art blog(derogatory)
The Stonewall Inn

Product Placement
d e v o n
Interview Vampire Daily

Origami Around
official daine visual archive
Xuebing Du
No title available
𓃗
occasionally subtle
ojovivo
Cosimo Galluzzi
No title available

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
Cosmic Funnies

tannertan36

PR's Tumblrdome

seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from United States

seen from Myanmar (Burma)

seen from South Africa
seen from Bangladesh

seen from Burkina Faso

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@langenpuspita
Niat baik Diah, yang kita eksekusi bersama
Hari ini jadwal pulang sekitar 15.26 aku izin pulang duluan. Kemudian aku ajak Diah untuk pulang bareng, dia udh pesen gojek tapi belum diterima, atau gimana karena kataku bareng aja di... Nah tibalah kita di perempatan jalan PKOR, dengan suasana ramai dan rapat mobil dan motor. Saya yang kepo akhirnya bertanya kepada bapak yang nunggu di pinggir jalan. Acara apa ya pak?" Tanyaku , oh acara pembagian SK mba, kata beliau. Wahhh ramai sekali ya dii kataku kepada Diah.
Di depan, ada bapak memakai kemeja putih. Mungkin usianya sama dengan bapak yang hampir pensiun juga 2 tahun lagi, bapak tersebut seperti kebingungan, mau pulang dari pembagian SK P3K. Bapak tersebut mencoba memanggil driver Maxim dan gojek. Namun para driver tidak menerima tawaran beliau, mungkin karena tidak melalui sistem.
Diah yang sigap langsung, bantu aja mbk. Jadi kami minggir, dan Diah langsung gercep untuk memesankan gojek sesuai alamat beliau. Beliau cerita,nkalau anaknya lagi kuliah, dan teman-teman masih ada di dalam. Jadi beliau ingin pulang ke kontrakan anaknya.
Rasanya sedih dan senang bisa melakukan hal ini sama Diah. Sedih ketika membayangkan kalau itu terjadi sama bapak. Yang juga sudah sepuh dan kurang ahli dalam penggunaan HP. Senang karena kita tidak mengabaikan suara panggilan hati. Semoga Allah bimbing kita untuk senantiasa melakukan kebaikan, sekecil apapun yang bisa kita lakukan
Jangan kasihani, aku karena belum menikah
Maaf, kalimat ini keluar ketika seorang rekan kerja yang mendo'akan namun menyelipkan kalimat kasihan ketika ada seorang teman yang belum menikah. Jujur didoakan yang baik adalah hal baik dan sangat senang menerimanya. Namun dikasihani ketika belum menikah adalah suatu hal yang membuat saya pribadi tidak nyaman atas hal ini. Menikah adalah suatu takdir dan hak Allah untuk menetapkan waktu , proses dan tempat nya. Jujur kami di usia menuju kepala 3, ini sedang menikmati, menjalani takdir dengan penerimaan yang sedang ditata dikelola dengan nyaman. Menikmati semua hal yang sedang dinikmati, yang dalam hal ini belum tentu semua orang dapatkan.
Jadi, tolong prihal hal ini cukup didoakan tanpa perlu kasihan. Jujur kami bahagia, dengan kondisi yang sedang kami jalani :)
"Masa Ini Akan Berlalu..."
Edgar Hamas | @ceritaedgar
Pernah dengar kisah seorang raja yang memiliki cincin bertulis "masa ini akan berlalu?"
Ia kisah singkat, tentang seorang raja bijak yang selalu diingatkan dengan kalimat "masa ini akan berlalu" setiap kali ia mendengar sebuah laporan dari menteri-menterinya.
Ketika ada laporan tentang hal buruk dan itu sampai ke telinga sang raja, ia pun sempat gelisah dan khawatir berlebih. Namun ia melihat cincinnya dan membaca "masa ini akan berlalu."
Gelisahnya hilang. Ia tahu masa buruk tak akan selamanya. Maka ia fokus membenahi masalahnya.
Pun ketika ada kabar gembira yang membuat semua orang bersorak-sorai, sang raja pun kembali menoleh melihat cincinnya, "masa ini akan berlalu."
Tadinya ia senang berlebihan. Namun setelah diingatkan oleh tulisan itu, ia kembali tenang. Ia senang, namun tak terlena dan bereuforia.
Siklus, itu adalah kuncinya. Sang raja jadi bijak karena tahu masa buruk tak akan selamanya. Masa senang pun tak akan berlama-lama. Sebab ia mengerti bahwa hidup berputar.
"Masa ini akan berlalu", kini coba kau renungkan. Jika kau sedang sedih, ketahuilah ia tak akan selamanya.
Pun bagi siapapun yang berbuat zalim. Kau mengira mereka akan di atas selamanya? Mengira bahwa mereka tak terkalahkan?
"Masa ini akan berlalu", yang zalim akan hilang. Yang di bawah akan naik. Yang tenggelam akan timbul. Yang dizalimi akan menang.
Termasuk di Gaza, Palestina.
Semua ada masanya. Semua ada waktunya. Yang sedang naik daun akan ada saatnya hilang. Yang terkenal akan redup. Yang berkuasa akan usai.
Semua yang di bumi itu fana. Akan usai. "...tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal..." (Ar Rahman 27)
Repost dari IG mbak Kalis Mardiasih
Ada yang bilang, pernikahan dan cinta adalah perkara berbeda. Katanya, kamu bisa menikahi seseorang puluhan tahun tapi tetap menginginkan seseorang yang lain. Bener nggak sih?
Bagaimana agar kita yakin menikahi orang yang kita cinta dan mencintai orang yang kita nikahi? Dalam Islam, fondasi pernikahan yang utama adalah sakinah: ketenangan. Marahnya tenang, nasihatnya tenang, sedihnya tenang, apalagi bijaknya. Susah sih, tapi bukannya nggak bisa. :)
Dan dalam Islam pula, kita percaya bahwa cinta bukan milik kita. Cinta (mawaddah) akan dihadiahkan oleh Allah dalam hati masing-masing pasangan setelah sakinah kokoh. Cinta yang milik Allah itu, kita harapkan hadir kepada kita dengan cara menjadikan akhlak penuh cinta sebagai kata kerja terhadap pasangan. Makanya setiap hari kita berdoa:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqan ayat 74).
Ini yang doa kudu dua-duanya tentu ya. Termasuk mengupayakan sakinah agar sampai kepada mawaddah, nggak bisa satu orang saja. :)
Mawaddah (Cinta, hadiah dari Allah) itu yang konon membuat pasangan langsung kerasa kalau ada yang sakit di tempat yang jauh, mawaddah yang bikin pasangan langsung paham kalau ada hal yang kita nggak sreg, saking udah saling kenal satu sama lain.
Lalu tibalah di puncak paling tinggi dari cinta dalam pernikahan yakni wa (Rahmah). Saat kita menua, mulai bertambah banyak kekurangan, saat bisnis jatuh dan terpuruk, saat menunggu kehadiran keturunan lalu ada social pressure. Rahmah atau kasih sayang (titipan Allah) yang selalu bisa memaklumi, selalu bisa menerima, selalu bisa mengangkat dan menguatkan satu sama lain. Bisa kok, menikah sekaligus saling mencintai seumur hidup. Bisa kok terus menumbuhkan cinta sepanjang pernikahan.
Rumah, 11 Oktober 2022 10.33 wita
Mau enak tapi kok ngerepotin orang banget.
Duh skip deh, mending mengikhtiarkan dengan baik tanpa merepotkan orang lain
Gak sengaja, nyari temen untuk tanda tangan laporan eh.. ada temen yang berbalik arah ketakutan, ditimpali oleh si B , ehh mba Kamu di omongin si A.. oh iya gakpapa lanjutkan aja. Jawabku nanti malah aku kedapatan pahala. Terus aku lanjutkan percakapanku, sesuai dengan tujuanku menemui salah satu rekan kerja. Wkwkk suasana ruangan tersebut langsung terdiam. Dan aku keluar, dengan hati berdebar -debar. Wkwkwk tenang, kataku dalam hati. Gakpapa kamu butuh tenang hari ini, cukup jadi versi terbaikmu yaaa . Imbuhku menguatkan diri sendiri.
Catatan, setiap orang punya kekurangan dan kesalahan. Berikan ruang di hatimu untuk itu. Memaafkan orang, meski iya tidak meminta maaf, ada hal yang luar biasa bagi kedamaian hati mu. Jadi be yourself:)
Tetap tersenyum dan tak perlu menghindari orang yang bersangkutan, tetap bersikap baik juga yaa
Belajar sama anak kelas 6 itu rasanya nano-nano.. menginjak masa pubertas. Dimana anak mood nya mode mood swing, Yoh rasanya nano-nano banget deh... Yang satu butuh di dengerin ceritanya. Yang satu baper karena gak di ajak ke kantin dan masih banyak lagi permasalahan. Semester 1 aman terlewati dengan krikil -krikil kecil..
Semester 2 juga kembali kesandung dengan krikil" lagi, rasanya jadi ibu sebelum jadi ibu yaa begini. Terkandang, merasa begitu syulitttt wkwk ngadepin kidz zaman now.
Tapi mari kita tutup dengan mengucapkan Alhamdulillah ala kulli hal... Apapun kondisinya, aku tetap bersyukur karena mereka aku belajar banyak hal, termasuk belajar mengelola perasaan ku yang kadang tidak stabil tapi juga harus bisa profesional kepada BESTie di kelas. Kalau kalian menemukan tulisan ini, ibu harap semoga kalian tetap tumbuh jadi anak yang baik, tulus, tanpa pamrih dan tidak manipulatif ya nak ....
Tetap baik. Meski tidak diperlakukan baik.
Gakpapa kalau jadi bahan omongan rekanmu di sekolah atau tempat kerja. Gakpapa.. karena seyogyanya kita gak akan pernah lepas dari yang namanya omongan orang, terlebih kamu sudah melakukan hal yang menurut mu baik. Ingat yaa sebaik-baik perilaku kita terhadap orang lain. Atau sebanyak apapun kebaikan yang kamu kerjakan itu, pasti akan ada celah bagi orang yang tidak menyukai mu, baik dari depan maupun belakang. Jadi kamu tetap bersikap dan berbuat yang baik. Karena kita tidak bisa mengendalikan penilaian mereka, tapi kita bisa mengendalikan pikiran kita untuk tidak peduli terhadap penilaian mereka. Ingat ya, jadilah baik. Karena kebaikan itu sesungguhnya akan kembali terhadap diri mu sendiri. Bukan untuk mereka.
~*
Katanya kepadaku,
Kita tidak selalu harus diterima. Ada kalanya kehadiran kita tidak benar-benar diterima dengan tulus. Kebaikan kita tak selalu berbalik baik kepada kita. Tidak selalu penerimaan akan hadir dalam hidup kita. Namun tak seharusnya membuat kita berubah seperti mereka yang memperlakukan kita tidak baik.
Berat memang untuk menerima demikian. Tetap membalas keburukan mereka kepadamu dengan kebaikan. Namun demikianlah yang harus kita lakukan.
Berhenti menyiksa diri dengan apa-apa yang tidak bisa kita dapatkan. Semua itu tidak akan menjadikan dunia ikut runtuh secara bersamaan. Yang terpenting adalah dirimu. Mendidik dengan baik untuk tetap berbuat baik meski tak selamanya perlakuan baik akan kamu dapatkan.
Kini aku paham mengapa harus sekufu, mengapa harus setara. Agar banyaknya pertanyaan dalam kepalamu tidak membuat dia merasa direpotkan, melainkan bagaimana untuk terus bertumbuh bersama. Kamu nyaman, dia tetap merasa tenang. Bukankah itu cukup? Bukankah itu sebuah kenikmatan yang sungguh mahal harganya? Berupa ketenangan ketika bersama..
Update Kabar
Rasanya udah lama banget nggak nulis panjang di tumblr. Biasanya cuma screenshot percakapan gue sama temen gue yang agak-agak psikopat. Habis itu gue private karena banyak yang berpikir yang tidak-tidak. Soalnya gue nggak pernah heboh banget kayak gitu ke orang lain.
Gue udah beberapa tahun sering terlihat bijak di banyak tempat. Sebenernya karakter manusia tuh ya berwarna. Nggak se-flat itu. Ada sisi childish dan rame dalam diri gue yang memang nggak bisa keluar ke semua orang.
Bertemunya dua kepribadian itu kayak reaksi kimia. Ketika bertemu dengan orang yang berbeda, reaksi kita bakal beda juga. Gue, kalo ketemu orang yang bisa nangkap imajinasi gue secara langsung, bakal jadi rame dan heboh banget.
Terakhir kayak gini tuh pas masih ada Ibu. Karena selama ini, gue sama Ibu tuh mengkonsumsi bacaan, film dan dongeng yang hampir sama. Jadi kami selalu ramai bercerita. Istilahnya nge-geek bareng.
Ya mungkin ini memang spesial. Tapi tidak semua yang spesial bakal mengarah ke romansa wkwk. Gue tuh kadang pengen sharing percakapan-percakapan lucu kami karena memang lucu. Tapi nggak enak juga kalo misal di-ship. Jadi yhaaa lupain aja.
....Anyway, gue tuh lama nggak muncul di sini karena lagi sibuk produksi game di lab. Ini tuh udah lama banget gue impikan. Pelan-pelan merintis karir lagi di dunia storywriting. Kebetulan gue berencana ambil dua role. Sebagai programmer dan sebagai storywriter.
Nah, setelah cukup lama mencari arah tentang skill menulis gue enaknya dikembangin kemana......akhirnya gue jatuh cinta banget sama Narrative Design di game. Kebetulan gue tuh nemu temen diskusi yang pas banget. Gue tuh cukup lama nggak nemu temen diskusi yang pas. Beberapa kali gue tuh ambil kelas dari penulis-penulis terkenal. tapi dunia gue nggak di sana. Kursus yang gue ambil itu kebanyakan cuma membahas plot, dan perancangan karakter. Sementara di game tuh ternyata persis kayak yang gue bayangin selama ini. Ada world building, karakter, lore, baru ke plot. Dengan model penulisan kayak gini, cerita yang kita tulis tuh bisa ditransfer ke media apa aja.
Jangan tanya gue selama ini kemana aja....10 tahun ngajar baru beneran fokus ke game setahun ini. Balik lagi ke cerita sebelumnya, gue tuh habis ada masalah finansial. Jadi dari 2017 sampe 2022 tuh beneran cuma fokus nyari duit. Nggak fokus ngembangin karir ke arah mana. Sekarang berasa nemu momen buat punya cita-cita lagi.
Sorry ya cerita gue ngalor ngidul banget. Gue nulis di tumblr lagi tuh beneran berasa kayak nemu temen lama wkwk. Pengen cerita buanyaak.
Nah, karena sekarang gue punya temen diskusi, gue jadi happy karena yang dibahas tuh jadi banyak. Kalo ditanya soal cerita, kiblat gue tuh kan K-Drama. Penokohan dalam K-Drama tuh jarak dekat banget. Dalam arti kita banyak menemukan orang-orang yang berhubungan dekat dengan emosi-emosi yang tidak ekstrim tapi variasinya banyak banget. Makanya di K-Drama kita bisa nemu orang-orang trauma tapi hidup dengan baik dan punya social skill yang baik kayak Choi Ung sama Choi Ji Ung di Our Beloved Summer atau Im Eun Seob di When The Weather is Fine.
Sementara temen gue tuh kiblatnya anime. Gue beberapa kali nonton anime yang dia rekomendasiin. Dari situ tuh gue ngelihat bahwa jarak antar tokoh dalam anime tuh banyak yang jauh. Emosi-emosinya ekstrim. Ceritanya pun banyak yang nggak berkaitan dengan mundane life. Alias di Jepang tuh banyak banget genre-genre yang ekstrim.
Gue nggak pengen ngebandingin mana yang lebih baik. Tapi ternyata referensi yang pernah kita lihat tuh ya sangat berpengaruh banget ke cara kita menempatkan perspektif pada cerita.
Contohnya kalo misal kita bicara tentang cinta dalam diam.....
Orang yang terbiasa mengkonsumsi cerita dengan hubungan antar karakter yang jauh mungkin akan berpikir bahwa mencintai dalam diam adalah dengan melihat orang yang kita cintai dari jauh. Tanpa melakukan apapun.
Sementara yang terbiasa mengkonsumsi cerita dengan hubungan antar karakter yang lebih dekat akan berpikir bahwa mencintai dalam diam ya menemani orang yang kita cintai di kehidupan sehari-harinya, ngasih afirmasi, dengerin curhat, tetep ngelakuin act of service cuman nggak pernah confess.
Begitupun dengan konflik. Temen gue tuh lebih suka drama-drama dengan konflik rumit yang membuat penonton penasaran. Sementara gue sejauh ini malah sebaliknya. Gue kelak pengen bikin satu aja cerita yang endingnya udah terspill duluan di depan kayak Drama Thirty-Nine. Karena buat gue, letak kenikmatan cerita bukan dari rasa penasaran. Tapi dari gimana kita ikut merasa hangat dan bahagia melihat perjalanan karakter.
Setiap orang punya style masing-masing. Tapi gue happy banget ketemu orang yang bisa sefrekuensi pas diajak bahas cerita meskipun style kami jauh berbeda.
Kangen mba Dee... Sehat selalu mba de.. meski hanya kenal sama mb de.. baca tulisannya mbaDee itu hangat sekali...🥺🫶🫶🫶
Jarak
Hallo ibuk... hallo nak...
Ibu lagi apa?
Ibu lagi makan, kamu sudah makan...
Udh Bu (padahal belum)
Gimana ,tadi sekolah gak...? Pulang jam berapa
Iya setiap hari Bu:(
Rasanya semua hal yang di lewati hari ini begitu berat, atau esok membayangkan begitu berat. Kalau minta do' a ibu auto semua hal yang berat itu jadi plong..... Alhamdulillah ala Kulli Hal, terimakasih ibu untuk setiap kasih sayang doa depan sepanjang masa. Aku yang selalu merindu. Semoga Esok hari yang baik
Di tanah rantau
#Cerita
Hari ini anak-anak kelas 5 mengikuti wisuda tahfidz yang di adakan oleh Yayasan. Peserta wisuda tahun ini dari SD sampai SMA berkumpul dalam satu ruangan yang megah. Alhamdulillah ala Kulli Hal, kali kedua melihat anak-anak mengikuti meski yang kali ini hanya dari rumah melihatnya.
Pagi ini dapat kiriman wa dari si Eca, si Eca yang menanyakan perihal lipstik wkwk.
Dari pagi sampai siang hanya bergelut dengan teams. Tapi sesekali lihat grup sekolah. Berharap semuanya berjalan dengan lancar dan meriah tanpa halangan. Benar. Acaranya lancar. Beberapa anak kelas juga tampil menjadi paduan suara, ada Agasha dan Eta. Bangga sekali mereka bisa terpilih dan menyanyikan lagu untuk kedua orang tuanya. Pasti bapak ibu mereka bangga. Seusia mereka aku belum punya pencapaian seperti mereka. Hafal juz 30 . Aku bangga melihat Eta dan Agasha pegang mic. Hehe maklum aku orangnya sangat pemalu wkwk. Tapi anak-anak bisa melewati rasa malunya hari ini.
Di siang hari, tepat jam 1 kurang. Aku mendapatkan telepon dari guru senior yang ada di lokasi. Beliau mengabarkan bahwa anakku mecahin pialanya siswa dari SD lain. Sontak aku kaget, karena anak sebaik Eca yang menjadi pelakunya. Pasti ini peristiwa yang tidak sengaja. Karena Eca itu anak yang baik dan jarang usil di kelas.
Telepon tersebut terputus , karena suara di gedung sangat ramai. Akhirnya dilanjut melalui chat. Beliau mengkonfirmasi bahwa anak yang pialanya di jatuhin tadi nangis. Dan aku diminta untuk menghubungi mama Eca. Aku menghubungi mama Eca, bahwa Eca gak sengaja jatuhin piala. Kok ibu bisa tau? Kata mama Eca, iya mah.. dikasih tau panitia yang disana mah. Jawabku. Ecanya masih di bawah Bu. Belum ke atas kata Mama Eca. Oalah iya mah jawabku
Kemudian setelah acara selesai Eca menemui mama dan kembali di rumah.. Eca wa seperti yang ada di atas.
Eca gakpapa sedih, di balik kejadian ini pasti ada hikmahnya. Eca lain kali hati" yaaa. Aku menelepon Eca , Eca, terisak-isak (sambil nangis),
yaAllah nak... Dalam hati kecilku. Ibu tau rasanya jadi Eca di hari ini. Takut gurunya malu, gara" peristiwa ini. Takut gak punya piala , karena pialanya buat ganti piala yang pecah tadi.
Caaaa, semoga Eca bisa tenang menyikapi ini. Begini lah ca, kehidupan terkadang yang kita inginkan berjalan dengan lancar dan bahagia. Namun pada akhirnya takdir Allah itu yang terbaik. Peristiwa ini mengingatkan bahwa kita tidak punya kuasa atas hari yang kita impikan hari ini. Kita tidak punya kendali setiap apa yang kita lakukan.
Tapi percayalah Ca, bahwa dengan peristiwa ini kita bisa lebih hati-hati dalam bertindak dan bersikap ketika di tempat umum.
Tetap berprasangka baik terhadap takdir Allah untuk kita di setiap detiknya kehidupan kita ya Ca.
Salam sayang dari ibu🤍
#cerita#nasihat#wisuda#hafidzah#sekolahdasar
Ramadan 1444H 30 days writing challenge
Akhir-akhir ini suka bingung mau nulis apa, hehe, jadi mumpung sudah masuk bulan Ramadan lagi, ku akan coba menulis lagi secara konsisten dan agar supaya di bulan ini bisa lebih reflektif akan diri sendiri. Credit to ChatGPT yang di-prompt-in sama @bohoque:
Let’s!
Mari kita coba🤗
Bilang ke ibu, "Bu aku gak mau tidur lah Bu", terus ibu jawab... Ibu mau tidur bentar lah . Beberapa menit kemudian, eh.. tiba-tiba baca bentar malah tidur.. dasar aku :(
Menyenangkan dan memenuhi ekspektasi semua orang itu seperti jalan yang panjang, diakhiri dengan tanda bertuliskan: "Maaf, jalan buntu, silahkan berputar arah".
Yang mencintaimu tidak akan melihat cacatmu, dan yang membencimu tidak akan menilai kebaikanmu.
Sebagus apapun tampilanmu, tetap terlihat kurang dimata sebagian orang, setulus apapun bantuan dan pertolongan bahkan nasihat yang kamu berikan, akan tetap dipandang remeh oleh mereka yang sedari awal memang tidak suka denganmu.
Seberusaha apapun seorang anak memenuhi kemauan orang tuanya, terkadang tidak akan sempurna dan tetap dipandang kurang. Seorang ayah yang berusaha memenuhi keinginan semua anggota keluarganya, tetap bisa saja dilihat tidak maksimal tersebab ada saja kebutuhan baru dari mereka.
Jadilah dirimu sendiri, jangan memuaskan pandangan orang lain, sebab hal itu akan sangat mustahil kamu dapatkan, bahkan sampai kamu mati.
Berikan saja usaha yang terbaik, doa yang terbaik, perilaku dan sikap yang baik, dari situlah nanti akan tersaring, siapa yang menerima bagaimana pun keadaanmu, baik kurang atau pun lebihmu, baik cacat atau pun keunggulanmu.
— Jundi Imam Syuhada
"Orang boleh saja mengkritik atau berkomentar, boleh juga memberi saran. Tetapi, kamulah penentu hidupmu. Kamulah yang mengambil keputusannya. Suka ataupun tidak mereka, ya terserah. Kamu tak perlu direpotkan dengan itu."
- Bulan Lintang -
" kenapa gak kerja di desa aja, kan jadi deket sama orang tua". Haaiiii kamu... Enak kali bilang gitu.. kamu gak tau kondisi kami yang sedang berjuang di tanah rantau.
Gak jawab gitu, si cuma di kasih senyuman aja. Sambil bilang untuk saat ini pilihannya masih tetap kerja disini, gak tau nanti kan ... Hati bisa berubah sambil kasih senyuman.
Memang ya, mudah sekali berkomentar tanpa tau kondisi orang yang menjalani. Dan betul kita tidak bisa mengendalikan sikap atau omongan orang ke kita tapi kita bisa mengendalikan diri kita untuk masa bodo terhadap ucapan orang" ke kita. Kitalah pengambil keputusan di setiap fase kehidupan kita sendiri.