Saat ujian menyapamu, kau merasakan tekanan begitu menghujam batinmu. kau merasakan kesedihan yang tidak berkesudahan, tangisan yang terus menerus membasahi kedua pipi. Dunia serasa tidak lagi berpihak. Dan tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Maka, cobalah untuk membuka Al-Qur'an. Bacalah setiap surah cinta-Nya dengan seluruh perasaan yang kau rasakan. Bacalah dengan perasaan syahdu dan mengkajinya dengan penuh makna.
Jika kau mendapati dirimu menangis dengan cucuran airmata yang tidak bisa terbendung. Barangkali Al-Qur'an sedang rindu padamu. Maka ia membuat hatimu bersedih tak berkesudahan sampai kau membacanya dengan seluruh perasaanmu.
Namun, jika kau mendapati dirimu tetap bersikukuh tak mau membacanya dan merasa cepat lelah atau bosan. Barangkali ada sesuatu yang salah pada hatimu. Sebab jika hatimu bersih tak mungkin kau akan merasakan lelah ketika membacanya.
Al-Qur'an itu cerminan dari hidup kita. Jika Al-Qur'an sudah hidup di hati orang-orang mu'min. Maka secara otomatis orang-orang yang didadanya ada Al-Qur'an ia akan berprinsip, berakhlak sesuai Al-Qur'an.
Dan jika sebaliknya, ketika jauh dari al-Qur'an atau tidak ada jejak satupun ayat didadanya maka ia akan jauh dari prinsip dan akhlak yang sudah dicontohkan di dalamnya.
Karna Allah, tidak akan membiarkan hambanya yang telah berkomitmen terhadap Al-Qur'an jatuh begitu saja di tempat yang Ia sendiri murka terhadapnya.
Maka, luruskan kembali cintamu. Ada Al-Qur'an yang akan menjadi obat untuk hatimu yang sedang bersedih. Yang akan menjadi penawar dari segala macam penyakit hati.
Sebab, janji Allah tidak pernah ingkar. Tidak pernah sekalipun. Lantas ketika sudah ada yang pasti, kenapa masih meninggalkannya??
Melembutlah wahai hati, melembutlah..
©Ibn Syams (Self Reminder)