Materi KP hari ini tentang berbakti kepada kedua orang tua. Bikin terharu. Kapan terakhir kalinya kita minta maaf/memeluk/mencium pipi mereka? Masihkah kita melantunkan nada-nada kasar dihadapan mereka? Maafkan anakmu ini.
Hari Ke-2 KP

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Israel

seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from Poland
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from Japan

seen from United States

seen from Spain
Materi KP hari ini tentang berbakti kepada kedua orang tua. Bikin terharu. Kapan terakhir kalinya kita minta maaf/memeluk/mencium pipi mereka? Masihkah kita melantunkan nada-nada kasar dihadapan mereka? Maafkan anakmu ini.
Hari Ke-2 KP
"Ruang untuk Belajar" Kalau dihitung ini sudah minggu kedua ada anak-anak magang Kerja Praktek Industri (Prakerin) di Studio Arsitektur kami. Dari SMK Negeri 2 dengan program KeahlianbTeknik Gambar Bangunan. Akhmad Saeful Anwar, Ryfan Mahendra Dharmawan, M.Alwi Nursyekha dan Egi Nursamsu Rizal. Anak-anak ini penuh semangat dan memiliki etos kerja yang bagus serta memiliki sopan santun dan etika yang baik. Hal ini merupakan hal basic yang harus dimiliki oleh seseorang. "Manners maketh Man", salah satu quote favourite saya dari film "Kingsman" Team 4 ini kita beri pendekatan dan paradigma-paradigma berpikir dari sisi kami. Tentang apa itu Arsitektur, gambar dan teknik. Kami coba ajak untuk hidup di jalur Arsitektur, hidup dengan itu dan berjuang dengan itu agar terbiasa dengan hal tersebut di masa mendatang. Karena saya yakin bahwa masih banyak ruang untuk belajar. Jadi, selama 2.5 bulan ini akan kita share tentang knowlesdge yang kita ketahui dan diperlukan untuk mereka saat ini dan area mana yang harus dikembangkan. Untuk team 4 ini saya siapkan mentor untuk Architret in Charge nya dengan team Arsitek kami, Jaka dan Arnov. Prinsip saya bahwa ilmu ataupun knowledge itu adalah untuk dibagikan, kita tidak akan pernah kekurangan karena membagikan sesuatu. Catatan kecil tambahan, bahwa Kerjasama SMK dengan Dunia Usaha/Dunia Industri/Instansi bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian Program SMK dengan kebutuhan Dunia Industri untuk meningkatkan Program SMK dengan kebutusan dunia kerja yang diusahakan dengan azas saling menguntungkan (Keputusan Kemendikbud No.0490/1991. Pasal 33) Atas dasar itulah maka kami mendukung program pemerintah tersebut dan berusaha untuk membantu adek-adek kita ini berkembang lebih baik lagi dari generasi saya. Dan semoga akan bermanfaat untuj perjalanan mereka selanjutnya. Caption foto diambil di Studio Arsitektur kami, Nirmana Citra Araitektura - Atelier Gilang Kamajati #ateliergilangkamajati #studionirmanacitraarsitektura #studio_nirmanacitraarsitektura #architecturefirm #kerjapraktek #prakerin #passionatein2017 (at Studio Nirmana Citra Arsitektura - Atelier Gilang Kamajati)
Hari #1 Kerja Praktek di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya
Yay! Setelah lama menganggur akhirnya mulai beraktivitas. Hari ini, 10 Juli 2017 aku mulai kerja praktek di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya. Alamat dan informasi selanjutnya cek google aja yaa! :)
Aku datang ke kantor tepat pukul 07.00 WIB. Aku menggunakan pakaian hitam putih, berkerudung, pake flatshoes. Sekitar 15 menit aku nunggu di lobby. Awalnya aku gerogi+bingung, tapi untungnya ada temen juga yang sama-sama magang. Namanya Indah, kita beda universitas tapi asli orang tasik. Indah ini berasal dari UIN Bandung jurusannya hubungan masyarakat *kalo ga salah*. Setelah menunggu, tak lama pembimbingku yaitu Ibu Herni datang. Beliau merupakan staff dibagian SDM. Bu herni ngga dateng sendirian, beliau juga datang bersama keponakannya yang kebetulan magang juga. Nah, temen baru aku nambah lagi nih namanya Silmi dia dari Universitas Padjajaran jurusan Ilmu ekonomi.
Lalu kami ke lantai 1 dan mengikuti acara motivasi pagi. Yang palin berkesan pada tatapan pertama ditempat ini yaitu orang-orangnya. Mereka bener-bener ramah, banget! Someah sunda nya mah. Diujung acara motivasi pagi, ada pengenalan staff BI baru, namanya sebuat saja kak Dhita. Dia asal bogor, sempat kerja disalah satu Bank swasta sebelim akhirnya memilih untuk meneruskan karirnya di Bank Indonesia. Yay! Kenalan nambah :)
Hari pertama aku ditempatkan dibagian SDM, kebetulan Bu Herni langsung yang membimbing saya. Aku ditugaskan untuk menginput data arsip menggunakan Records Management System BI-RMS v.2.0 Pada aplikasi ini terdapat beberapa menu yaitu :
1. Home. Home memberikan informasi mengenai total berkas bulan ini dan hari ini. Lalu ada informasi total berkas IKU satker yang diinformasikan jumlahnya dalam setahun.
2. Input Berkas. Dalam menu ini memiliki sub menu nama berkas dan isi berkas. Jadi kita harus menginputkan terlebih dahulu nama berkas. Setelah itu akan diarahkan menuju isi berkas. Isi berkas ini dibuat untuk memasukan isi berkas yang ada didalam nama berkas yang telah di inputkan sebelumnya.
3. Peminjaman. Sub menu diantaranya: Status peminjaman, Peminjaman fisik, dan Pengembalian fisik
4. Pengelolaan Sub menu diantaranya: Pemindahan berkas, Status pemindahan berkas, Pemushnahan berkas, Status pemusnahan berkas
5. Cetak Sub menu diantarany: Label berkas, Daftar isi berkas, Daftat berkas yang diserahkan, BA pemusnah berkas, BAST Berkas yang akan dimusnahkan, BAST Berkas yang akan diserahkan, BA Penilai berkas
6. Data Master Sub menu diantaranya: Kontainer dan Pihak pengirim/penerima
Sekilas itu tentang aplikasinya. Secara keseluruhan disini memang sudah melakukan aktivitasnya secara terkomputerisasi.
Selain menginput data, aku juga membuat berita acara penghapusan arsip atau apa gitu. Kalo gak salah namanya BAMA dan BANA. Jadi aku baru tau ternyata arsip juga bisa dihapuskan. Ada yg dalam 5 tahun, ada juga yang 10 tahun.
Sekilas itu yaaa buat hari ini. Maaf kalo membingungkan pembaca dan yang disampaikan kurang jelas. Maklum baru hari pertama, masih mengamati :)
Sayang belum full team, padahal tadi mau gue ajak foto bareng ber-10 😂😂😂 Thanks cha udah motoin wkwkwk @marshms . AYO SEMANGAT KERJA PRAKTEKNYA TEMAN-TEMAN!! 😤😤😤 Meet you again at PINDAD on June 5th 😆😆 #kerjapraktek #kp #anakempatbelas #telkom #university #timdesainproduk #productdesignteam #dp #desainproduk #productdesign (at West Java)
{ Sorowako Mates } Meet with Kur, my mate during internship in Inco, years years ago 😊😊😊 Alhamdulillah... #oldmates #Sorowako #Inco #kerjapraktek #Houston #Pakistan #Texas #JourneyofATukangPotret www.tukangpotret.id (at Darul Uloom Texas)
Never stop learning, because life never stops teaching 🙌 . . . #kerjapraktek #internshiplife (at Kawasan Puspiptek Serpong)
Catatan Kerja Praktek
Tak terasa, tiga puluh hari berlalu hanya menyisakan laporan dan pertanggung jawaban.
Sendiri, tak ada kawan dari kampus perjuangan. Hanya berisikan satu orang teman sedari TK hingga SMA beserta teman-temannya, serta beberapa manusia tak dikenal lainnya, sama sekali. Belajar benar-benar mengenal mereka dari awal, rasa-rasanya memang satu bulan takkan pernah cukup. Untungnya, saya mendapatkan seorang supervisor yang luar biasa. Bapak Widjanarko, seorang yang merelakan sekitar enam puluh menit waktunya di setiap pagi hanya untuk memberikan petuahnya pada kami, pada pemuda yang belum punya bekal cukup untuk mengarungi kehidupan kelak. Semua pembahasan mengenai nikmat Allah yang biasanya terlupakan pun terkuak diam-diam.
“Mas, nikmat terbesar yang kita semua miliki ini adalah islam itu sendiri. Mengapa? karena hidayah itu bisa dibilang hak veto-Nya Allah mas. Sekarang coba lihat, ada banyak manusia disana yang bahkan mereka sudah tau kebenarannya, hidup diantara mukjizat Allah, namun mereka masih menyangkal-Nya. Anda ini harus merasa beruntung karena mengenal islam sedari kecil dan bahkan sekarang masih mampu shalat lima waktu insya Allah dengan baik. Coba perhatikan sekitar anda, ada banyak orang yang mengerti bahwa shalat itu kewajiban, tapi tidak mau meluangkan lima sampai sepuluh menitnya untuk shalat.” (Pak Widjanarko, 2016)
Bayangkan saja, hal tersebut hanya satu diantara dua puluh satu hari kami berada disana. Belum lagi pengalaman-pengalaman unik yang beliau lalui selama bekerja di power plant. Sungguh keras perjalanan beliau, pikirku.
Tentu saja, sebagai seorang yang kerja praktek di sebuah perusahaan, kami hanyalah tugas sampingan orang-orang hebat tersebut. Jelas, kebanyakan waktu kami, selain belajar dan mengerjakan tugas, diisi dengan celotehan dan cerita sesama yang tak jarang meninggalkan gelak tawa dan muka serius karena kisah yang tak biasa terdengar. Sayangnya, semua perjalanan yang kami wacanakan hanya menjadi wacana karena setiap dari kami memang sedang dalam posisi aktif perkuliahan. Ya, mau bagaimana lagi. Mari kita rencanakan kelak.
Terima kasih atas pemberhentian sementara di persimpangan ini, yang telah mengumpulkan kami dan membuat kami merasakan bau tembok yang sama setiap hari. Terima kasih telah menemani berjalan dari parkiran menuju service bay di tengah teriknya matahari dan desingan mesin yang tak mau berhenti. Terima kasih atas segala kisah yang selalu jadi cerita selama di lantai empat, percakapan jam satu siang sebelum kembali, dan segala sesuatu yang membuat pengorbanan selama satu bulan terbayar dengan tuntas. Jangan pernah lupa pernah mengenalku ya, kawan!
Terima kasih banyak atas segala motivasinya, Pak Widjanarko, semoga segera lekas sembuh dan selalu dalam lindungan-Nya. Terima kasih telah menjadi seorang panutan yang istiqomah dalam berjuang di jalan-Nya.
Ananta, kisah penuh arti. 2 Oktober 2016.
Sendiri(an)
Sendiri bisa jadi cara Tuhan memberi kita arti.
Iya, hampir seminggu terakhir benar-benar merasakan mengurus segala sesuatunya sendirian.
Semua kejadian bermula saat workshop XL Future Leaders 3, dimana memutuskan untuk tidak ikut jalan-jalan sendirian akibat lolosnya diri sendiri untuk mengikuti Grand Final ICONIC ITB 2016. Lalu walau sebenarnya tim lain yang lolos (4 tim) berasal dari jurusan sendiri, mereka memilih untuk berangkat terlebih dahulu bersama-sama (sehari sebelumnya). Ya, pada akhirnya, sendiri lagi.
Berangkat pukul 6.30 WIB ke Jurusan untuk mengambil resistor dan alarm untuk prototype, disambut mahasiswa baru berbaju putih-hitam yang baru mengetahui jurusannya yang strategis, lalu segera melanjutkan untuk pergi ke stasiun (gubeng lama) untuk check in kereta sebelum berangkat pukul 8.15 WIB. Sesampainya di dalam, bertemu gerombolan ibu-ibu yang belum bisa ambil tiket. Memutuskan ikut membantu, dan entah kebetulan atau bukan, ternyata mereka berasal dari Bandung. Akibatnya, tentu saja, mendapatkan beberapa tips tentang bagaimana kota mereka berasal. Kereta pun datang, mencari gerbong keempat, kursi nomor 12D. Iya, sendiri lagi.
Sepanjang perjalanan, silih berganti orang di depan dan samping selalu berganti. Sebagai ajang menguji kemampuan komunikasi, maka aku harus setidaknya mengetahui asal, tujuan, serta berbasa-basi sejenak, sebab kita tidak pernah tau darimana asal rezeki yang kelak kita miliki, Iya kan? Terhitung sekitar sepuluh orang yang aku wawancarai, mulai dari anak kuliah hingga nenek yang akan mengunjungi cucunya. Semua memiliki kisahnya masing-masing dan sepotong kisah yang selalu kuberi, kisah seorang pemuda desa - anak seorang petani yang kini sedang mengejar mimpi di kota metropolitan, Surabaya. Tetapi, tepat pada satu stasiun sebelum tujuan akhir di stasiun Kiaracondong, ternyata mereka semua turun. Berarti, kini sendiri lagi.
Sampai di Bandung, langsung dijemput oleh teman satu tim. Bersiap-siap menuju presentasi lusa dihadapan para juri. Esok pun tiba dan kami semua technical meeting di kampus penyelenggara. Setelah itu, diantar ke penginapan tempat kami menyiapkan mental dan hafalan. Karena baru saja terfikirkan apa saja isi stand kami, maka kedua temanku akhirnya memutuskan untuk keluar mencari bahan dan memintaku untuk fokus menghafal skrip untuk presentasi besok, sendirian lagi.
Presentasi sudah di depan mata, kami mendapat giliran kelima. Stand kami akhirnya penuh dengan kertas hasil print semalam dengan poster warna serta sedikit hiasan. Kami melangkah maju dengan bacaan basmalah, mencoba bagaimana caranya untuk membuat permasalahan petani yang ada di desa menjadi se-urgent mungkin, dan menjawab semua pertanyaan juri. Cukup terkejut dengan hasilnya, naik menjadi peringkat tiga. Alhamdulillah. Sebuah perasaan yang sangat bangga ketika meneriakkan vivat kebanggaan di kampus tersebut tanpa sedikitpun keraguan. Namun, karena diri ini harus kerja praktek keesokan harinya, aku pun kembali terlebih dahulu naik pesawat. Sendirian lagi.
Taksi telah dipesan, walau sedikit gamang, akhirnya berangkat jua. Sampai di tempat, benar-benar pertama kalinya naik pesawat tanpa ada yang menemani. Bertanya pada petugas di depan ternyata juga tak tahu-menahu akhirnya harus berpetualang sendiri dan beberapa kali dipanggil petugas karena salah jalur. Duduk di samping seorang dosen psikologi dari kampus sebelah, dan akhirnya membicarakan bermacam-macam jurusan yang ada. Hingga sampai di Juanda, turun dari pesawat, sendirian lagi.
Sesampainya di bandara, ternyata sudah ditunggu oleh suami dari adik ayah. Sepanjang perjalanan berkisah tentang apa-saja yang dilalui beberapa hari terakhir, termasuk makan malam bersama orang penting (Vice President XL Axiata, Ibu Turina Farouk) pada workshop XLFL beberapa hari yang lalu. Keesokan harinya, kerja praktek dimulai, dan aku pun, sendiri lagi dari ITS.
Kerja praktek di PLTU Unit 7 & 8 di Paiton bersama teman-teman dari elektro UB, mesin UMM, STT Paiton serta sipil polinema. Tentu saja, jurusan teknik fisika selalu diidentikkan dengan rumus-rumus semata. Padahal seyogyanya, tidak. Kami ditakdirkan untuk mengaplikasikan konsep fisika pada apapun termasuk industri. Dua hari kemudian, memutuskan untuk kembali ke Surabaya untuk mengambil beberapa keperluan naik bus dan kembali ke rumah menaiki motor, sendirian lagi.
Sendiri terkadang membuat kita keluar dari zona nyaman dan mendorong kita untuk lebih berkembang. Setidaknya, kita mengetahui sejauh apa melakukan sesuatu tanpa bergantung dari orang lain. Edisi seminggu sendirian ini juga yang mengajarkan bagaimana pentingnya bertanya di jalan, daripada tersesat sendirian. Sendiri juga lah yang mengajarkan penantian yang memang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpi besar yang impiannya ditertawakan orang.
Elang terbang sendirian, sedangkan bebek berjalan berbondong-bondong.
Toh, seorang Raja-pun pada akhirnya, pernah sendirian sebelum mereka punya rakyat dan para pengikut setianya.
-Ananta, masih sendiri dalam memantaskan. 6 September 2016.