehe, katong diajak selfie dulu. Setelah perkenalan yang hangat, kemudian kita disuguhkan makan ikan bakar di warung Bete-Bete.
Selama disini tak terhitung deh udah berapa kali kesini, kayanya sering banget, haha! Selama seminggu disini seolah perbaikan gizi, selalu makan ikan. Sedap banget.
1. Ikan Bakar, menu yang gak pernah absen dalam seminggu
Potensi perikanan dan kelautan Indonesia Timur udah bukan rahasia lagi, Maluku salah satunya. Provinsi MTB ini juga sangat strategis karena berada di garda depan kepulauan Nusantara yang berbatasan langsung dengan Australia. Bagi penikmat seafood, pasti ini jadi yang tak terlupakan. Selain di Bete-Bete ada Warung Ikan Bakar Pak Rizki yang juga ramai. Sepanjang jalan pesisir Pantai Saumlaki berjejer pedagang ikan bakar khas Saumlaki dengan harga relatif murah yaitu sekitar Rp30-35ribu dengan ukuran cukup besar dan kita bisa lihat langsung proses pembakarannya. Proses pembakaran berlangsung 15-25 menit. Letak warung ini sekitar 100 meter sebelum Pelabuhan Saumlaki.
Di Saumlaki, rata-rata ikan bakar dijual polos dengan hanya dibumbui sederhana saat proses pembakaran berlangsung. Namun kenikmatannya boleh diadu, dijamin manis, gurih, dan segar! Yang paling favorit adalah ikan kuwe dan kakap merah, dari foto aja udah kelihatan menggiurkan ya. Teman makannya bisa pakai nasi putih ataupun lapa-lapa. Lapa-lapa itu adalah lontong dari beras ketan, beras biasa dan beras merah diramu dengan santan. Gue memilih makan dengan lapa-lapa dong, cobain!
Selain itu, tentu yang tak pernah ketinggalan adalah sambal colo-colo sebagai pelengkap. Sambal colo-colo merupakan sambal khas Saumlaki yang terbuat dari campuran tomat dan rawit segar. Ga ada yang lebih baik dibanding menikmati ikan bakar langsung di pesisir kota pantai, kan?
2. Bermodal nekat : 4 jam naik perahu kecil mengarungi Laut Banda
Kami yang berangkat dari Jakarta sekitar 16 orang dan ditambah 4 orang dari Makassar kemudian dibagi menjadi 4 tim untuk diterjunkan ke Pulau Yaru, Pulau Wuar Labobar, Pulau Tanimbar Utara, dan Pulau Molu Maru. Gue kebagian pulau terjauh dengan jarak 4 jam naik perahu mengarungi Laut Banda. Ga pernah kebayang sebelumnya akan menyeberangi lautan dalam ini hanya dengan perahu kecil dan ga bawa carry vest, bermodal nekat dan percaya. Kalo kata Papa Othies, kondisi laut saat ini cenderung tenang dan baik untuk berlayar. Walaupun mesin kapal sempat mati sebanyak 2 kali tapi untungnya bisa hidup lagi, haha padahal wajah sempat memucat karna hari semakin sore.
Petang disana menunjukkan pukul 17.34 WIT dengan momen matahari terbenam dikelilingi gradasi khas kuning, merah dan hitam sesampainya kami di Pulau Molu. Semburat jingga perlahan menampakkan diri di pesisir pantai. Warnanya yang kuning bercampur jingga gelap menghipnotis siapapun yang melihatnya. Kemunculan warna khas yang paling bikin jatuh cinta para pecinta pantai, memberi tanda bahwa senja sudah tiba. Kami disambut sorak sorai anak-anak pesisir dan kakak pembimbing yang telah menanti dari siang.
3. Ritual adat Maluku dan minuman tradisional Sopi
Kami kemudian diantar menuju rumah Bapak Kepala Urusan Pembangunan di pulau itu, kami disambut tetua desa, dibacakan doa dengan bahasa Tanimbar. I really don’t get the point. Sama sekali ga ngerti. Intinya adalah doa menyambut pendatang baru di pulau tersebut. Dalam ritual adat tersebut ada menu yang boleh terlewatkan. Kami kemudian disuguhi minuman tradisional Maluku (beralkohol) yang di daerah lain kerap disebut Tuak, Arak atau Cap Tikus. Sopi kemudian diminum bergiliran dari mulai para tetua dusun selanjutnya gelas bergilir ke pejabat desa lain dan terakhir kami, para tamu pendatang. Rasa Sopi dengan kadar alkohol tinggi terasa banget pas diminum dan baunya menyengat. Cukup seteguk aja untuk kepo rasanya.
Minuman tradisional ini menjadi dilema tersendiri karena kandungan alkoholnya yang cukup tinggi yaitu sekitar 30% dan pembuatannya sangat mudah dan tanpa bahan kimia buatan. Bahan baku Sopi dari pohon aren yang memang banyak terdapat di hutan-hutan Maluku. Harganya pun bisa dibilang murah, berkisar Rp10-50ribu dan dikemas dalam botol air mineral ukuran sedang. Selain itu, penjual/pembuat Sopi juga merupakan alternatif mata pencaharian ketika laut sedang mengamuk dan tanah gersang. Mata pencaharian utama dari penduduk di MTB adalah menjual kopra (bahan utama untuk sabun mandi), umbi-umbian (ubi dan singkong), sayur mayur (terong, cabe, tomat, dan bunga pepaya) yang biasanya dijual kembali ke Ambon, Surabaya dan Merauke.
Setelah itu, kami menuju Gereja Protestan Maluku Jemaat Sion di Dusun Adodo Molo, waktu telah menunjukkan sekitar pukul 20.00 WIT. Dusun ini sebagian besar sangat gelap, masyarakat masih banyak yang belum tersalurkan listrik, namun masyarakat sudah terbiasan bahkan mereka bisa berjalan tanpa salah arah. Setelah doa dan sambutan dari Bapak Camat, pembagian dimulai dari dusun terjauh agar mereka dapat pulang lebih cepat. Jauh disini berarti mereka harus menyeberang pulau loh. Tim kami pun mempercepat gerakan dan tetap teliti verifikasi data identitas warga, menjelaskan cara penggunaan buku tabungan dan PIN rahasia untuk kartu ATM masing-masing. Sekitar 200 lebih keluarga penerima manfaat dan kegiatan benar-benar selesai pukul 06.30 WIT keesokan harinya. Mama-mama yang menunggu pembagian pun ikut tidak tidur namun masih semangat dan ceria disertai candaan. Salutnya lagi, Bapak Camat masih setia menemani hingga kami selesai. Oiya ini tim gue, dari kiri ada Bang Ojak, gue, kaka pembimbing, Bapak Camat, Pak Patter, Kaka Rasyid, dan Bang Rizki.
4. Memulai aksi : penyaluran bantuan ke Pulau Sera
Ini merupakah penyaluran hari kedua, Pulau Sera tidak sejauh Molo Maru, kami membutuhkan hanya sekitar 45 menit untuk sampai disana. Kami diajak kakak pembimbing memasuki ruangan seperti balai pertemuan dan disana telah menunggu mama mama yang akan menerima bantuan PKH. Lautnya cantik yah! Potret tersebut gue ambil sekembalinya dari Pulau Sera.
5. Minum air kelapa langsung dari pohonnya!
Pernah punya impian ga sih, duduk di pinggir pantai dan menikmati buah kelapa langsung? I did! Berkunjung ke kawasan kepulauan pasti tidak bisa lepas dari yang namanya pohon kelapa karena ada banyak banget pantai pantai kecil tesembunyi di Saumlaki.
6. Kampung Nelayan Latdalam : ada buaya!
Setelah menyelesaikan minuman air kelapa yang kesegarannya luar biasa, maka kami melanjutkan berjalan menuju kawasan Kampung Nelayan Latdalam. Pertama kali masuk, pemandangannya seperti di negeri dongeng, ada jejeran hutan dengan pohon pipih nan tinggi menyerupai dinding bagi jembatan kayu berwarna kemerahan.
Jembatan ini mengarahkan kami pada lautan lepas tempat banyak sekali orang memancing. Gue kemudian mencelupkan kaki ke air sambil ngeliatin ikan ikan kepala batu. Balik dari sana, Kaka Dedi, driver tim yang juga orang lokal sini bilang kalau pas gue masukin kaki ke air dianya takut. Dia bilang kalo disitu ada buaya! Gue kira becandaan jadi gue tanggepin becanda juga. Setelah googling berita di Saumlaki, ternyata beneran dan ada korbannya baru aja seminggu sebelum kita kesana. wah ga kebayang deh!
Kata kaka disana, teorinya kalo banyak ikan kemungkinan besar disitu ada buaya, apalagi kepulauan Maluku yang dikelilingi lautan dalam, Laut Banda dan Laut Arafuru. Dan teori kedua, kalau air laut yang warna nya tosca itu berarti dasarnya cuma pasir putih doang. Kalau yang warnanya biru gelap, berarti ada terumbu karang di bawahnya. (oh gitu toh!)
7. Permandian dari mata air
Pemandian umum bagian laki-laki di Desa Latdalam memang unik! Pemandian ini terpisah antara kolam laki-laki dan perempuan. Air tersebut berasal dari mata air dan tidak boleh mencelupkan kaki ke sumber mata airnya. Sementara pemandian umum bagian perempuan, bersebelahan dengan kolam laki-laki. Jika dilihat dari warna airnya lebih jernih ya yang kolam pemandian laki-laki. Karena masih dari sumber alami, sedangkan buangan dari kolam laki-laki pun mengalir ke kolam perempuan (gue menyusuri aliran airnya) hehe. kolam perempuan dipergunakan utk mencuci baju juga jadi bercampur dan tidak bersih lagi. Masuk ke daerah ini gratis ya, silahkan cebur cebur sepuasnya!
8. Patung Yesus Kristus Raja
Selain di Toraja, ternyata versi Patung Kristus di Rio de Janiero juga ada di Saumlaki :D
9. Menikmati Sunrise di Raja Lima
Pagi itu sekitar jam 6.00 WIT pada saat jam sunrise sedang bagus bagusnya, setelah ada drama pemaksaan pada Bang Ojak akhirnya upaya melihat Raja Lima versi menyerupai Raja Ampat di Papua pun terlaksana. Untuk mencapai Raja Lima memang tidak ada jalur khusus, kami menikmatinya dari belakang rumah Mbah yang membuka jalan untuk lewat. Jalan yang kami lewati tidak jauh, melewati kebun dan kandang babi. Dari belakang rumah Mbah memang uniknya adalah spot paling baik menikmati Raja Lima. Tapi jangan sampai merusak tanaman di halaman rumah Mbah ya! Watch your step.
Sebagai penutup, ada beberapa foto bersama anggota volunteer yang lain. :D
Benar kata orang ya, Indonesia Timur itu cantik banget! Air laut gradasi dari tosca ke turqouise semuanya ada, landscape alamnya yang indah, dan orangnya yang ramah-ramah banget. Beta ingin balik lagi!
Prambanan sekawan dan rahasia istimewa Yogyakarta, wadaw!
Bila kamu sedang memikul beban berat, maka kamu akan takjub kalau duduk-duduk santai menunggu sunset akan seajaib itu rasanya. Paling tidak, buat gue pribadi, menunggu sunset adalah hal ternyaman. Kali ini gue membahas sesuatu yang lampau dan segala isinya. Yap, Jogja! Bagi kamu yang kuliah di Semarang atau seputaran Jawa bagian tengah maka kegiatan yang akan sering kamu lakukan adalah mengitari kota-kota disekelilingnya paling seru dengan motoran rame-rame, which is Solo, Magelang, Jogja, Wonosobo, Klaten, Temanggung atau banyak lagi. Karena masa muda gak datang dua kali dan kuliah di kisaran umur selepas SMA adalah hal yang paling takjub maka jangan sia-siakan. Jogja sarat banget sama budaya, kita ga bakal pernah lupa kalo Jogja adalah salah satu kota yang budaya Jawa-nya masih kuat banget. Culture is not always talk bout dance or fabric, but also historical relics. So, I interested to recalling memory, flashback to write bout temples in Prambanan.
Oke perjalanan nya ini dimulai pagi-pagi, dan gue berangkat dari kawasan Malioboro Jogja, sebenernya ga jauh banget sekitar satu jam perjalanan. Prambanan merupakan salah satu peninggalan Candi Hindu terbesar di Indonesia dan termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Gue juga baru tau ternyata Kecamatan Prambanan itu termasuk di perbatasan dua provinsi. Tapi sejauh ini orang-orang tau bahwa Candi Prambanan adalah aset ibu pertiwi di Jogja. Jadi sesungguhnya lokasi Candi Prambanan tergolong unik, yaitu terletak di Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah dan Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, DIY. Oiya kalau kalian mau kesini ngincer foto yang bagus better datang sekitar pagi menuju siang dan menjelang sore untuk yang mengincar sunset. Sinar matahari siang membantu banget pencahayaan pada hasil foto meskipun harus siap siap gosong. Siapin sunblock yaa.
Sebelumnya gue informasiin aja kalo segala foto ini hanya tentang Candi Prambanan haha karena foto lainnya sudah gue hapus dikarenakan alasan krusial, eh ternyata ada yang tersisa jadi gue jadiin bahan nulis aja. Gue pergi ke beberapa candi, ini ceritanya lagi edisi #explorecandi dan #glendatingwithculture, hashtag yang gue buat sendiri biar punya ciri khas tertentu. Pertama gue menyambangi Candi Prambanan yang didalamnya terdapat Candi Sewu, Candi Bubrah dan Candi Lumbung. Kemudian bergeser sedikit ke Candi Kalasan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Abang, dan Istana Keraton Ratu Boko. Oiya kalo ke Candi Abang yang harus menaiki bukit dan sudah tertimbun menjadi tanah berumput hijau sehingga mirip bukit Teletubbies dan selalu dijadikan tempat favorit bagi kambing buat nongkrong sore. Lain lagi dengan Candi Ijo, terletak di atas bukit yang lebih tinggi sehingga di sebut sebagai candi tertinggi di seputaran area Prambanan. Selain itu gue juga mendatangi Tebing Breksi yang sebenarnya adalah bekas tambang batuan kapur di Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Bercerita tentang archaeological site yang terakhir gue datangin yaitu Istana Ratu Boko yang pada masa Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC) kembali hits dikarenakan menjadi salah satu tempat nge-date Rangga dan Cinta sebelum mereka memutuskan kembali bersama. Untuk lokasinya ini berada 3 Km dari Candi Prambanan, disini juga banyak tour guide yang menawarkan sepaket harapan mengitari Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko. Gue lupa harganya dan gue juga memilih untuk jalan sendiri waktu itu. Gaya arsitektur Ratu Boko berbentuk istana keraton, luas banget. Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunannya sih ini emang dulunya adalah istana raja, dilengkapi kamar bagi permaisuri, tempat mandi permaisuri, ruang berkumpul kerajaan, dan lainnya. Berdasarkan hasil pencarian gue di Kang Gugel, Ratu Boko ini merupakan keraton (istana raja) dan bukan candi atau bangunan bersifat religius. Memang sih ketika gue dateng bangunan Ratu Boko ini dikelilingi oleh tembok tinggi seperti benteng pertahanan. Dan kabarnya lagi bahwa Ratu Boko adalah nama ayah dari Roro Joggrang. Wadaw! Ternyata berkaitan yah, gue jadi pengen tahu gimana kehidupan zaman dulu itu. Oiya, di awal gue bilang jalan-jalan menunggu sunset, tapi foto tentang sunset ga ada sama sekali, hahaha. Iya karena telah terhapus dari memori kamera dan tidak tersimpan dimana-mana. Jadi nikmati foto yang tersisa saja ya!
Gue sangat amaze dengan nenek moyang kita yang bisa membangun bangunan nan indah dengan susunan batu saja. How they did it? Ada ga sih yang punya pemikiran sama kaya gue? Haha. Imajinasi mereka keren loh, ga kalah sama arsitektur zaman sekarang. Kalo ke Istana Ratu Boko lebih baik incar menuju sunset nya (wagelaseh parah). And if you stand alone in the middle of main gate, looking down and around, you will feel like a queen!
Terakhir pesan gue, kalo ke Jogja jangan lupa duduk sore-sore sambil minum kopi di Alun-Alun Kidul dan berusaha menembus jalan tengah atau namanya Ritual Masangin yaitu latihan konsentrasi dengan berjalan di antara dua pohon beringin (ringin kurung) yang berada di tengah Alkid dengan mata tertutup. Tapi gue ga berhasil! Haha enjoy your life and happy Sunday!
Social project ke Lombok sambil jalan-jalan dengan budget seadanya, bisa?
Seberapa pantaskah kau untuk kutunggu? Cukup indahkah dirimu untuk slalu kunantikan? Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku. Mampukah kita bertahan disaat kita jauh. Pasti bacanya sambil nanyi kan, lol. Sebegitu terkenalnya lagu Sheila on 7 sampe-sampe cuma baca liriknya doang malah kita sambil nyanyi. Sebegitu terkenalnya juga Lombok yang katanya nyaris ga kalah saing sama Bali sebagai destinasi turis lokal dan mancanegara. Lombok selalu dikaitkan sama pantai. Gue udah sering banget merayu diri gue untuk mulai menulis tentang Social Project yang gue ikutin dari Februari 2017 ini dan kayanya baru sekarang deh niatan ini berlangsung. That means setahun! Begitu susahnya untuk mulai aktif menulis lagi. Terkadang kita seringkali mendahulukan hal yang (mungkin saja) tidak perlu.
Oiya, sebelumnya gue cerita dulu kali ya kenapa bisa sampe kesini. Gue menghabiskan waktu kuliah gue sambi organisasi, padahal sesungguhnya gue pengen banget kemana-mana mengeluarkan sisi wanderlust di dalam diri ini sambil ber-sosial dengan alam. Akhirnya setelah gue sidang akhir di tanggal 17 Februari 2017 (dua hari sebelum tanggal ultah gue) haha, Tuhan mengabulkan permintaan gue untuk bisa jalan. Ini program dari Youcan Indonesia (coba cek https://youcan.or.id) namanya Youcan Empower. Youcan ini adalah NGO yang berbasis di Indonesia dan concern terhadap pemberdayaan anak muda yang bertujuan meningkatkan awareness dan kepedulian anak muda sendiri terhadap isu pendidikan, lingkungan, sosial, atau perekonomian bangsa. Nah kebetulan Youcan ini sedari dulunya selalu mengadakan bentuk program youth exchange, baru dicobalah di tahun lalu untuk social project ke pelosok Indonesia. Maka lahirlah gue dan kawan-kawan sebagai Batch 1.
Nah sebenernya gue pengen juga cerita tentang social project gue ini dari awalnya ngapain dan hasilnya apa. Tapi nanti aja deh ya di part terpisah haha. Ini khusus bagian halan-halan aja.
Ke Lombok tapi low budget tuh bisa gak sih? Bisa banget. Gue sebelumnya sudah tiba di Lombok dari tanggal 23-27 Februari, setelah itu gue lanjut backpacker-an selama 3 hari bareng dua temen gue Ryan dan Reyhan yang baru gue kenal pas ikut social project ini. Tenang aja, dua orang ini baik kok makanya berani-berani aja jadiin teman jalan. Selepas acara bersedih-sedihan abis perpisahan sama adik-adik di Dusun Mendure, kita menuju rumahnya Mas Irwan di Lombok Barat. Kenal dengan Mas Irwan dari Coachsurfing, ini adalah platform jaringan internasional yang berfokus pada hospitality exchange yang menghubungkan wisatawan dengan penduduk lokal. Download deh aplikasinya di app store atau play store karena bakal memudahkan kamu untuk menyambangi tempat baru ketemu guide sekaligus keluarga baru.
1. Pantai Pink
Pemandangan pertama adalah hamparan pasir luas berwarna soft-pink bercampur dengan air biru laut. Jika dilihat dari atas atau dari jauh, maka hamparan pasir ini akan terlihat jelas berwarna pink terlebih jika terkena terik matahari langsung.
Tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk melihat Pantai Pink ini dan kita hanya perlu memarkirkan motor tepat di depan pantai. Ketika kami datang terdapat beberapa nelayan sedang menjala ikan. Namun sayangnya akses jalan yang harus dilalui untuk mencapai tempat ini cukup buruk dan berlubang.
2. Tanjung Ringgit
Ini spot paling favorit yang gue suka dari Lombok, air laut yang dark-torquise ini sukses bikin gue jatuh hati dan belum bisa pindah. Warna air nya bikin kami pengen banget nyebur tapi cukup berbahaya kalau dilakukan dari atas dan tidak ada jalan ke bawah. Tanjung ringgit ini berada cukup dekat dari Pantai Pink hanya saja jalan yang harus dilalui juga cukup terjal dan berbatu. Kamu harus memastikan kalau kamu tidak takut ketinggian ya. Be careful!
3. Bukit Merese
Karena namanya bukit jadi diperlukan sedikit effort untuk mendaki ke atas. Kami perlu berjalan dan mendaki sekitar 300 meter untuk menuju puncak yang agak jauh. Dari atas kita bisa memandangi Tanjung Aan. Hal yang paling gue rindukan adalah tiduran diatas rumput sambil menunggu sunset tiba.
Disini banyak penggembala kerbau dan sapi yang membuat rumputnya selalu subur berkat kotoran hewan setiap harinya. Menjelang maghrib terdapat sekumpulan bule-bule yang menikmati sunset sambil bernyanyi dan berjoget, bahkan mereka membawa speaker sendiri. How a bless we can enjoy the sunset!
4. Pantai Mawun dan Pantai Mawi
Sesungguhnya jejeran pantai di Lombok banyak sekali, namun kami cukup selektif memilih tempat wisata dikarenakan waktu yang sangat singkat. Salah satu pantai yang menjadi pusat perhatian di Lombok adalah Pantai Mawun. Pantai ini sangat bersih dan tidak terlalu ramai sehingga masih menyenangkan untuk dikunjungi dengan tujuan refresh pikiran.
5. Gili Air
Ada 3 pulau pilihan yang bisa dikunjungi dari pusat kota Lombok. Saat itu karena gue dan Rey menghabiskan waktu di Desa Sasak Sade dulu sampai siang jadi hanya sempat menyambangi satu Gili aja dan kami memilih Gili Air. Selain itu ada Gili Meno dan Gili Trawangan. Gili Air adalah Gili yang paling dekat dengan Lombok, paling kecil, dan paling sepi sehingga nyaman buat menenangkan diri, biasanya Gili Air ini banyak dikunjungi oleh turis yang sedang honeymoon. Sedangkan Gili Meno dan Gili Trawangan cukup ramai dikunjungi. Para turis mancanegara cukup banyak yang menyewa speed boat untuk dapat langsung mengelilingi tiga Gili ini. Namun sayangnya pas gue kesana sedang ada perbaikan pada batas pantai di belakang cafe-cafe di Gili Trawangan sehingga sedang dibongkar dan tidak terlalu bagus untuk dikunjungi. Untuk mencapai Gili Air, sebelumnya gue dan Rey memarkirkan motor dulu di pelabuhan dan naik speed boat sekitar 20-30 menit dengan membayar Rp45ribu saja. Make sure you come at mid day to get the best light. Prepare your stamina as you will trekking on the heat.
6. Air Terjun Benang Kelambu
Spot air terjun ini cukup jauh memasuki perkampungan warga namun ketika tiba di kaki air terjun maka udara sejuk akan langsung terasa (udah kaya iklan adem sari). Untuk masuk ke dalam cukup membayar parkir Rp10ribu saja dengan mengaku sebagai warga lokal Lombok (saran Mas Irwan haha). Untuk mencapai air terjun maka kami harus masuk dengan berjalan menyusuri anak tangga sekitar kurang lebih 200 meter.
7. Desa Sasak Sade
Tempat ini adalah salah satu bentuk Desa Adat di Lombok yang masih mempertahankan keaslian suku Sasak Lombok dan kini dilestarikan sebagai lingkungan komersil oleh Pemerintah Lombok. Desa Sade telah ada sejak sekitar 600 tahun lalu dan diresmikan sebagai desa wisata pada tahun 1989. Desa ini dihuni oleh sekitar 150 kepala keluarga dengan bangunan rumah tradisional beratapkan ijuk, tembok dari anyaman bambu, dan beralaskan tanah. Ketika memasuki kawasan ini akan disuguhkan dengan lagu khas suku Sasak. Rumah-rumah adat disini juga masih ditempati oleh warga lokal asli yang sambil berjualan kain tenun, gelang, makanan, songket, dan lainnya yang dibuat sendiri oleh ibu-ibu dan remaja perempuan. Di pintu keluar ada kotak yang sebaiknya kita isi sebagai sumbangan seikhlasnya untuk pembangunan dan perawatan Desa Sade.
Tips And Trick
Siapkan Google Maps! Jarang ada sign yang mengarah pada destinasi wisata dan jangan malu buat tanya sama warga lokal.
Internet connection di daerah perkotaan masih oke buat browsing.
Jangan lupa pakai sunblock. Karena panas menyengatnya lumayan bikin sakit.
Kalau cuma berdua mending sewa motor aja biar lebih menyelami rasa jalannya yaitu sekitar Rp50ribu.
Harga makanan di Lombok standar Jawa kalau menurut gue masih tergolong murah. Oiya jangan lupa juga mencicipi Sate Rembiga, Sate Bulayak, Ayam Taliwang, dan Plecing Kangkung khas Lombok.
Kalau mau visit tempat-tempat yang gue sebutin di atas kamu cukup butuh 3 hari 2 malam.
Di luar tiket pesawat Jakarta-Lombok gue menghabiskan budget ga sampai Rp500ribu.
Baterai hp dan kamera harus oke, banyak banget yang bisa kamu abadikan!
Cepet bangettt! Actually gue mau bikin #AppreciationCard buat orang-orang yang udah memberikan warna di tahun ini. Intinya sih gue pengen berterimakasih untuk siapa pun yang telah membantu gue menjalankan hidup #ailahberat, memberi inspirasi dan saran, men-develop, dan mengkritik.
Kalo kata John F. Kennedy "We must find the time to stop and thank the people who make a difference in our lives."
First, thankyou so much for being my team in FLS 2016. Ini foto waktu Team Bonding. Kenapa gue pilih foto ini? Karna disini awal banget semuanya dimulai, tatap muka satu sama lain secara langsung, main bareng, memerkenalkan FLS secara langsung, dan first impression banget dari gue ke mereka. Jadi FLS ini adalah project besar gue tahun ini, makasih yang banyak banget (buat semua di foto ini) karna kerjasama nya sampe akhir. Gue belajar banyak banget dari mereka satu per satu, ada aja yang bisa gue dapet pas ngobrol sama mereka. Tim ini ga akan bisa sempurna, tapi perspektif kita sendiri yang bisa bilang ini sempurna. Kalo mau ngomongin ideal pasti gabisa (apalagi buat waktu 7 bulan intens) tapi intinya saling nerima dan memahami (bahkan ampe yg pedes-pedesnya). Ga boleh takut dikritik, karna mau gimana juga gue pasti akan dikritik. Awalnya juga gue takut banget banyak yag ilang-ilangan (yah kaya dunia kepanitiaan yg lain) tapi tim ini bener bener mostly responsible. Tapi kalo kata seseorang (gue lupa siapa pokonya anak FLS), kalo kita punya kriteria "gabisa kerja sama org yang A atau B" artinya kita blm siap buat kerja, mau gimana juga kalo udah masuk dalam tim, diri kita sendiri yang harus bisa kerjasama dengan semuanya.
Yang gue paling seneng banget lagi, tim ini bisa kolaborasi (tagline kita juga tahun ini). Kolaborasi antar divisi, sambungin pikiran. Ibaratnya ketua divisi udah bisa nyambungin pikiran antar anggota di tim nya, nah perlu disambungin lagi tuh pikiran antar ketua divisi nya biar jadi satu jalan mencapai tujuan. Pokonya overall bisa kerjasama dan kolaborasi, ga hanya dalam kerjaan, mereka juga asik kalo main atau ngobrolin hal diluar kerjaan. Misalnya ngobrol sama Inyoi gue ngerti gimana maintenance sosial media, reach media yang dipelajari di jurusan dia. Atau ngobrol sama Indra yang jurusan IT bisa ngeliat langsung gimana dia bikin website, masukin konten dll. Atau dari Jamal dan Mba Atun gue tau tentang dunia per-kelautan. Dari Yoga gue ngerti kerjaan dia pas magang di kontraktor dan perjuangan marketingannya😂 Dan kalo di grup ada aja omongan garing dari Mas Tri trus jadinya rame wkwk.
Pas hari H bantuin sana-sini mau juga, ga ada lagi yg individual "ini kan bukan kerjaan gue" dan sebagainya. Intinya gue bersyukur banget karna orang-orang kaya kalian yang hadir di tim FLS 2016 ini. Bahkan sampe sekarang ada aja dari mereka yang nemuin temen di passion yang sama trus bikin project bareng atau kerja bareng. That's the meaning of true collaboration. Kalo kata Millah, this is smooth landing of our plane. And for me, all of you are incredible co-pilots!
BIG THANKS and BIG HUG for all of you, my dearest Rangers!
#AppreciationCard for @M. Irzal Adiakurnia
Irjaaal! Project partner gue tahun ini wkwk, sebenernya fuction lo lebih tepatnya jadi back-up gue ga sih. Project nya belom jalan nih wkwk. Thanks ya jal udah bantu jagain FLS pas gue ga ada, bantuin FLS mulai dari rekrutmen ampe masang-masang backdrop hari H, bantuin handle FLS pas gue survey skripsi ke Sragen, makasi juga saran-saran lo walaupun seringnya lo ga di Semarang. Thanks buat saran saran lo yang menusuk tapi bener juga, ga hanya soal FLS, tapi nyambung aja cerita masalah apapun termasuk masalah hati #eah. Thanks ya selalu ngeluangin waktu kapan aja gue membutuhkan wkwk.
Oiya rajin-rajin jogging lu jal, sapa tau nemu ukhti di stadion :))))
#AppreciationCard for @karlina devita sari
Mba Karl!
Ahh so adorable youuu! Gue udah beberapa kali posting tentang anak ini sih, tapi mau posting lagi aja. Gue inget banget dulu pas gue bilang mau mengundurkan diri dari FLS 2016 dan gue langsung di chat dan ditelpon.😂😂😂 Dan pas pulang ke Semarang (karna kerja di Jakarta) gue langsung diajak ketemuan dikasi pencerahan dan doa-doa biar tetep kuat haha. Bela-belain banget mau ketemuan karna hujan badai banget ampe banjir waktu itu. Intinya mah tau aja mba Karl kalo ada aja masalah-masalah di tim. Selalu ngehubungin gue langsung di sela-sela kesibukan nyanyi dan pemotretan nya doi (ya ga nih mba wkwk). Pokonya tons of thank ya mba kamu udah care banget banget ga ngerti lagi. Ada aja disaat aku kesusahan wqwq.
#AppreciationCard for @Millah Nur Chanifah
Nah anak satu ini yang paling gue suka karna ide-ide nya yang fresh. Sebenernya udah pernah kerja bareng dulu di FLS 2013 tapi kurang greget sih karna gue ga merasa kerja bareng banget. Kita berdua termasuk yang paling jarang ngumpul banget dulu. Alhasil pas FLS 2016, kalo kata Millah, kita kena kutukan, gue jadi Project Leader dan dia jadi Program Director gue. Dari awal gue pengen banget dia jadi Program Director karna gue tau dia akan bisa jadi partner kerja untuk bawa sesuatu yang beda di FLS. Niat kita sama banget. Dan di FLS 2016 gue baru bener-bener ngerasa kerja bareng Millah. Susah sih awalnya memahami dia, beda cara kerja tapi tujuan kita sama.
Intinya gue paling suka sama cara dia lead team nya dan bikin proporsinya. Banyak banget yang gue pelajari dari dia, for sure. Dan karna gue orangnya detail banget dan suka begadang jd gue baru bisa periksain hal berbau FLS jam 12 malem keatas. Dan Millah selalu gasuka gue ngehubungin dia jam 2 atau 3 pagi karna pas bangun pagi dia langsung baca chat gue dan mikirin FLS lagi hahaha. But you will not be found it in any other leader, maybe :p
Intinya kalo Project Leader sama Program Directornya udah ga sepaham atau sejalan pasti bakalan ancur-ancuran ujungnya. Ibaratnya makanan, you're a cheeseburger, my favorite menu in McD. Walaupun gue gasuka acar tapi tetep dimakan juga, jadinya kompleks tapi enak. Thankyou for everything, Mils!
#AppreciationCard for @Anna Fatima
Baru kenal deket jg karna ngerjain Farewell FLS 2015 tapi udah kerasa humble nya. Ngerjain apa apa pasti totalitas banget, kalo kata org jawa mah "wani perih" yak. Suka banget sama semangatnya dan gercepnya dan mobilitas tingginya karna ngerjain banyak banget hal. Ah! pokonya Marketing Director yang dabest. Makasi ya na udah responsible banget ampe jualan di taman kb pas malem minggu, masukin ke stan2 acara kampus, jualan bucket jajan buat sidang dan wisudaan, apa aja dah. Nyebar proposal juga kemana-mana. Oiya dan anaknya paling "ayo aja", inget banget dulu ngajak ketemu Hendry Manampiring ke Solo besoknya tapi baru ngajaknya sore ini tetep "ayo aja" wkwk. Ke Jogjs motoran buat dateng ke Supermentor13 (karna ada om yg diincer sih juga) tetep "ayo aja" 😂😂😂
Oiya suka banget sm kreatifnya bikin bikin dan desain something! Ngefans dah. Hobi banget jugs hunting2 bareng spot buat foto ciamik dan juga suka baca novel dg penulis yang sama! Dan dari dulu pengen ke Bromo ampe ke Lembang bareng, tp wacana aja karna cibuk. haha. Giwls! Next yah! Mesti jadi!
Haha satu lagi dia ngefans bgt sm rambut gue yg katanya kaya iklan shampoo 😌😌 #ahelah
You're simple and humble, I really adore your soul. Thankyou dear!
#AppreciationCard for @Jamal Radifan
He's my successor for FLS 2017! Ah daebak lah kalo ngomong soal Jems (panggilan gue ke dia, panjang bgt kalo Jamal wqwq). Si Arab genit yang selalu bilang "kamu makin cantik aja mba" tiap ketemu ini kalo udah diajak ngomong serius, serius bangett! Dia udah kaya ensiklopedia berjalan, wawasan nya luas banget, and I really love to talk everything with you.
Pertama kali kenal di FLS 2015 humble bgt juga selalu negur duluan. Aku makasih banget ya Jems buat selalu ada di FLS tahun lalu, nge back-up kalo aku dan Irzal lagi ga bisa. Dari awal selalu percaya bgt sm gue buat ngelakuin apapun, selalu jadi reminder, dan bisa diandalkan. Makasih juga buat selalu ada pas aku membutuhkan bala bantuan haha. Salah satu si "wani perih" juga nih. Makasih selalu bisa diajak curhat2 masalah apapun, dari yg penting ampe penting banget. Dan mau nemenin makan ke burjo bintang di gondang buat cerita bentar.
Oiya makasi juga udah percaya bgt sm gue buat sharing2 padahal public speaking gue still bad (menurutguesih) 😂 Makasi juga sampe sekarang masih jadiin gue tempat curhat dan minta pendapat. Sekarang sukses jadi CEO nya ya wqwqwq #azzeeegg dan titip FLS 2017! I adore you much, Jems!
#AppreciationCard for @Megalistha Pratiwi S
Huuyy Icakk! Kalo yang ini kenal juga baru pas awal FLS 2016 dan jadi sekre. Awalnya kalem banget cuyyy, gilak ternyata setelah kenal. Kalem kalem hanya pencitraan.
Makasi ya icha for understand me muchh much muchhhh, udah jadi tempat curhat banget, line an nonstop udah kek lesbi. Makasi ya udah selalu jadi reminder kalo ada hal hal yang kurang, makasi juga udah mau bangunin gue dan kehujanan nyampe gondang wkwkwk. Dan paling redih banget diajakin kemana-mana ampe ngelakuin hal-hal bodoh di supermarket diliatin mba spg *aslimemalukan* wkwk. Makasih juga selalu jadi pereda emosi gue ke seseorang *taulahya. Makasih juga selalu bisa jadi tempat gue curhat dan menetralkan hati dan pikiran gue yg keras kek batu ini. Sharing tentang apapun. APAPUNNNN. Dan dari orang yg ga kenal bgt jadi org yg paham bgt, sama arah berpikirnya, bahkan dari hanya ngelirik doang udah tau mau ngomong apa (ini lebih sering pas kita nemu sesuatu yg aneh pas jalan sih) haha. temen ghibah parah :(
Oiya! Pencapaian tahun ini juga, lo selalu ngajak gue jogging dan akhirnya bisa ngelakuin Running 10K (I've never expect I can do that OMG lari pagi dulu pas SMA aja males setengah mati) haha. Dan selalu panggil gue Kanjeng atau Kanti atau apalah itu gue jg sebenernya ga paham artinya. Haha keep humble, dear! I love your soul!
#AppreciationCard for @Ikhtiarina Putri S
Haeee Puttt! Ini Putri, bendahara di FLS dulu. Makasi ya udah bantuin manage duit biar ga kemana-mana wkwk. You do it very well! Inget banget dulu pas meeting suka berantem sama Rizjal gegara masalah duit dan logistik hahah. Makasi ya udah bantuin muter-muter Semarang buat marketingan juga dan ngurusin surat2 ke pemkot yang tak kunjung ada. Makasi ya udah mau ngerjain apa apa di hari H gapake ngeluh2 ngerjain dekor2an bareng Anna, paling bisa deh. Dan makasi juga ya udah menjelaskan dan meluruskan perkataan orang kalo gue lagi mumet dan gabisa mikir hahaha (inget banget pas berurusan sama mba-mba sekre walkot, ampe bete dianya ngomong sm gue). Makasi juga udah meredam kalo gue lagi panik. Makasi udah jadiin aku tempat curhat dan kalo rapat di kontrakan pasti pulangnya paling lama trus gegara curhat wkwk. Oiyaa! Lasttt makasi juga udah jagain kucingnya Sem dan anak anaknya.
Suka banget sama painting nya kamu! Ah adore you!
nb: oiya fotonya ga nemu yg bener kalo berdua adanya yg ala ala wkwk. Putri yang paling kiri btw 😆
#AppreciationCard for @atunnafis
Nah kalo yang satu iniii yang paling gue ga kenal sih dulu, ga tau tau banget mbaatun (gue manggilnya mba, padahal seangkatan kita, tp udah kebiasa haha). Duluuu pas pertimbangin Director (nanya sama org terpercaya) katanya mbaatun lebih tertutup dan ga enakan kalo ngomong langsung di forum atau di tim, harus ada yg deket banget bisa enak ngobrol dan kasih saran. Eh setelah kenal dan join tim, awalnya aja sih, tapi ujungnyaa gak bangettt! Malah paling memberi pertimbangan logis, yang bantu aku buat pertimbangin segala masukan yang banyak banget. Suka ngobrolin banyak hal lain juga (diluar FLS) dan mbaatun ini syupersyibuk ye ternyata di kampus wkwk. Makasi mba udah bela belain ikut aku dan Anna ke Jogja dan terjadilah tragedi itu😂😂 semoga ga kapok wkwk.
Oiya dia juga paling muslimah banget lah di tim wkwk tapi tetep bisa berbaur sama kita yang nakal nakal dikit ini dan ngedenger omongan kita yg kadang tak terkontrol hahah. Pokonya makasi ya mbaatun lebih terbuka di tim (ga kaya yg dulu aku pikirin). Buat bikin org lebih terbuka hanya perlu membuat nyaman kan, berarti kamu nyaman sama tim ini #ailah haha. Oiya berhubung harapan kita sama, semoga 2017 harapannya terwujud (hanya kita yang tau).
Oiyaa jgn lupa tetep lestarikan orang utan atau monyet atau apalah itu yang suka ada di pp dan instagram mu mba wkwk! Love youuu!
nb: mbaatun yang tengah ya. ga nemu foto berdua karna mbaatun gasuka foto ala ala 😂wqwq
#AppreciationCard for @Kukuh Mujiono
Ga abis abis nih kalo ngomongin anak ini. Panggilannya Kukuh, tapi nama aslinya QUQUH. Lucu ya, kaya orangnya :3 Haha gue gapunya foto bareng dia, jadi ini aja ya. Jadi cerita dibalik foto ini adalah pas Team Bonding gue tidurnya jam 3an kalo gasalah trus akhirnya bangunnya ga kekontrol (jam 7.42 kaya di foto ini😂) nah itu ampe Ququh bangunin gue sambil nyanyi2. Yaampun maafin ketua kamu yg kebiasaan bangun siang ini ya wkwkwk tapi for sure kalo alarm nya dinyanyiin tiap pagi sih leh ughaa.
Ququh juga termasuk yg sabar bgt gue recokin tiap jam 2 atau 3 pagi buat nanyain ini itu pas FLS kmren, kadang pas dia lagi ngumpul kelompok juga gue gangguin wkwk. Sebel banget sih dia gue gangguin (kayanya) wkwk. Sekarang siksaannya udah berakhir kok dan hidup kamu lebih tenang kan :)))) Jatuh cinta banget sm desain-desainnya kukuh ampe feed2 nya di instagram FLS (cek aja @FLSummit ya). Makasi juga udah sangat2222 aziiiggg dan amajingggg dan menyenangkan di tim, ga abis abis ngomongin awkarin ampe Taylor Swift die. Thanks ya udah jadi adek paling kece di tim (karna emang paling muda).
Thankyou for being amazing little leader in FLS, I know and I believe you can do it ;) So adorable you! Dabest bat semua kerjaan kamu kusuka! Oiyaa Happy new year ya, happy looking for new girlfriend juga dong :p biar bisa pamer ke SelenaGmz kalo pacar baruuu 😌😌
#AppreciationCard for @MuhammadTaufikWibowo
Actually we didn't really have much time spend together this year. Thank you to be one of my inspiration this year. The first time I knew you when you become a volunteer FLS 2015. But I feel that you are humble and responsible. I see you as someone who low-profile and always appreciate all process of anyone. Thank you for always giving feedback and praise me, but never judge me. To be honest, I should learn a lot from you haha.
And for sure, he's my "trainer" to achieve Running 10K loh. He always remembering me to jogging (every day). Tell me the restriction before and after jogging, and for sure I really feel a lot of attention. Oiya, he also provides an e-book about running (as thick as 400-- pages) OMG honestly haven't read it pik.
Thank you for every chat and talk randomly which to be honest always gives lot of insight to me. I adore you much, pik! Always be a low person with high achievement. People know you're good if you're good, rite!
#AppreciationCard for @Dapot Andri A.
Lastttt, but not least buat sodara gue, Dapski, sebenernya deket banget2 nya juga baru tahun terakhir ini aja. Makasi udah selalu ngebantuin gue berpikir jernih tentang TA ini ya wkwk (karna bahasan skripsi kita sama). Dan congrats buat lo yang udah ST duluan, I'm pray for you bro. Makasi ya buat gosip-gosip hot yang selalu lo share ke gue jadi gue tetep update masalah kampus walopun jarang ke kampus wkwk. Dan makasih juga buat selalu ada pas mau gereja bareng, makan bareng, bahkan belanja bareng. Siap-siap aja ya selalu gue hubungin buat minta bantuan wkwk. Oiya happy new year ya Dapski. Semoga dilancarkan dunia perjodohan lo sama Tuhan wqwq jangan di dua-in atau di tiga-in itu anak orang, dan tp paling penting dapet kerja dulu sih.
Thankyou for everythingsssss!
WELL DONE! I am thankful for it at all. The highs and lows. The blessings and lessons. The setbacks and comebacks. The love and hate. And everythings happened. Kalo kata pendeta di gereja tadi buat masuk ke tahun 2017 ada kodenya; yaitu 267 artinya Re-La-Si -- harus bisa berelasi atau berhubungan baik dg sesama, siapapun itu, menjadi manusia2 yang terberkati dan memberkati.
1 Corinthians 2:9 (However, as it is written: "What no eye has seen, what no ear has heard, and what no human mind has conceived" -- the things God has prepared for those who love Him)
Thank you 2016! Thank you, Jesus for let me blessed. And bless us for 2017!
Yogyakarta • July 25th, I have a lot of luck to attend SUPERMENTOR 13 as represent of @FLSummit on the invitation from Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). • Pertama kalinya melihat secara langsung sosok hebat yang awesome dan mengispirasi banget dan bikin semangat saya terus membara kaya api abadi🔥 yaitu dg speakers Heads of FPCI @dinopattidjalal, Gubernur Jateng @ganjar_pranowo, CEO Telkomtelstra @emjkt, dan Kang Jeffrey Polnaja. Dan setiap kalinya menghadiri "inspiring spot" pasti akan selalu ada ilmu baru yang saya dapat. • Ada beberapa hal yang saya dapat disini dan bercabang-cabang (jadi dirangkum saja ya)😆 -Ketika kamu ngerasa biasa biasa saja, temukan titik balik. Where is ur turning point? And when? -Develop your identity. Hal paling penting yang harus dibangun oleh anak muda saat ini, yaitu Prestasi, Reputasi, dan Kepercayaan. Bukan pangkat, harta, atau kekuasaan. Contoh org yg berhasil bangun reputasi adlh Sri Mulyani. Competence more important than knowledge. Jika punya knowledge tanpa kompetisi tdk akan ada artinya. -DON'T : Risk avers, terlalu merendah, small dreams, jgn mudah terkagum kagum, jgn pragmatis (lbh transformatif dan kreatif), jgn ngambekan/mudah tersinggung, jgn mental kere, jgn skeptis/sinis, dan jgn cengengesan. • -Kita hidup di zaman yg skrg sangat luar biasa. Pada abad 20 kekuatan terbesar negara adalah pemerintah, yang membuat sejarah adalah politik antar negara (era org luar biasa, ex: Soekarno, Mahatma Gandhi dll). -Tapi di abad 21, yang membuat sejarah itu terus berkembang dan maju bukan lagi negara tapi individu. Kekuatan terbesar yg akan mengubah bangsa adalah individu (era org biasa dg kekuatan perubahan/talents, ex: Jokowi). Intinya individu/anak muda saat ini punya tools abad ke 21 yg sangat canggih dan hebat (internet, website, email dsb) dibandingkan org2 jaman dulu. • -You must know the differences and unique about urself. Jgn malu menjadi beda. Depelop your idividuality, bukan individualism. (Secret for being successful on global competition) -Setiap ada masalah JGN MERATAPI NASIB, createn ur own positif energy. -Find opportunity. Be special. Old ways won't open new doors. Bos-bos Anda nanti akan melihat sesuatu yg baru, wawancara saat ini akan beda dg 10 tahun yg lalu. Cari tau di perusahaan skrg apa yg lg ngetop dan happening. Biar Anda bisa buka pintu pintu baru. -Ketika kita telah keluar dari suatu lingkungan kerja/org maka bawa dan ceritakan semua hal positif. You must positive IN and positive OUT. • Last, I wanna say thank you for Kak Meryl Saragih dan teman teman FPCI who invites us! So glad to come ;) For me, anak anak muda harus lebih membuka diri dan memberi makan pikiran melalui konferensi atau hal-hal seperti ini. • I'm not the perfect youth actually (hanya biasa-biasa aja) but I want to you know that wherever you stand now, if you already joined or want to join an organization; serap semua ilmunya, ikut apapun kegiatannya yg akan membuka wawasan dan akses ke tujuan kamu, improve urself, build network, making friends, dan saat keluar daei sana share all of positive impact that you get. • Saat ini di Kota Semarang saya dan teman-teman @FLSummit sedang berkarya mengadakan sebuah konferensi nasional 2Day-1Night pada tanggal 1-2 Oktober 2016 dg menghadirkan national inspiring speakers, dan semoga dapat didukung bahkan dihadiri oleh Pemerintah Kota Semarang @hendrarprihadi dan Prov. Jawa Tengah @ganjar_pranowo. Sangat baik jika konferensi serupa SUPERMENTOR lebih banyak lagi menginspirasi anak anak muda di Indonesia. • Semoga bermanfaat dan semakin bersemangat!🔥
Kita tidak pernah tahu untuk apa deretan kejadian berulang setiap harinya.
Kita tidak pernah tahu untuk apa barisan ucapan sengaja didengarkan Tuhan kepada kita.
Kita tidak akan pernah tahu untuk apa seseorang sengaja dihadirkan dalam hidup kita.
Ya. Itu sebabnya terkadang kita berfikir ingin mengulang waktu begitu sering.
Hingga lelah?
Tidak.
Tidak akan pernah lelah, karena dengan sengaja kita menikmatinya. Bahkan ketika sudah menghilang.
Tidak ada yang bisa menebak kamu akan bertemu dengan siapa.
Tidak ada yang bisa memilih untuk jatuh hati kepada siapa.
Setiap orang bertemu untuk satu alasan yang diciptakan Tuhan, dan berpisah untuk ribuan alasan yang (mungkin) diciptakan waktu.
Mereka semua akan berakhir dengan menjadi pelajaran.
Kita diwajibkan berterimakasih.
Aku hanya menyayangkan.
Karena harus memulai untuk terus melewatkan kesempatan. Bahkan dengan kesengajaan.
Pada akhirnya kita bukan mencari yang memiliki persamaan.
Dalam setiap hal, yang sama, yang membuat kita merasa lemah.
Mungkin tidak mau dan tidak bisa ternyata tidak berbeda jauh rasanya.
Bahkan masih terus menanyakan pertanyaan retoris haruskah perbedaan menjadi alasan.
City planners think they understand their 'city brand', but more often it is an enigma. Planners discover they cannot really define their city brand, but few are willing to admit it; and if you cant define your own brand, no one else is likely too either.
Hanya dengan menghadapinya kamu bisa memilih untuk menikmatinya atau tidak, merespon dengan cepat atau menunggu lebih lama. Seperti kopi, bagi penikmat sejatinya, akan tetap memberi rasa dalam keadaan hangat atau dingin. Sekali lagi, tergantung selera. Ada kaitannya dengan diri kita yang selalu ingin mencoba tetapi menunggu lama untuk memberi aksi. Tidak terbiasa dengan kedinamisan ciptaan orang lain. Haruskah kita menunda agar secangkir kopi hangat tadi menjadi dingin untuk meminumnya? Aku tidak tahu rasa yang terbaik bagi para penikmat diluar sana, mungkin kalian akan setuju bahwa semakin cepat responmu, kamu akan mendapatkan kehangatan sekaligus rasa terbaiknya.
Banyak hal yang kita inginkan setiap hari, yang punya tingkat pengorbanan bermacam-macam. Aku bahkan harus menyempatkan belajar bagaimana menciptakan buku. Itu yang paling penting diketahui oleh seluruh orang dimanapun mereka. Buku dalam ruangan yang kau ciptakan sendiri akan mengajarkan kamu untuk beberapa tahun kedepan, maka tulis dengan baik. Dengan sangat baik. Aku pernah berharap bahwa rangkaian hidup seseorang itu atau seseorang yang lain adalah seperti yang Tuhan tulis untukku juga. Tetapi aku harus sadar secepat mungkin, bahwa usahaku yang akan menunjukkan jalan bagaimana menciptakan bukuku sendiri. Layaknya burung, makhluk kuat yang selalu tau arah kemana dia terbang untuk membuat harinya selalu terlihat berbeda.
Hidup itu permainan, setiap hari kita selalu diperbolehkan memilih ruang. Berhati-hatilah dalam memilih ruang bermain ketika menulis bukumu, karena setiap ruang mengajarkan hal yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Seberapa siap kita memulai untuk memberi pengaruh pada banyak orang dan masuk dalam setiap pola pikir mereka. Seperti membakar kembang api, dia tidak akan meledak jika kita tidak memicunya dengan api.
Darah akan mengalir memberi jalan pada naluri-naluri tak terbantahkan, mempersilahkan segala keinginan untuk mempersiapkan diri. Tetapi terkadang akan hadir juga sebuah kesedihan dan beberapa penyesalan untuk banyak hal yang belum sempat aku penuhi. Hal yang mengingatkan ku untuk berlari lebih cepat atau atau memberi bisikan untuk beristirahat lagi. Pintarlah memanfaatkan waktu karena segalanya telah terbagi sempurna, kita tidak boleh terlalu lelah bermain-main.
“Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu.” — Sudjiwo Tedjo
Selalu ada cara untuk menemukan, bukan? Apa saja yang pantas disebut penemuan, termasuk juga masalah, tentu saja dengan penyelesaiannya. Banyak pernyataan yang tercipta tidak sesuai dengan pemikiran, ucapan yang keluar dengan seenaknya saja atau malah melukai perasaan manusia lainnya, sekalipun dalam situasi paling tidak sadar.
Ada beberapa bagian hidup sebagai proses pembelajaran yang memang dirancang Tuhan untuk sebuah kegagalan. Sekedar hanya mencari titik kelemahan pada diri kita. Mungkin pada hal yang telah sangat kita cintai, bahkan tak berhenti memegangnya. Disinilah kita akan membangun suatu kekuatan baru, memberi harapan pada setiap pegangan, dan memberi jarak pada setiap erat pegangan tanpa rasa takut akan ada yang merebutnya. Dalam hal ini, harapan mencoba meyakinkan kita untuk mengambil tindakan berlawanan dari apa yang direncanakan, sedangkan jarak bertugas membantu kita menciptakan ruang untuk bernafas, berbagi dan berjalan beriringan. Menerbitkan satu cerita yang berarti berbeda dan jika telah keluar dari buku si pengarang, orang lain kemungkinan akan selalu punya tambahan cerita untuk sekedar membuatnya lebih dramatis. Terkadang malah menciptakan kisah yang lebih kompleks.
Seseorang yang telah memberimu lebih banyak kertas untuk diwarnai, adalah sosok yang selalu merancang perkenalan tiba-tiba. Tuhan adalah seorang seniman, sama seperti penulis atau pembuat film. Dia menghasilkan karya paling indah sekaligus paling mengharukan dalam setiap detik pergerakan kita. Menciptakan keabadian yang akan selalu jadi keadaan luar biasa. Tuhan adalah seniman paling hebat, tidak pernah ada kata “kurang sempurna” untuk setiap kisah yang telah terjadi atau yang sedang dipersiapkan. Tetapi apa yang sebenarnya menjadi kunci adalah tidak akan pernah ada pembelajaran di kelas yang sama, kita akan selalu memiliki batu loncatan lebih tinggi, lebih rumit dan pastinya lebih sakit. Nikmati setiap prosesnya seperti kamu memakan makanan kesukaanmu, menghabiskannya tanpa rasa takut dan bersalah.
Selalu ada tempat dimana setiap orang bercerita disaat yang tepat dan pada orang yang tepat. Kadang-kadang dunia ini meminta kita berjuang untuk hal-hal yang tidak kita mengerti, yang arti pentingnya bahkan tidak kita ketahui. Yang terhubung pada ikatan tentang gairah dan tantangan, hingga kita berhasil memegang kendali. Bahkan dalam masa tersulit, jangan pernah melupakan bahwa sebenarnya hidup ini dirancang kepada orang-orang dengan jabatan terhebat untuk selalu siap berlari, berjalan, dan melompat dalam setiap pilihan pada rangkaian waktu paling tepat.
Kita hanya sering lupa mengucapkan kata “HEBAT” pada diri kita sendiri.
“Si optimis dan si pesimis sama-sama mati pada akhirnya, tetapi masing-masing menjalani hidupnya dalam cara yang sepenuhnya berbeda.”
20 adalah sebuah kombinasi dari dua bilangan yang penuh makna, mewakili rangkaian cerita dalam sebuah jarak perjalanan. Angka 2 dan 0.
Angka 2 adalah angka setelah fase awal yang telah kau jalani dengan sangat baik. Fase kedua, yang didalamnya terdapat titik-titik perubahan hidup yang sangat besar. Angka 0 adalah angka yang tidak berarti apa-apa, akan hidup dengan angka 2 didepannya dan menjadi lebih memiliki beban.
Kedua angka itu telah bertemu dan melebur tidak terhindarkan. Membentuk fase yang menjadi titik tolak kehidupan mendatang. Ketika kau membuat kesalahan, fatal. Di fase inilah kedewasaan benar-benar diuji; tentang tanggungjawab, peran, dan komitmen. Layaknya sebuah penghargaan, akan ada yang berdebu dan dilupakan dan berganti dengan penghargaan baru yang masih hangat diperbincangkan. Ini adalah pelengkap rangkaian awal dan akhir hidup, memasuki sebuah fase penuh labirin tanpa peta petunjuk jalan.
What is the vision that you have for your future? Maybe at one time you were excited about your life –you had big goals, big dreams, but you went through some disappointments of life didn’t turn out the way you planned and now you’ve just settled where you are. But, God plans for your life didn’t go away just because you have some disappointments, setbacks, or because somebody treated you unfairly. God didn’t write you off just because you made some poor mistakes. He still design the perfect plan for your life. No matter what’s happened in your past.
Fase ini akan membicarakan lebih banyak dan lebih panjang dari fase-fase lainnya. Sekolah, pekerjaan, pernikahan, anak-anak adalah semua hal yang mungkin akan terjadi dan kau miliki. Fase pendidikan tinggi yang akan segera berakhir dan apakah harus dilanjutkan atau tidak. Fase memilih pekerjaan yang akan digeluti atau fase yang setiap akhir pekan akan dipenuhi undangan yang ditujukan atas nama diri sendiri. Membanggakan? Iya. Kau telah benar-benar menjadi tokoh utama.
Selalu ada titik masalah yang membakar ego dan selalu ada yang menjernihkan. Ini bukan tentang seberapa pentingnya setiap keputusan, tetapi seberapa siap menghadapi fase ini. Hidup selalu mempertimbangkan, tetapi tidak membutuhkan kalkulasi matematika. Sebab Tuhan selalu punya cara diluar kewajaran.
Tepat pada saat kalender mulai menghitung putaran waktu kedua puluh setelah kelahiran, saat itu juga kau telah menjadi tuan puteri yang sebenarnya. Hidup telah berganti dari bermain-main menjadi pemain. Begitulah nasib akan sebuah angka, dimana akan selalu menjadi awal perjalanan yang melelahkan. Tercipta lagi dan semakin berat, karena kau juga akan semakin kuat. Setidaknya, meskipun kita tidak tau akan berarah kemana, selalu mensyukuri waktu yang telah kita miliki.
Karena dunia ini seperti ruang yang penuh detail. Dan setiap detail dapat menceritakan satu kisah berbeda. Tergantung bagaimana caramu menciptakan detail dan seberapa besar kau menginginkan detai itu. Akan terlihat seberapa besar maknanya.
Semarang sedang hujan ketika tulisan pertama tahun ini tercipta. Semoga menjadi sebuah bentuk paling berharga bagi hal-hal sederhana.
Selamat mencari tahu arah perjalanan.
January 17th 2014 – Semarang, Indonesia
Nb: You, who taught me much and be one of my greatest inspirations. And still strengthen it, my sister. May become the best sister figure who always missed, who can not be compared with any sister. And put your brothers and sisters become the most special figure that you have. Because you will always be one of the most reliable. Believe it.
Ezra Agnes Agatha Limbong, mahasiswi tingkat akhir Universitas Indonesia yang berulang tahun di hari ini – 17 Januari 2014.
In life, we all go through a pruning process. God will prune our lives so that we can bear much fruit. To “prune” means something is cut away, something is removed. In other words, maybe a good friend that you counted on moved to another city. Maybe a business shut down that you were connected to, or a relationship went a different direction.
Friend, God knows what you need in your life in order to grow and flourish. Sometimes when things happen that we don’t understand, we have to just trust that He is working behind the scenes preparing you for increase, preparing you to go to another level. Don’t put a question mark where God has placed a period.
When you’re going through transition, don’t get bitter. Don’t get down and think it’s the end. Don’t start thinking that you’re a failure. Have the attitude, “God, I let this go knowing that it was only temporary provision, and what You have in my future will be greater than what I’m letting go of.” If you will accept the change and stay in faith, God will open new doors. He will bring new opportunities, new friendships, and take you to another level of His glory!
Pada hakikatnya hidup akan benar-benar berjalan ketika kita mau menantang diri dalam situasi yang membuat kita seperti orang asing. Tapi hati tidak akan pernah benar-benar berfungsi dengan baik. Ada masanya ketika kita merasa perlu membatasi diri terhadap hal-hal yang membuatmu tidak merasa nyaman. Bukan benar-benar menghilang, hanya perlu waktu untuk kembali ke masa lalu dan mereka-reka hal yang seharusnya tidak pernah dilakukan. Setidaknya aku pernah mengambil bagian dalam masalah yang lebih rumit, seharusnya setiap masalah kecil bisa menjadi lebih mudah. Seharusnya.
Ada yang pernah berkata, ketika seseorang tersakiti mereka belajar untuk membenci. Tanpa disadari, ada kejadian yang telah membentuk jarak tetapi aku tidak benar-benar tau siapa dibalik itu dan bagaimana membuatnya kembai normal. Mungkin dalam hal ini tidak tepat disebut membenci, hanya tidak suka. Aku sadar betapa pentingnya berdamai dengan jarak yang membuat semuanya memiliki batas untuk bersentuhan. Terkadang antara hati, pikiran, dan tindakan perlu lebih terbuka untuk memilih apa yang harus terjadi. Karena sebenarnya kita lah pencipta segala kejadian, Tuhan telah merangkainya dan semesta membantu kita memilih setiap alasan. Seburuk apapun itu. Hingga akhirnya aku bisa mengatakan bahwa ini bukan masalah, ini adalah cara Tuhan membuat persahabatan memiliki nilai dan mendewasakan kita. Aku hanya terus berharap semua layak disebut ‘baik-baik saja’.
“Yang pernah menjadi orang yang paling mengerti adalah sahabatmu sendiri, tapi yang pernah menjadi musuh terbesarmu juga sahabatmu sendiri.”
Buku kompilasi 12 cerita. Sebanyak 12 penulis bercerita tentang Indonesia Rumah Bersama Hadiah dari untukharmoni.com untuk 68 tahun Indonesia.
I write here. The book full of motivation to continue to love and not doubt our own country. Hopefully useful for Indonesia. Jadi ceritanya gue diajakin nulis pemikiran tentang Indonesia oleh Kak Rio Tuasikal, anaknya open-minded banget, kita ketemu di acara CINTAindonesia Interfaith Dialogue Roadshow di Jakarta. Terus dia ajakin nulis buku ini tentang pemikiran orang-orang dari berbagai perbedaan suku, ras, agama, bahasa, dan budaya di Indonesia. Happy Independence Day :)
Orang bilang jarak selalu mempunyai kisah, aku percaya. Jarak selalu terkait dengan proses sebuah perjalanan menemukan tujuan dan sampai. Jarak dalam sebuah perjalanan mengenal durasi untuk selalu berhubungan dengan kecepatan pada detik jam. Ketika pertemuan pertama adalah kebetulan, aku tidak bisa menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Hingga Tuhan menaruh orang-orang penting untuk hadir dan menciptakan perasaan baru, maka saat itulah Tuhan membantumu menciptakan perjalanan. Untuk setiap hati yang menjaga hati lainnya dalam keadaan ragu, akan ada kejutan dalam setiap sapa. Untuk setiap hari yang selalu menjadi rentang penantian, akan ada harapan dalam setiap temu. Dan untuk setiap rasa yang selalu menemani perjalanan, akan ada akhir yang indah dalam setiap rentetan masalah.
Setiap pertemuan dan perpisahan bisa dipastikan membutuhkan jarak berupa waktu, senyuman selalu mempunyai peran dalam membangkitkan setiap perasaan dan kejadian berkala. Tidak pernah menimbulkan bosan. Jarak bahkan tak pernah membuatmu lupa bagaimana hati selalu mempunyai perasaan yang sama ketika bertemu kembali. Kita kadang hanya butuh saling melihat dan tertawa bersama, pergi, tidak pernah lupa dan kembali lagi. Hati tidak membutuhkan nilai akhir sebesar apa kau harus melakukan pengorbanan, tetapi terkadang dia hanya melihat sejauh mana sebuah kisah dapat bertahan tanpa menghilangkan rasa terpenting.
Ada yang pernah berkata, menjadi yang menunggu atau yang ditunggu itu sama saja, mereka selalu punya cerita terbaik untuk bisa dibagi dengan hati yang lain. Kepada hati yang selalu setia menunggu di satu kota berbeda, semesta menghargaimu. Tidak perlu bermusuhan dengan waktu dan setiap kesibukanmu karena menunda pertemuan. Berdamailah karena dia selalu memberimu jarak untuk bergerak bebas.
Pada kenyataannya diluar pemahaman atau pengertian mereka, kita berhak mendoakan setiap kisah, untuk tetap ada dan memberi ruang untuk mereka yang hanya ingin tahu, sekedar lewat dan menggoyahkan sedikit nyawa. Setiap hati bisa berubah, tetapi aku ingin memohon kepada setiap kisah yang membutuhkan jarak, bisakah kau menaruh kepercayaan pada tingkat teratas hal yang harus dijaga?
Dan sekarang jarak bukan hanya tentang kisah, tetapi tentang perasaan sang kisah dan pelaku utamanya. Karena terkadang yang selalu hadir tidak berhasil menggantikan yang selalu memberi kabar.
Aku bahkan tidak pernah mengatakan bosan menunggu :')
Teruntuk setiap pertemuan yang tidak pernah membenci perpisahan.
Hello August. Suprise me.
August 1st 2013 – Depok, Indonesia
*) image taken from "Going the Distance" movie
nb: tulisan ini buat siapapun yang punya kisah dalam jarak. dan buat jiwa kesepian yg tak kunjung bertemu, Mia Kartika dan M. Tarmidzi dalam jarak Semarang-Bandung >.<
Ada hal yang cenderung berbeda ketika kita tumbuh dewasa. Sesuatu yang bahkan tidak dipahami oleh waktu, hal yang selalu hidup. Setiap manusia telah mendapat peran terbaiknya bahkan sebelum lahir. Setiap pesan dari Tuhan yang kita minta melalui doa telah dikirimkan di saat-saat paling sadar yang kita punya, hanya saja sering terlewatkan. Ada kalanya setiap hal mempunyai perasaan tersendiri, yang bahkan lebih peka daripada hati.
Setiap manusia selalu punya pilihan, kesempatan dan harapan. Ketika pilihannya memiliki sesuatu yang tidak sama dari yang diinginkan setiap partikel di dunia ini, maka dia menciptakan reaksi yang baru. Aku hanya tidak mengerti bagaimana definisi perbedaan dalam setiap pikiran manusia dan bagaimana perbedaan itu bersinggungan untuk mendapatkan titik perdamaian dalam setiap hati. Karena perasaan datang dari tempat paling mulia, sama sekali tidak salah, bahkan akan menciptakan keindahan. Hanya perlu menghargai seluruh hal yang tercipta atau tidak sengaja tercipta. Setiap hal punya tujuan, punya rasa yang mungkin akan menimbulkan kekaguman tanpa deskripsi nyata akan alasan. Semua melebur dalam jawaban yang akan semakin tidak kita mengerti jika tidak memahami.
“Allah-lah yang menguasai jiwa-jiwa kita. Membuatnya senang atau sedih, membuatnya tertawa atau menangis. Demikianlah aku menerjemahkan setiap pengembaraanku ke tempat baru. Penjelajahan terhadap masa lalu hanyalah suatu usaha untuk mengenal diri sendiri, mengenal kuasa Tuhan atas jiwa-jiwa kita.”
–99 Cahaya di Langit Eropa
Yang terpenting bukan tentang perbedaan itu, tapi bagaimana kita menyikapi perbedaan itu dan tetap memberi tempat paling indah pada setiap detik kejadian. Perbedaan kadang diciptakan untuk sekedar hadir, melengkapi. Tetapi ada perbedaan yang tercipta untuk saling memahami. Dan akan ada saatnya ketika mereka melebur menjadi satu kesatuan sempurna. Mungkin bukan berbeda. Hanya terlihat tidak sama ~
“Tahukah kau mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.”
–Erwin Arnada dalam Rumah di Seribu Ombak
Percayalah ada seseorang paling baik hati yang menempatkan kita pada setiap keadaan yang tepat: Tuhan.
Keadaan selalu memaksa kita menerima, sampai kita harus berusaha keras untuk hal yang tidak kita inginkan. Termasuk memaksa merelakan. Pada akhirnya semua hal harus diselesaikan dengan kata ikhlas, sebuah proses penyederhanaan amarah untuk bisa terlihat normal dan menciptakan kebahagiaan. Ada banyak yang berhasil melakukannya secara sempurna, tapi ada lebih banyak orang yang gagal dan membiarkan hatinya untuk menikmati sakit. Karena ketika hatimu merasakan sakit dengan lebih dalam, sebuah perasaan yang seharusnya kamu nikmati adalah saat itu, biarkan dia mengalir dan membuatmu menangis.
Keadaan memang tidak selalu mendukungmu untuk menang, tetapi keadaan selalu ada untuk melihatmu tersenyum. Disaat kamu merasa semua orang bahkan tidak peduli, membuatmu terikat dengan hal yang sama sekali tidak kamu suka adalah hal yang paling tidak enak. Sebenarnya itu bukan masalah utamanya, hatimu yang masih menyukai hal yang bahkan kamu benci adalah yang terburuk. Seperti ingin mengembalikan ingatan untuk tidak pernah tercipta ~
Saat kamu butuh teman perjalanan untuk membantumu bercerita, akan ada banyak pilihan yang Tuhan berikan, tinggal hatimu yang memilih. Pilihan terbaik adalah pilihan yang tidak pernah kamu rencanakan, bahkan yang tidak pernah kamu suka sebelumnya. Dia memberimu ruang untuk menyukai hal-hal kecil yang tidak kamu sadari akan membuatmu lebih nyaman. Pada dasarnya setiap hati itu sama, memilih dan tetap tinggal sampai tidak memutuskan untuk pergi lagi. Untuk hati yang lain yang masih terus berharap bahkan memohon, akan selalu ada maaf yang tidak ternilai. Sangat berharga. Tidak banyak yang mengetahui akhir dari sesuatu, tapi apa yang paling kamu yakini adalah kenyataan yang akan jadi hak milik kamu di masa depan.
Moving on does’t mean you forget about things. It just means you have to accept what happened and continue living :’)