It was a beautifull day.

Love Begins
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

#extradirty
Doug Jones
Noah Kahan
occasionally subtle
tumblr dot com
Lint Roller? I Barely Know Her
NASA
almost home
★
todays bird
macklin celebrini has autism
No title available
EXPECTATIONS
Claire Keane
🪼

bliss lane
Fieri Frames
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States
seen from Ecuador

seen from Türkiye

seen from United States

seen from South Africa
seen from Bolivia

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Iraq
seen from Iraq
seen from T1

seen from Russia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Switzerland
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
@koncoakrab-blog
It was a beautifull day.
Hehe
"Dalam astronomi, heliosentrisme adalah model astronomi yang mana bumi mengelilingi matahari yang berada pada pusat tata surya. Kata berasal dari bahasa Yunani (ήλιος Helios = Matahari, dan κέντρον kentron = pusat)." - Diskusi mengenai kemungkinan heliosentrisme terjadi sejak zaman klasik. Barulah ketika abad ke-16 dapat ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom. Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes Kepler dan pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop yg diberikan oleh Galileo Galilei. Tetapi pada masa Reinensans, banyak yang tidak percaya tentang teori ini. Dengan observasi Wiliam Herschel, Friedrich Bessel, beserta lainnya, para astronom menyadari bahwa matahari bukan pusat dari alam semesta seperti heliosentrisme pada waktu di mana Copernicus telah menyangka sebelumnya. Pemikiran modern menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki lokasi pusat yang spesifik, seperti prinsip relativitasnya Albert Einstein. - Sama halnya dengan teori heliosentrisme, manusia berpegang teguh/berporos pada nafkah lahiriyah demi mengejar dan memuaskan hasrat batinnya maupun pada kebendaan yg berpusat pada uang. Manusia mulai mengkonsumsi uang dan mengelilingi pasar untuk memenuhi kebutuhan mereka sebagai mana mereka juga bersikeras untuk memenuhi keinginan mereka juga. Bahkan, dewasa ini pekerjaan/bekerja menjadi jargon utama yg di gadang-gadangkan presiden Indonesia agar masyarakat berperilaku produktif demi tercapainya ekonomi yg dirasa bisa memakmurkan negara. Pada kasus seperti ini, manusia yang berevolusi mengelilingi pasar untuk bekerja akan selalu berotasi pada porosnya yaitu, uang. Oleh karena itu, lapangan pekerjaan kian di cari seiring melonjaknya angka kemiskinan dikarenakan tidak seimbangnya penyedia lapangan pekerjaan dan pencarinya. Lapangan pekerjaan yg mulai melonjak saat ini bisa dilihat dari semakin banyaknya kendaraan yg beralih menjadi transportasi umum. Hal ini tidaklah salah. Namun apabila semua orang ingin bekerja mencari uang , kira2 apa yg akan terjadi?
Pulang. - setelah beberapa waktu lalu hidup dalam rasa was-was dan berpegang pada poros yg di pilih untuk kita, yaitu aktivitas, sudah saatnya mungkin bagi sebagian dari kita untuk benar-benar beristirahat dan pulang ketempat tinggal dimana setidaknya ada banyak hal yg bisa di nikmati selain melewatkannya hanya demi hal yg sebenarnya fana. sebagai orang yg melakukan kegiatan pulang, setidaknya kita harus benar2 bepergian untuk bisa merasakan apa itu pulang. untuk segelintir orang, pulang mungkin hanya pilihan ketika sudah tidak ada lagi tempat untuk di tuju. tetapi bagi sebagian lainnya, pulang adalah hasrat untuk bisa mengisi lubang di dalam hati yg sudah begitu lama dibiarkan menganga. atau banyak lainnya yg berpikiran, pulang adalah cara terbaik untuk basa-basi mengikuti alur ; memiliki keluarga berarti harus pulang, atau lebih tepatnya melakukan hal pantas selayaknya manusia beretika dalam berkeluarga. Di tempat manapun, pulang memiliki definisi sendiri2 tergantung pengaraian personal. Namun pulang bukan suatu ajang untuk berbondong-bondong menyadari bahwa hal itu hanya sebatas rutinitas. Pulang ketempat dimana pencipta memulainya (kematian) adalah contoh yg dapat dikatakan sebagai waktu krusial manusia kembali menghadap sang pencipta. karena apabila sudah mati, tidak semena-mena ia berhenti sampai disitu. Apabila kematian berarti menjadi keberlangsungan baru, Maka pulang adalah jembatannya. karena mudik hanyalah sebutan belaka. itupun diciptakan semata-mata karena rutinitas. pulang tidak sama dengan mudik.
Tidak pulang, adalah cara paling terbaik untuk bisa pulang.
. "Pulang itu peregangan, Seperti ketika turun dari naik bis. Kita beristirahat dari kegiatan otot yang menguras tenaga." - Oleh : @gantanguntara
CHRIS & SAS.
Dah lama nggak aplot vidio.
. Aku laki-laki, Yang ketika berfikir untuk bersandar pada paham kesempurnaan adalah hal yang bukan lagi rumit, namun mustahil bagi jenisku. Untuk langkah yang sebelum dan sesudah aku membangunnya untuk mulai menyepakati semuanya menjadi mutlak, cantik itu bukanlah kalkulasi. Ia selalu bersinggungan dengan narasi, apalagi nurani. Sedangkan bahagia tak dapat di samakan dengannya. Tetapi indah, ia berada di atas keduanya. Jadi apabila kau sudah mampu tidak hanya sekedar memahami memberi dan menerima untuk hal yang hitam, gelap, dan terang, bercahaya. Atau kadang tak terpahami di satu titik tertentu oleh karena-Nya, maka aku sudah siap untuk menjalaninya bersama.
Yu, nggo never get lah~ Sitik ja.
. Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian. (di Karangkobar, Jawa Tengah, Indonesia)
Straw hat pirattes 😌
"AKU MAU JUAL WOL," tiba-tiba terdengar suara lantang dari balik pintu. - Toko sedang ramai, maka si pedagang menyuruh gembala itu untuk menunggu sampai sore. Jadi, duduklah si bocah di tangga toko, dan mengeluarkan buku dari tasnya. - "Rupanya ada juga gembala yang bisa membaca," suara seorang gadis di belakangnya, paras gadis yang khas daerah Andalusia, dengan rambut hitam bergelombang dan mata yang secara samar-samar mengingatkan pada para penakluk bangsa Moor. "Yah..., biasanya aku lebih banyak belajar dari domba-dombaku daripada dari buku,"jawabnya. - Selama dua jam mereka mengobrol, si gadis memberitahu bahwa dia adalah anak pedagang kain itu, dan bercerita tentang kehidupan di desa yang setiap hari sama belaka dengan semua hari lain. Si gembala menceritai gadis itu tentang pedesaan di Andalusia, dan hal-hal menarik lainnya di kota-kota yang pernah dia singgahi. Suatu peruhahan yang menyenangkan bisa berbicara dengan domba-dombanya juga. - Begitu habis sepertiga cerita, ingin pulang saja rasanya. Ya begitu juga diriku. Memandangi atap yang jauh dari langit bak sepadan saja.
Around your side.
Seperti Galih dan Ratna? Atau Dudung dan Mamang? Bisa di sebut seperti apakah kau dan aku ini?
Bercermin, bersolek diri.
. sigra milir kang gèthèk sinangga bajul kawan dasa kang njagèni ing ngarsa miwah ing pungkur tanapi ing kanan kéring kang gèthèk lampahnya alon