Maaf ibu jika Aku belum bisa memberimu kemewahan
Sebagai anak pertama Aku tahu betul rasanya harus mengalah kerap kali ingin bersuara, tiap bermimpi Aku selalu membuat pertimbangan khusus agar keputusan yang aku ambil berdampak baik pula untuk keluargaku
Sebagai anak pertama Aku tahu betul harus gemar berbagi namun tak boleh iri hati dan cemburu apabila kasih ibu terbagi dengan saudaraku yang lain, seorang kakak harus maklum karena duluan diberi kasih sayang
Sebagai anak pertama Aku tahu betul tanggung jawab setelah kepergian bapak itu langsung jatuh kepundakku, aku tidak lagi menjadi anak ibu melainkan partner ibu berjuang mengurus rumah tangga, ikut menjadi penompang kebutuhan rumah dan biaya pendidikan adiknya
Sebagai anak pertama memberi itu nomor satu sebelum bisa mengutarakan hak sebagai sesama anak, memberi adalah wajib karena jika bukan diriku lalu siapa?
Sebagai anak pertama yang tidak pernah dibekali menjadi tulang punggung Aku tidak tahu harus belajar kepada siapa selain pengalaman yang akhirnya menjadi guru terbaik
Kerap Kali dihadapkan pada keputusan keputusan penting yang Aku bingung harus mulai darimana, seringkali Aku mendahulukan keluargaku saja asal bahagia daripada kebahagiaan diriku sendiri, daripada isi hatiku sendiri, daripada impianku sendiri
Kerap Kali dihadapkan jalan buntu dan akhirnya salah langkah, tersesat, tidak tahu pulang kemana, kembali kemana, putus asa dan ingin lari namun kemana? Raga ini tidak punya rumah untuk berpulang
Kala malam datang anak pertama ini sering menghabiskan waktu menangis diatas sajadah saja, curhat dengan Rabb'nya karena tidak ada lagi tempat terbaik selain Rabb'nya saja
Kala pagi datang anak pertama ini akan kembali menjadi anak hebat, kuat tersenyum seakan airmata diatas sajadahnya tidak pernah Ada, seakan sakit yang dia pendam tidak pernah meminta disembuhkan
Kemudian anak itu membawa luka selama bertahun-tahun, menahan perasaan marahnya didalam hati, berujung raganya mulai meronta menahan sesak luka batin
Anak itu hanya ingin dipeluk, ingin disayang, berikan sedikit ucapan lemah lembut untuknya, dia juga seorang anak, dia juga baru pertama kali menjadi manusia
Maaf ibu jika usahaku tidak pernah terwujud berupa barang mewah yang bisa engkau pakai dan pamerkan kepada mereka,
Maaf ibu jika tangis dan sakit yang Aku curhatkan pada Rabb'ku diatas sajadah tidak pernah cukup ternilai sebagai baktiku
Maaf ibu Aku belum bisa menghadiahkan kemewahan dalam hidupmu
Ibu, sebelum kemewahan itu Aku pernah berharap mati lebih dulu karena sesak dihatiku