Aku dan kamu pernah disatukan.
Pernah berjuang hingga batas yang tuhan tentukan.
Aku mengharapkanmu menjadi akhir ceritaku.
Walau kenyataannya tak sesuai harapku.
Dengan penuh semangat, aku berjuang.
Dengan penuh cintamu, kau mendukung.
Aku tahu perihal luka, pasti akan kugapai.
Hingga sampai dititik itu telah sampai.
Aku menerima segala luka dan lara.
Walau harus kutaruhkan air mata.
Kini, kita kembali asing.
Diantara langit-langit aku hanya para bintang.
Kecil, redup, dan tak sangat terang.
Dulu aku kau anggap sebagai tempatmu pulang.
Namun, aku hanya menjadi tempatmu singgah.
Menemanimu disaat-saat lelah.
Dan, kini aku kembali memeluk rasa perih.
Kau adalah hal yang selalu aku sempatkan.
Namun, aku hanyalah hal yang selalu kau lewatkan.
Aku fikir, aku adalah satu-satunya.
Namun, aku hanyalah salah satunya.









