Cinta serupa riang bocah di hari yang cerah; aku ingin berlarian menangkap gelembung damai pada senyummu yang taman.
if

roma★
Not today Justin
No title available

@theartofmadeline
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
he wasn't even looking at me and he found me
NASA
cherry valley forever
Today's Document

Origami Around
trying on a metaphor
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
dirt enthusiast
Lint Roller? I Barely Know Her

No title available

No title available

#extradirty
Mike Driver
KIROKAZE

祝日 / Permanent Vacation
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
@hurufem
Cinta serupa riang bocah di hari yang cerah; aku ingin berlarian menangkap gelembung damai pada senyummu yang taman.
if
Katamu, “Dicintai olehmu, aku bahagia” Maka mencintaimu, aku setia.
Aku berada di surga. . ------------------------------------------- Yogyakarta, 3 Januari 2017
Teman Hidup
Aku terbangun, dari musim hujan yang kupikir masih mimpi. Sudah terhitung hampir empat puluh kali purnama sejak hari itu. Sesekali siang bertingkah wajar, sesekali mendung yang itu-itu meminggirkan matahari. Tapi setiap hari adalah siklus jatuh cinta paling khusyuk yang pernah kulewati.
Tepat pada malam ke tujuh puluh satu aku dinikahi air mata, juga mata dan senyummu yang terbawa kemana-mana. Aku jatuh cinta, kepada warna merah saga langit dan cokelat tua minuman kafe. Aku suka beralibi agar tak dikatakan aku telah lebur bersama hujan dan dinginnya kota. Nyatanya makna “bersama” hanya untuk manusia dengan manusia.
Aku sendirian, entah itu saat ngopi atau menulis puisi. Tapi aku sudah menikah, barangkali dengan puisi-puisiku sendiri. Terkadang ia begitu picisan dan sangat kucintai. Terkadang ia lagu patah hati yang diputar berulang-ulang. Ada satu bait yang hingga kuhapal di luar kepala. Katanya, “aku muak ketika aku mengerti bumi yang bulat harus ditumpangi dengan dunia berbentuk kerucut”.
Aku sependapat dengan pola pikirmu. Meski sebenarnya aku tak menyukai air mata. Sebab kepincangan membuatku iba dan rentan basah. Aku tak suka mendengar siaran radio menjelang tengah malam. Lantaran seragam dan kedudukan lebih mempesona ketimbang baju buruh, aku ingin menyumpal telingaku atau (kalau boleh) mulutnya untuk tak mengotori Tuhan.
Jika aku terlahir kembali, aku tak masalah hujan masih sebagai salah satu musimku. Setidaknya aku ingin lebih liar saat berkuda. Sesekali aku butuh menangis dan pantas lelah. Tapi tolong, kamu jadilah rumah untukku sekali lagi. Di beranda, aku ingin membuktikan pada semesta akan ketangguhan kita. Bersamamu, aku ingin makna bersama bukan omong kosong dan terdengar lucu di mata orang-orang.
Jombang, 25 Oktober 2016
. The beginning of new adventure ❤ #ifauzi (di Rektorat UGM)
Ada yang diam-diam mengintip ragu dari belakang punggungmu. Sebab tak mau dilihatnya senja begitu cemburu pada kita yang sedang bahagia menyederhanakan rindu; aku. (at Fly Over Palur)
Pelukku selalu lebih banyak; bersedia mendekap apapun (bahagia, gegalau, bahkan perasaan paling gusar sekalipun) darimu..
— Ifa Musyrifah Hasyim
Bersyukur membuat bahagia bersedia memelukmu lebih lama..
Perpustakaan, Buku Puisi
Aku sedang bersabar dengan cantik Menunggu dipeluk erat rejeki Akan ku beli buku puisi banyak sekali Satu, dua, tiga, hingga susah dihitung lagi - Rumahku kecil, ada perpustakaan di dalamnya Siapa saja boleh tidur di atara buku-buku Bermimpi tentang hangatnya dekapan ibu Dan segala macam rindu
Yogyakarta, 17 Mei 2016
*Selamat Hari Buku Nasional
Selamat hari puisi nasional~ – View on Path.
Syukurlah kau masih punya alasan untuk melakukan perjalanan. Bahkan jika tujuanmu bukan lagi aku, aku bersyukur pernah jadi sebab berjalanmu.
Aku tidak sebaik yang engkau ucapkan. Tapi aku juga tidak seburuk yang terlintas di benakmu. — Ali bin Abi Thalib .
1. Kata Pengantar 2. Daftar Isi 3. Cerpen Kerinduan Hujan Persembahan dari Komunitas Negeri Kertas 4. Disember Muncul Lag...
Seneng rasanya terpilih jadi salah satu kontributor sebuah buku kumpulan cerpen dan puisi yang berjudul "Kerinduan Hujan" di Komunitas Negeri Kertas ini. Terimakasih banyak, Fileski :)
. Mendekap Rindu Kita pernah menghabiskan waktu disini, merakit do'a dan menerbangkannya ke udara. Melepaskan satu-satu tawa dan bahagia. Membicarakan apa saja; es krim, panda dan juga kelinci bergigi dua. Ceritakan apapun itu kepadaku, sayang. Selagi tidak ada jarak memelukku dan juga kita. Sungguh, aku mencintai mendengarkan laki-laki yang pendiam dan tenang sepertimu. Ceritakan sekali lagi, sayang. Selagi waktu lupa kembali pada arloji di pergelangan tangan kananku. Ceritakan sekali lagi, sayang. Dua kali, tiga kali, seberapapun itu aku tidak akan pernah bosan. Seperti itu aku mendekap cintamu, sayang. Dan sebelum tiba waktuku untuk pulang, sebelum kereta siap membawamu kembali ke Surakarta dan jarak kembali membentang, maukah kau berjanji untuk selalu baik-baik saja, sayang?. Agar rinduku tau kemana ia harus setia; pada peluk kecupmu yang tak terhingga. Tersenyumlah sayang, tinggalkan kenangan dalam setiap ingatan (ku). Yogyakarta, 09 Januari 2016 Cc: @kelaspuisi #kelaspuisi #januariberpuisi #hari9 #temarindu (di Pulo Cemeti Tamansari)
Panggil Ia "Cinta"
Tepat di penghujung desember, senja ke tiga puluh satu Ada yang ingin disampaikan langit sore yang jingga Tentang satu rahasia Milik januari waktu itu Ada bahagia yang berlipat-lipat ganda Pertemuan kita yang tidak pernah terduga Sepakat kita memberi nama Panggil ia “Cinta” Jangan biarkan ia terbenam bersama luka Perlu kita jaga, berdua Sebab ada yang menunggu kita di depan sana Tentang mimpi-mimpi yang semesta Setialah lanangku, lebih lama dari selamanya.
Yogyakarta, 31 Desember 2015
Cc: @rintikkecil @kelaspuisi
Perca
Buk, di tubuhmu yang surga, apapun akan menjelma menjadi do'a Ini, ada serangkum kain perca Kubuat selimut sebaik mungkin yang aku bisa Semoga dingin yang selalu memelukmu paksa Enggan lagi mengganggu tidurmu yang tidak pernah terlelap sempurna
Semoga kau suka.
*Maafkan aku, buk. Yang selalu gagal menulis bagus apapun itu; tentangmu.
Yogyakarta, 25 Desember 2015
Cc: @rintikkecil @kelaspuisi
Surat
Menjaga diri adalah hal yang paling sering alfa dari setiap kesempatan. Beberapa waktu yang lalu , ada sebuah email dari negeri nun jauh disana , seorang sahabat lawas yang tinggal di belahan bumi yang berbeda. Sebuah email padat yang memaksa saya duduk berlama-lama didepan komputer dan membacanya seribu kali.
Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu , kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa tentram untuk membuka cerita kepadamu.
Aku hanya sekedar mengingatkan , bahwa berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan tentram dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu teman.
Bahwa aku mengenalmu sejak kecil adalah hal yang membuatku paham padamu. Kau sudah merusak masa depan dirimu dan banyak perempuan , bahwa mereka kemudian memiliki perasaan masa lalu yang bisa saja tumbuh ketika kamu sudah bersanding dengan orang lain.
Kau paham sesuatu ?
Aku katakan sekali lagi , jangan terlalu baik kepada banyak perempuan. Sikapmu itu seperti bom waktu , tinggal menunggu kapan meledaknya , jagalah dirimu lebih baik.
Kau tidak perlu terlalu dekat kepada mereka semua jika sekedar ingin menjadi laki-laki yang baik , bukan begitu ?
Aku kehabisan kata-kata. Ditulis oleh @kurniawangunadi dalam buku "Hujan Matahari"