9 Butir Doa Kecil
1.
doa ketika cemburu
aku berlindung pada tuhan yang menciptakanmu dan menanam cemburu di dadaku. aku bersaksi bahwa tiada penyebab cemburuku padamu selain sebab cintaku padamu.
2. doa ketika menghadapi akun doi digembok
sesungguhnya kamu rahasia yang sia-sia kuungkap dan aku telah kehilangan kunci untuk membuka akunmu.
kenyataan bahwa kamu masih ada dengan segala misteriusmu, sudah kuanggap cukup untuk mengisi kabar setiap hari rinduku.
3. doa sebelum dan sesudah stalking
segala uji bagiku yang penuh rasa ingin untuk selalu mengunjungi akunmu tanpa jenuh. semoga aku dijauhkan dari ketidaksengajaan menekan love ketika menelusuri hingga jauh.
maha benar kamu dengan segala gelisah rinduku padamu.
4. doa ketika dilanda kangen
sesungguhnya engkau pemilik kangenku, dan hanya pada engkau segala kangenku kembali.
5. doa ketika akunmu diblokir
demi pagi yang gereget, telah kau buat aku kaget sejak aku tahu bahwa telah kau renggut jalanku menjalin hubungan denganmu.
dan, terciptanya akun palsuku itu, semata memberitahumu bahwa tak akan kehilangan cara aku mencari rindumu
yang asu.~
6. doa ketika chat cuma diread
demi jaringan 4g, aku niatkan:
sebelum menuliskan pesan buatmu terlebih dahulu aku menuluskan hatiku agar tak terlalu pedih saat tahu bahwa kamu bukan pembalas pesan tapi hanya pembaca pesan yang menggemaskan
7. doa sebelum dan sesudah ngetwit
demi lini masa, sesungguhnya pengguna twitter adalah manusia biasa yang sulit lepas dari kalah dan luka
kami ingin berbagi rasa bahagia kami berlindung dari twit yang mengandung dan mengundang kebencian sesama pengguna
8. doa ketika ditinggal pas lagi sayang-sayangnya
segala kesedihan akan segera berkesudahan dengan sendirinya. kecuali kesedihan yang timbul setelah dia menyudahi hubungan ini.
tuhanku yang maha tahan, yakinkan aku bahwa caraku melupakan dia, akan semudah cara dia melupakanku.
9. doa ketika sulit move on
aku ingin melepasmu lekas, melimpahkan ikhlas dan melumpuhkan cemas.
demi waktu yang sewaktu-waktu selalu mengingatkanku padamu, aku berlindung dari segala andai seperti seandainya aku pandai dalam memindai kenangan yang pernah bersemi bersamamu.
















