Saat aku mencoba untuk menghilang, aku tidak benar-benar ingin menghilang, aku hanya ingin kamu merasakan aku.

seen from Canada
seen from United States
seen from China

seen from China

seen from Russia

seen from United States
seen from Ireland
seen from China
seen from United States
seen from Russia
seen from Iraq

seen from Germany
seen from China
seen from Germany

seen from Germany
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Russia
seen from Russia
seen from United States
Saat aku mencoba untuk menghilang, aku tidak benar-benar ingin menghilang, aku hanya ingin kamu merasakan aku.
Jarak membuat segalanya semakin rumit. Rindu dan ego yang tak pernah berhenti berkelit. Waktu yang tersisa semakin sedikit. Belum lagi sabar dan pengertian yang sempit. Jadi, kita ini apa? Dua orang yang berjuang bersamakah, atau hanya dua orang yang menolak sakit?
Bisa bayangkan, bagaimana rasanya punya beban berat. Semua tertopang pada pundak. Tidak pandai bercerita. Tidak bisa buka suara. Orang terdekat hanya bisa melihat baiknya. Berat sekali, sebenarnya. Bahkan untuk menangis yang gampang tinggal tersedu, seperti buang-buang tenaga.
Pada degup nestapa malam
Aku memilih kembali sebelum langkah bersenandung pilu dihadapan remang bulan
-Hamdah
Tak ada kejelasan. Aku hanya dipermainkan. Diombang-ambing dalam lautan rasa resah. Lelah dan hampir menyerah. Tapi apa? Aku tak bisa Aku terlalu menyayanginya
Arief Aumar Purwanto | 15/03/2017
Cinta pertama akan selalu gagal katanya, kataku: tak ada cinta yang gagal. Aku mencintaimu agar kamu bahagia, perihal tinggal bersama aku tak memaksa, asalkan kamu bahagia.
Terlalu banyak luka membuatku sulit membedakan antara cinta yang sungguh atau cinta yang singgah.
SuratAndin #26: Mengulang Kembali
Untuk kali ini, yang kau terima hanya sekedar surat. Jika ini sudah kau terima, sudilah kiranya setelah ini untuk menerima mohonku yang mungkin saja disertai berlutut.
Nyaris 1 tahun kita membubarkan perjalanan. Tidak ada 1 pun notifikasi pesan darimu mampir di ponselku. Tidak ada sapa khas ala mantan yang biasa diterima orang-orang. Hanya ada mampir dipersimpangan mimpiku yang membuat rindu tak bisa dikendalikan.
Tanpa banyak basa-basi. Aku menulis ini dengan maksud ingin mencuri hatimu lagi. Aku ingin diberikan izin untuk mendampingimu lagi. Dan syukur-syukur jika kau terkesan dengan cara ini, lalu sesegera mungkin memikirkan permintaanku.
Aku menaruh harap pada kesalahan kita kemarin. Aku belum bisa percaya bahwa pembubaran kita yang kemarin adalah akhir dari segalanya.
Aku ingin sekali lagi merayumu, dan tentu saja sudah dari lama aku merayu Tuhan. Agar terbuka lagi hati dan sela jarimu untuk kugenggam.
Segera balas surat ini.
Kau mau balikan?
Mantanmu. (yang sering kau rindukan)