Adalah aku kekasih yang sungguh Di setiap keluh yang termangu utuh Tertunduk malu menahan detak barisan luka Yang tertinggal pasrah dengan sempurna

oozey mess

blake kathryn
hello vonnie
macklin celebrini has autism

★
cherry valley forever
Lint Roller? I Barely Know Her

JBB: An Artblog!

JVL

❣ Chile in a Photography ❣
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost

Kaledo Art
taylor price
h
Sade Olutola
AnasAbdin

No title available

roma★
ojovivo

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Greece

seen from United States
seen from Germany

seen from Canada

seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from France
seen from United Kingdom
seen from Guernsey
seen from Uzbekistan

seen from United States
seen from Germany
@hamdahdl-blog
Adalah aku kekasih yang sungguh Di setiap keluh yang termangu utuh Tertunduk malu menahan detak barisan luka Yang tertinggal pasrah dengan sempurna
Kau adalah lukaku yang terpaling dalam Menjadi hilang yang selamanya lupa untuk terselamatkan Menjelma sesal yang sulit disembunyikan Dalam ingatan senja perjalanan akhir sendiriku
Demikianlah kita, Terbelenggu bayangku mengantar kepergian itu, menatap semu atas kesanggupan yang tak lekas menyambutmu kembali. Sekarang tak ada lagi air mata yang pulang lebih pagi dari bilik mata, karena telah kulangitkan pada semesta tentang kau yang pernah ada.
Rasanya bila saja kau padam, kemana lagi mataku akan mencari sebentuk indah yang selalu membuatku betah berlama-lama untuk singgah
Bersamamu selalu menguatkanku. Apapun itu, kau adalah pembelajaran jiwaku untuk selalu tabah. Tetaplah selalu menemaniku dalam pendewasaan, karena kesempurnaan bisa datang sendiri tanpa mencari teman baru yang lebih sehati. Percayalah kita adalah dunia yang membutuhkan kebersamaan tanpa perlu berpaling saling menjauhi.
Sebelum tangis jatuh lebih banyak mengeja senja, kemarilah. Kita selesaikan rindu yang memilih temaram demi aku dan kamu tetap satu
Biarkan anak-anak luka bertukar pendapat
Tentang cerita lusuh dahuluku yang selalu kuhangatkan dalam lentera kalbu
Kemudian kata, berakhirlah sedih-sedihku yang berkelana
Percayalah Puan akan berdamai dengan kita
-Hamdah, Bandung 14.06
Berdiriku bukan mengartikan bahwa aku tak pernah mengalami rapuh
Bergontai langkah atas segala hiraumu
Bertekuk lutut aku atas undangan cemburu itu
Tak berani lagi diri memicing mata
Sebab ketakutan telah menggenang di pelupuk mata
Saat ini, cinta tak lagi berpemilik
Di tubuh-tubuh kehilangan
Telah terluka di sini kesetiaan
Sebelum luka ini disambut petang
Berkumandanglah terik siang
Katakan bahwa hatiku adalah yang paling tabah
Diantara kisah-kisah yang mengalah
Ketika hening menatap sakit tak mau tahu
Aku masih betah berlama-lama
Melamunkan sebuah nama
Dengan lugu
Di sudut kepalaku
-Hamdah, Bandung 12.42
Yang tersisa dari seluruhmu hanya nyanyian waktu
Tersadar akan kiblat untukku bertaat memilih berlalu
Membentang diamku mendengar ucapan itu
Secepat itu kau menyuruhku terbangun lebih pagi untuk sendiri berdiri kuat
Agar padamu aku sempat berpagut erat sebelum terlambat
Dengan sungguh tersampaikan
Tak sedikit pun kau terlewatkan perasaan
-Hamdah, 14.45
Bergontai langkah atas segala hiraumu
Bertekuk lutut aku atas undangan cemburu itu
Tak berani lagi diri memicing mata
Sebab ketakutan telah menggenang di halaman mata
Cinta tak lagi berpemilik
Di tubuh-tubuh kehilangan
Terluka disini kesetiaan
Bandung, 14.52
Di dalam engkau aku berusaha membangunkan separas curiga
Sedang diam-diam akan kubuatkan rumah untuk menampung anak luka yang tak bersuara untuk menua bersama air mata yang tunduk di pangkuan peluk
Biarkan mereka bertukar pendapat tentang cerita lusuh dahuluku yang selalu kuhangatkan dalam lentera kalbu
Berakhirlah sedih-sedihku yang berkelana
Percayalah Puan akan berdamai dengan kita
-Hamdah, Bandung 13.19
Pulanglah, sebelum rindu memaksamu untuk tinggal abadi dan tak lagi membiarkannya pergi
-Hamdah, Bandung 18.36
Save tumblr :'(
Kemana lagi semua kata akan mengungkap keluh kesah?
Tolong lah pak
Dulu, kita senantiasa menunggu
Sekarang, kau memilih berlalu dimakan waktu
Perlu kau tahu
Semoga pada tujuanku hanya padu padan sepasang hati
-Hamdah, Bandung 13.49