Rumah Tuhan banyak,
I'd rather be in outer space šø
hello vonnie
almost home
Mike Driver
macklin celebrini has autism

JBB: An Artblog!
RMH
wallacepolsom

ellievsbear
todays bird
Cosmic Funnies

JVL
occasionally subtle
NASA
Game of Thrones Daily
Stranger Things
sheepfilms
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Israel
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@khajasajulian
Rumah Tuhan banyak,
di bagian mana aku tak mengerti kamu. Sedangkan di setiap detiknya saja waktuku semua tentang kamu.
Adeum
Apa yang ingin kau nikmati? datangnya senja semerah saga, rindu sebatang ilalang pada mentari yang akan segera berlalu, sepinya ruang masa bernama āhari iniā dalam sepetak sudut pandangmu, atau kalimat (dalam hati) mu yang terdengar seperti ājangan cepat berlalu, jangan dulu malam, aku ingin semenit lagi bersamamu langit biruā. Kukira semuanya memiliki makna yang sama-sama mendekati kalimat āaku kesepianā, dan atau āaku begitu amat sangat kesepianā. Bagaimana harus kugambarkan rasanya dalam sebaris kalimat yang dihiasi diksi-diksi sadis yang ingin terdengar romantis padahal āaku membutuhkanmuā lebih tajam dari sebaris kalimat āaku merindukanmuā. Maka akan kuperkenalkan kau pada sepi, akar dari turunan sakit rindu dibagi luasnya ruang waktu tanpa ampun. Apa yang ingin kau nikmati? Bisakah kau melihat bahwa dengan melihat langit yang berubah menjadi gelap artinya kau sedang berdiri di atas bumi yang berputar di ruas-ruas ruang bernama waktu yang tidak bisa kau hentikan? Apakah kau benar-benar penikmat senja dengan alasan tidak ada waktu yang lebih romantis daripada ketika kau berdiri di bawahnya. Atau kau penikmat langit gelap yang sedang bersabar menunggu datangnya malam dengan sabar di bawahnya. Apa yang sedang benar-benar kau nikmati. Bisakah kau melihat apa yang kulihat? Tahukah, aku melihatmu melihat dengan mata yang sama yang kau gunakan untuk melihat apa yang kau lihat. Kau melihat ilalang tertunduk memahami bahwa esok kan datang lagi dengan suasana yang sama atau bahkan jauh lebih romantis dari hari ini tanpa harus merasa jumawa bahwa dirinya lebih romantis dari si senja bergaun merah. Aku melihat ilalang bersaksi bahwa bumi setia pada langit meski setiap hari dia harus menyaksikan (lagi dan lagi) kekasihnya berwajah muram di suatu sudut waktu bernama āmalamā, tapi bumi percaya esok langit akan membawakannya mentari, kembali menampakan wajah yang menghangatkannya dalam ruang bernama āpagiā. Tahukah, aku melihatmu melihatku. Apa kau melihatnya? Sebuah tanda Tanya dengan titik yang begitu besar yang kuletakan di dalam pertanyaan pada setiap ruas kata yang kutulis. Apa kau menikmati kebingungan ini. Semoga kau melihatku melihatmu. Semoga kau menemukanku menemukanmu. Aku begitu amat sangat kesepian. Sebelum kau datang. Mentari.
Si Anjing!!!
Si Anjing!!! Begitu mereka memanggilnya, dengan tiga tanda seru setelahnya, kau tahu kan artinya. Padahal kukira dia tak seanjing mereka. Ups maaf kata-kataku kasar. Kadang mungkin anjing tak suka disebut anjing, meski mereka berbulu dan selalu menjulurkan lidah. Kukira aku harus mencari nama panggilan untuk anjing peliharaanku. Biar mereka tak memanggilnya dengan sebutan anjing lagi. Mereka bukan tidak suka padanya, mereka hanya iri, dia tak pernah memanggil orang-orang dengan sebutan Si Manusia!!! note: Bukan tentang apa dan siapapun, hanya miris melihat anak tetangga yg ngobrol dengan temannya dengan bahasa kebun binatang.
Tulisan lama tentang Hujan, "Pelangi Yg Dirindu Hujan". nemu pas bongkar-bongkar naskah. "Aku pernah menunggu" š³ #fiksimini #fiksi #poem #poetry #puisi #sastra #satuparagraf #rindu #menunggu #khajasajulian #jekalogic #write #penulis #amatir #belajar #nulis #hujan #pelangi #frasemalam
Aku tidak sedang lupa, aku ada di ujung sakit ku disembuhkan. Aku tidak sedang gila, aku ada di tepi rindu ku diobati cintamu.
khajasajulian
Petualangan hebat ini dimulai sejak kau dan aku menjadi kita, lalu menjadi kami ketika kita harus menjadi tokoh utama bagi dunia dan telinganya. Untuk itu, tetaplah jadi bagianku.
khajasajulian
Listening to Setapak Sriwedari by MALIQ & D'Essentials
Setapak. . . ā Preview it on Path.
Aku tidak begitu paham dengan apa yang mereka sebut Cinta. Aku sekedar tahu bahwa aku ingin hidup selamanya denganmu.
khajasajulian
Listening to Kuning by Efek Rumah Kaca
Manusia mengonsepsi. . . ā Preview it on Path.
Kukira mereka terlalu gaduh dengan kebahagiannya. Ya begitu, sepertinya aku iri
khajasajulian
Sebaiknya aku diam, biar dia tahu aku rindu, rinduku sepi tanpa notifikasi kalimat-kalimat rindu
khajasajulian
Ah, kukira mudah, nyatanya rindu tak sesederhana kata mereka, rasanya seperti mau meledak
khajasajulian
Namanya Rindu, tak perlu persamaan. bukan matematika tapi membuatmu terus berhitung, seolah volume ruang membengkak
khajasajulian
Dibatasi Senja photo by: Khajasa Julian with #samsung #kzoom #khajasajulian #jekalogic #Bandung #city #sunset #ceritasenja #senja
Minggu malam setelah pesta . . . #khajasajulian #jekalogic #kzoom #samsung #KAA #gedungmerdeka #Bandung