KKN Rasa Pulkam (part 2)
IDUL FITRI
Kali pertama Lebaran gak sama keluarga :( tapi sama temen-temen KKN dan warga sekitar pun okelah :D Sebelum Idul Fitri, kami mengikuti acara di dua masjid yaitu membantu mengurus zakat fitrah dan takbir keliling. Saat shalat Id, ada salah satu anggota kelompok KKN yang menjadi khatib, lho :D Namanya (ustadz) Mohammad Abid Mubarok, anak TPHP 2012 (baru selese sidang coy! Yeee), bapak koordinator mahasiswa subunit C.
Bapak ustadz sih lancar-lancar aja khutbahnya, tapi yakinlah, dia sebenernya ndredeg. :p :D
Setelah shalat Id, kami pun silaturahmi ke petugas koramil yang berjaga, kemudian silaturahmi ke rumah warga sekitar :)
Beberapa hari setelah Idul Fitri, aku pun pamit ke kelompokku untuk pulang sejenak :) ya udah kebiasaan sih, setiap libur semester HARUS pulang :D
Pulkamku pun tidak lama, hanya 3 hari. Hal ini berkaitan dengan jatah izin individu yang hanya 3x24 jam :”
Haha, baru sekali ini dianterin sama full member :D
Daaaaan, tibalah hari masuk sekolah :D Sebelum aktif pengajaran, diadakan PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) di beberapa sekolah, yaitu SDN-1 dan SDN-2 Banturung, MIN Banturung, MTs Al-Amin, SMPN-5 Palangkaraya, dan SMAN-6 Palangkaraya. Di sekolah terakhir, kami diminta pihak sekolah untuk menjadi Penanggung Jawab Kegiatan. Hahaha, yasudahlah.
Pembukaan PLS di SMPN-5 Palangkaraya
PLS dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 3 hari, dari Senin hingga Rabu. Setelah itu, seharusnya sudah mulai proses belajar mengajar, tapi... beberapa sekolah (terutama sekolah yang aku masuki) belum mendapatkan pengajaran yang aktif dari pihak pengajar. Alhasil, selama sisa hari aktif KKN kami, kami bertugas menggantikan guru-guru matpel tertentu. Misalkan, aku yang memiliki program Sosialisasi Biodiversitas Alam di SMP menggantikan guru IPA-nya mengajar. Atau, salah satu temanku yang memiliki program mengajar Bahasa Inggris diminta untuk menggantikan guru Bahasa Inggris yang seharusnya mengajar. That’s kind a....awkar, eh, awkward.
Panitia PLS SMAN-6 Palangkaraya dengan kakak2 KKN-PPM KTG-03
Well, programku yang berkaitan dengan pengajaran hanyalah Sosialisasi Biodiversitas Alam ke SMP 5 dan MTs Al-Amin. Di SMP aku hanya bisa “sosialisasi” ke beberapa kelas, tidak semuanya (hiks, sedih). Namun di MTs Al-Amin, aku diberi kesempatan untuk sosialisasi full ke semua kelas (\^o^/) Alhamdulillah. Dari sosialisasi di MTs, aku pun diminta oleh beberapa adek2 kelas VIII untuk mengajari mereka belajar, karena ada persiapan Olimpiade Sains bidang Biologi. Hmm, semacam nostalgia ya *eaaaak*
Abaikan cover laptop saya, fokus ke whiteboardnya aja.
Kemudian di bidang ekstrakurikulernya, aku mengusung program Pelatihan Pramuka dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), yang dibersamai oleh cewek Farmasi 2013, koordinator kluster Medika (karena dia anak Medika seorang di kelompok kami), namanya Alifa Lu’lu’ (promosi sekalian, anaknya single setrong, wkwk). Program ini sebenernya mau dilakukan ke semua sekolah dasar dan menengah di Kecamatan Bukit Batu, tapi apa daya kami hanya bisa melakukan di sekolah menengah di sekitar basecamp. Abis jadwalnya bentrok :(
Okey, pertama-tama kami mulai di SMAN-6 Palangkaraya. Enggak langsung latihan PPGD, sih. Kami hanya perkenalan dan LBB (Latihan Baris Berbaris). Kebetulan ada pembinanya, jadi bisa minta izin lah untuk nyampein materi :3 Setelah bubar latihan, ternyata adek2 meminta kami untuk ikut kemah di Bukit Tangkiling pada Sabtu-Minggu (23-24 Juli 2016). Wah, aku pun langsung mengiyakan tawaran mereka. Hitung-hitung melepas penat dari pusingnya mengurus program kerja si :v
Hari Sabtunya, hanya aku yang mengikuti kemah itu dari awal. Ada beberapa teman lain menyusul (Aziz, Abid, Shaki, Ifah) setelah Isya. Perjalanan ke bukitnya lumayan WOW, karena gak lewat jalur biasa. Sampe nafasnya hampir habis, hahaha. Sesampenya di sana, kami langsung bikin tenda dan menggelar terpal, sambil bikin makan malam ala anak Pramuka: mie :v Sebelum kembali ke tenda, kami sempat sharing2 tentang kegiatan di SMA maupun kegiatan di universitas. Kamipun sempat melihat banyak fenomena di langit, pas ada bulan berwarna oranye, juga Meteor Shower. WOOOOOOW XD Biasalah, di Jogja gapernah nemu gituan :”
Ndreeeee, pake baju nak :v
Tengah malam, anak2 putri, Ifah dan aku dibangunin sama anak2 putra untuk tukar tempat tidur. Alasannya gak jauh dari tenda putri ada beberapa orang (entah anak muda sekitar ato orang kota) yang melakukan tindakan kurang mengenakan. Yah, mereka mabuk-mabukan. Kami pun segera berpindah biar gak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Paginya, aku bangun sekitar jam 5an. Sudah ada beberapa anak-anak yang bangun dan membuat mie (again, haha) ataupun membuat api unggun kecil dari sisa semalam. Tak lama setelah aku duduk di terpal, matahari mulai kelihatan batang hidungnya (lah emang matahari punya hidung? Bodo amat, namanya juga majas personifikasi :p) Kami pun gak melewatkan kesempatan ini. Aku mengabadikan momen berharga lewat kamera DSLR dan kamera hape. Juga ada beberapa yang bikin tulisan2 kemudian difoto dengan background sunrise yang memukau. Atau, bikin siluet. Eyaaaak.
Sunrise di Tanah Dayak
Setelah puas melihat sunrise, kami beberes tenda dan seisinya. Beberapa juga naik ke batu besar, yang sering dipakai oleh umat HIndu di Bukit Batu untuk beribadah. Tentunya kami sudah “minta izin” sebelum naik. Biar gak kenapa-napa. Meski beda agama, kita harus menghargai dan menghormati agama lain, kan? :)
Saat kami turun, datanglah temen-temen kelompok yang naik ke puncak bukit membawa tong sampah dari drum bekas. Memang ada salah satu program kami untuk membuat tong sampah di kawasan Bukit Tangkiling agar kebersihannya terjaga.
Pak Kormanit mau ngapain, kok megang2 tangan Mikha? Wkwkwk, peace pak.
Sesampainya di basecamp, kami diajakin lagi sama anak-anak Pramuka SMA ke Sei Batu. Mau renang, kata mereka. Yaudah aku ikut aja mereka ke situ, barengan sama Aziz dan Abid. Sesampainya di sana, anak-anak langsung lepas baju dan terjuuuun :D Aku yang bisa renang sedikit2, ikutan terjun juga, haha. Untungnya ada bagian sungai yang dangkal, meski arusnya cukup deras. Kemudian, aku pengen nyobain ke daerah lain. Nyoba, apa sedangkal yang kukira ato malah dalem banget? Ternyata, daerah itu cukup dalem :( aku hampir tenggelam dan mencoba minta tolong ke temen-temen lain, eh malah mereka ngiranya aku becanda. -_- Untung salah satu dari mereka ada yang sadar, kemudian langsung nyebur dan nyelametin aku (makasih loh, Ndre. Kalo gak kamu yang nolong, mungkin aku bakal tenggelam :”)
Rangkaian program dilanjutkan dengan latihan PPGD. Dimulai dari adek-adek Penegak SMAN-6 Palangkaraya, adek-adek MT Al-Amin, dan terakhir di SMPN-5 Palangkaraya.
Mau ngebopong “korban” eh malah si “penolong” ketawa2 :v
“Apa dek tahapan selanjutnya? Yak, SHOUT. Panggil si korban. Pak, Buk, Dek, Kak...”
Kakak pelatih lagi praktek hasil latihan di hari sebelumnya, demi adek-adek Penggalang SMPN-5 Palangkaraya. ^^ Keep fighting, Sri!
Lanjut ke part 3 yaaa.... (before we go)












