Debunking misinformation around Palestine.
Please spread this truth!
styofa doing anything
h

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)
taylor price

⁂
Keni

Andulka
Monterey Bay Aquarium
almost home
Misplaced Lens Cap
hello vonnie
ojovivo

oozey mess

❣ Chile in a Photography ❣

tannertan36
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline
sheepfilms

roma★

seen from United Kingdom
seen from Canada

seen from Switzerland

seen from Mexico

seen from Switzerland

seen from United States

seen from Switzerland
seen from United States

seen from T1

seen from Belgium

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Belgium
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Ukraine
@hanisahz
Debunking misinformation around Palestine.
Please spread this truth!
⠀⠀▬ ᴍɪᴋʀᴏᴋᴏsᴍᴏs ʟʏʀɪᴄs + ᴀɴɪᴍᴇ ᴡᴀʟʟᴘᴀᴘᴇʀs : * ✧ · ゚: ⠀⠀♡ ʟɪᴋᴇ ᴏʀ ʀᴇʙʟᴏɢ ɪғ ʏᴏᴜ ᴜsᴇ/sᴀᴠᴇ。 ⠀⠀♡ ᴘʟᴇᴀsᴇ ᴅᴏ ɴᴏᴛ ʀᴇᴘᴏsᴛ ᴍʏ ᴇᴅɪᴛs。
Till the times arrived, I’ll remember the phrase
Righteous actions in the first 10 days of Dhul-Hijjah [Starting from Wednesday July 22nd]:
Charity
Recitation of the Qur'ān
Plentiful Voluntary Prayers
Fasting & especially the day of 'Arafah
Saying the Takbeer [Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaah. Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar, Walillaahil-hamd]
Dhikr & Istigfār
Reviewing knowledge (and learning more)
Repentence to Allāh
Terima kasih sudah mau datang dan kembali menemuiku. Aku percaya kehadiranmu tidak bermaksud untuk melukaiku.
Aku percaya saat ini kamu hanya ingin menyapaku sebagai ingatan, sebagai kenangan, dan aku mengizinkanmu.
Kisah kita sudah selesai, kamu sudah tidak ada lagi di hidupku. Maka aku tidak punya waktu terlalu lama untuk memikirkanmu.
Kamu boleh menyapaku sebentar saja.
Ceritakan saja jika kamu ingin menceritakan tentang kebaikan-kebaikanmu, perhatianmu, ataupun semua pengorbanan-pengorbananmu.
Tentu aku tidak akan melupakannya, aku mengakui semuanya. Kamu memang pernah ada dan menjadi bagian penting dalam hidupku.
Tetapi itu dulu, kita hanya sebatas itu. Sekarang kamu sudah bukan lagi kenyataan yang aku miliki.
Aku tidak perlu memintamu untuk pergi bukan? apalagi sampai harus mengusirmu. Pergilah, jika ceritamu sudah selesai.
Aku akan mengantarmu pulang. Kamu boleh datang lagi kapan saja, selama aku sudah mengizinkannya.
Semoga kamu juga mengerti, bahwa waktu kita sudah habis, dan kita tidak lebih dari sebuah kisah di masa lalu.
—ibnufir
Jangan Tanyakan Mengapa
Bila suatu hari nanti Tuhan mengizinkan kita bersama, jangan mengeluh bila aku sering mencuri tatap padamu. Jangan marah bila di lelahmu, aku terus memandangimu penuh senyuman. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa Tuhan telah memberiku satu takdir yang takkan kusesali selamanya. Karena yang kucintai darimu hanya segala kesederhanaan yang ada padamu. Jangan tanyakan mengapa aku menulis seperti ini. Pada akhirnya, mencintaimu hanya menjadi ingin; memilikimu serupa memeluk angan.
Soul Mates I don’t know how you are so familiar to me—or why it feels less like I am getting to know you and more as though I am remembering who you are. How every smile, every whisper brings me closer to the impossible conclusion that I have known you before, I have loved you before—in another time, a different place, some other existence.
- Lang Leav
Souls
When two souls fall in love, there is nothing else but the yearning to be close to the other. The presence that is felt through a hand held, a voice heard, or a smile seen. Souls do not have calendars or clocks, nor do they understand the notion of time or distance. They only know it feels right to be with one another. This is the reason why you miss someone so much when they are not there— even if they are only in the very next room. Your soul only feels their absence— it doesn’t realize the separation is temporary.
- Lang Leav
“I love you so much, much, much that it just hurts every minute I’m without you.”
— F. Scott Fitzgerald (via naturaekos)
Ten ways to acquire Allāh’s love
First: Recite the Qur’an with reflection, and understand its meaning and what is intended by it.
Second: Draw closer to Allah by performing the supererogatory acts of worship after fulfilling the obligatory acts of worship.
Third: Constantly remember Allah in every situation, with the tongue, the heart and the actions.
Fourth: Give preference to what Allah loves over what you love when being overcome by desires.
Fifth: Contemplate the beautiful names and attributes of Allah with the heart, and roam in the gardens of this knowledge and its fundamental concepts. The one who knows Allah, will inevitably love Him.
Sixth: Observe and recognize His kindness, benevolence, favors, and blessings, those that are hidden and those that are apparant.
Seventh: Completely submit your heart in front of Allah the Exalted.
Eighth: Seclude yourself during the time of the Divine Descent and turn to your Lord, and recite His Speech. Contemplate with the heart and adorn yourself with the manners of a worshipper in front of Him, and conclude all of this by seeking forgiveness and repenting.
Ninth: Accompany those who truly, sincerely love Him. Collect the best fruits of their speech just as one would pick only the best fruits. Remain silent except when you know it will better your condition and benefit others.
Tenth: Stay far away from everything that will come between your heart and Allah the Exalted.
— Madaarij as Salikeen of ibn al Qayyim
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Please kindly listen to this recitation. It only takes 3 minutes. The brother who is reciting recently died at the tender age of 25 years اِنَّا للهِ وَ اِنِّا اِلَيْهِ رَاجِعُون His mum is requesting everyone to forward this around as sadaqah jariyah for him.
May Allah forgive and accept him and grant him Jannatul Firdaws - Ameen
If you are often stressed, anxious, feel like a failure or you're not doing what you think you should be doing, consider this. Start helping others. You’ll feel a sense of self-worth that you’re actually making a difference & easing someone’s load. See how your life changes!
Mufti Ismail Menk
Untuk dihargai
Jadilah dihargai bukan karena apa yang kamu miliki. Jadilah dihargai bukan karena apa yang kamu pakai. Jadilah dihargai karena sesuatu itu memang ada di dalam dirimu. Tak terlihat, tetapi dapat dirasakan.
Siapapun dirimu, sebanyak apapun harta bendamu, sesaleh apapun amalanmu, setinggi apapun pendidikan, pangkat dan jabatanmu. Tidak perlu membawa diri secara berlebihan.
Tetaplah rendah hati dan menganggap semua orang yang ada di hadapanmu sebagai orang yang mesti kamu jaga perasaannya.
Anggaplah setiap apa-apa yang kamu capai dan yang kamu miliki sebagai anugerah Tuhan yang luar biasa untuk kamu syukuri. Bukan untuk merendahkan hati siapapun.
Tidak ada yang lebih beruntung, tidak ada yang kurang beruntung, kita semua sama. Bedanya hanyalah proses dan cara menjalani hidup yang kita lalui.
Sebab untuk dihargai, kamu hanya perlu menghargai oranglain seperti bagaimana halnya kamu ingin orang lain menjaga perasaanmu.
—ibnufir
“Bahagianya mereka yang memiliki dekapan hangat keluarga, bagi mereka indah itu bukan pada banyaknya agenda destinasi keluarga, berfoto ria dengan lebarnya tawa, atau penuhnya sosial media dengan aktivitas liburannya.”
Bagi mereka bahagia adalah saat keluarganya bisa taat pada tuntunan ilahi, selepas magrib ramai dengan tilawah Al Quran tanpa ada gangguan tv yang menyala. Sendu dan tetesan airmata bahagia mereka adalah saat satu persatu dari mereka Allah panggil dengan keadaan husnul khotimah, menyisakan senyuman pada akhir usia, saling menemani, berpelukan dengan hangat. Hati mereka yakin, bahwa mereka akan kembali berkumpul di surga.
Standar bahagianya setiap keluarga berbeda-beda, menyamakannya bukanlah solusi. Namun, jika keluarga adalah tempat berteduhnya dari hujan ujian, dan tempat untuk menghangatkan diri dari dinginnya dunia, maka jadikanlah keluargamu sebenar-benar tempat kembali yang dirindukan.
Hari ini, ayah temanku menunjukkan keluarganya adalah tempat kembali, saat dimana ia akan Allah panggil, saat itulah sendu dan syahdunya senyuman setiap dari mereka keluar, menandakan keikhlasan melepas sang nahkoda kapal. Ayah.
Jika nanti kamu telah menikah, jadikanlah keluargamu sebaik-baik tempat berteduh, jadikanlah setiap anak-anakmu bagian dari investasi akhirat tanpa henti untukmu, kala dirimu telah kehabisan bekal di akhirat, ia datang membawakan perbekalan untukmu. Anak yang sholih dan sholihah.
Karena kita semua sedang meniti jalan pulang, semoga Allah matikan jiwa dan raga kita dalam iman dan islam.
Wahai hati, melembutlah.
@jndmmsyhd
Kadang, ketenanganlah yang lebih kamu butuhkan ketimbang kesenangan. Karena kesenangan itu punya rasa, tapi ketenangan punya makna. Senang belum tentu ada makna, namun tenang ia ada makna dan rasa.
Menikmati setiap kesempatan bahagia tanpa sosial media, tidak terpaku pada berapa like yang didapat, dan tidak cemas jika tidak ada yang merespon. Sederhana.
@jndmmsyhd
" Nanti, jika kamu sudah benar-benar siap untuk menikah, maka carilah seorang wanita yang akan menyayangi kedua orangtuamu terlebih ibumu, temukanlah dia yang membuatmu tak pernah mampu melawan orang tua apalagi ibumu, semoga dia akan selalu mengingatkanmu agar tak pernah menyakiti hati ibumu, dan selalu ikut serta merawat dengan baik ibumu apabila beliau sudah benar-benar mencapai masa tuanya.
Nanti, jika ada seorang lelaki yang datang padamu dan memintamu pada ayahmu, maka perhatikanlah prilakunya pada kedua orantuamu, apakah akhlaknya baik dihadapan orangtuamu apalagi ibumu. Setelah kamu dapati dia begitu santun dihadapan kedua orangtuamu maka, ketika nanti dia membawa orangtuanya kehadapanmu perhatikanlah bagaimana prilakunya pada kedua orangtuanya terlebih ibunya, jika sikapnya begitu baik serta menyayangi ibunya, semoga saja dia bisa menjadi suami yang juga menyayangi dengan penuh kasih sayang dan akhlak baik." - Sebab bagi lelaki ibu tetaplah perempuan pertama yang harus tetap dihormati, dijaga dan disayangi walau dia sudah menikah nanti.
Sebab, bagi perempuan, suami adalah pengganti orangtuanya.
Harus selalu menghormati suaminya, dan harus selalu sadar diri jika dia hanya perempuan kedua setelah ibu kandung yang melahirkan suaminya.