Dan tetaplah berdoa walau tujuan rasanya sudah dekat. Dan tetaplah berdoa walaupun mau-mu sudah kau dapat.
(via beningtirta)
Monterey Bay Aquarium

tannertan36

if i look back, i am lost

blake kathryn
he wasn't even looking at me and he found me
YOU ARE THE REASON

#extradirty

No title available
macklin celebrini has autism
trying on a metaphor

shark vs the universe
occasionally subtle
🪼
I'd rather be in outer space 🛸
d e v o n

roma★
DEAR READER
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

祝日 / Permanent Vacation
dirt enthusiast
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Spain
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from France

seen from Finland
seen from Iraq

seen from Mexico
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from Malaysia
@leviowrite
Dan tetaplah berdoa walau tujuan rasanya sudah dekat. Dan tetaplah berdoa walaupun mau-mu sudah kau dapat.
(via beningtirta)
Don’t Let Me...
ya Allah, hanya Engkau yang berhak untuk diingat, dilafalkan, ditanamkan ke dalam hati.
ya Allah, hanya Engkau yang berhak membuatku sendiri atau bersama-sama.
ya Allah, hanya Engkau yang berhak memutuskan waktu yang tepat. Mungkin segera, atau aku harus memutar lagi.
ya Allah jangan biarkan aku...
terlanjur berhenti, terlanjur tertambat,
...tertampar lagi.
Luruskan hatiku, niatku, pandanganku, ya Allah
Yakinkan aku ya Allah, janjiMu itu pasti. Tidak mungkin salah turunnya. Tidak mungkin salah orang.
ya Allah, jangan biarkan aku sendiri mengarunginya. Tetaplah bersama hamba, ya Allah.
Hold My Hand
I hear the flower’s kinda crying loud The breeze’s sound in sad Oh no Tell me when did we become, So cold and empty inside Lost a way long time ago Did we really turn out blind We don’t see that we keep hurting each other no All we do is just fight Now we share the same bright sun, The same round moon Why don’t we share the same love Tell me why not Life is shorter than most have thought Hold my hand There are many ways to do it right Hold my hand Turn around and see what we have left behind Hold my hand my friend We can save the good spirit of me and you For another chance And let’s pray for a beautiful world A beautiful world I share with you Children seem like they’ve lost their smile On the new blooded playgrounds Oh no How could we ignore , heartbreaking crying sounds And we’re still going on Like nobody really cares And we just stopped feeling all the pain because Like it’s a daily basic affair Now we share the same bright sun, The same round moon Why don’t we share the same love Tell me why not Life is shorter than most have thought Hold my hand There are many ways to do it right Hold my hand Turn around and see what we have left behind Hold my hand my friend We can save the good spirit of me and you For another chance And let’s pray for a beautiful world A beautiful world I share with you No matter how far I might be I’m always gonne be your neighbor There’s only one small planet where to be So I’m always gonna be your neighbor We cannot hide, we can’t deny That we’re always gonna be neighbors You’re neighbor, my neighbor We’re neighbors So hold my hand There are many ways to do it right Hold my hand Turn around and see what have left behind So hold my hand There are many ways to do it right Hold my hand Turn around and see what have left behind Hold my hand my friend We can save the good spirit of me and you For another chance And let’s pray for a beautiful world A beautiful world I share with you
Yang bisa mengalahkan kekhawatiran adalah keimanan, tidak akan pernah sia-sia usaha kita untuk menjaga keimanan tetap benderang, Allah akan menunjukkan jalan.
Insyaallah.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Sejak Pertama Kali
Berapa banyak waktu yang telah terlewati sejak pertama kali kamu mengenal cinta kemudian berusaha untuk serius dengannya? Berapa banyak waktu yang telah terlewati sejak pertama kali kamu mengenal seseorang, berganti lagi, mengenal yang lain lagi, begitu seterusnya hingga kamu memutuskan untuk berhenti kepada satu hati?
Bukankah seperti halnya kita? Dari begitu banyak yang silih berganti hadir di kehidupan kita, di saat itu pula kita menyadari bahwa sudah beberapa tahun terlewati sejak kita pertama kali bertatap di muka rumahmu?
Di saat kita sama-sama berjuang tentang sesuatu, sama-sama berusaha menerima segala sesuatu, dan berusaha melapangkan segala kemungkinan. Itu sudah bertahun lalu.
Dan kini, meski sudah larut menjadi masa lalu. Aku selalu khawatir bila kita bertemu lagi.
©kurniawangunadi
Cinta yang Banyak
Yang kamu harap mengalir dari seseorang itu tidak akan pernah sebanyak yang mengalir dari ibumu. Tidak akan pernah lebih banyak lagi dari Tuhan. Lalu, mengapa kamu berusaha menggali begitu dalam padahal tidak ada mata air itu di sana?
Padahal kamu tinggal duduk di depan rumahmu, ia jatuh sebagai hujan yang tidak pernah berhenti. Hujan dalam rintik yang tidak membuatmu sakit. Yang jatuh dengan lembut seperti menyentuh pipimu dengan tangan yang hangat.
Yang kamu harap tumbuh dari hati seseorang itu tidak akan pernah semurni yang tumbuh dari ayahmu. Meskipun bahasa cintanya ayah seperti sandi yang sulit kita mengerti tapi kita bisa memahami tindakannya. Mengapa kamu harus duduk menunggu ia tumbuh dari seseorang sementara ia tumbuh bisa dari siapapun yang kamu temui?
Kita jangan menyiakan yang sebanyak itu, demi yang sedikit. Kita jangan menyiakan yang semurni itu, demi yang dibuat-buat. Jangan melelahkan dirimu sendiri dalam penantian dan pencarian. Karena kalau kamu menyederhanakan perasaan itu menjadi bahasa yang lebih mudah dimengerti alam semesta, maka cinta itu banyak sekali dimana-mana.
Yogyakarta, 10 Januari 2016 | ©kurniawangunadi
Kita jangan menyiakan yang sebanyak itu, demi yang sedikit. Kita jangan menyiakan yang semurni itu, demi yang dibuat-buat…. :)
“Dan Tuhan-mu tidak pernah meninggalkanmu.” (QS 93:3).
Suatu hari nanti, anak dan cucu kita akan membaca buku sejarah dan bertanya mengapa tidak ada orang yang datang menolong orang-orang Suriah. Percayalah, tidak akan ada jawaban yang mudah.
Suatu hari nanti, tiap diri kita akan berdiri di hadapan-Nya dan ditanya apa yang telah kita perbuat untuk menolong saudara-saudara kita di Suriah. Alhamdulillah, masih ada waktu untuk persiapkan jawabannya.
Semoga sinar kemenangan segera menyinari Tanah Syam. Dan semoga kita dimudahkan untuk turut serta dalam menghadirkan sinar kemenangan itu.
Ya Allah, Engkau sangat tahu
Allah tahu diriku.
Sangat tahu.
Allah sangat tahu mengembalikan diriku ke jalan-Nya,
ketika Ia mulai cemburu padaku.
Allah sangat tahu kebutuhanku,
bukan semata keinginanku terpenuhi.
Allah sangat tahu cara memanggil hamba-hambaNya yang mulai lalai, termasuk diriku.
Ya Allah, aku masih diam terpaku disini.
Aku tahu, seharusnya hal itu sudah lama kutinggalkan.
Tapi entah mengapa, aku tidak bisa.
Aku masih duduk termangu,
memikirkan perubahan.
Perubahan apa yang bisa kulakukan dalam menjemputkan hidayahMu untuknya, ya Rabb..
setidaknya sedikit saja.
Setidaknya agar ia kembali menyadari bahwa ada Allah, ada Engkau, yang selalu memperhatikannya, setiap saat.
Apakah ini adalah ujianMu untuknya?
dan untukku?
Hari ini, kekhawatiranku terbukti sudah. Hal itu memang benar.
Hal itu berhasil memutarkan video beberapa waktu yang lalu.
Ya Allah, kekuasaan dan kebesaranMu begitu membuatku terduduk tak berdaya...
tapi kasih sayangMu juga membuatku berharap kembali.
Jangan pernah tinggalkan aku ya Rabb. Jangan pernah juga membuatku sekali-kali ingin meninggalkanMu.
Sungguh, dilingkupi oleh teman-teman yang shalih dan shalihah belum cukup.
Aku tidak bisa membayangkan apabila aku sendiri.
Selemah ini.
Serapuh ini.
Ya Allah, sekali ini saja, dan untuk selamanya, aku mohon jemput ia kembali.
Jemput ia dengan hidayahMu, dengan ridhoMu.
Sentuh hatinya dengan kasih sayangMu.
Sadarkan ia dengan masa depan dan tanggung jawab dunia akhiratnya.
Sungguh, kami manusia biasa. Dan terkadang, kami khilaf, melampaui batas.
Sedang Engkau sebaik-baik tujuan...
20++ April 2016
Ketika bulan purnama sempurna memantulkan cahaya indah.
Tergesa dan Segera
Ada beda besar antara tergesa dan segera. Tergesa datang tanpa persiapan, sementara segera datang karena dia sudah bersiap jauh-jauh hari.
Kita bisa menilai seseorang itu tergesa-gesa atau menyegerakan. Karena mata dan hati kita memiliki kemampuan untuk mengenali, karena kita bisa merasakan.
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang tenang dan tidak tergesa-gesa dalam apapun. Kita bersiap sekarang meski kesempatan itu belum datang. Hingga apabila nanti kesempatan datang, kita bisa segera mengambilnya.
Karena banyak hal dalam hidup kita ini datangnya hanya sekali :’)
Yogyakarta, 25 Juni 2015 | ©kurniawangunadi
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rizki yang lebih baik daripada sabar.
Sayyidina Umar bin Khattab RA (via sohibuliman)
Kita tengah berjuang mengalahkan perasaan kita dengan keimanan, sebuah ketundukan dan ketaatan dalam ketetapan-Nya. Kita berjuang untuk melepaskan angan-angan dan harapan yang salah bersandar. Kita berjuang mengembalikan hati kita dalam genggam-Nya, semoga Allah menyelamatkan orang-orang yang lemah karena jatuh cinta. Kita percaya, kita tidak akan dibiarkan tersesat oleh-Nya. Rasa cinta-Nya selalu mampu mengalahkan kekhawatiran dan ketakutan kita.
©kurniawangunadi
“Kepada para penuntut ilmu: Saat dirimu terlihat malas dalam melakukan ibadah fardhu, menjauh dari ibadah-ibadah sunnah dan meremehkan perkara-perkara yang syubhat, maka ketahuilah olehmu bahwa ilmu yang engkau tuntut tak memberikan manfaat kepada dirimu.”
@DrMohamadYousri – Dr. Muhammad Yusri, ulama di Kairo, Mesir. 16/8/2015 (via twitulama)
Siapapun kamu, dan berdasar background apapun dirimu, kamu adalah dai, sebelum apapun :)
“Kepada para penuntut ilmu: Saat dirimu terlihat malas dalam melakukan ibadah fardhu, menjauh dari ibadah-ibadah sunnah dan meremehkan perkara-perkara yang syubhat, maka ketahuilah olehmu bahwa ilmu yang engkau tuntut tak memberikan manfaat kepada dirimu.”
@DrMohamadYousri – Dr. Muhammad Yusri, ulama di Kairo, Mesir. 16/8/2015 (via twitulama)
Karena Sejatinya Amanah
Hai, tahukah engkau? Bahwa sejatinya, amanah itu…
bukan karena kamu mampu. bukan pula karena mereka merasa kamu mampu.
bukan karena kamu tahu kapasitasmu. bukan pula karena mereka tahu kapasitasmu. Dan jangan sampai pula karena kemauanmu.
Amanah itu. kehendak Allah atas kehidupanmu.
Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berhimpun untuk menjauhkanmu dari amanah itu, jika Allah tahu yang terbaik bagimu, maka ia berikan amanah itu kepadamu.
bahkan sekiranya semua orang disekitarmu bersepakat menyatakan bahwa kamu tidak mampu, jika Allah tahu amanah itu jalan terbaik untuk meningkatkan kapasitas dirimu, maka ia berikan amanah itu kepadamu.
bahkan sekiranya semua orang disekitarmu berupaya maksimal agar seseorang yang bukan dirimu yang mengemban amanah itu, jika Allah ingin mendidikmu dengan amanah itu, maka ia berikan amanah itu kepadamu.
bahkan sekiranya seluruh aibmu seketika memenuhi fikiranmu dan membuatmu berhenti melangkah karena ragu, jika Allah tahu amanah itu akan membuatmu menjadi hamba yang semakin baik dan semakin dekat dengan-Nya, maka amanah itu akan Dia berikan kepadamu.
Percayalah, ada rencana terbaik yang sudah Allah persiapkan, sikapilah dengan ikhtiar terbaik yang kamu lakukan, serta pertanggungjawaban terbaik yang bisa kamu persiapkan.
Sekali lagi, ini bukan tentang kamu dan mereka. ini tentang kamu dan Dia.
dan melangkahlah dengan percaya, bahwa bersama-Nya, semua akan baik-baik saja.
- Mokhammad Ali Zaenal
Teruntuk yang sedang Patah Hati
Sendiri lebih terpuji, daripada berdua tapi menikmati cinta sebelum waktunya. Siapkan saja dirimu dengan usahamu, untuk takdir terbaik yang tengah Allah siapkan untukmu. Jangan terlarut dengan patah hati, masih banyak yang harus kita lakukan sebelum mati. Mungkin itu adalah cara Allah mengingatkanmu bahwa kamu harus berhenti dari cinta yang belum waktunya, dari cinta yang belum jadi milikmu.
Kau tau Allah Maha Sayang kan? Kupikir itulah caraNya menyayangimu. Agar hatimu senantiasa terpaut lebih dahulu padaNya, bukan pada manusia. Mungkin Dia cemburu kepadamu, saat kamu lebih mencintai dia, daripada Dia. Juga saat di tiap ingatmu yang hadir adalah namanya, bukan namaNya.
Sudah, sekarang waktunya berbenah lagi. Ada Allah yang siap menyambutmu kembali dengan hati dan niat yang lebih suci. Jangan lupa, jaga hatimu dengan Al-Qur'an, karena ia adalah sumber kebahagiaan, penyembuh dari segala kesedihan. Sibukkan dirimu untuk mengejar cintaNya. Semoga Allah menyayangimu selalu :).
©Quraners Surabaya, 7 Januari 2016
Hijab; Tirai yang Mulia
Berhijab memiliki makna sebagai jati diri, kekhasan, dan kekhususan. Satu hal yang hanya khusus untuk dirinya, yang tidak boleh diterjang oleh siapa saja, dan juga sebagai makna privasi dan kemerdekaan seorang wanita.
Hijab berarti sebuah identitas. Tanda sebagai kaum wanita mulia dari umat Nabi Ibrahim. Semua orang pun akan mengetahuinya karena ia adalah pembeda, syiar, dan identitas.
Menurutku, hijab itu lebih dari sebatas identitas sebagai umat Nabi Ibrahim, tapi juga sebagai kebanggan dan kehormatan yang tiada tara. Bagiku, hijab lebih dari itu karena ia memiliki makna dan pesan perjalanan untuk mencapai kesempurnaan derajat dan kemuliaan ruh.
Dalam hal ini, hijab memberikan pesan agar penilaian dan pemahaman akan keutamaan serta kemuliaan seseorang dinilai dari batinnya, dari jiwanya yang terdalam, dan dari ruhnya yang tidak seorang pun bisa melihatnya dengan kasat mata. Kemuliaan akhlak yang tersimpan di balik hijab haruslah didapati dan dimengerti.
Detak hati terketuk pada hijab dan apa-apa yang tersimpan di baliknya. Sebagaimana Allah, yang maujud di balik tirai, tirai, tirai, dan tirai.
Adalah cinta yang ada di balik hijab. Adalah keindahan yang mengajarkan keikhlasan dan kelembutan. Di balik hijab, yang mengajarkan kesabaran dan kelembutan. Di balik hijab, tiada wajah wanita yang tua. Meskipun demikian, hijab itu sendiri hanya akan engkau sukai sepanjang engkau bisa memahami dan merasakannya dengan ruh-mu.
Hijab adalah penghalang dan tirai dari pandangan mata, sementara di balik tirai itu ada cinta. Untuk itu, bersabarlah dengan hijab yang dikenakan oleh kekasihmu, agar cintanya tetap segar dan tidak akan layu.
Bersabarlah, karena hijab adalah batasanmu untuk menanti dengan penuh rasa hormat dan segan.
Bagi siapa saja yang mencintai dengan sesungguhnya, pastilah ia akan rela menantinya.
Serial The Greatest Woman : Hajar, Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam
oleh Sibel Eraslan