Ya Ampun
h

Product Placement
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
we're not kids anymore.

❣ Chile in a Photography ❣
One Nice Bug Per Day
art blog(derogatory)

pixel skylines
EXPECTATIONS
The Bowery Presents
KIROKAZE

No title available
No title available
macklin celebrini has autism
occasionally subtle
$LAYYYTER

ellievsbear
TVSTRANGERTHINGS
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

seen from Ecuador
seen from South Africa
seen from Azerbaijan
seen from Azerbaijan
seen from Poland
seen from Belgium

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Spain

seen from Türkiye
@ilunk99
Ya Ampun
Selamat jalan cak priyo semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamain
Fakultas Hukum UTM peduli petani kendeng............Ibu bumi wis maringi, Ibu bumi dilarani, Ibu bumi kang ngadili, La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah 📿📿📿 #savekendeng #universitastrunojoyomadura #gerbangtani
sinau of the law #hukum
Urip mung mampir ngguyu 😀
💦💦💦SELAMAT HARI AIR SEDUNIA 💦💦💦
Hidup itu harus pintar ngegas & ngerem #caknun
Singing 🎤🎼🎤🎼🎤🎼🎤
. Dia menatap langit senja di kejauhan sana, dan tahu itu bukan miliknya. Dia menghela napas dan berusaha mengatasi perasaanya. ”Mungkin aku terlalu sentimentil,” pikirnya.
Hujan, Senja, dan Cinta - Seno Gumira Ajidarma.
#hujan #senja #hujansenjadancerita #senogumiraajidarma (at Asrama ITS)
PAYUNG TEDUH
Idealis Kah?
“Hobi adalah hobi, kerja adalah kerja. Kalau nanti hobinya bisa menghasilkan ya Alhamdulillah, kalau pun belum ya tidak masalah. Ngejar-ngejar hobi tapi lupa kasih makan anak istri, istrinya yang malah jadi kepala rumah tangga, kan nggak seru juga kalau kelak sampai begitu. Idealis boleh, tapi Tuhan juga mengajarkan kita untuk berpikir kan? Kamu harus pintar membedakan, mana makna idealis dan mana yang sebenarnya tidak berani mengemban kenyataan. Bukan untuk menyerah, tapi untuk memperjuangkan dengan pikiran yang lebih terbuka, meramu strategi agar tujuannya tidak sekadar jadi angan-angan. ”
Setelah puas menatap sosok di dalam cermin, saya beranikan diri belajar menyisihkan sebagian “kegembiraan” yang saya agung-agungkan selama ini. Saya ingin belajar menjadi lebih “tua”.
“Udah waktunya belajar menggambil posisi yang lebih bertanggung jawab, bukan kesenangan pribadi saja, bukan kesenangan sesaat saja, ” begitu tukas saya sambil menenteng handuk ke kamar mandi.
Tapi tetap masih ada yang mengganjal, sebuah keinginan untuk benar bisa merasakan bahwa hobi dan kerjaan yang kita lakukan benar-benar terasa sebagai ibadah.
Kamu sudah benar merasakannya? Saya belum.
Istri itu kepala rumah tangga. Suami itu kepala keluarga.