Cerita Tentang Penantian #1
Tahun berlalu meninggalkan laman ini, akhirnya aku kembali setelah butuh menguraikan pikiran yang rumit yang aku rasa ngga akan ada orang lain yang bisa memahami ini.
Semoga aku akan konsisten menulis, setidaknya sampai penantian itu usai.
Penantian itu mulainya bukan di sini. Cerita besarnya sudah dimulai sejak 10 tahun yang lalu, dan cerita naik kelasnya sudah aku mulai coba sejak (hampir) dua tahun yang lalu.
September 2022. Di tengah pusing-pusingnya nyusun proposal tesis sambil kerja, tiba-tiba aku terpikirkan untuk mulai mengusahakan hadirnya jodoh itu. Aku bingung banget, rasanya 24 tahun aku hidup, aku ga pernah deh dideketin cowo duluan. Atau ada yang deketin, tapi aku nggak mau. Mungkin.
Aku mulai cek dan ingat-ingat teman laki-lakiku siapa saja, barangkali ada yang potensial. Sampai ingatanku tiba di dia. Dia... sisi positifnya adalah tipe aku banget, but our story started years ago, dan saat not in the good states. Kita sudah tidak saling bicara beberapa tahun terakhir ini.
Hari berganti, hingga minggu berlalu. Aku pikirkan hal ini baik-baik, karena aku takut kalau tindakanku terlalu impulsif.
Oktober 2022. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi dia terlebih dahulu. Lewat surel. Kenapa surel? I don't know, it just the tension is too high untuk hanya dibicarakan lewat WhatsApp. but... I've never received any mails back till the year changed.
Early Februari 2023. Di suatu sore tiba-tiba dia membalas surelku. Isinya terlalu membingungkan. Memang kalau dipikir-pikir lagi juga surel yang aku kirimkan memang membingungkan. Entah tujuannya apa. Namun, balasan surel itu berhenti dengan mengabarkan rencana kepulangan dia ke Indonesia.
May 2023. He came back home, and we met and talked for like 1-2 hours. Obrolannya seru banget, isinya ketawa-ketawa. Ternyata dia masih orang yang sama, dengan sebelum kita saling berhenti berbicara. Tapi setelah pertemuan itu apa? aku gak bisa menahan tangis. Not for a specific reason, I just felt overwhelmed. And maybe for the things I couldn't told him and I missed the opportunity.
June 2023. After he went back, I decided to send him an email again. I tried to be straightforward. But he wasn't welcoming my idea warmly, he was confused and felt uneasy. Then, he never mailed back again. Ever.
Months later, I started to feel uneasy too. I just thought that maybe the only things I could've done is giving up.
...tbc.










