ingin bergelung mengecil dan menghilang. ingin dipeluk dirangkul dan diyakinkan kalau semua baik-baik saja.
he wasn't even looking at me and he found me
wallacepolsom
🪼
Fai_Ryy

Janaina Medeiros
Claire Keane
Misplaced Lens Cap
official daine visual archive
art blog(derogatory)
macklin celebrini has autism
Sade Olutola
tumblr dot com
trying on a metaphor
Sweet Seals For You, Always

izzy's playlists!

Kiana Khansmith
taylor price

Kaledo Art
noise dept.
I'd rather be in outer space 🛸

seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@mghtyowl
ingin bergelung mengecil dan menghilang. ingin dipeluk dirangkul dan diyakinkan kalau semua baik-baik saja.
Sebenarnya
Sebenarnya, ada yang ingin sekali menghilang, agar bisa mengetahui, akankah kamu merindukannya meskipun diam - diam?
Sebenarnya, ada yang ingin mencoba mengabaikan, agar bisa melihat, apakah kamu akan bertanya - tanya tentangnya? atau, mencari kabarnya?
Sebenarnya, ada yang ingin sekali benar - benar mengetahui tentangmu. Namun sayang, kamu tak pernah ingin tahu akan hal itu.
Saat Gundah
Jika kita perhatikan, salah satu tempat kembali Rasulullah saat sedang bersedih adalah alquran.
Dan begitu juga kita temukan, banyak ayat yang bermakna menghibur atau mengangkat Rasulullah.
“maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati” (Yasin: 76)
“dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat)” (Al-Hijr: 97-98)
“Tuhanmu tidak meninggalkanmu (Muhammad) dan tidak (pula) memberncimu” (Ad-dhuha: 3)
Semoga kita bisa begitu pula, ya. Menjadikan kalamNya tempat kembali saat dilanda sedih dan gundah.
Kemudian, menghibur orang yang sedang dilanda kesedihan adalah amalan yang mulia, tak heran mengapa Rasulullah mengajarkan bahwa amalan terbaik adalah memberikan kebahagiaan pada saudaranya.
Kita sudah sejauh ini. Sama-sama memutuskan untuk berakhir di saat kata damai tak menemui titik temu. Aku dengan ke-egoisan ku dan kamu dengan segala hal yang harus aku pahami.
Saat-saat kita sudah tidak lagi saling mengabari, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa selama ini aku selalu berbagi semua hal dengan mu. Dan sekarang, tidak lagi. Tidak bisa lagi.
Aku berpikir. Adakah kamu merindukan saat-saat bersamaku? Ataukah kamu merasa bebas terlepas dari semua ego ku atas cemburuku, pertanyaan-pertanyaanku, kecurigaanku dan tuduhan-tuduhanku?
Aku rindu. Bahkan saat bertengkar denganmu. Saat kamu tidak meladeni amarahku. Aku rindu. Bahkan saat terakhir kali kita mengambil keputusan terberat itu. Aku belum sepenuhnya melepaskanmu.
Belajar ilmu parenting dan ilmu rumah tangga itu harus berdua. Sama-sama. Supaya tau mau dibawa ke mana. Supaya tau harusnya gimana.
Kalau sendirian, berat. Karena salah satu akan ga paham.
Udah belajar aja sering salah, sering lupa, apalagi ga belajar?
Yang bernilai bagimu tak selalu bernilai pula untuk orang lain. Tidak semua apa yang menjadi kadar kebahagiaanmu mustilah sama dengan orang lain. Sebab kebahagiaan itu datangnya dari Allaah demikianlah pula dengan kesedihan.
Yang kau upayakan dengan sepenuh hati tak selalu pula sedang diupayakan oleh orang lain. Tidak semua apa yang menjadi kadar upayamu mustilah sama dengan orang lain. Sebab kesuksesan atau sampainya kamu pada tujuanmu itu semua Allaah yang mendekatkan mu kepadanya tersebut. Tidak benar-benar sebab upaya kerasmu. Jadi, berhentilah merasa bahwa setiap upaya tidak akan mengkhianati hasil. Setiap upaya hanya Allaah yang menentukan kadar hasil akhirnya untukmu.
Pahamilah bahwasanya di dunia ini nilainya bisa saja berubah-ubah dan tidak ada yang tetap dan kekal kecuali Allaah. Termasuk upaya, kecondongan hati sekalipun. Maka berhentilah menjadi tidak bernilai dengan berpikir bahwa hidupmu selalu baik-baik saja atau hidupmu selalu tidak baik-baik saja.
Semua manusia yang hidup pasti pernah merasakan bahagia dan sedihnya dalam satu waktu. Dalam setiap waktu, dan dalam kehidupannya. Tidak ada manusia yang tidak diuji. Semua diuji, untuk mengetahui kadar ketaatan dan kecintaan.
Maka berhentilah memandang silau ukuran orang lain yang tak selalu bisa selaras dengan hidupmu. Sebab kamu tak akan pernah tahu ujian seperti apa yang telah Allaah uji untuknya.
Kepulangan..
Akan ada satu masa dimana diri kita akan lelah dengan semuanya. Sekalipun dengan apa yang telah kita tuju dan capai. Segala sesuatunya sangat menguras energi dan hati kita. Lelah dan ingin menangis sekali.
Akan ada satu masa dikala diri dengan segala kelelahan yang ada hanya bisa menangis dan terus menangis. Meminta agar dikuatkan, meminta agar diberikan kesabaran.
Akan ada satu masa dimana hanya terdiam dan tidak lagi ingin melakukan apapun. Hanya menatap dan mengupayakan sebuah doa. Agar tidak menghentikan langkah, agar tidak menyerah begitu saja.
Kala itu, barangkali Allaah sedang membuat hati kita lelah sebab tujuan dan capaian kita adalah dunia. Kita seolah merasa bahwa esok adalah milik kita. Berupaya berlelah-lelah hanya demi urusan dunia yang tak pernah ada habisnya.
Kita memang butuh dunia untuk membantu kita mengejar akhirat. Namun tidak meletakkan dunia di tangan dengan begitu erat, ataupun meletakkan di dalam hati dengan lekat-lekat. Itulah mengapa lelah yang tak berujung yang dirasa.
Penikmat dunia itu merasakan kenikmatan dari hasil yang diupayakan namun terkadang tak ada penikmat dunia yang benar-benar bisa menikmati dunia yang dimilikinya dengan merasa tenang. Sebab ketenangan, kebahagiaan Allaah yang memberikan.
Jadi bila saat ini kau merasakan sangat lelah. Mari koreksi perjalananmu, sudah sejauh mana kau mengejar duniamu. benarkah kau mengejarnya untuk meraih akhirat? Atau hanya lip service semata? Mengejar dunia dan meletakkannya di hatimu.
Allaah, bila pada akhirnya aku kembali kepadaMu. Maka jangan biarkan dunia ada didalam hatiku, sebab aku hanya ingin pulang menghadapMu dengan sebaik-baik kepulangan. Allaah, bila pada akhirnya aku kembali kepadaMu. Maka buatlah kepulangan ku dengan keadaan sebaik-baik diri saat aku begitu senang melakukan ketaatan kepadaMu.
Hujan dipelataran rumah || 14.24
Bertahan dalam Ketidaknyamanan
Kamu, belasan tahun bertahan dalam ketidaknyamanan. Menahan diri dan sakit sendiri karena segala asumsi yang dipenuhi rasa takut dan kecemasan. Menghindari konfrontasi karena khawatir dibenci atau mengetahui fakta tidak benar-benar dicintai.
Setidaknya, bukankah akan lebih baik jika kamu mau memilih ketidaknyamanan yang lain?
Tidak nyaman dalam memperjuangkan kebenaran. Bertahan karena sebuah harapan akan ada perbaikan dan kebaikan di masa depan. Meskipun kamu tetap perlu menahan diri; mengelola emosi yang butuh diluapkan dalam pertahanan yang mulai runtuh perlahan-lahan. Kamu juga akan tetap merasa sakit karena berusaha mengais sisa-sisa kepercayaan diri untuk melihat kembali tujuan dari sebuah janji kebersamaan. Dan kamu, perlu melakukan sebenar-benarnya konfrontasi; apakah masih ada kasih sayang yang mampu menambal segala kecewa dan masih ada cinta yang dapat dinyalakan lagi cahayanya?
Kamu perlu lebih percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia; meskipun hasilnya tidak selalu sesuai dengan harapan kita.
Padahal aku ingin denger, "Gapapa. Aku tetep temenin."
why bother? If I don't talk, people leave because I 'put up walls'. If I do talk, they'll leave because I'm whiny and tiresome. Either way I'm a terrible human being, I can't even be kind to myself.
Seruan kepada Dia untuk dia.
Ketika aku merendahkan diri dibawah kaki-Nya, berlutut, melipat tangan dan berdoa untuk orang-orang sekitar dan diri sendiri, disana ada namamu. Ada bagian doa yang kusediakan untukmu, yang lebih panjang dari bagian orang lain.
Sebuah doa yang penuh permintaan kepada Sang Pencipta. Doa yang meminta dengan penuh kelemahan dan ketidakmampuan. Bagian doa untukmu yang isinya kebersyukuran karena kamu boleh ada di dunia ini, kebersyukuran karena aku bisa kenal dan kagum akan sosok pribadi kuat yang perjuangannya tak selalu berbuah manis tapi tetap setia menabur segala benih baik. Sisanya adalah bagian meminta. Meminta Dia agar menambah-nambahkan atasmu kekuatan yang datangnya dari Maha Pemberi sekaligus Maha Tau yang mengetahui segala susahmu bahkan yang tak pernah kau bukakan untuk dirimu sendiri, meminta Dia agar kamu ditambahkan hikmat serta kebijaksanaan dalam mengambil setiap langkah, meminta Dia agar tak sekalipun melepaskan tanganmu ketika kamu berjalan tegap maupun terseok-seok, meminta Dia memperhitungkan segala jerih lelahmu, segala pekerjaan tanganmu yang kamu lakukan dengan penuh korban untuk mendatangkan hormat bagi-Nya.
Aku terus mendukungmu, dalam setiap seruku pada Dia. Aku turut merasakan sakitmu, kapanpun kudapati tatapan kosong itu. Aku juga mau turut sepenanggungan dengan segala bebanmu, jika kamu bersedia, mungkin belum sekarang.
Terima kasih ya, pundak lebar itu selalu berusaha terangkat tegak seakan semua yang di depan tak membahayakan apalagi menakutkan. Terima kasih telah bekerja keras untuk hal-hal yang kadang terlihat mustahil di mata manusia. Terima kasih sudah menjadi kuat tanpa sungut-sungutan, betapa berharga kamu dimata-Nya. Terima kasih juga telah melibatkan dia bahkan saat kamu mau mengonfirmasi perasaanmu, betapa Dia senang dapat menyebut kamu sebagai anak.
Aku akan terus mendoakanmu, tanpa lelah apalagi menuntut. Aku akan berseru-seru senantiasa kepada Dia yang Maha Mendengar. Karena aku tahu, yang bisa selalu menjaga dan memberi hanya Dia, namun juga karena aku kini belum bisa menjaga terlebih memberi.
Sebenarnya seni berjuang untuk menghadapi takdir Allah adalah dengan menerima.
Rumah, 5 Juli 2021.
kehilangan
kini aku telah memutuskan untuk melepas mimpi-mimpiku, bersama dengan aku melepaskan dirinya--yang mungkin sejak awal memang ingin memilih pergi. kini aku merasa, mimpiku seperti tak ada artinya semenjak kepergiaannya.
kesalahanku sungguh fatal. ternyata selama ini, tanpa sadar aku sering kali menjadikannya alasan penyemangat dibalik menggebu-gebunya aku dalam mewujudkan mimpiku sejak dahulu.
aku pikir, dia yang suatu saat akan menjadi pembaca pertama atas karya perdanaku. nyatanya tidak. bahkan di dalam benak sempat terbesit, aku akan menjalani mimpi tersebut bersamanya. namun sebaliknya, dia justru yang paling andil dalam menghancur-remukkan mimpi tersebut. dia yang paling andil membuat hatiku bercecer-cecer di mana-mana.
aku seakan seperti kehilangan mimpiku sejak aku kehilangan dirinya.
Mimpi saya hari ini sederhana. Menuntaskan apa yang telah dimulai, merawat apa yang telah dimiliki dan Melupakan apa yang telah pergi.
Walaupun kita mungkin punya banyak keindahan kata, mampu untuk menyusun frasa, dapat merangkai ragam rima ataupun memiliki diksi-diksi yang menyentuh hati,
toh pada akhirnya yang paling penting di atas itu semua adalah mengetahui kapan kita harus mengatakannya.
Terkadang kekhawatiran membawa kita pada do'a-do'a yang jauh lebih tulus, pada aamiin "yang paling serius", pada sebuah perenungan yang membuat kita tersadar kemana seharusnya kita bersandar & meminta pertolongan. Mungkin ini alasan, mengapa rasa khawatir diciptakan. Tidak apa-apa khawatir, tapi sikapi dengan cara yang benar, dan jangan berlebihan.
Bandung, 13 Desember 2020
“Jangan buru-buru”
— Kita kadang tergoda ngelihat masa lalu terus berharap bisa balik ke sana dan memperbaiki banyak hal. Padahal sekalipun kita punya kesempatan itu, belum tentu tindakan kita bakal bener. Tindakan kita nggak akan pernah sempurna. Sampai kapanpun, kita pasti ketemu kekurangan dan kesalahan. Nikmatin aja. Maklumi. Perbaiki pelan-pelan. Jangan buru-buru