-Kesetimbangan-
Stranger Things

JVL

oozey mess
No title available
hello vonnie

Kiana Khansmith

No title available

Love Begins

No title available

JBB: An Artblog!
taylor price

Discoholic 🪩

roma★
RMH

⁂
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
Cosimo Galluzzi
sheepfilms
dirt enthusiast

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from France
seen from Malaysia
seen from Japan
@littlethinks-words
-Kesetimbangan-
Sama-sama menerka,
Gimana kalau saling jujur aja,
Biar kamu lega dan akupun lega.
Kita berjuang di jalan kita sendiri.
Juga bertemu dengan kerikil-kerikil kehidupan yang bisa membuat kita tersungkur kemudian bangkit dan melangkah lagi atau hanya terkaget lalu bisa dengan cepat menyeimbangkan badan dan berlenggang kembali.
Pada akhirnya kita berjuang untuk diri kita sendiri. Menyerah sekalipun, untuk diri kita sendiri.
Choice
Pic. Source : Canva
Semesta Memberi Izin
Kadang dalam hidup ini ada tempat yang tak ingin kita singgahi tapi disana kita malah terdampar tanpa rencana.
— Taufik Aulia
"Terkadang"
Kadang kita lupa, satu kata bisa melukai
Kadang kita lupa, satu kata juga dapat mengecewakan
Kadang kita lupa, kata yang sudah terlontarkan itu bisa menyebabkan seseorang merasa sia-sia
Bukan hanya kadang, tapi sering kali kita demikian melupakan hal-hal sekrusial itu
Hingga kemudian kita sadar, setelah mereka tak lagi peduli
-Membersamai-
Nyatanya memahami seseorang tak mengenal kata sampai kapan dan dimana
Mari terus saling membersamai untuk terus saling memahami
pic. source : canva
-Realita-
Kita berjuang untuk satu dan lain hal dalam hidup ini. Kadang kala tercapai, banyak pula tak tergapai. Jangan putus harap dan doa, ketika sesuatu dijauhkan, akan selalu ada yang Tuhan dekatkan.
#aksarannyta #ntms (at Bandung)
Di persimpangan waktumu kelak, di antara ketergantungan-ketergantunganmu terhadap orang lain kamu akan menyadari bahwa; yang bisa kamu andalkan pada akhirnya adalah dirimu sendiri.
Maka, sebelum sampai pada titik itu, belajarlah untuk lebih kuat, lebih tangguh, kalau bisa melebihi batasmu; batas-batas yang bersarang di praduga-praduga yang mengendap lama di dalam kepalamu.
Percayalah, kamu bisa.
#aksarannyta #ntms
Kalau kau sendiri tidak bisa mengapresisasi dirimu dengan baik, jangan kaget orang lain kadang bisa melakukan dengan cara yang lebih buruk. Mematahkan semangatmu. Membunuh semua impianmu. Itulah sebabnya, kadang kita memang harus yakin dengan diri kita sendiri, dengan kemampuan kita sendiri, meski di saat yang sama kita sadar masih banyak kekurangan dan kita harus terus belajar untuk menjadi lebih lihai lagi.
–boycandra
Arus, ombak dan angin akan membawa wujudmu ke laut yang sesungguhnya.
Tiw
Perjumpaan perempuan pendiam dengan laki-laki yang tak peka adalah bencana. Adalah erupsi gunung berapi. Adalah banjir bandang. Adalah angin puting beliung. Adalah tsunami.
Adalah aku dan kamu.
Aku yang tak berbakat menerjemahkan keterdiaman. Aku yang terlalu lugu-merasa bahwa semua baik-baik saja. Aku yang punya keterampilan kurang memadai dalam mengerti apa yang ada di dalam hati.
Dan kamu yang batu. Atau patung tanpa ekspresi. Tak bergerak, tak bersuara, bahkan untuk sekedar berucap “aduh” atau “tidak”. Dan kamu yang diam-diam berairmata. Menangis dalam sunyi untuk menyembunyikan kesedihan. Menyimpannya sendiri di tempat-tempat yang tak mungkin kutemui.
Azhar Nurun Ala
Ada yang orang lain dapatkan, tapi kita tidak mendapatkan. Ada yang kita dapatkan, tapi orang lain tidak bisa meraihnya. Hidup ini sudah ada jatahnya masing-masing. Tetaplah berjuang. Tidak semua yang pas pada orang lain, juga pas pada kita. Meski pun, itu bisa kita dapatkan juga.
–boycandra
Maka Aku Menulis
Pernah merasa begitu sendirian? Seperti…
Tidak ada seorang pun yang bisa menemani. Tidak ada seorang pun yang mampu dibagikan cerita. Tidak ada seorang pun yang bisa untuk dipercaya. Tidak ada seorang pun yang mampu meyakini bahwa diri berhak untuk tetap hidup.
Aku pernah menjadi seperti itu. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan seingatku hitungan tahun juga tidak luput.
Ya, aku pernah begitu terluka hingga kebas segala rasa. Aku pernah begitu ingin menghilang dari dunia supaya lupa apa itu duka. Aku pernah begitu menyerah untuk kembali mengukir harap. Aku pernah merasa hidup sebelum akhirnya merasa mati.
Hingga akhirnya aku menghentikan semuanya, tak lagi aku hiraukan dunia, tak lagi aku pedulikan luka, tak lagi aku tunjukkan duka.
Aku berhenti menjadi aku yang kerap memendam. Hingga kemudian aku berlari melepas segalanya.
Pada laman dunia maya yang tak perlu mengungkap identitas. Pada deretan kata yang berubah menjadi kalimat. Pada rangkaian huruf yang berakhir makna. Pada tulisan yang membebaskan asa serta rasa.
- Lara Alana -