“The bravest thing I ever did was continuing my life when I wanted to die.”
— Juliette Lewis
Xuebing Du
Peter Solarz
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

@theartofmadeline
KIROKAZE
🪼

blake kathryn
almost home
styofa doing anything

pixel skylines

Kiana Khansmith
Claire Keane

Love Begins
hello vonnie
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.

shark vs the universe

No title available
Monterey Bay Aquarium
trying on a metaphor

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Hungary
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from France

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from Italy

seen from United States

seen from Brunei

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from Brunei

seen from Sri Lanka
@longlustfriend
“The bravest thing I ever did was continuing my life when I wanted to die.”
— Juliette Lewis
I don't know how many times I survived myself without telling anyone.
-V. J.
“I need a life that isn’t just about needing to escape my life.”
— Robert Polito
Ya.
Aku iri dengan manusia yg mudah menemukan bahagia.
Karna aku selalu kembali ke tempat yang justru ingin ku jauhi.
Berulang kali.
Kehidupan seperti apa ini?
Sambat dikit gaes, biar ga stress.. :'(
Berharap ga ada yg baca. Tapi kalo ada pun it's ok. Moga ga ada yg kenal aja. Haha.
Cuma pengen nyampah aja sih.. capek dg dunia aku yg begini2 trus.
Menjadi bahagia itu sulit ya? Keknya dari jaman TK juga aku udah akrab sama yg namanya susah. Pulang slalu dijemput trakhir. Seringnya nyinggah dulu ke rumah bibi, nunggu jemputan. Ga kaya anak2 lain. Ortu sibuk & finansial kami masih ngepas-PAS bgt utk hidup. Lanjut ke SD jg sama. Cuma bisa sabar liat teman2 bisa jajan ini-itu, punya barang fancy dijamannya. Ga berani minta ke ortu karna udah hapal jawabannya apa.
Masa remaja di SMP, pun sama. Uang jajan masih begitu2 aja. Berada di lingkungan sekolah yg isinya anak2 kaya tu ga enak. Auto bikin minder akan segala hal. Jadinya berteman pun dg yg sama kastanya. Lanjut SMA juga sama. Teman dekat? Bisa dihitung jari. Entahlah sebagian besar hidupku.. aku merasa unlucky. Ditambah dg ortu yg toxic. Selingkuh, ninggalin rumah, tapi ga mau cerai. Sampe sekarang pun begitu. Ibarat api dalam sekam. Ga ada habisnya. Pelan tapi terus2an kebakar. Mereka yg punya masalah, anak2 ikut ngerasain. Capek.
Udah nikah pun, masih sedih. Punya suami tapi baik ke semua cewe, khususon kalo ceweknya cantik. Semua sosmednya difolllow. Jawabnya sih diplomatis, follow pake akun bisnis, tapi entahlah.. padahal isinya pun gak pernah ngomongin bisnis. Emang gatel aja..
Ku pikir setelah married, everything's gonna be ok, there'a nothing to be worried. But i am wrong.
Episode selingkuhnya dia saat pacaran ternyata bawa efek buruk di aku. Aku jadi susah percaya. Semakin cemburu. Ke-trigger dikit sampe mimpi buruk, takut tersakiti lagi dan lagi. Tapi dia ga paham2. Ga ngerti sakitnya aku. Kenapa susah sekali sih untuk jaga perasaan pasangan??
Dulu. Duluuuu aja dia berjanji bakal nikahin aku, bawa aku menjauh dari ortu toxic, broken home- nya aku. Tapi kayaknya sekarang dia lupa dengan apa yg dia janjikan. Bukannya bahagia, malah tambah sengsara.
Mau pisah, udah ada anak. Ga mungkin aku ngebiarin anakku ngerasain apa yg aku rasain, tentang hidup di keluarga brokenhome.
Enaknya jadi orang cantik. Andai terlahir brokenhome pun, yakin masih banyak orang2 diluar sana yg peduli n care sama dia.
Beda kasus kalo yg brokenhome jelek kayak aku. Udahlah susah hidupnya, ditambah lagi kelakuan suami yg "ramah" sama banyak wanita cantik bikin aku sebagai istri ga ada harganya.
Andai bisa ku putar waktu..
“When I am silent, I have thunder hidden inside.”
— Rumi
" What she hid behind the fake smile was a rage storm she tried to calm. "
" Revealing weaknesses to the world is like killing yourself twice, and I hate that. "
Been keeping it to myself for years, hid in the secret place, but it was the time, it came to the dead end. Had no choice. That was the last move.
So damn true! 💔
He remembers me when he needs me. He forgets me when he doesn't need me. Pathetic me.
No. I'm not anti-social. Not pure introvert either. You can really talk to me. Bonus: I'm a good listener, too! I just don't fit in small talk. It's awkward, made me cringe all the time.
What loneliness and hatred made you.
I don’t care about myself. I know how hard life is. I want to be there for you..
Kamu baik-baik saja tanpa aku? Kalau aku tidak.
Sajaksesak. (via sajaksesak)
It's hurt.