"Ada yang sedang berusaha bersembunyi di tengah keramaian. Menjadi yang paling tak terlihat apa-apa di antara orang banyak. Menjadi yang paling rahasia di antara hamba-hamba Allah."
@terusberanjak
taylor price
YOU ARE THE REASON

izzy's playlists!

Kaledo Art

Kiana Khansmith
will byers stan first human second
hello vonnie
art blog(derogatory)
🪼

Origami Around
$LAYYYTER

titsay

if i look back, i am lost
Alisa U Zemlji Chuda
noise dept.

@theartofmadeline
One Nice Bug Per Day
wallacepolsom

★
Sweet Seals For You, Always

seen from United States
seen from Canada

seen from Sweden

seen from United States
seen from United States

seen from Italy

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Uzbekistan
seen from Brazil

seen from United States
@mahdiyabushra
"Ada yang sedang berusaha bersembunyi di tengah keramaian. Menjadi yang paling tak terlihat apa-apa di antara orang banyak. Menjadi yang paling rahasia di antara hamba-hamba Allah."
@terusberanjak
Passion & Dinamika 20-an
“Passion is energy. Feel the power that comes from focusing on what excites you” (Oprah Winfrey)
-
Gue adalah satu dari sekian banyak orang yang takjub sama topik tentang passion.
Dulu, sepuluh taun lalu. Waktu gue masih kuliah dan bergulat dengan pencarian jati diri. Gue nemuin fakta kalau banyak orang besar yang meraih capaian mereka bersebab passion. Untuk itu, gue ngerasa harus nemu passion juga. Wajib.
Passion itu sumber energi. Alasan yang bikin kita bernyala sebagai manusia.
Perjalanan untuk menemukan passion pun bergulir, sampai akhirnya ketemu. Gue girang! Tapi, ada satu hal yang gue sadari kemudian: passion aja enggak cukup tanpa alasan yang kuat untuk mengubahnya jadi lebih bernilai.
Gue sempet terjebak ilusi ketika gue enggak berbuat lebih setelah mengenal passion. Alhasil, passion yang bertahun-tahun gue cari & akhirnya temuin malah jadi senjata makan tuan ketika ia membuat gue terus berdalih.
Jadi gimana dong supaya kita bisa menempatkan passion dengan adil?
Pertama - Dalami Prioritas.
Dua ciri prioritas: ia bersifat vital dan/atau ia bersifat meaningful. Disebut vital ketika menopang kebutuhan, meaningful ketika berarti bagi kita secara personal. Sayang, kadang kita enggak mau berkompromi.
Ketika kita berharap dua ciri itu hadir pada hal yang menyibukkan kita. Padahal? Belum tentu sekaligus :)
Kedua - Lebarkan Sudut Pandang.
Di bahasannya Michael Hyatt (Free to Focus), passion bisa bikin kita enggak produktif ketika kita terjebak dalam ilusi kenyamanan diri. Tapi bisa juga berdampak hebat saat kita bisa mengolahnya sebagai keahlian.
Tapi, enggak semua orang ngerasa perlu menjadikan passion sebagai sesuatu yang menghasilkan. Pilihan.
Ketiga - Sadari Perbedaan Orientasi.
Enggak semua orang orientasi utamanya cuan. Ada yang orientasi khidmat sama sosialnya kuat, ada yang mengutamakan dedikasi thd profesi. Beda-beda. Untuk itu, kita layak bersikap lebih moderat.
Banyak orang yang enggak kenal passion, tapi mereka ngerasa bisa hidup dengan bersyukur & bahagia juga.
Passion itu penting ketika lo mau & bisa mengelola, tapi bukan syarat mutlak.
Ada orang-orang yang membesar dengan membawaserta passion-nya. Ada juga mereka yang enggak memedulikan passion dan lebih berfokus pada penciptaan kemanfaatan. Jadi, enggak perlu bingung. Teruslah berproses :)
-
“Most folks are as happy as they make up their minds to be” (Abraham Lincoln)
Smiling depression bisa terjadi pada diri kita yang tidak berusaha jujur dengan diri sendiri. Ketidakjujuran ini bisa jadi dikarenakan tuntutan ego dari dirinya sendiri ataupun penghakiman dari orang-orang di sekitarnya Jika menemukan orang-orang di sekitarmu yang menunjukkan gejala-gejala depresi dan masih menunjukkan guratan senyuman di wajahnya, ajaklah ia berbicara Berikan dukungan penuh atas apapun yang ia pilih dan sampaikan bahwa penerimaan diri menjadi hal yang penting untuk dilakukan, kapanpun, ketika ia sudah siap #smilingdepression (di Gunung Prau 2565 Mdpl Dieng Wonosobo) https://www.instagram.com/p/CAKZj1wAAxJ/?igshid=f0y9az33beqw
Bumi Matahari
Kita perlu belajar kepada matahari yang mencintai bumi.
Yang tak pernah mendekat, hanya cukup memancarkan cahayanya dari jauh. Yang selalu berjarak, agar panasnya tidak membakar bumi.
Yang memiliki dua sisi, indah dan menyilaukan, bahwa dalam sebuah hubungan, diperlukan kesabaran dan ketegasan.
Sebab dalam jarak, mereka tak pernah mengeluh kepada Tuhan yang menciptakan, memilih menerima takdir yang telah digariskan.
Kita perlu belajar pada bumi yang mencintai matahari
Yang senantiasa berputar tanpa henti, menandakan kesetiaan yang abadi
Yang selalu menerima sinarnya, walau ia tahu bahwa tak sama di berbagai penjurunya, namun ketidakadilan itu tetap ia terima
Yang tak pernah mengeluh, walau angin matahari sering justru berusaha membakarnya, malah menjadikannya aurora yang elok di mata.
Sebab dalam perputarannya, ia selalu memandang matahari walau tak mampu mendekat, tak pernah berpaling pada bintang yang lain, walau banyak yang jauh lebih bersinar darinya.
Bumi Matahari mengajarkan
Tentang kesetiaan dalam jarak
Kesabaran dalam keterbatasan.
Dan Ketaatan pada Tuhan.
Mari menepi sejenak, mengevaluasi usia kehidupan dan perbekalan, beruntungnya kamu bisa menghirup nafas Ramadhan, tapi semua akan sia-sia jika kamu melewatkannya tanpa usaha untuk kembali. Kembali pada hati, kembali bagaimana menyikapi bahwa hidup ini adalah untuk beribadah. Tunduk pada-Nya tanpa tapi.
Kadang memang ada hal-hal yang harus dirayakan sendiri. Untuk dinikmati dan disyukuri sendiri. Untuk dijalani tanpa perlu menyenangkan semua orang
Kadang memang ada hal-hal yang harus dihargai dan diapresiasi sendiri.Tanpa perlu membanding-bandingkannya, tanpa peduli bagaimana penilaian orang lain.
Jika pelajaran paling berharga itu adalah sebuah kehilangan, maka kita perlu mengizinkan sebuah luka sebagai guru yang memberi kita sebuah pemahaman.
Penerimaan yang indah tidak dimiliki oleh seseorang yang hatinya tidak pernah terluka. Tetapi oleh mereka yang pernah menyimpan pertanyaan besar tentang kehilangannya.
Keikhlasan paling tinggi tidak dimiliki oleh seseorang yang perasaannya tidak pernah hancur. Tetapi oleh mereka yang pernah menahan bagaimana sakitnya dikhianati.
Kekecewaan membuat kita belajar memeluk rasa tidak nyaman. Membuat kita belajar menata ulang setiap kekacauan dan berkompromi dengan keadaan.
Kesedihan membuat kita belajar untuk merawat dan memeluk diri sendiri.
Perasaan sakit hati membawa kita menyelami ruang yang lebih dalam. Sebuah ruang di mana kita meletakan kesabaran, sebuah ruang di mana kita mampu menemukan pintu maaf.
Setiap yang melukai memberi kita kesempatan untuk lebih mengenali diri sendiri, memberi kita kesempatan untuk lebih berempati pada setiap kesalahan orang lain.
Setiap kehadiran yang pernah melukai, adalah sumber dari setiap kebijaksanaan kita. Pelajaran paling berharga yang membuat kita bisa bersikap lebih tenang dan lebih sabar.
—ibnufir
Rezekimu tidak akan salah masuk rumah saudaramu, tapi bisa jadi rezekimu datang lewat perantara saudara atau temanmu. Perbaiki hubungan pertemanan, kekeluargaan, bahkan untuk seorang yang baru berkenalan.
Jangan kamu bawa kegelisahanmu tentang masa depan pada hari ini, ia justru akan menjadi penambah bebanmu hari ini, sebagaimana juga akan mengurangi rasa syukurmu atas nikmat hari ini. Merancang masa depan adalah sebuah keharusan, tapi khawatir akan kekurangan di masa depan adalah kesalahan karena bukan kehendak dan kapasitasmu untuk menentukan dan menghukuminya, teman.
Masa depan itu miliknya Allah, baik dan buruk itu semua kehendak Allah. Memikirkan kegelisahan untuk waktu yang belum datang akan menjadikan kamu tidak menikmati hari ini. Yang kemarin sebagai pelajaran, yang sekarang jadikan yang terbaik, dan yang akan datang jadikan rancangan dan cita-cita, menjemputnya dengan usaha dan doa-doa hari ini.
Allah tau kebutuhanmu, Allah tau kekhawatiranmu. Tapi Allah melihat bagaimana keyakinanmu akan kebaikan, juga keyakinanmu bahwa semua akan baik-baik saja sebab Allah Maha segalanya.
Yang didekati Allah, yang diniatkan hanya untuk Allah, semua akan indah pada masanya masing-masing.
Keep husnudzon, sob.
@jndmmsyhd
Merawat Akal dan Hati
Terkadang, Allah menempa kita dengan hal-hal yang tidak kita sukai atau kita merasa hal itu diluar kemampuan kita, supaya kita itu mau mengerti, supaya kita belajar lagi.
Masa pandemi seperti ini, menjernihkan pikiran menjadi sebuah urgensi saat dihadapkan hal-hal yang memenuhi ruang kepala kita.
Kita harusnya tahu, bahwa tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan otak, kita juga butuh sujud, kita butuh istighfar, supaya mata hati kita mampu melihat dan mendengar apa yang Ia tunjukkan.
Pena Imaji
Yang menjadi bahan kontemplasi hari ini adalah,
Jika kita bisa sebegitu kerasnya menempa diri untuk memperjuangkan dunia, kapan terakhir kali kita bersedia susah payah memperjuangkan akhirat kita? :'
Pena Imaji
Kita adalah cerita bagi kisah orang lain
Demi menjadi pendengar yang baik. Terkadang kita pura-pura tidak tahu. Padahal tahu.
"Kalau saja kamu gak melalui masa-masa sulit, dari mana kamu belajar dewasa, bijaksana, dan menghargai?"
- Quranads -
“Adakah yang lebih menenangkan daripada latunan Al-Quran? Adakah yang lebih meyakinkan daripada janji Allah? Adakah impian yang lebih menggetarkan daripada ingin berjumpa dengan wajah Allah dan Rasul-Nya suatu saat nanti?”
— Quranads
Tulisan: Meluaskan Perasaan
Ada yang tumbuh dari mendengarkan. Ada yang tumbuh dari mengalami. Ada yang tumbuh dari berupaya menghargai. Kuncinya hanya satu, perluas sudut pandangmu. Perluas perasaanmu.
Jangan tunggu jatuh dulu baru mau belajar berusaha. Jangan tunggu jatuh dulu baru paham perihal menghargai. Jangan tunggu putus asa dulu baru mengerti kalau tak semuanya itu mudah.
Pakai sudut hatimu yang lain. Pakai sudut pandang matamu yang istimewa. Sebab, barangkali tak semua jenis kehidupan akan kamu alami. Untuk itu, perluaslah perasaanmu. Ada banyak ruangmu untuk belajar.
4 Maret 2019 | Instagram: @quranads
Berapa banyak pelajaran yang tak mampu kita petik setelah melewati perjalanan yang begitu jauh? Kita cemas, takut, mengeluh dengan keadaan seolah dunia tak mau bersahabat dengan kita.
Padahal itu cara Allah mendidik kita, tapi kita sendiri yang tanpa sadar tak mau maju bergerak. Memilih diam dan tak mau naik level. Bukankah selama ini kita berdoa agar dijadikan manusia yang mampu bersabar dan dekat dengan Allah?
@quranads