For anyone who just followed me here, please follow me on @crazykuroneko instead
wallacepolsom

blake kathryn
No title available

shark vs the universe
trying on a metaphor
No title available
𓃗
h

No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Mike Driver
Cosmic Funnies
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
d e v o n

⁂
occasionally subtle

Kaledo Art
we're not kids anymore.

Andulka
Not today Justin

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Oman
seen from Philippines

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Cameroon
seen from Syria
seen from Saudi Arabia
seen from Australia

seen from Türkiye
seen from Argentina
seen from Russia
seen from Oman

seen from United Kingdom
seen from Philippines

seen from Algeria
@itskuronekos
For anyone who just followed me here, please follow me on @crazykuroneko instead
Mixtapes- ADRIAN : A Tribute Part 1
A mix as tribute to Adrian Ivashkov (Vampire Academy - Bloodlines) about his life from Vampire Academy to first half of The Fiery Heart divided into 3 chapters.
Because he's emotionally unstable, this playlist seems likely emotionally unstable too.
[Listen]
A tribute for so far my most favorite fictional character ever, Adrian Ivashkov. He might be beautiful like other vampires in YA novels but he's so human. He's not strong, he's afraid for many things, he's getting hurt but he learns like real life people do.
Making a playlist about him is a hard thing to do, especially the chapter 2, the breakdown. Yet I feel so happy finally I can put Between the Bars by Elliott Smith since it's also my favorite song.
Since his life story still continues to next two unreleased books (The Silver Shadows & The Ruby Circle), so this playlist hasn't finished yet. I've gathered some songs based on the second half of The Fiery Heart, but I'll save them for the Part 2.
Hope everyone can enjoy this playlist as much as I do.
Mixtapes- MIRRORED SOULS
“I don't believe in soul mates, not exactly. I think it's ridiculous to think there's only one person out there for us. What if your 'soul mate' lives in Zimbabwe? What if he dies young? I also think 'two souls becoming one' is ridiculous. You need to hold on to yourself. But I do believe in souls being in sync, souls that mirror each other.”
A Rose Hathaway X Dimitri Belikov of Vampire Academy fanmix
[Listen]
Mixtapes- Burberry : Music of the Show
Music taken from and inspired by Burberry's shows. Divided to seven chapters representing each chapter of Burberry Celebrates London in Shanghai show. Credit to Christopher Bailey for his awesome music taste.
[Listen]
Another post about Burberry music because I just love it so much.I finally surrendered then decided to make a playlist dedicated to it which I usually play in the moment when I want to feel peaceful and confident.
I watched almost of all their shows on their youtube channel and couldn't help myself to stop downloading all the songs haha.
Mixtapes- When : We're in Your Car Trying to Escape from The Life
A mix for people who want to forget everything about the life, to enjoy the present, to remember the fun of youth, and to fall in love.
[Listen]
Finally got a chance to publish one of my mixes I have on my itunes - after struggling uploading all the songs with poor internet connection.
The thought of needing a mix that can comfort me, make me at ease, happy, and forget all the problems I have is what urge me to make this mix, so I hope you'll like it too.
The cover images are from Perahu Kertas 2, because the scene when they are having a short trip inspired me too.
Introducing Maru, the cutest cat in the world.
Selalu Ada
Merasa kesepian? Coba lihat tangan kanan mu. Hadapkan telapaknya ke arah luar dan punggungnya menghadap mu lalu rapatkan jemari mu. Ada (tulisan) Allah disana. Sebuah bentuk unik yang Ia tinggalkan di setiap umat-Nya agar mereka selalu ingat bahwa mereka tidak pernah satu detik pun sendirian.
Apakah selama ini kalian sadar tentang hal ini?
Entah apakah tertulis di Al-Quran atau tidak, tapi saya menyadarinya semenjak pesantren kilat SMP dulu. Saat itu sebelum jurit malam, kami menonton berbagai macam tulisan 'Allah' yang dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Dan terakhir muncul gambar tangan kanan kita. Tanpa kita sadari, jemari kita membentuk seolah-olah menjadi kata Allah dalam bahasa Arab.
Jadi tinggal lihat tangan kita jika ingin mengingat keberadaan-Nya. Mudah bukan?
I seriously need to buy these books. If you're interested check out http://www.peekmybook.com . I have to save some money first :3
Setiap orang memiliki masa lalu. Tidak masalah jika itu baik atau buruk. Yang perlu kamu ingat mereka sudah tidak tinggal disana lagi.
you carry the scars / are you afraid to love someone? / everyone is searching for a place that can heal their sadness and loneliness / so for you that place is here.
Love in the Ice - 東方神起 (The Secret Code Live in Tokyo Dome 2009)
Forever favorite song. Forever favorite performance. Forever favorite singing group --yeah, not just what they call 'boyband'--. Forever who I miss a lot in Asian music industry.
Tulisan : Menjaga Pikiran Tetap Sehat
Ketika aku menulis panjang lebar tentang sesuatu hal, sejatinya aku sedang berbicara dengan diriku sendiri. Ini agar aku tetap sehat dan waras dengan segala letupan-letupan pemikiran yang seringkali tanpa diduga berdatangan.
Ketika aku menulis panjang lebar dan bercerita, aku tak peduli didengar (dibaca) orang atau tidak. Karena aku sedang bercerita dengan diriku sendiri. Ini agar pikiranku tetap waras.
Aku memiliki prinsip hidup yang selalu aku pegang dan menjaga prinsip itu sulit, oleh sebab itu aku menulis panjang lebar untuk selalu mengingatkan diriku sendiri dan membiarkan orang lain tahu tentang apa yang aku yakini agar jika pada suatu saat aku keliru, aku biarkan dunia mencaciku. Aku justru akan berterima kasih karenanya.
Aku menjaga pikiranku agar tetap sehat dengan menulis panjang lebar, membiarkan pikiran-pikiranku aku letakkan pada setiap huruf dan disimpan ditempat lain yang suatu saat aku bisa membukanya lagi dan mengambil pikiranku lagi dari huruf-uruf tersebut.
Aku tidak peduli ada yang membacanya atau tidak karena aku tak butuh dibaca, aku tidak peduli ada yang menyukainya atau tidak karena aku tak butuh disukai. Aku melakukan apa yang aku butuhkan, menulis panjang lebar. Itu agar aku tetap sadar bahwa aku belum mati. Dan selagi itu, aku harus berbuat banyak hal. Dan aku titipkan setiap pikiranku pada jejak-jejak yang aku tinggalkan. Pada huruf-huruf yang takkan hilang meski habis waktu.
Bandung, 27 Juni 2013
Mereblog ini sebagai isyarat bahwa saya setuju dan memang seperti ini. Juga sebagai for-your-information bagi yang membaca blog saya dan bertanya "ngapain sih ini orang ngoceh gak jelas di blog?". Mungkin memang tidak penting untuk kalian, tapi ini penting untuk saya :)
Tafakur diri
Akui saja sendiri. Terkadang, ketika seseorang sedang dalam masa menyukai lawan jenis, banyak hal dalam hidupnya yang mendadak berubah. Organ-organ tubuh mulai beralih fungsi. Mata, dari yang dulu senang membaca buku ratusan halaman kini sibuk membaca pesan 2 sampai 140 karakter. Jari, yang biasanya piawai membuka lembaran kitab suci, beralih fungsi jadi juru ketik pesan singkat. Hati, yang defaultnya sudah difungsikan sebagai penawar racun dalam tubuh, beralih fungsi jadi pembeli racun. Berprasangka, cemburu, sedu sedan. Senang pun karena ada tanggapan dari yang didamba. Tapi lagi-lagi, hanya sementara. Dan itu membuatnya lupa bersyukur. Terkadang.
Sifat temporal yang berubah ini bukan alami dihasilkan dari kepribadian hakiki. Tapi hanya dibuat-buat supaya diri pribadi tidak nampak cacat di mata orang yang digilai. Lalu sifat asli ditimbun dalam palsu. Palsu. Dan aku pernah seperti itu. Rasanya malu.
Andaikata sifat temporal ini hanya demi first impression belaka, tapi ingin mencinta hingga tua renta, sungguh tersiksa jika menjalin cinta dalam sandiwara. Sandiwara itu manis. Kebohongan itu manis. But the sweetest lie is worse than the bitterest truth. Ini klise, tapi kalau seseorang telah ditakdirkan menemani seumur hidup, tindakan sebodoh apapun akan dianggapnya pintar. Ketiak searoma dengan septic tank pun akan dianggapnya petrichor. Yang aromanya selalu dirindu walaupun raganya jauh di mana tahu.
Terlihat baik itu perlu. Tapi bukan dikondisikan. Terlihat baik itu akibat. Dari tingkah laku yang berdasarkan hati nurani. Bukan karena maksud tertentu yang sifatnya duniawi.
Tidaklah penting menjadi sempurna, kalau menjadi apa adanya itu adalah segalanya.
Mungkin karena ini lah saya selalu berpikir punya perasaan terhadap seseorang itu cukup melelahkan. Lelah karna tanpa kita sadari kita mengerahkan segala kemampuan kita untuk membuat seseorang itu memperhatikan kita, bahkan mungkin sampai membohongi diri kita sendiri. Apalagi perempuan memang ditakdirkan sebagai mahluk yang butuh perhatian, haus akan perhatian atau mungkin sampai menjadi pencari perhatian.
Padahal dalam berhubungan itu bukan masalah 'menjadi' tapi 'menyesuaikan', bukan masalah 'berubah' tapi 'bertoleransi'.Karna mereka itu memang dua individu yang berbeda dengan prinsip yang berbeda juga, untuk apa bertingkah seolah-olah 'satu'?
Kalau emang mikir 'gak bisa' ya bilang 'gak bisa', kalau emang ngerasa 'gak suka' ya bilang 'gak suka'. Jangan mengadakan sesuatu yang tidak ada dan sebaliknya.
Saya gak mau bilang "saya tidak mau berpacaran karena dilarang agama " karena nyatanya dasar pemikiran saya belum sampai situ dan munafik lah jika saya bilang saya tidak pernah berkeinginan sama sekali. Memang berhubungan dalam konteks suka itu urusan perasaan, namun terkadang logika harus ikut campur untuk tahu yang mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya sekedar nafsu belaka.
Hidup terlalu berharga jika dihabiskan waktunya hanya untuk menjadi orang lain, bukan?
Syukur
Saya heran dan muak setengah mati dengan orang yang sama sekali tak punya rasa bersyukur dengan apa yang telah dia punyai. Hanya bisa menuntut dan terus menuntut akan kesempurnaan serta kemenangan dari orang lain. Seakan jika dia tidak unggul, jika dia tidak memiliki rasa bangga dari kemenangan itu, dia akan sekarat lalu mati dengan cara yang paling menyedihkan.
Saya heran dan tercengang melihat kenyataan bahwa di dalam pemikirannya tak pernah sedikit pun terbesit bahwa tiap tetes usaha yang sudah dilakukan itu jauh lebih berharga daripada nilai, tujuan, atau apa pun parameter keberhasilan yang mereka simpan dalam benak mereka. Sesempit itu kah pandangan mereka terhadap dunia? Terlalu miris.
Saya heran dan tak habis pikir bagaimana bisa kata "alhamdulillah" atau "well done" tidak pernah menghampiri mereka. Keluh dan terus mengeluh tanpa henti. Hei, tidak ada yang sempurna di dunia ini! Pemikiran mu itu sama sekali tidak realistis! Sama sekali tidak manusiawi! Hidup bukan hanya sekedar 'menang' atau 'kalah', maupun tentang 'baik' atau 'buruk'. Hidup jauh lebih berarti dari sekedar sistem penilaian buatan manusia berdasarkan egoisme mereka itu.
Saya heran dan marah. Marah akan idealisme fiktif mereka yang tak pernah tergoyahkan itu. Marah akan kesombongan mereka. Segelap itu kah mata hati kalian dibutakan nafsu bertopeng bernama "bangga"?
Sesombong itu kah kalian, manusia?
Syukuri segala hal sekecil apa pun itu selagi kamu masih bisa mendapatkannya.
Pendeskripsian yang tepat jika saya bilang "disini sepi"
Prose #5 : Jakarta
Disaat yang lain mengeluhkan mu. Protes akan suhu panas mu yang katanya serupa dengan neraka, protes akan keributan yang menusuk gendang telinga, atau protes akan barisan-barisan kendaraan bermotor yang tak pernah rapih, seakan kamu tidak punya satu hal pun yang indah untuk diingat.
Disini, di kota yang katanya diciptakan saat Tuhan tersenyum --kata Pidi Baiq--, yang dingin dan sunyi, diam-diam aku merasa rindu. Rindu akan kamu yang selalu dilirik sebelah mata itu. Rindu akan tiap milisenti jalan yang ku lewati dalam kurun waktu 18 tahun.
Dulu, aku juga sama seperti mereka. Mengeluh tanpa henti.
Namun kenangan tertidur di bus umum karena kepanasan lalu salah rute ataupun naik bus dimana tiba-tiba terjadi penusukan, entah mengapa jadi istimewa dibanding isi labirin otak ku yang lain.
Tak ada satu pun yang ku punya tertinggal disana. Semua orang yang ku sayang ada disini bersama ku. Tapi satu hal itu, tak pernah bisa lepas dari mu. Sebuah kenangan dan cerita di masa muda. Sekolah-sekolah ku yang kini semakin berdiri elok nan bersih, tempat-tempat ramai yang menjadi spot favorit ku untuk menyendiri, serta cita rasa cappuccino yang hanya bisa ditemukan pada mu.
Aku rindu masa muda ku.
Aku rindu rumah sejati ku.
Jakarta ku.
Bandung, 25 Juni 2013
- VI
Akibat sudah sekian lama tidak 'pulang kampung' ._.
I still feel that poetry is not medicine — it’s an X-ray. It helps you see the wound and understand it. We all feel alienated because of this continuous violence in the world. We feel alone, but we feel also together. So we resort to poetry as a possibility for survival.
Dunya Mikhail
Tulisan : Aku (Tidak) Peduli
Aku bohong sebenarnya.
Aku bohong ketika aku bilang aku peduli. Peduli kepada anak yatim dan anak jalanan. Toh setiap mereka mendekatiku -dengan nyanyi pilu diiringi ketukan pintu angkot- aku menghindarinya.
Aku bohong ketika aku bilang aku peduli kepada lingkungan. Seusai rapat membahas isu lingkungan aku tetap membuang sampah sembarang. Apa itu kantong belanja, ribet sekali, dan aku tetap memilih kantong plastik yang ringkas dan bisa aku buang. Toh gratis.
Aku bohong ketika aku bilang aku peduli pemerintahan. Sebobrok dan sekorup apapun, seusai demo sana sini, aku tetap menyeduh kopi dan menikmati film dari VCD bajakan pinjaman. Di kamar yang menyenangkan. Aku tetap menerima uang bulanan.
Aku bohong ketika aku bilang peduli rakyat kecil. Mau BBM naik atau turun, aku tidak begitu merasakan dampaknya. Seusai demo berserak-serak, aku tetap pulang dengan sepeda motor keluaran terbaru. Tidak perlu pusing harga BBM naik yang penting harga rokok tidak naik. Aku tetap menerima uang bulanan, justru bertambah, alasannya BBM naik. Pulang ke kosan tetap tidur nyaman di kasur empuk dan internet sepanjang hari. Tak perlu pusing memikirkan esok makan apa. Aku tidak peduli.
Aku bohong ketika aku bilang aku peduli, aku hanya ingin tampil disana sini. Kalau pun aku mati saat berdemonstrasi. Aku akan dipanggil pahlawan suci, tak peduli aku sedang berlari menghindar, atau sambil merokok di samping-samping, atau hanya sekedar numpang nampang. Asal ada peluru nyasar atau pentungan salah alamat dan aku mati. Aku tetaplah dijuluki “pahlawan”.
Aku bohong ketika aku bilang peduli, karena aku tidak pernah merasakan apa-apa, hidupku baik-baik saja. Jika aku ribut saat ini, itu hanya karena situasi yang memberiku kesempatan untuk beraksi. Selain itu, dihari-hari biasa. Aku tidak peduli.
Bandung, 18 Juni 2013
*lirik para mahasiswa yang hobi 'aksi'*
Kalau kalian tidak merasa kesinggung atau disebut di dalam tulisan ini. Silahkan aksi sepuas kalian. Yang jujur tapi ya :)