Aku hendak ikut bicara perihal ramai-ramai di depan istana negara. Tentang petani yang tersiksa di negeri sendiri bahkan tanah tempat mereka alirkan darah. Padi-padi milik mereka hendak di ganti bahan bangunan semata tempat meneduhkan raga tapi bukan jua untuk mereka. Sebagaimana hasil jerihpayahnya tiada mampir dalam lekuk-lekuk perutnya. Di hadapan istana mereka tak bersuara namun hadirkan banyak rasa iba perihal kaki-kaki yang dipasung depan mata. Nyatanya tak hanya itu raganya telah lama menderu kelu menyuapi setiap hari perut-perut di tanah ibu. Mereka diperlakukan seolah babu bekerja tuk segelintir rupiah tiada hasilnya, dihujani amarah. Petani malangnya nasibmu kini setelah tanah makin sulit dicari sekarang dipaksa menggugurkan harga diri. Kutulis ini sebagai saksi bahwa aku berdiri di sisi semata tuk kebaikan negeri. Aksa *gambar diambil dari @afriadihikmal #savekendeng #tolakpabriksemen #puisi #sastra #sajakliar #pedulikendeng #petani







