“Kau tidak perlu menjadi yang lebih baik dari segala masa laluku. Bagiku, kau tidak pergi saja itu sudah jauh lebih baik dari mereka-mereka yang dulu.”
— (via mbeeer)
Noah Kahan
h
No title available

@theartofmadeline
Not today Justin

bliss lane
Claire Keane
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
The Bowery Presents
EXPECTATIONS
Sade Olutola

titsay
Monterey Bay Aquarium
Xuebing Du
cherry valley forever
Color Me Curious
untitled
d e v o n

shark vs the universe
seen from United States

seen from Chile
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Austria
seen from Canada
seen from Nicaragua

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Vietnam

seen from Japan
seen from Honduras
seen from United States
seen from United States
@miakrismiati
“Kau tidak perlu menjadi yang lebih baik dari segala masa laluku. Bagiku, kau tidak pergi saja itu sudah jauh lebih baik dari mereka-mereka yang dulu.”
— (via mbeeer)
I think right now I hate you. I really hate you.
Kamu boleh saja marah-marah, membenci seseorang, membuatnya menangis, dan meninggalkannya sesuka hatimu. Saat itu kamu mungkin masih bisa tertawa lepas tanpa beban.
Tetapi suatu hari, ketika kamu mulai menyesali kesalahanmu. Ada luka yang sulit kamu jelaskan, ada perasaan yang begitu sesak untuk kamu ungkapkan.
Bahkan untuk sekadar untuk menyampaikan kata maaf.
—ibnufir
“Aku rasa kita adalah kombinasi yang sempurna untuk sebuah kata bahagia. Hanya saja sayang, mungkin dulu cara kita yang salah. Kembalilah lagi nanti. Kita perbaiki lebih baik lagi. Lebih dewasa. Bersama-sama.”
— (via mbeeer)
Semua Ada Waktunya
Akan ada suatu hari di mana semua yang patah akan bertemu seseorang yang benar-benar mencintainya. Yang kecewa luar biasa akan bisa kembali percaya. Yang jera untuk jatuh cinta akan ditemukan dengan cinta yang mampu membuatnya bahagia. Yang dikhianati akan menemukan tubuh yang mampu dipercaya sepenuh hati. Semua ada waktunya; Teruslah memperbaiki diri. Agar pantas untuk mendampingi mereka-mereka yang sengaja Tuhan tunda untukmu hingga akhir cerita.
Bagian Terbaik Sebelum Mata Memejam
Oleh: Tia Setiawati
Jangan dulu memejam, Tuan. Rinduku masih tidak keruan.
Maka, sederhana saja. Tolong ucapkan selamat malam sebelum kedua mataku benar-benar terpejam.
Karena dalam mimpi nanti, aku akan sibuk memeluk ragamu yang saat ini sudah begitu jauh.
Selamat malam, Tuan. Wanita ini masih selalu setia, mendo'akanmu dalam diam.
dalam @karenapuisiituindah 3 hlm. 64.
“Jangan pergi. Sekalipun aku tidak pernah mengharapkanmu datang, tetapi kehadiranmu terlanjur membuatku terbiasa. Tetaplah ada.”
— K. Aulia R.
Temanku bilang; jangan meninggalkan yang pasti hanya karena sebuah kemungkinan. Sebab yang mungkin belum tentu menjadi kepastian.
Jadi, kita ini kepastian atau kemungkinan?
Ku tak tau banyak tentangmu. Bukan ku menyalahkanmu yang tak mau cerita denganku.
Hanya saja, aku yang tidak bisa membuatmu bercerita kepadaku
-ridwanashidiqi-
Wanitamu, Aku.
Wanitamu adalah aku.
Wanitamu adalah aku yang mungkin bukan tipe kesukaanmu.
Wanitamu adalah aku yang mungkin tidak sesuai dengan harapanmu.
Wanitamu adalah aku yang mungkin belum sanggup memenuhi inginmu.
Segala maaf ku ucap bila ku tak mencukupi. Sebut apapun yang kamu mau, akan kuusahakan menjelma sesuai yang kau pinta.
Aku wanitamu.
Kamu boleh terlihat kuat, tapi berlemah-lemahlah padaku.
Kamu boleh terlihat bijak, tapi egoislah padaku.
Kamu boleh terlihat gagah, tapi bermanja-manjalah padaku.
Karena aku wanitamu.
Yang akan memuja kelebihanmu, dan mencintai kekuranganmu.
Wanitamu adalah aku, yang menerima baik dan segala burukmu.
Jadi, maukah kamu menerimaku?
Perempuan tidak pernah sungguh-sungguh bisa mengatakan keinginan mereka dengan baik. Mereka juga tidak akan pernah menjadi makhluk yang sempurna. Toh perempuan memang tidak pernah diciptakan demikian. Namun, sekali ia menjatuhkan hatinya pada satu laki- laki, mereka selalu bisa menyayanginya dengan cara yang sempurna.
- @kuebeludrumerah
Langkah
Aku mengerti lelahmu, karena aku rasakan sama. Tidak mudah menetapkan sebuah pilihan, menitipkan sebuah hati, mempercayakan sebentuk cinta. Bagi sebagian yang terlampau mudah jatuh cinta mungkin harganya tidak seberapa. Tapi aku tahu kamu.
Kamu pernah begitu memperjuangkan sebuah hati yang kamu kira dia adalah sesungguhnya cinta. Kamu pernah mencoba bertahan dengan sebuah komitmen yang nyatanya tidak pernah digenggamnya. Kamu pernah melakukan segala cara untuk mencintai, dan kecewa berkali-kali. Namun yang terakhir ini, aku yakin adalah cara terbaikmu.
Ketahuilah, aku begitu bangga padamu.
Jangan menungguku dalam diammu, karena aku pun disini tidak berdiam.
Mari sama-sama melangkah, mendekat, dengan cara paling dicintai-Nya.
Bisakah..
Bisakah kita duduk sebentar, mendengarkan segala sesak dalam dada, mengeluarkan segala keluh yang berselimut dalam suka.
Bisakah kita mengalah saja, sebab kita sudah tidak saling perduli. Meninggikan ego hingga nada tertinggi, lalu menyesal dengan hati merintih.
Bisakah berhenti saling memperhitungkan, merasa paling banya berkorban, merasa paling tersakiti dan merasa paling terabaikan. Tidakkah kita mencoba melihat di lain sisi, kita sama-sama baku hantam ditembak peluru kekerasan hati.
Bisakah mencoba saling mengerti, mengisi dibagian sisi yang tak terisi. Sebab sepi tak mau beranjak pergi, sejak kita sepakat untuk saling melukai.
Kau dan aku, sama saja.
Inginnya disayangi, tetapi tidak pernah berusaha untuk memahami.
kamar yang gerah, 21.17 | 3 September 2019.
Jangan dibaca, ini hanya sepenggal kisah patah hati.
Jangan dibaca, ini hanya sepenggal kisah patah hati yang terjadi hari ini.
Teruntuk kalian, pria Brengsek yang tidak ingin dikatakan Brengsek.
Bisakah tak membuat luka untuk perempuan?
Bisakah tak mengurai tangisan untuk perempuan?
Tahukah kalian, ketika hatinya kalian lukai semua tak lagi sama dimatanya. Mereka kelimpungan harus kemana lagi menyandarkan harapan.
Aku demikian, disakiti sedemikian baik membuatku memandangmu tak lagi sama. Aku paling benci dengan alasan 'bukan aku yang terbaik', sebrengsek apapun setiap pria selalu ingin mendapatkan wanita baik.
Sejatinya manusia itu tidak pernah benar-benar ada yang baik, tapi yang ada adalah orang yang berusaha dalam hidupnya untuk menjadi manusia yang baik.
Jangan pernah membuat alasan impulsif semacam itu hanyak untuk membuat namamu baik. Tidak seperti itu, sejak ucapan itu dikeluarkan dari mulutmu, pun disana aku tahu kadar brengsek apa yang sebenarnya ada pada dirimu.
#noves
Kita yang Rumit
Seringkali kita tidak sepaham. Beradu keras mengaku yang paling benar, dan yang paling menjadi korban.
Seringkali kita saling mendiamkan, demi meredakan emosi yang dapat membakar apa saja disekitar kita termasuk tubuh sendiri. Tiga hari, satu minggu bahkan pernah satu bulan.
Padahal masalah sebaiknya diselesaikan secepat yang kita bisa, kan?
Kita sepakat boleh berdebat sengit, layaknya musuh dengan dendam tujuh turunan, namun tetap ini tak boleh berlangsung lama. Tiga hari cukup, setelahnya kita akan tertawa kembali dan melupakan segala pertengkaran yang terjadi.
Kita terlupa pada janji yang sudah-sudah bahwa semarah-marah apapun, kita harus tidur dengan hati yang sudah saling memaafkan. Sebabnya ego semakin buas menerkam kita bulat-bulat.
Seringkali kita saling menghindar, mengakhiri percakapan sepihak, menghilang tanpa ada kabar karena bosan tengah menyelimuti, namun setelahnya merengek minta ditemani layaknya bocah yang merindukan ibunya.
Kita terlampau rumit dan sengit.
Kita terlampau pesimis dan egois.
Kita terlampau kalah pada keadaan, namun memilih untuk tidak saling melepaskan.
Seberat apapun badai, sebesar apapun masalah kau dan aku tahu bahwa kita akan sama-sama kembali pada tempat yang sudah kita sepakati (sejak dulu).
Karena percayalah, meninggalkan tak pernah menjadi pilihan bagi dua insan yang mengaku ingin berjuang dan memperjuangkan; kau dan aku.
Kita yang tak terkalahkan, 22.11 | 23 Juli 2019.
“Kakiku lelah sekali. Ia kerap mengejar seseorang yang padahal orang itu sendiri tidak menujuku.”
— (via mbeeer)
“Tanganku lelah sekali. Ia terus-terusan memeluk sesuatu yang sebenarnya tidak ada di sana untukku.”
— (via mbeeer)