Saya akan membuka postingan kali ini dengan unpopular opinion: saya ga nangis nonton NKCTHI wkwk maap :( adek saya nangis, eh saya ketawain.. maap lagi. Apakah hatiqu terbuat dari batu? Nope, I can guarantee, saya cengeng-banget-banget malah, series keluarga Reply 1988 sukses kok bikin saya nangis mulu. Jump to conclusion: NKCTHI isn’t my cup of tea, that’s all.
Saya tertarik bahas tokoh Kale (dan tokoh Ayah juga sih sebenernya soalnya unik, keinginannya untuk bertanggung jawab atas semua kebahagiaan anggota keluarga jadi antitesa si Kale, tapi nanti aja kapan-kapan kalo mood haha).
Jadi, perasaan saya doang atau emang bener Kale Summer itu mirip? Iya Summer-nya Tom (500 days of Summer), sama-sama bikin penonton jatuh cinta sekaligus menghujat mereka berdua.
Baik Summer dan Kale sama-sama digambarkan sebagai sosok yang asik dan unik (kalo gamau disebut hipster.. oke, kata indie juga boleh dipake), di saat orang nyaman naik mobil, Kale ngajak berani naik motor, naik metromini pulak aihhh si Bambang; di saat orang ‘kencan’ ke tempat fancy, Kale ngajak wisata kuliner di gang-gang tersembunyi, Summer-Tom mainnya ke IKEA (setelahnya IKEA ramai dijadikan tempat halu bersama pacar –beritga dengan setan wkwk)
Kale dan Summer sama-sama punya starter pack jadi pasangan idaman, sebut saja, cakep, cakep, dan cakep, dan gampang bikin orang nyaman, nah di sinilah petakanya, tokoh utama (Awan dan Tom) ga siap menangani kenyamanan.
Apakah Kale dan Summer psikopat?
Banyak yang menghujat demikian, sebab begitu tega pada sesama manusia. Padahal kalo mau ditelaah, mereka berdua ga sepenuhnya salah loh HAHAHAH. Sejak awal, Kale dan Summer ga menjanjikan apapun (Summer malah udah ngasih statement di awal dia ga percaya cinta, dia mau ‘temenan’ aja), tapi Tom dan Awan terlalu bersemangat ‘memiliki’ tokoh lovable ini. Egois! Selfish! Sukurin! Wkwkwkwk.
Apakah Kale dan Summer jadi representasi fakboi dan fakgil seperti yang warga maya katakan?
Oh tentu saja tidak. Sejak awal, keduanya gak punya niatan jahat. Fakboi dan fakgil mah justru sejak awal terang-terangan cuma mau enaknya doang. Sedangkan Kale dan Summer mainnya alus, menurut saya diksi softboy dan softgirl lebih cocok disandingkan pada keduanya. https://journal.sociolla.com/lifestyle/mengenal-bahaya-softboy/
Ingat ketika Kale bilang kalau dia gak mau bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain? Atau ketika Summer bilang kalau cinta itu cuma fantasi? Yup, keduanya sama-sama gak mau berkomitmen, gak mau terikat. Kalo Summer sih karena ayah ibunya berpisah ya, nah kalo Kale ga dijelasin kenapa sampe punya tingkah-polah demikian, ga mungkin karena iseng kan? Emang anak band ga ada yang bener. Menarik untuk disimak spin-off-nya.
Wahai Kaula Muda, sungguh dari kedua tokoh ini kita bisa belajar agar tidak jadi seperti mereka gaaais, dijaga lah interaksinya biar orang ga salah paham. Tegas, kayak Summer, sejak awal ngasih warning –ya tetep jangan dicontoh sih, meski judulnya cuma temen, pertemanan keduanya tidak bisa dibenarkan dari kacamata agama. Ehe.
Wahai Sobat Ambyar, sungguh dari kedua tokoh ini kita bisa belajar agar jangan nyosor duluan padahal ga ada status GR jika ada orang berbaik hati pada kita. Loh jangan-jangan kamu aja yang ga-biasa-dibaikin? menurut kamu, dia perhatian banget, tapi kalo pake standar dia: “segitu mah biasa aja deh perasaan, aku cerita ke semua orang kok, aku ngasih bunga ke semua temenku kok” wakakakak mamam! Belajarlah agar tidak terjebak buaya darat baik jantan maupun betina. Singkat kata, jangan jatuh cinta, jika belum di-ijab-sah.
Ah, mungkin ini saatnya kita bersandar pada petuah sakti Bang Napi:
Ingat, kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!